Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 147 ~ S2


__ADS_3

El sangat bahagia karena hari ini dia akan berkunjung ke rumah Anna, penampilan yang sangat sempurna dengan pakaian casual miliknya, dan sedikit parfum untuk menambah kesan segar dan juga wangi.


Pekerjaan yang telah dia selesai dengan cepat sudah teratasi dengan baik, itu membuat waktu senggang nya menjadi bertambah 3 hari dari total 4 hari libur. Karena sebulan kedepan dia akan berangkat ke Swiss untuk mengimpor senjata yang dia produksi serta beberapa virus programmer dari Al yang akan dia perjual belikan.


Dia berjalan menuju garasi dan menaiki motor, tak lupa memakai helm keselamatan. Mengendarai motor sportnya dengan sangat cepat, senyum yang terukir di wajahnya berharap akan bertemu dengan Anna, sang gadis pujaan.


Tak butuh waktu yang lama baginya hingga sampai di perkarangan rumah Anna, El melihat Bonar yang sedang meminum secangkir kopi dan di temani dengan kue-kue kering. Berjalan mendekati sang ayah mertua dengan merentangkan senyuman lebar yang memperlihatkan kiki putih nan rapi itu.


"Kamu lagi....kamu lagi, pergilah dari sini! aku sangat muak melihat wajahmu," usir Bonar tanpa menoleh.


El tidak menghiraukan ucapan Bonar, duduk dengan santai tanpa minta izin dari empunya dan tak lupa dengan mencium tangan pak pitak / Bonar. "Siapa yang menyuruhmu untuk duduk?" cetus Bonar yang melirik El dengan sinis.


"Tidak perlu sungkan Paman, di mana Anna? aku tidak melihatnya," ujar El.


"Dia sedang bermain burung," cetus Bonar yang menatap El dengan malas.


"APA? bagaimana bisa dia memainkan burung? burung siapa yang Anna mainkan Paman?" desak El yang menguncang-guncangkan tubuh Bonar.


"Burung nya si Jojo, mereka ada di belakang," jawab Bonar yang menepis kasar tangan El.


"Apa Paman mengizinkan mereka?" tanya El yang memegang dadanya yang menahan rasa sakit di hatinya.


"Tentu saja, mereka sudah lama melakukan hal itu. Semacam rutinitas harian," sahut Bonar dengan santai.


"Kenapa Paman tidak menghentikan mereka? itu sangat salah, aku akan memotong burung itu dan melemparkannya untuk menjadi santapan Harimau yang kelaparan," ucap El dengan tekat yang kuat.


"Jika itu terjadi maka bersiap-siaplah, kamu akan kehilangan kedua tangan itu," ancam Bonar dengan raut wajah yang serius sembari menyeruput kopi.

__ADS_1


El menggebrak meja dengan sangat keras dan berdiri dengan spontan. Sungguh malang nasib Bonar yang terkejut dan tak sengaja menumpahkan kopi ke wajahnya, alhasil dia kepanasan sembari terus mengipasi wajahnya. Bonar menatap pelaku dengan penuh amarah.


"Sial, berani sekali kamu menggebrak meja saat aku menyeruput kopi."


"Itu kesalahan Paman sendiri, karma dari mendidik Anna yang seperti itu. Dia hanyalah gadis yang polos, kenapa Paman mengizinkan dia bermain burung?" ucap El dengan nafas naik turun.


"Apa yang terjadi di sini?" ucap Anna yang keluar dengan Jojo sembari membawa sangkar burung yang sangat indah. El menatap Anna dan Jojo dengan seksama, ternyata dia salah paham dengan kata itu.


Kening El berhasil terkena sambitan koran dari Bonar, sekarang dia tau jika pemahaman otak pria muda di hadapannya sangatlah dangkal.


"Dasar bodoh, tentu saja burung yang ada di sangkar itu. Kamu kira burung apa?" ucap Bonar yang berdiri sambil bertolak pinggang.


El cengengesan dan menggaruk tengkuk leher yang tidak gatal, dia menghampiri Anna dan ingin mengajaknya berkencan. Tapi lagi dan lagi Bonar memasang badan untuk melindungi putrinya, " tidak boleh, aku tidak akan mengizinkan nya," tolaknya membuat El merasa nyeri di hati mulai muncul lagi.


