Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 178 ~ S2


__ADS_3

Hari weekend merupakan hari yang paling di tunggu oleh semua orang, terutama Shena yang libur dalam pembelajaran nya, dia haya mengikuti membelajaran lewat homeschooling. Setelah membersihkan tubuhnya, Shena mendekati sang suami yang masih terlelap dengan tidurnya. Memperhatikan wajah damai yang sejuk di pandang, dia tersenyum sembari menoel-noel wajah Al.


"Aku suka melihat wajahmu di saat tidur, wajah yang begitu damai dengan ketampanan yang sempurna. Aku sangat nyaman berada di sampingmu, walaupun kita terikat dengan pernikahan dari kesalahpahaman," ucap Shena yang terus menatap wajah Al.


Shena segera beranjak dari atas tempat tidur, dia tidak ingin jika Al terganggu olehnya. Belum sempat dia pergi, Al menarik tangannya hingga terjatuh di dada bidang miliknya.


"Kapan kamu bangun?" tanya Shena yang syok.


"Sejak kamu menatap memuji ketampanan ku dan aku juga mendengar jika kamu merasa nyaman."


"A-aku tidak mengatakan itu," ucap Shena dengan gugup, Al yang gemas melihat tingkah sang istri. Dia memeluk Shena dengan begitu erat, tak pernah ketinggalan untuk kiss di pagi hari.


"Apakah kamu mencintai ku?"


"Kenapa kamu menanyakan itu?" sahut Shena yang memiringkan kepalanya.


"Aku akan mempublikasikan hubungan kita di depan awak media, agar semua orang tau. Jika Al Wijaya telah mempunyai seorang istri yang sangat cantik," tutur Al.


"Entahlah, aku tidak tau tentang itu. Aku merasa sangat nyaman berada dekat denganmu," jelas Shena yang menatap Al dengan dalam.


"Bukan nyaman, tapi kamu sudah terpesona dengan ku. Apa kamu setuju dengan pernikahan ini atau masih memikirkan untuk bercerai?"


"Eh, bagaimana kamu bisa tau itu?" ujar Shena yang kaget. Al menyentil kening Shena dengan gemas, "apa kamu melupakan siapa suamimu ini?" ucap Al dengan bangga.


"Yaya....aku tau itu, tapi katakan bagaimana kamu bisa mengetahuinya?" tukas Shena yang mengguncangkan tubuh Al.


"Tentu saja dari ketiga kartu yang aku berikan kepadamu."


"Hah, ternyata aku ketahuan," lirih pelan Shena yang menatap ke arah lain.


"Apa kamu ingin kita berpisah? jika iya, maka aku akan memaksa mu untuk selalu bersama ku. Aku tidak ingin jika wanitaku berada jauh, bagaimana jika kita menyicil untuk membuat anak?" ucap Al seraya tersenyum nakal.


"Itu sama saja dengan memaksa dan apa itu? kenapa senyumanmu membuat bulu kudukku berdiri," sahut Shena yang mengambil ancang-ancang agar bisa lolos dari suami mesumnya.

__ADS_1


"Jangan salahkan aku, tubuhmu membuat aku kecanduan. Ayo kita ansur cicilannya," ajak Al.


"Aku masih 17 tahun, bagaimana kamu memikirkan tentang anak dengan seorang anak sepertiku," protes Shena.


"Tidak ada masalahnya dengan itu," jawab Al dengan santai sambil mencium leher jenjang milik istrinya.


"Bagaimana jika aku benaran hamil?"


"Itu bagus, ada penerus untuk keluarga Wijaya."


"Aku bahkan belum lulus."


"Belajar di rumah saja, supaya kamu bisa mengurusku dan juga anak kita nantinya." Al menyumpal mulut Shena dengan menggunakan mulutnya, hingga mereka kembali melakukan gerumulan panas di pagi hari yang indah.


Dita dan Nathan menghabiskan waktu dengan duduk di sebuah taman di mansion, mereka mengundang Shena dan juga Al untuk membicarakan hal yang serius.


"Apa Ayah dan Ibu memanggil kami berdua?" tanya Shena dengan sopan.


"Akhirnya kalian datang juga, sini bergabunglah dengan kami," ucap Dita yang mempersilahkan menantu dan juga putranya untuk duduk di kursi kosong di hadapannya.


