
Al dan Shena sengaja tidak ingin mengetahui jenis kelamin dari ketiga bayi kembarnya yang menjadikan surprise untuk semua orang. Al melihat dengan jelas bagaimana operasi itu berlangsung, bagaimana penderitaan seorang ibu yang berjuang untuk melahirkan anaknya dengan penuh pengorbanan. Sekilas dia mengingat bagaimana menderita sang ibu saat melahirkan sendiri tanpa ada keluarga ataupun suami.
"Maafkan aku Bu, aku tidak tau bagaimana perjuanganmu di saat melahirkan ku dan juga El," batin Al yang tanpa sadar meneteskan air matanya, saat mengingat betapa banyaknya kesalahan yang pernah dia lakukan kepada sang Ibu.
Operasi yang memakan waktu itu membuahkan hasil, di saat sang dokter mengeluarkan bayi dari dalam perut Shena yang sudah terbuka karena sayatan dari pisau tajam.
Dokter Kinan mengeluarkan bayi pertama yang langsung di tangani oleh suster, "selamat, bayi pertama adalah laki-laki." Al sangat senang dengan penuturan sang dokter.
Dokter Kinan terus mengeluarkan bayi dari dalam perut dengan sangat hati-hati dan juga perlahan, hingga bayi kedua dan ketiga berhasil di keluarkan dalam ke adaan sehat tanpa kekurangan apapun. "Selamat Tuan, bayi kedua dan ketiga adalah perempuan," tutur dokter Kinan.
Al sangat senang dengan anugrah indah yang di berikan tuhan kepadanya, betapa bahagianya dia saat ini. Sangat sulit untuk di ungkapkan dengan melalui kata-kata karena sekarang dia telah menjadi seorang ayah. Terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang operasi, suara yang sangat nyaring membuat seluruh anggota keluarga sangat bahagia.
Al menggendong putranya lebih dulu setelah di bersihkan oleh para suster dan mencium kening nya dengan sangat lembut.
"Ya tuhan....aku tidak percaya dengan ini, sekarang aku sudah menjadi seorang Ayah. Wajahnya sangat tampan seperti diriku, " lirih Al yang membuat suasana haru dapat di rasakan oleh semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Al meletakkan bayi laki-laki nya di ranjang tidur bayi dengan penuh hati-hati dan sangat perlahan, sekarang dia menggendong kedua bayi perempuan nya yang baru saja di bersihkan oleh suster.
"Wah, kedua bayi perempuanku sangat cantik sekali, persis seperti dirimu," ucap Al yang mencium kening kedua putrinya dan tak lupa mencium kening Istrinya.
Shena hanya bisa tersenyum dengan wajah yang sedikit pucat.
"Itu suara cucuku?" ucap Dita yang meneteskan air mata bahagia.
"Kamu benar, kita sudah menjadi Nenek sekarang," sahut Nurma yang juga meneteskan air mata bahagiaan, mereka saling memeluk. Begitupun Nathan dan Daniel yang saling memeluk, mereka tidak menyangka jika hubungan bos dan asisten berubah menjadi besan.
Shena di pindahkan ke ruang rawat inap, semua anggota keluarga sudah tidak sabar untuk melihat anggota baru dari keluarga Wijaya.
"Dimana cucuku? aku ingin melihatnya," celetuk Dita yang di ikuti oleh Nurma di belakangnya.
__ADS_1
"Apa cucuku perempuan atau laki-laki?" sambung Daniel yang sangat bersemangat.
"Anak pertama laki-laki, dan anak kedua juga ketiga adalah perempuan," jawab Al yang menoleh sepersekian detik ke asal suaranya dan kembali menatap istrinya yang sangat lemah itu sembari mengelus pucuk keningnya.
"Terima kasih untukmu yang berjuang untuk anak kita," bisik Al yang tersenyum bahagia, Shena mengangguk pelan dan juga tersenyum bahagia karena dia juga tidak menduga akan menjadi seorang Ibu Muda di usianya yang belum 20 tahun.
