Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 208 ~ S2


__ADS_3

Nasib twins L sangatlah malang, rambut yang mereka selalu banggakan sekarang telah pupus akibat di cukur. Anna dan Shena bertepuk tangan dengan senang, mereka mencium pipi suami dengan sangat lembut membuat penderitaan Al dan El sedikit terobati. Hingga Nathan dan Bara tak sengaja melihat twins L dengan penampilan baru mereka.


"Ya ampun....apa yang terjadi? kenapa kalian seperti tuyul?" ucap Nathan yang sangat kaget dengan kepala plontos dengan kedua putra kembarnya.


"Apa yang harus kami lakukan jika ini permintaan dari calon cucu kalian, bahkan mereka belum lahir saja sangat menyusahkan aku, bagaimana jika sudah lahir?" jawab El yang mengeluh.


Bara yang mengingat dirinya pernah di botakkan oleh Naina merupakan moment yang sangat indah, "Papa juga pernah di posisi kalian, dan rambut itu juga akan tumbuh dengan sendiri," ujar Bara yang santai, seketika tawa Nathan dan Bara pecah.


"Kami tau jika rambut akan tumbuh dengan sendirinya, tapi apa yang akan kami lakukan sebelum rambut ini tumbuh?" certus Al yang menatap Bara dan Nathan.


"Dasar bodoh, gunakan wig jika ke kantor. Tidak akan tau jika kalian memakai wig," solusi Nathan.


"Ayah benar," sahut mereka kompak.


Al dan El berjalan masuk ke kamar masing-masing dengan gaya elegan dan berkelas, penampilan baru Al dan El berhasil membuat Shena dan Anna cekikikan. Bukan hanya mereka, tapi para pelayan juga menahan tawa mereka yang hampir meledak saat menatap kepala licin seperti bakso bulat.


"Walau kepala mereka botak tetap tidak mengurangi ketampanan yang mereka miliki ya," bisik Anna.


"Benar, akhirnya aku bisa tidur nyenyak nanti."


Saat makan malam, betapa terkejut nya Naina, Dita, Vivian, dan Kenzi menatap kakak kembar mereka yang dengan penampilan yang sangat terbaru.


"Kenapa kakak menutupi rambut dan terlihat seperti botak sungguhan, sangat hebat? puji Vivian yang menatap twins L yang bergantian. Sementara Nathan dan Bara tertawa terbahak-bahak dengan keluguan dari Vivian.


"Rambut mereka telah di cukur sebagai permintaan ke-lima keponakan kembarmu," jawab Bara yang membuat semua orang syok seketika berganti dengan tertawa terpingkal-pingkal.


"Oh ya tuhan, ini sangat lucu. Aku akui jika kalian tetap terlihat tampan, yah....walau terlihat seperti kartun upin ipin," seru Vivian.

__ADS_1


"Referensi mereka melakukan ini berasal dari kartun itu, aku akan meminta pihak kreator kartun botak itu untuk segera di hapuskan," ujar El.


"Aku akan membuat mereka tidak akan berani menayangkannya di sini," tambah Al.


"Kakak tenang saja, rambut kalian akan tumbuh setelah beberapa minggu saja," sela Kenzi yang membuat Al dan El menatap keluarganya dengan raut wajah yang kesal.


Di malam harinya ketika ingin tidur, Shena mencuci wajahnya dan mengoleskan skincare yang aman untuk ibu hamil, perawatan yang tidak pernah ketinggalan yang sudah menjadi rutinitas nya. Dia berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan tubuh yang sangat kelelahan itu, dia menarik selimut dan memejamkan mata. Baru saja dia memejamkan mata, tiba-tiba dia terkejut saat di bawah kakinya yang membuatnya sangat geli.


Shena membuka selimutnya dan sangat terkejut, "aaargh....tuyuulll," pekik Shena yang memukul kepala sang tuyul yang tak lain adalah Al.


"Aduh....kenapa kamu memukuli kepalaku Sayang?" rengek Al yang mengusap kepala plontosnya.


