Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 68


__ADS_3

Zean dan Nathan dulunya pemimpin dari Mafia Tiger Black Wolf, karena Nathan tidak ingin mengurus para anggota, membuat Zean menjadi Leader Mafia. Hingga suatu konflik yang membuat aliansi mereka terpecah belah.


Menjalankan strategi yang sudah mereka sepakati bersama, tak lupa persiapan yang sangat matang. Nathan menyarankan semua orang untuk memakai rompi anti peluru, terutama untuk twins L yang nekat ingin menolong sang Ibu.


Zean dan Nathan bersatu kembali, membuat kedua pria berkuasa itu tak tertandingi. Lokasi terlacak dengan sempurna berkat kecerdasan twins L yang mumpuni.


****


Dita mengerjapkan kedua matanya, membukanya secara perlahan, pandangannya tertuju pada seorang pria yang membelakanginya. Dita melihat dengan jelas bagaimana Pria itu duduk sambil menikmati alkohol dan juga asap yang mengepul, yang dia yakini jika pria itu sedang merokok.


Dita berusaha melepaskan ikatan tali yang melilit kedua tangannya, apalah daya nya yang saat ini sangat lemah. Dita hanya pasrah dan sangat penasaran siapa yang kembali menculiknya, berusaha memberontak membuat aktivitas pria itu terhenti.


Dita membesarkan pupil matanya yang melihat wajah sang pelaku, akibat mulutnya yang di lakban membuat Dita tidak bisa menanyakan beberapa pertanyaan kepada pria yang menculiknya.


"Hahah.... terkejut? aku sangat menyukai ekpresi mu itu. Nikmatilah hari mu mulai dari sekarang yang sebentar lagi tidak akan mati di tanganku," ucap pria itu dengan seringaian liciknya, Dita menangis ketakutan, berusaha meronta-ronta.


"Kamu wanita yang sangat beruntung, di cintai oleh kedua mantan sahabat itu. Tapi jangan khawatirkan itu, biar semua nya adil, maka kamu akan aku bunuh sebentar lagi. Pasti sangat menyenangkan melihat kedua pria itu hancur!" tambah pria itu yang menatap Dita dengan tajam. Dita membalas melototi pria yang berada di hadapannya, tatapan yang penuh kebencian.


****


Pasukan Nathan dan Zean telah berada di markas milik orang yang telah menyekap Dita. Bara, Daniel, twins L, Nathan, dan Zean mumulai aksi mereka secara bersembunyi, menghabiskan dan menumbangkan para musuh mereka.


Twins L melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik, melumpuhkan lawan hanya dalam 1 kali percobaan. Bara dan Daniel melumpuhkan bagian belakangan, sementara Zean dan Nathan menyerang dari atas atap.


Al membidik mereka dengan shuriken yang telah dia siapkan, sedangkan El melempar pisau dari jarak 15 yang sudah di olesi racun buatan Zean. Twins L saling melirik satu sama lain, mereka tersenyum bisa menumbangkan lawan dengan sangat cepat.


"Wow, ternyata Paman Zean cukup ahli dalam bidang racun. Hingga pisau ku itu lebih mematikan di bandingkan shuriken mu yang sangat kuno," cibir El.


"Setidaknya aku melempar tepat sasaran di bagian vital, tidak sepertimu yang melempar sembarang arah."

__ADS_1


"Awas di belakang mu," teriak El menarik tubuh Al hingga jatuh ke lantai.


"Apa? kenapa kamu menarikku? " ketus Al.


"Berterima kasihlah padaku, setidak nya hari ini kamu tidak meninggalkan dunia ini," ucap El yang membusungkan dadanya.


"Yaya.... jangan berdebat, lawan kali ini sangat berat."


Sementara Zean dan Nathan berkerja sama dengan sangat baik, hingga mereka bisa menerobos masuk ke dalam gedung dan melihat pelaku nya. Nathan dan Zean membesarkan pupil matanya, di kala melihat seorang pria yang sangat mereka kenal.


"ALVIN," ucap mereka dengan sangat kompak, meresa namanya terpanggil pun membuatnya menoleh dengan senyuman menyeringai, serta tepukan tangannya yang menggema.


