
Bonar menatap putrinya yang terlihat sangat cantik, wajah sang putri bungsu sangat mirip dengan mendiang istrinya. Tak terasa air mata nya jatuh di saat Anna memeluknya dengan sangat erat dan meminta doa agar bisa memulai hidup baru.
"Aku meminta doa dan restu mu, Ayah."
"Ayah akan selalu mendoakanmu, Nak."
"Paman....ups, maksud ku Ayah mertua. Doakan aku juga," celetuk El.
"Walaupun aku tidak terlalu menyukaimu, tapi aku berusaha untuk itu. Jangan sampai kamu menyakiti putri ku ini, jika sampai itu terjadi? maka aku akan memotong Anu mu hingga habis tak bersisa," cetus Bonar yang membuat semua orang mendengarnya.
"Jika itu terjadi, maka Ayah tidak mempunyai cucu. Dan aku tidak akan pernah menyakiti hati maupun perasaannya," jawab El sembari menatap sang istri dengan penuh cinta.
"Aku pegang kata-kata mu," tutur Bonar yang menunjuk wajah El.
"Ayah tidak boleh begitu, lupakan yang lalu." Lolita mengelus tangan Bonar dengan lembut.
"Hem, kamu benar."
"Peluk aku adik ipar," sela Panji yang merentangkan kedua tangannya, El tersenyum menyambut pelukan dari Panji. Mereka berpelukan, "aku akan memberikan mu bonus, kirimkan saja nomor rekening mu," bisik El.
"Bisa diatur dan terimalah hadiahku ini, kamu pasti akan memerlukan itu," balas Panji yang juga berbisik dan menyelipkan hadiah pernikahan ke dalam saku jas milik El, dia melepaskan pelukan itu yang terjadi hanya beberapa detik saja.
"Terima kasih, aku akan membukanya nanti saja."
__ADS_1
"Tidak masalah," jawab Panji yang menggandeng Lolita menuju kudapan yang sangat memanjakan mata dan juga perut.
Acara yang berlangsung sangat lama bagi kedua pasang, Al menatap sekeliling. Terlihat banyaknya tamu yang datang silih berganti tanpa henti menyalami mereka dan juga memberikan ucapan selamat, hingga tiba-tiba tubuh Al di peluk di hadapan semua orang membuat para tamu dan keluarga menjadi terkejut.
Shena menatap jika suaminya tengah di peluk wanita lain, dia sangat cemburu dengan itu. Raut wajah sedihnya terlihat oleh semua orang, Lea yang baru bergabung itu pun dengan cepat melepaskan wanita yang memeluk Al dengan sangat keras.
"Jangan bersikap kurang ajar, cepat lepaskan pelukan ini," ucap Lea yang terus berusaha.
"Tidak akan! Al, bukankah kamu hanya mencintai aku? wanita itu hanya pelarianmu saja kan? katakan kepadaku, jika kamu masih menginginkan kita bersama," desak wanita itu yang tak lain mantan sekretaris Al yang bernama Cantika.
Al menatap Shena dengan raut wajah sedihnya, "lepaskan aku atau aku akan berbuat kasar kepadamu," ucap Al dengan dingin.
"Tidak, katakan dulu jika kamu masih mencintaiku," kekeuh nya. Al yang marah mendorong tubuh Cantika dengan kasar hingga dahi wanita itu terbentur ke lantai.
Cantika berdiri tanpa bantuan dari orang lain, dia tersenyum seraya berjalan ke tengah altar dan memegang mikrofon dan menatap semua tamu undangan. Nathan dan Bara hanya menatap kejadian di depan matanya tanpa ingin ikut campur, sedangkan Daniel dan Nurma memeluk putrinya dengan perasaan cemas.