"Sepertinya bunga yang Paman rawat itu mati! , ini ambillah uang dan mulailah membeli tanaman hias yang baru," ucap El dengan lembut seraya menyerahkan beberapa lembar uang merah kepada Bonar.


"Wah, kamu tidak perlu repot-repot dengan hal itu," tolak Bonar yang seakan matanya lebih bersemangat dan mengambil uang dari tangan El.


"Apa aku boleh membawa Anna berkencan Paman?"


"Tidak boleh," tegas Jojo yang sekarang memasang badan.


"Kenapa banyak sekali pawang dari Anna," batin El yang menatap Jojo dengan sinis. Dia mendorong tubuh Jojo hingga tersungkur, padahal El hanya mendorongnya dengan pelan.


"Kenapa kamu kasar sekali?" protes Jojo yang berusaha berdiri dan di bantu Anna.


El mengalihkan perhatian Anna dan membawanya menuju motor, meninggalkan Jojo yang menatap Bonar dengan nanar saat melihat kepergian Anna dengan El.

__ADS_1


"Paman? kenapa membiarkan Anna pergi dengan pria kasar itu?" protes Jojo yang berdiri sembari menghentak-hentakkan kakinya.


"Bukan kesalahanku, salahkan dirimu yang sangat lembek. Kamu bahkan tidak bisa menyeimbangkan tubuhmu dengan benar, dia hanya mendorongmu sedikit saja," ketus Bonar tanpa menoleh karena sibuk menghitung uang yang di berikan oleh El.


"Kenapa Paman membelanya?"


"Aku tidak membela siapapun, aku hanya ingin keuntungan tanpa kerugian. Sekarang pergilah dari sini," usir Bonar membuat Jojo kesal.


El sangat senang dan juga bahagia, saat tangan Anna melingkar di pinggangnya dengan sangat erat, sesekali dia mengelus tangan lembut Anna.


"Kemana kamu membawaku kali ini?"


"Hanya makan bersama di Cafe dan menghabiskan waktu bersamamu, bolehkah aku meminta waktumu beberapa hari ini? karena aku akan pergi Swiss selama 1 bulan penuh untuk mengurus anak cabang perusahaan di sana dan tidak akan bisa menghubungimu, " pekik El.


Entah mengapa hati Anna sangat tidak rela saat tau El akan pergi keluar negeri selama sebulan tanpa menghubunginya, "Kenapa mendadak sekali?" ucap Anna yang juga sedikit berteriak.


"Urusan bisnis," sahut El dengan singkat.


Tak lama mereka sampai di sebuah Cafe dan memesan makanan, mereka saling menatap diam tanpa berniat berbicara, hingga El yang bisan dengan suasana itu berusaha untuk mencairkannya.


"Aku sangat ingin menghabiskan waktu dengan mu sebelum aku berangkat ke Swiss, dan aku tidak akan memegang ponsel dan tidak akan bisa menghubungimu. Aku harap kamu menjaga dirimu dengan baik di sini, dan ini ambillah sebagai hadiah dariku. Jika kamu tidak menyukainya maka di buang saja," ucap El yang tertawa garing.


Anna lama terdiam berusaha mencerna kata-kata dari pria yang selalu membuatnya kesal, karena selalu mengganggu nya. Dia menatap paper bag dan melihat 3 set gaun dan juga gelang, "ini pasti sangat mahal, aku tidak bisa menerimanya," ucap Anna yang ingin mengembalikan hadiah itu, dengan cepat El menghentikan Anna.


"Ambil saja, jika tidak menyukainya kamu boleh membuang ataupun menjual barang-barang itu. Terima kasih kamu mau meluangkan waktu yang sangat berharga bagiku."


"Apa pekerjaan mu yang sesungguhnya? sehingga tidak bisa memegang ponsel untuk menghubungiku?" ucap Anna yang memiringkan kepalanya karena penasaran.

__ADS_1


"Sejujurnya aku adalah Leader Mafia Black Wolf, aku sudah berkecimpung di dunia bawah saat masih kecil. Sebenarnya saudara kembarku yang bernama Al, dialah pemimpin yang sesungguhnya. Tapi karena dia tidak sanggup untuk mengurus keduanya, maka dia memilih mengurus perusahaan keluarga dan aku yang mengurus dunia bawah. "


"Apa?"


__ADS_2