"Begini, sebentar lagi El akan menikah dan resepsi di hari yang sama. Ibu ingin jika kalian juga melakukan resepsi pernikahan dan mempublikasikan hubungan kalian, bagaimana?"


"Itu permintaan dari Ibu kalian yang ingin melihat resepsi anaknya yang bersamaan," tambah Nathan yang menatap anak dan juga menantunya.


"Baiklah, kami tidak masalah dengan itu."


"Itu bagus," ujar Dita yang sangat bahagia.


****


Acara pernikahan El di gelar dengan sangat mewah dengan konsep modern klasik, banyak tamu undangan dari kalangan penisnis dari manca negara. Pernikahan sangat mewah membuat orang lain iri dengan Anna yang berhasil mendapatkan El Wijaya.


Gaun yang berwarna pastel dan beberapa pita yang melekat dengan indah di tubuh Anna, tampak membuat sang mempelai wanita terlihat sangat cantik. Bahkan El tak henti-hentinya menatap istri yang sedang menuruni tangga tanpa berkedip, dia menyambut tangan Anna dan mengandengkannya menuju pelaminan. Tapi dia juga kesal karena kecantikan sang istri di lihat oleh semua orang.

__ADS_1


Penampilan El juga tak kalah tampan, dengan jas berwarna navi yang membuat kesan nya menjadi lebih menawan.


"Kenapa kamu terlihat sangat cantik sekali?" sewot El yang membuat Anna mengerutkan keningnya.


"Eh, bukankah seorang pria menyukai pasangannya yang terlihat sangat cantik?"


"Kamu benar, kecantikan mu hanya untukku saja. Lihat tatapan para pria bodoh itu, ingin rasanya aku menyemprotkan merica ke matanya yang sangat berani menatap istriku," ungkap El yang kesal.


"Hei tenang lah, ini hanya sehari saja."


"Tetap saja aku tidak menyukainya, bagaimana jika kamu hapus saja riasan itu?" ucap El dengan idenya yang sangat brilian, hingga Anna menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat tingkah pria tampan yang sekarang telah menjadi suaminya.


"Bagaimana dengan ideku tadi?" tanya El dengan sangat antusias. Anna menggaruk pelipisnya saat mendengarkan ide bodoh dari El yang pencemburu.


"Tenangkan dirimu, itu ide yang sangat buruk."


"Hah, baik lah. Aku akan meminta bayaran ku nanti," pasrah El yang menghela nafas dengan kasar.


Penikahan yang sangat mewah itu menjadi sorotan semua orang yang ingin menyaksikan resepsi pernikahan dari pengusaha nomor 1, pengusaha kembar yang mempunyai segudang prestasi dan juga bakat.


Al sangat gelisah dan selalu celingukan melihat ke arah tangga, karena dia melihat jika Anna sudah turun lebih dulu. Hingga ke gelisahannya berkurang saat melihat Shena yang menuruni tangga dengan sangat elegan. Gaun yang berwarna baby pink terlihat indah saat dia memakainya, dengan beberapa aksen dan juga asesoris yang melekat di gaun nya. Rambut yang di cepol indah dengan hiasan tipis di wajah membuat Shena tampak mempesona. Al takjub dengan kecantikan yang di miliki oleh istrinya, apalagi dia menggunakan jas berwarna hitam yang membuat aura kepemimpinan nya terlihat elegan.


Al menyambut sang istri dan mengandengnya menuju pelaminan untuk menyusul saudara kembarnya yang lebih dulu sampai.


"Wah, kamu sangat cantik sekali. Bagaimana jika kita menuju kamar saja," ajak Al yang berbisik di telinga Shena.


"Dasar mesum, fokuslah dengan acara ini!" balas Shena yang juga berbisik.


"Lupakan acaranya, bukankah lebih baik jika kita menyicil nya?" bisik Al yang tersenyum nakal.


"Tidak, semalam kita sudah melakukannya."


Dita sangat senang dengan kedua putra kembarnya yang berada di altar penikahan, tanpa sadar dia meneteskan air mata bahagia. Nathan memeluk sang istri tanpa menghiraukan orang lain, "terima kasih karena kamu telah mempertahankan anak kita, perjuanganmu sangat lah berat. Aku mencintaimu istrimu," tutur Nathan yang mengecup kening Dita.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu, suamiku."


__ADS_2