
Bagai sayur tanpa garam, Bara sangat merindukan kejahilan twins L yang membuat hari-harinya lebih berwarna. Karena rindu yang tak tertahankan, Bara nekat menyusul twins L di kediaman Wijaya. Melangkah masuk dengan membawa beberapa cemilan untuk kedua anak angkatnya, Al dan El.
Setelah di izinkan masuk ke mansion, Bara berjalan dengan elegan, senyum yang terukir indah menghiasi wajah Bara, menambah kesan sempurna.
"Papa datang! twins L, dimana kalian? " teriak Bara membuat para pelayan menatapnya, Bara hanya mengacuhkan tatapan para pelayan dan kembali memanggil twins L dengan berteriak.
"Berisik! "
Bara mengalihkan pandangannya menatap asal suara, terlihat jelas seorang wanita yang cantik berdiri di belakangnya, Bara memasang aksinya untuk menebar pesonanya, "Aku Bara, " ucap Bara yang tersenyum seraya mengulurkan tangan.
"Kenapa kamu berteriak di mansion milik keluargaku? " ketus Naina yang hanya acuh tak acuh. Merasa tak ada uluran tangan perkenalan, membuat Bara sedikit malu, tidak ada wanita yang berani menolaknya selain Dita.
"Aku mencari anak angkatku, " jawab Bara dengan santai.
"Kamu pikir, ini tempat penitipan? " ketus Naina yang menolak pinggang dengan mata yang melotot dengan sempurna.
"Yang aku maksud itu Al dan juga El, " Bara menatap Naina dengan malas.
"Katakan dari tadi, aku tidak capek untuk berbicara ketus. Eh, tapi bagaimana dengan akting ku tadi? apa kamu merasakan sesuatu?" Ucap Naina yang sangat antusias.
"Apa? jadi kamu ingin mengerjaiku, ya! " ujar Bara menatap tak suka dengan Naina.
"Tidak, aku ingin mendalami peranku sebagai antagonis, " jawab Naina dan berjalan menuju sofa empuk dan memakan cemilan yang berada di atas nakas.
"Gadis ini sangat unik, dia bahkan tidak tergoda dengan pesonaku, " batin Bara yang terus menatap Naina.
"Jangan menatap ku begitu, atau kamu akan jatuh ke dalam pesonaku, " ucapan Naina membuat Bara salah tingkah. Bara berjalan menuju sofa dan mendudukkan dirinya di sofa yang empuk, tak jauh dari Naina.
"Aku tidak tertarik dengan mu, " kilah Bara.
"Aku tidak yakin dengan itu, karena di kampus, akulah primadonanya. Bukan hanya itu, pria yang mendekatiku lebih tampan darimu, kamu bukan apa-apa bagiku, " ujar Naina yang sombong.
Naina termasuk playgirl, dia selalu menggonta-ganti berkencan dengan pria, dia tipe wanita yang pembosan di tambah dengan paras nya yang sangat cantik dan juga memikat. Tak hayal juga, dia berkata sombong, memang itulah kenyataannya. Dia menjalin hubungan dengan pria paling lama 1 bulan, dan rekor tercepatnya hanya butuh 1 jam.
__ADS_1
"Sombong sekali, " cibir Bara.
"Terserah, " sahut Naina yang menatap Bara dengan jengah sambil kembali menyuapi cemilan ke dalam mulutnya.
Bara melihat dengan sangat jelas, "Makan mu sangat banyak, ya!" ledek Bara.
"Ini hidupku, mau aku makan banyak ataupun sedikit tidak akan membuatmu rugi, " ketus Naina.
"Kebanyakan wanita selalu menjaga perilakunya di hadapan pria sepertiku, pria tampan dengan 1000 pesona, " ucap Bara dengan penuh percaya diri.
"Bahkan supirku lebih tampan dari mu. Katakan, mau apa kamu kesini? " tukas Naina sambil memakan cemilan yang hanya tersisa sedikit di toples.
"Aku merindukan anak angkatku, Al dan juga El. Tapi aku tidak melihatnya dari tadi, kemana dia? " Bara celingukan membuat Naina mengerti.