"Kamu? aku mengira jika kamu...." ucapan Shena berhenti karena dia sendirilah yang membuat rambut suaminya.


"Tuyul? kamu sendirilah yang membuatku begini dan aku meminta pertanggung jawaban darimu," ucap Al yang tersenyum nakal sembari menarik tali kutang sang istri.


" Tidak ada yang gratis di dunia ini Sayang, layani aku sebagai apresiasi yang menuruti keinginanmu," ucap Al yang dengan cepat membuka seluruh pakaiannya dan mencium bibir merah mereka dari Shena. Al memainkan tangannya untuk meraba setiap bagian sensitif sang istri dan membuat Shena menikmati permainan tangan dari suaminya.


Tidak perlu waktu lama untuk Al membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuh Shena dan membuat hasratnya bangkit saat menatap dua gunung kembar yang memacu adrenalin, keduanya hanyut dalam pergumulan panas dan mengairahkan. Menaungi samudra cinta dengan suara yang sangat merdu terdengar oleh Al yang menpercepat tempo permainan.


Keesokan paginya, Al dan El bersiap untuk ke kantor dengan memasang wig yang sesuai dengan rambut asli mereka.


"Bagaimana dengan penampilan baru kami?" ucap El yang membuat Vivian mengangkat jempolny.


"Wig yang sangat bagus, bahkan terlihat sama seperti aslinya," puji Vivian yang di angguki kepala oleh semua orang.


Mereka berpamitan kepada semua orang dan masuk ke dalam mobil menuju perusahaan wijaya yang menjulang tinggi.

__ADS_1


Al dan El keluar dari mobil dan melangkah masuk ke kantor dengan elegan dan memperlihatkan wibawa dan berkharisma. Aura kepemimpinan yang sangat kental di rasakan oleh semua orang yang tidak berani menatap tuan kembar mereka. Hingga kewibawaan dan elegan itu pupus saat wig mereka yang kurang melekat di kepala terlepas, para karyawan terkejut saat melihat kepala botak dari Al dan El.


"Astaga....ternyata mereka botak," bisik para karyawan


"Benar, ternyata mereka botak," bisik karyawan lainnya.


Ben yang saat itu juga terkejut, segera mengatasi raut wajahnya yang tenang dan melototi karyawan yang berbisik dan membuat mereka diam. Bisikan itu terdengar oleh twins L yang menoleh dan melihat wig mereka terjatuh ke lantai.


"Oh ya tuhan....tolong kubur aku," batin El yang melebarkan matanya.


"Sepertinya aku kehilangan muka saat ini," jerit Al dalam hati dan segera memulihkan raut wajahnya yang begitu tegang menjadi sedikit garang.


"Kenapa kalian masih di sini? apa kalian ingin aku pecat?" ucap Al dengan tegas membuat seluruh karyawan bubar.


"Dan kamu kenapa berdiri saja, ambil wig itu dan katakan agenda untuk hari ini," sambung El yang menatap Ben seakan ingin memakannya hidup-hidup.


Ben segera mengambil wig itu dan menyerahkannya kepada tuan kembar sembari menjelaskan jadwal yang akan di lakukan hari ini.


"Hehe....andai saja aku memotret tuan twins itu pasti sangat menyenangkan, aku akan memajang foto mereka seperti kartun favorit ku itu dan menatap mereka dengan tawa yang menggelegar," batin Ben yang selalu tersenyum membuat Al dan El menatap nya dengan tatapan elang.


"Apa kamu sedang mengejek kami?" ucap Al dengan nada penekanan.


"Tidak Tuan, saya tidak berani melakukan itu," sahut Ben dengan cepat.


"Bagus, lupakan kejadian ini atau aku akan melemparkan mu ke kandang singa," ancam El.


Ben hanya menatap tuannya dengan ketakutan sembari menelan saliva dengan susah payah, "baik Tuan."

__ADS_1


__ADS_2