Nathan, Daniel, Dita, dan Nurma menggendong cucu mereka secara bergantian. "Wah....mereka sangat cantik persis seperti Ibunya," puji Dita yang melihat bayi kembar perempuan dengan pipi gembul yang tampak menggemaskan.
El menyerobot untuk melihat keponakannya yang sangatlah lucu dengan pipi gembul dan kulit seputih susu, "astaga....mereka tampak luar biasa, boleh aku menggendongnya?" tutur El dengan sangat antusias.
El menggendong salah satu keponakan dengan sangat hati-hati, "aku tidak menyangka akan menjadi seorang Paman, bagaimana jika kita jalan-jalan dan memakan es krim? itu sangatlah menyenangkan," ucap El yang membuat semua orang tertawa.
"Dasar konyol, umurnya saja baru satu hari," celetuk Bara yang menoyor kepala El.
"Hah, sayang sekali!" ucap El dengan daut wajah yang sedih.
"Aku belum memikirkan itu," seloroh Shena.
"Tapi aku sudah memikirkan namanya," sela Al yang bersemangat.
"Baiklah, siapa nama ketiga cucuku ini?" goda Dita.
"Aku akan memberi nama untuk putraku dengan nama ALEX WIJAYA, putri sulung ku bernama ALEXA WIJAYA, dan yang terakhir ALEXI WIJAYA."
"Wow, nama yang sangat bagus. Tapi apa artinya itu?" tanya El.
"Entahlah, tapi aku sangat menyukai nama itu."
__ADS_1
"Baiklah, mulai sekarang kita akan memanggil mereka Alex, Lexa, dan Lexi. Bagaimana?" seru Nathan yang di setujui oleh Daniel.
"Setuju," sahut mereka dengan kompak.
Dita diam sesaat karena memikirkan putrinya yang masih berada di Amerika, Abian mengatakan akan ke Indonesia setelah menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk.
Nathan merangkuk pundak istrinya karena tau akan kesedihan dan kerinduan terhadap putrinya yang manja, "tenanglah! aku sangat yakin jika mereka akan datang."
"Hem semoga begitu, kebahagiaan ini tidaklah lengkap tanpa mereka."
"Berdoa saja, jangan pikirkan itu. Lihat lah cucu kita yang sangat menggemaskan ini," ujar Nathan yang mengelus pipi baby Alex dengan sangat lembut.
Suasana bahagia menjadi kisruh saat air ketuban milik Anna merembes hebat, El yang melihat hal itu menjadi sangat panik karena dia juga tidak tau apapun tentang persalinan.
"Ibu, apa yang terjadi dengan Anna?" tanya El yang sangat panik. Semua orang menoleh dan tersentak kaget saat melihat air ketuban merembes dengan sangat deras, "ketuban nya sudah pecah, cepat panggilkan dokter," ucap Dita.
Dengan cepat El memanggil dokter Kinan untuk mengurus persalinan Anna, dokter Kinan menatap El dengan nafas terengah-engah.
"Hirup nafas dengan dalam dan keluarkan, lakukan itu sebanyak tiga kali," ucap dokter Kinan yang memperagakan. El mengikuti ucapan dari sang dokter, hingga dia merasa sedikit lebih tenang, dan mulai mengatur nafasnya dengan sangat baik.
"Cepat bantu istriku yang ingin melahirkan," ucap El yang sangat panik dengan suasananya.
Tanpa babibu lagi, mereka berjalan dengan sangat tergesa-gesa menuju rawat inap tempat Shena di rawat. Dokter Kinan berjalan mendekati Anna, "beri pasien ruang," tutur dokter Kinan yang menangani Anna dengan memindahkannya di ruang bersalin dengan bantuan beberapa suster.
El mengikuti Anna untuk menemani sang istri melahirkan, suasana menjadi sangat tegang. Tapi tidak dengan Al yang bisa bernafas dengan lega.
Nathan menghubungi Bonar dan Lolita untuk mengatakan keadaan Anna yang akan segera melahirkan, begitupun dengan Dita yang mengabarkan kepada Abian dan Lea mengenai Anna yang juga melahirkan di hari yang sama, hanya perbedaan waktu saja.
__ADS_1