Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 20 : Pindah {S2}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Siang harinya..


Tidak terasa sudah siang. Alena dan Alvaro pun pindah ke rumah yg sudah di beli Alvaro kemarin.


Tetapi sebelum berangkat, Ayu meminta mereka berdua untuk memakan makanan buatan nya untuk yg terakhir kali nya. Karena tidak tahu kapan lagi Ayu atau Alena maupun Alvaro untuk saling mengunjungi.


Memang sih banyak waktu. Tapi jarak nya sangat lah jauh.


Kalau berbicara bisa kapan saja. Karena di telpon pun bisa.


Bahkan video call juga bisa. Tapi makanan tidak bisa di makan langsung lewat online bukan? Kalau pun ingin mengantar, pasti membutuhkan ongkos yg lumayan banyak. Bukan tidak banyak uang, cuma Al tidak mengizinkan Ayu untuk menyuruh ojek online untuk mengantar nya.


Setelah selesai memakan makanan siang mama tercinta nya.


Alena dan Alvaro pun pamit untuk berangkat.


"Hati-hati ya nak." ucap Ayu.


"Iya ma!" jawab Alvaro.


Setelah selesai berpamitan, Alena dan Alvaro pun berangkat ke rumah yg sudah di beli Alvaro.


Perjalanan ini membutuhkan 3 jam perjalanan. Rumah yg di beli Alvaro hampir di luar kota B.

__ADS_1


Sambil menunggu sampai, Alena pun memutuskan untuk tidur. Apalagi malam kemarin mereka bergadang.


"Alena." panggil Alvaro dengan lembut.


Namun, tidak ada jawaban sama sekali.


"Alena." panggil Alvaro sekali lagi tanpa menoleh pada Alena.


Karena tidak ada jawaban terus, Alvaro pun memutuskan untuk menepikam mobil nya.


"Ternyata lagi tidur. Pantesan saja tidak ada jawaban." ucap Alvaro sambil menggelengkan kepala nya.


Alvaro pun mencari penutup mata. Hingga akhirnya ia pun menemukannya.


Alvaro takut kalau nanti nya terbentur. Alvaro juga menyari dasi yg agak panjang lalu di ikat lah dari mata hingga ke belakang tempat duduk Alena.


"Selamat tidur istri ku Alena. Maafkan aku harus mengikat mata mu dengan dasi dan penutup mata. Tujuan aku membuat ini agar kamu tidak terbentur nanti nya. Tidur yang nyenyak ya istriku." ucap Alvaro lalu mencium kening Alena dengan lembut.


Alvaro pun melanjutkan perjalanan.


Alvaro juga sambil melihat Alena..


"Tidur nya nyenyak juga." gumam Alvaro.


3 jam kemudian..

__ADS_1


Akhirnya mobil yg di naiki Alena dan juga Alvaro sudah sampai.


Alvaro melihat ke arah Alena yg masih tidur nyenyak.


Dengan pelan Alvaro melepaskan ikatan dasi di mata Alena. Tak lupa juga dengan penutup mata.


Ia pun mengendong Alena dan membawa nya ke dalam rumah.


Untuk masalah mobil, Alvaro sudah meminta satpam untuk mengatur nya.


Alvaro pun sampai di kamar nya dan juga Alena.


Dengan pelan, ia turunkan Alena dari gendongan nya.


Ia pun menyalakan AC. Tak lupa juga selimut pun di pakaikan untuk Alena dan juga diri nya hingga ke dada.


Mereka pun tidur nyenyak dengan saling berpelukan meskipun Alena berguling-guling ke mana-mana. Untung saja kasur nya lumayan besar. Alvaro memang sengaja memeluk Alena agar Alena nya tidak ke mana-mana. Meskipun bisa sedikit, tapi biar tidak jatuh juga.


Mereka pun tidur tanpa membersihkan badan terlebih dahulu.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Jangan lupa like nya yaaa...


Terima kasih banyak ya... πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2