"Kakak ku baru saja menikah, mereka pergi berlibur di pantai. "
"Pantas saja, aku sedikit heran dengan kondisi mansion ini, " Bara mengangguk paham.
"Apa maksudmu, " Naina menatap Bara dengan intens.
"Heh, kamu tidak tau saja, kepintaran mereka menurun dari kakak ku, dan aku adiknya. Tentu saja, aku sangatlah pintar, " Naina menyombongkan diri.
"Apa hubungannya?" Bara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudah, lupakan! Pelayan.... pelayan, " teriak Naina.
Dengan cepat, para pelayan menghampiri Naina dan berbaris dengan sangat rapi, "iya nona, ada yang bisa kami bantu,? " ucap salah satu pelayan yang menundukkan kepala.
"Perutku sangat lapar, cepat siapkan makanan untukku, " titah Naina berhasil membuat Bara tersentak.
"Setelah menghabiskan 1 toples cemilan, dan kamu masih merasa lapar? " ujar Bara yang tak habis fikir dengan gadis di sampingnya. Ternyata Bara tau, darimana porsi makan twins L menurun.
"Bukan urusanmu. "
__ADS_1
"Baik nona, akan kami laksanakan, " sahut salah satu pelayan, mereka sedikit berlari untuk mempercepat langkah mereka menyiapkan kebutuhan dari nona mereka. Jika mereka melakukan kesalahan, akan membuat mereka terkena masalah.
Bara memperhatikan semua kegiatan yang berada di hadapannya, "ada apa dengan mereka? " gumamnya yang masih terdengar jelas oleh Naina.
"Bukan urusanmu, pergilah dari sini. Aku ingin melanjutkan kegiatanku, " usir Naina.
Bara terpaksa pergi dari ke diaman Wijaya, dia sedikit kesal dengan Naina yang mengusirnya.
"Menarik, sepertinta dia akan menjadi targetku selanjutnya, NAINA WIJAYA. Aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku, dan setelah itu aku mencampakkan mu, " batin Bara yang tersenyum tipis.
****
Pria tampan yang duduk di dekat jendela sambil menatap keluar jendela, dengan pikiran menatap lurus. Entah apa yang dia pikirkan saat ini. Suara ketukan pintu berhasil memecahkan lamunan nya, "bagaimana? "
"Kami belum menemukan datanya, tuan, " ucap tangan kanannya yang menundukkan kepala.
"Aku sudah memberimu banyak waktu, kenapa ini bisa terjadi, heh, " Pria itu menggebrak meja dengan sangat kuat, menandakan dia saat ini sangat marah. Alvin tertunduk takut, tanpa berani menjawab pertanyaan dari Zean.
"Maaf tuan, data yang anda minta seperti ada yang menutupinya dengan baik, " jawab Alvin dengan sedikit gugup.
"Kerahkan semua kemampuanmu untuk mencari gadis kecil ku, dan aku ingin informasi itu segera kamu dapatkan. Jika gagal, maka aku akan memenggal leher kalian, " Suasana dan aura di ruangan terasa sangat gelap, di tambah dengan suara Zean yang mengancamnya.
"Baik tuan, saya pamit undur diri, " pamit Alvin meninggalkan ruangan atasannya sembari memegang dadanya, mengatur ritme jantung yang berdetak dengan sangat kencang. Dia mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak yang ingin dia hubungi.
"Hallo."
"Kerahkan semua anak buah yang ahli IT untuk mencari data dari seorang wanita bernama Dita, lakukan dengan baik, dan jangan membuat kesalahan. "
"Baik tuan. "
Alvin memutuskan sambungan telfon dan menuju di parkiran mobil yang berjejer dengan rapi.
Zean sangat marah dengan informasi yang tidak dia ingin dengarkan. Dia hanya ingin, jika gadis kecil itu kembali mengingat nya. Dia kembali mengingat saat-saat kebersamaannya dengan gadis kecil itu, menemani hari-harinya.
__ADS_1
"Tata, kenapa kamu melupakanku? apa aku tidak ada artinya di matamu? aku kembali hanya untuk mu dan juga membantai tikus kecil itu. Aku akan berusaha untuk menemukanmu, walau ke ujung dunia sekalipun, " batin Zean yang menatap lurus.