"Perhatian untuk semua tamu, aku akan menceritakan kisahku dan juga presdir dari perusahaan yang terkenal nomor satu di kota. Saat di acara kantor, tuan Al yang terhormat itu dalam keadaan mabuk, karena kemanusiaan aku membawanya ke apartemen miliknya. Di malam itu juga aku ternodai sebagai wanita, dan sekarang aku tengan hamil anaknya. Aku mempunyai bukti jika pria itu pernah tidur bersama dan lari dari tanggung jawabnya, " kata Cantika yang menangis tersedu-sedu membuat banyak tamu undangan menjadi ikut sedih dengan nasib malang yang menimpa Cantika. Shena sangat syok dengan ucapan Cantika dan juga sebuah foto mereka yang sedang tidur 1 ranjang, dia menangis sambil menatap Al untuk di minta penjelasan.
"Apa itu benar?" ucap Shena yang menatap Al dengan sendu.
"Apa kamu mempercayai ucapan wanita gila itu?"
"Entahlah, aku hanya mempercayai apa yang aku lihat dengan mata dan juga kepala ku sendiri."
__ADS_1
Al mendekati Cantika dan menampar pipi Cantika dengan sangat keras, semua para tamu menjadi syok dan bahkan para keluarga. "Aku tidak sebodoh itu yang bisa kamu jebak dengan mudah, bermain-main dan juga merusak namaku maka hukumannya adalah nyawamu sendiri," kata Al yang lantang menatap Cantika dengan kemarahan dan juga kebencian.
El dan Lea menghampiri kakak tertuanya, menatap Cantika dengan penuh amarah. "Seperti nya kamu salah dalam memilih lawan, aku harap kamu bisa hidup hingga besok," tutur Lea.
"Jangan mentang-mentang kalian kaya yang hanya bisa mengancam orang miskin sepertiku," pekik Cantika agar terdengar oleh orang lain.
El menepuk tangannya 3 kali, dan tak lama datanglah Roger dan juga Audrey membawa semua bukti kebohongan dari Cantika. "Putarkan semua rekaman Cctv tempo itu," perintah Al. Para tamu yang awalnya bersimpati kepada Cantika, kini malah menghujatnya dan menghina tindakan Cantika yang mengantarkan nyawanya sendiri ke dalam kandang singa.
"Bawa wanita ini ke markas," perintah Al. Nathan dan Bara membubarkan acara pernikahan itu.
"Baik Tuan." Cantika di seret dengan paksa membuatnya semakin frustasi, dia sangat menyesal dengan tindakannya di masa lalu. Dia mendengar kabar pernikahan twins L dan nekat untuk pergi kesana dan ingin merebut Al dari Shena, tapi takdir berkata lain karena sebentar lagi akan menjemput nyawanya dengan pisau milik Al Wijaya.
Al menghampiri Shena dan memeriksa keadaannya yang sedari tadi menangis karena kekacauan yang di buat oleh Cantika. "Sayang, jangan menangis lagi. Tidak ada yang bisa merebutku darimu, begitupun sebaliknya." Al memeluk Shena.
"Aku sedih bukan karena wanita itu," cetus Shena dengan santai sembari mengambil tisu dan mengelap ingusnya.
"Hah, apa maksudmu?" tanya Al yang mengerutkan keningnya.
"Entahlah, aku juga tidak tau ada apa denganku," jawab Shena yang membuat semua orang ikut bingung.
"Mungkin karena Shena sangat capek, lebih baik kalian beristirahat di kamar hotel masing-masing. Kami akan pulang ke mansion," ucap Dita yang pergi meninggalkan tempat itu.
Al meminta Roger untuk menghabisi Cantika dengan sangat kejam, dia sangat bersyukur dengan pernikahan mendadaknya. Apalagi dia sekarang sangat mencintai Shena dan tidak bisa berpaling dari wanita itu.
__ADS_1
Twins L menuju kamar masing-masing, Al kehilangan kesadarannya dan terjatuh di lantai. El, Shena, dan Anna sangat cemas dengan keadaan Al yang tiba-tiba pingsan tidak seperti biasanya, El menelfon Jimmy untuk memeriksa keadaan Al.