Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 71


__ADS_3

Wajah cantik yang memperlihatkan kebahagian terpancar begitu jelas di pantulan cermin meja riasnya. Nathan memeluk tubuh sang istri dari belakang, menenggelamkan kepalanya di leher jenjang milik Dita dan menghirup aroma tubuh yang sudah menjadi candu.


"Aroma tubuhmu menjadi candu untukku," bisik Nathan.


"Jangan menggoda ku," Tutur Dita yang menyembunyikan rona di pipinya.


"Untuk hari ini kamu aku bebaskan, aku akan memakanmu saat kita honeymoon nanti."


"Honeymoon? kita mau kemana?" seloroh Dita yang menoleh ke aras suaminya.


"Ke Swiss, di sana sedang musim salju dan menghabiskan waktu berdua saja."


"Eh, apa anak-anak tidak ikut?" tanya Dita yang menautkan kedua alisnya.


"Tidak, hanya kita berdua saja yang akan pergi."


"Al dan El tidak pernah berpisah denganku selama ini, aku sangat mengkhawatirkan mereka," ucap Dita yang sedikit cemas.


"Tidak perlu mencemaskannya, ada begitu banyak orang di mansion. Aku akan menitipkannya dengan Daniel nanti," Jawab Nathan.


"Tapi aku tidak yakin dengannya!"


"Jangan khawatir, ada Naina yang juga menjaga twins L."


"Berapa lama kita akan pergi?"


"Hem, tidak lama. Hanya 1 minggu saja."


"Tidak! Itu sangat lama. Bagaimana jika kita membawa mereka?" usul Dita.


"Yaa....sekalian kita bawa Daniel, Naina, Mama, Papa, jika perlu kita membawa semua orang," sahut Nathan yang menatap sang istri dengan jengah.


"Itu bagus, lebih banyak orang itu pasti menyenangkan," ujar Dita yang sangat antusias.


Nathan menepuk keningnya dengan sebelah tangannya, "sayang, kita ini merencanakan honeymoon bukan liburan. Hanya kita berdua saja, dan jangan pikirkan yang lain selain aku."


"Hem, baiklah. Kapan kita berangkat?"


"Besok pagi."


"Secepat itu?"


"Hem, lupakan itu. Aku ingin mempunyai seorang anak lagi," bisik Nathan.

__ADS_1


"Hei, bukankah kamu membebaskan aku untuk hari ini?" Dita mengerutkan keningnya.


"Kapan aku mengatakannya?" tutur Nathan yang memasang wajah tanpa dosa, dengan cekatan Nathan menggendong istrinya menuju tempat tidur dan mulai melakukan adegan panas tanpa gangguan.


Di pagi hari, Dita yang telah menyiapkan rutinitasnya memasak untuk semua orang dan membangunkan suaminya setelah membersihkan diri, tak lupa membangunkan twins L.


Selesai sarapan, mereka duduk di ruang tengah dan bercengkrama. "Ma, Pa, kami berencana ingin honeymoon ke Swiss," ucap Nathan yang membuka suara.


"Ya sudah, pergilah" jawab Wijaya yang membaca koran paginya tanpa menoleh.


"Kami ingin menitipkan Al dan juga El."


"Kami tidak bisa menjaga si kembar, kerena Mama dan Papa ingin keluar kota," tutur Novi dengan raut wajah yang sedih.


"Kita bawa saja mereka," sambung Dita.


"Tidak, mereka hanya menganggu saja." Mendengar penuturan Nathan membuat twins L menatap dengan tajam.


Nathan tidak menghiraukan ekspresi dari twins L, dia kembali melirik Naina yang sebagai kandidat kedua setelah Daniel. "Kenapa kakak menatapku begitu?" Naina sangat merasakan aura itu.


"Kakak titip si kembar kepadamu."


"Tapi aku tidak bisa mengurus mereka sendiri, titipkan saja dengan pengasuh."


Naina menghela nafas dengan kasar, "hem, baiklah." Dia hanya pasrah menerima keadaannya dengan lapang dada.


Dita dan Nathan melambaikan tangan kepada twins L yang bersama Naina dan juga Daniel, "ibu pergi dulu, kalian jaga diri dengan baik dan tidak boleh nakal," ucap Dita dari kejauhan.


"Iya Ibu, kalian hati-hati!" jawab twins L yang membalas lambaian tangan sang ibu.