"Pengkhianat, kenapa kamu melakukan hal yang menjijikkan ini," ketus Zean yang mengepal ke dua tangannya.


"Bagaimana dengan sambutanku?" tutur Alvin dengan sinis.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Nathan, Alvin menepuk tangannya sebanyak 2 kali. Terlihat dengan jelas di mata kedua pria itu yang sangat khawatir mengenai kondisi Dita yang sangat memprihatinkan. Yah, Alvin telah mencambuk tubuh Dita yang menyisakan bekas memerah, melihat kondisi istrinya yang sangat lemah tanpa sadar air matanya menetes.


Kedua tangan pria itu mengepal dengan sempurna, serta tatapan kemarahan yang teramat dalam. "Kenapa kamu melakukan hal ini, apa alasan mu?" ucap Zean yang berusaha menahan amarah.


"Hahah....kalian sangat bodoh, hingga mudah aku menipu kalian berdua. Konflik yang terjadi dengan kalian itu semua permainan dariku, dan aku sangat bahagia bisa mengetahui kelemahan kalian."


"Aku rasa kami tidak memiliki dendam dengan mu," tutur Nathan yang berusaha mengingat kejadian lalu.


"Karena dosa kalian terlalu banyak! tapi tenang saja, aku akan mengingatkan kalian. Apa kalian mengenal keluarga Wiguna yang telah kalian lenyapkan dengan begitu bengis. Apakah kalian mengingatnya?" ucap Alvin dengan mata yang memerah.


"Ck, pria itu telah menipu kami dan sangat licik dalam berbisnis. Tentu saja kami mengetahui niat nya yang buruk ingin menguasai kedua perusahaan yang telah kami bangun dengan susah payah," jelas Nathan.


"Dan itu setimpal dengan hukuman yang dia terima, " sambung Zean berdelik.

__ADS_1


"Kalian bahkan kejam membunuh seluruh anggota Wiguna."


"Itu karma dari perbuatannya yang serakah, " sahut Nathan dengan santai.


Apa hubunganmu dengan Wiguna?" desak Zean.


"Aku adalah putranya, kalian telah melenyapkan kedua orang tuaku dan juga adik perempuanku. Dengan kejamnya kalian membunuh keluargaku, tapi sekarang kita bertukar posisi. Bagaimana jika aku melenyapkan wanita ini di mata kalian?" cetus Alvin yang mencengkram dagu Dita dengan sangat kasar dan menampar pipi mulus Dita yang sedikit berdarah.


"Berani sekali kamu menampar istriku. "


"Kamu tidak akan lolos dari ku, Alvin."


Zean dan Nathan bersatu menyerang Alvin, mereka saling mengadu kekuatan fisiknya. Zean melirik Nathan yang mengetahui kode itu, dengan cepat Nathan mengamankan Dita yang pingsan serta Zean yang mengalihkan perhatian.


Akhirnya Alvin terkapar dan memuntahkan seteguk darah, "Ck, kekuatan mu sangat lemah. Tapi nyali mu besar juga," cibir Zean.


Kalian tidak bisa selamat dari tempat ini yang sudah terpasang bom dari sudut sisi ruangan. Alvin mengejar Dita yang di amankan oleh Nathan, hingga jarak mereka hampir dekat. Zean tak tinggal diam berusaha mengejar Alvin dan kembali bertarungan dengan sengit, Zean mulai kehabisan tenaga melawan Alvin yang sangat kuat.


"Nathan, cepat bawa Tata dari tempat ini yang sudah di pasangkan bom, " teriak Zean.


"Ayo kita keluar bersama-sama," pekik Nathan yang menggendong Dita.


"Aku akan menyelesaikan ini sendiri, karena aku lah yang membunuh keluarga Wiguna."


"Aku akan membantumu."


"Bantu aku dengan menjaga Dita dengan baik. Jika aku tidak selamat, jaga Tata ku dengan penuh cinta," kalimat terakhir Zean dan tersenyum ke arah Nathan yang telah berhasil menyelamatkan wanita pujaannya.


Semua orang keluar dari gedung, dan terjadi ledakan besar hingga menghanguskan bangunan itu. Nathan sangat sedih kehilangan Zean, dia bahkan belum meminta maaf atas kesalahpahaman selama ini.

__ADS_1


__ADS_2