Twins Lmengalihkan perhatian kepada Naina dan juga Daniel, "ayo kita ke wahana permainan, kami sangat merindukan mesin capit pak pitak," cetus El yang sangat antusias.


"Di mana itu?" tanya Naina yang menautkan alis.


"Akan kami tunjukan, tapi sebelum itu belilah plastik besar. Itu sangat berguna nanti," tutur Al.


"Eh, itu untuk apa?" Daniel sangat penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh twins L.


"Lihat saja nanti, ayo jalankan mobil keong mu ini Paman," ledek El.


"Ck, aku bisa membelinya tapi tidak sekarang," gerutu Daniel.


Mobil yang di kendarai oleh Daniel berhenti di area parkir dengan mobil yang berjejer dengan rapi. Daniel menggendong twins L di depan dan juga di punggungnya, orang lain berpikir jika mereka adalah keluarga bahagia. Dengan semangat twins L pergi ke wahana permainan milik pak pitak, sementara Daniel dan Naina duduk di kursi sembari bersenda gurau dan mengawasi Al dan El dari jauh yang tidak ingin privasinya di ketahui oleh dua orang dewasa itu.

__ADS_1


****


Di sisi lain, Bara yang telah membuat janji dengan teman kencannya di Mall dan menemaninya untuk berbelanja dan juga makan siang bersama. Jujur saja, Bara sangat bosan dengan rutinitas wanita yang satu ini.


"Kapan ini akan selesai? sudah hampir 1 jam dia melihat baju tapi tidak menjatuhkan pilihannya," keluh Bara di dalam hati.


Wanita itu menoleh dan tersenyum, "Sayang, aku ingin gaun ini. Mana yang sangat cocok untukku? warna ini apa yang ini, " ucap Wanita itu membuat Bara sangat bosan.


"Warna yang mana saja tetap terlihat sangat cantik jika kamu yang memakainya. Cepatlah sedikit, aku sangat lapar." Bara memegang perutnya yang keroncongan minta di isi.


"Maafkan aku Sayang, aku melupakan dirimu, " sahut wanita itu yang bernama Nandini.


"Tidak masalah," jawab Bara dengan singkat. Mereka berjalan bergandengan tangan dengan mesra, membuat beberapa kaum hawa patah hati. Mereka tiba di Cafe, memesan makanan dan menyantapnya dengan khidmat. Hingga Bara tak sengaja melihat wanita yang selalu mengerjainya, siapa lagi jika bukan Naina.


Bara terkejut Saat melihat Naina dan Daniel saling tertawa lepas, hingga dia tidak sadar jika Nandini memperhatikan. "Sayang, kenapa kamu terkejut? siapa yang sadang kanu tatap?" Nandini celingukan siapa yang menjadi sorotan dari mata Bara.


"Bukan siapa-siapa, kamu tunggu di sini dulu."


"Kamu mau kemana?"


"Aku harus ke toilet," ucap Bara yang berbohong. Kakinya melangkah ke arah Naina dan juga Daniel yang terlihat sangat dekat.


"Ehem," Bara berdehem membuat kedua orang itu menatapnya dengan bingung.


"Kenapa aku selalu bertemu dengan mu, pergilah dari sini," usir Naina dengan malas.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" ucap Bara dengan tatapan menyelidik ke arah wanita di hadapannya.


"Kami hanya bersenda gurau dan juga...." ucap Daniel yang langsung di cela oleh Bara, "aku tidak bertanya denganmu," ketusnya.


"Heh, ada apa dengan mu?" tanya Naina yang bingung dengan perubahan sikap Bara.


"Aku bertanya dengan mu, apa yang kalian lakukan berduaan di tempat ini?" desak Bara tanpa menghiraukan ucapan Naina.


"Kami hanya menemani twins L bermain," sahut Daniel.


"Oh ya? dimana mereka, aku tidak melihatnya?"


"Papa di sini?" Bara sangat hafal dengan suara itu dan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Apa kamu menyukai ku, BARA?" selidik Naina yang menyipitkan matanya seraya senyuman mengejek.


"Eh, ada apa dengan ku?" batin Bara.

__ADS_1


"Jangan percaya diri, lebih baik aku pergi dari sini." Bara melangkah pergi meninggalkan tempat itu, hingga semua orang menatapnya dengan cengo.


__ADS_2