
...**✿❀~Happy Reading~❀✿**...
Para klien pun sudah datang.
"Halo pak? Perkenalkan nama saya, Bayu!" ucap klien yg bernama Bayu.
"Halo pak Bayu, nama saya, Alexander biasanya di panggil Al!" ucap Al.
"Kalau bapak yg di samping pak Al siapa?" tanya Bayu.
"Saya Eko, asisten pribadi Al!" ucap Eko.
"Ohh, kalau yg wanita cantik ini siapa?" ucap Bayu.
"Saya sekretaris bapak Al, Nama saya Joliana" ucap Joliana.
"Wow, nama nya cantik ya sama nih kayak wajah nya" goda Bayu.
Namun Joliana hanya mendiamkan saja.
Bayu itu sering di cap sama orang orang 'playboy'. Karena Bayu itu sering gonta-ganti pacar. Bahkan semua pacar nya hampir semua sudah hubungan seksual. Dan kata nya kalau Bayu ingin mendapatkan wanita ini, maka ia harus mendapatkan juga dengan cara apa pun. 😱
Akhirnya setelah beberapa jam berbicara dengan klien Bayu, mereka pun selesai.
Ya meskipun di dalam pembicaraan, Joliana selalu diam. Tapi di balik diam nya itu, dia mempunyai suatu alasan yg cukup besar. Jadi ia akan berbicara seperlu nya saja pada Bayu. Meskipun agak di paksa sama Al dan Eko serta di ancam. Jadi mau tak mau Joliana juga harus berbicara.
"Ok sekian dari pertemuan kita kali ini, Terima kasih sudah kasih waktu luang untuk saya. Sampai jumpa pak dan wanita cantik!" ucap Bayu lalu pergi.
"Bye" ucap Al dan Eko.
Tetapi Joliana hanya diam saja. Membuat Al dan Eko kebingungan, entah kenapa Joliana hanya diam saja dan terlalu fokus dengan hp nya sendiri. Al dan Eko tidak tahu kalau Joliana sedang melanjutkan yg tadi saat di dalam ruangan nya.
Joliana yg jadi suka senyum sendiri membuat Al dan Eko kebingungan. Kenapa Joliana tersenyum seperti itu terus?
"Bu Joliana?" panggil Al.
"Eh, iya pak?" jawab Joliana tetap fokus sama hp nya tanpa menatap Al.
Al yg kesal dengan Joliana karena tak menatap nya langsung ingin menarik hp Joliana, namun bukan nya dapat hp Joliana malah kini ia yg terjatuh.
"Eh Al? Kamu gak pa-pa?" tanya Eko.
"Hm, gak pa-pa!" ucap Al cuek.
"Aneh sekali Bu Joliana hari ini!" ucap Eko.
"Ya, pasti ada yg tidak beres!" ucap Al lalu pergi.
"Ayo bu, kita balik ke kantor lagi!" ajak Eko.
"Eh iya pak, ayo" ucap Joliana masih tetap menatap hp nya dan terus berjalan. Dan aneh nya kenapa ia tidak menabrak orang? Terus kenapa pas di lihat layar nya hitam? Berarti Joliana sedang ngapain dong?
Al dan Eko tidak tahu kalau Aplikasi yg sedang di pakai Joliana itu hanya bisa di lihat sama orang tertentu. Dan aplikasi itu yg buat adalah Joliana dengan di bantu anak anak nya juga.
__ADS_1
"Eh bu? Itu hp nya di simpan dulu! Nanti kalau di begal gimana?" ucap Eko.
"Gak bakal di begal kok pak, bapak tenang saja!" ucap Joliana tanpa menatap Eko.
Al dan Eko pun pasrah dengan Joliana. Entah apa yang di lihat oleh Joliana.
Joliana jalan terus mengikuti Al dan Eko tanpa melihat arah ke depan. Ia masih tetap fokus ke hp nya dan akhirnya ia mendapat kan jawaban nya. Siapa kah yg ingin menerobos kunci informasi nya? Jawaban nya adalah orang suruhan Velly.
Padahal Joliana hanya baru melihat sekitar 30 menit. Tapi ia sudah mendapatkan jawaban nya. Wow! Amazing!!
Al dan Eko yg melihat dari tadi Joliana senyum kayak orang gila pun membiarkan saja Joliana seperti itu.
Joliana tetap berjalan sambil membuat perisai nya. Dan Joliana tahu pasti ada yang hal curiga di sini.
Joliana pun menyimpan hp nya karena ia sudah mendapatkan jawaban nya.
"Pak? Kok kayak nya perasaan saya tidak enak lagi ya kayak tadi?" tanya Eko.
"Saya pun tidak tahu, entah ini musuh nya Joliana atau musuh saya pun saya juga tidak tahu!" jawab Al.
Joliana masih tetap mengawasi gerak gerik lawan nya kali ini.
Kali ini, itu adalah musuh Joliana pasti nya bukan lagi musuh Al.
"Kalian mending hati hati deh, ku rasa pasti akan ada anak panah yg menuju ke jantung kalian!" ucap Joliana pada Al dan Eko.
Al dan Eko yg mendengar ucapan Joliana menjadi merinding.
Kalau menurut Joliana sekarang itu adalah musuh nya sendiri yaitu Velly / teman terdekat Velly.
"Kalian ya sudah ku katakan hati hati! Jangan karna lihat sebentar lagi malah langsung menutup mata kalian! Emang kalian sudah bosan hidup ya?!" ucap Joliana dengan tegas pada Al dan Eko.
Al dan Eko yg mendengar ucapan Joliana langsung membuka kedua mata mereka kembali. Mereka berdua pikir hari ini adalah hari terakhir mereka. Rupanya masih tetap hidup!
"Hmm" ucap Al dan Eko menahan malu. Masa laki laki tidak seberani seperti wanita yg ada di depan nya ini? Serasa seperti banci!
"Lebih baik, kita langsung ke kantor terlebih dahulu!" ucap Joliana sambil mengajak kedua nya.
Al dan Eko hanya membalas dengan anggukkan kepala.
Akhirnya setelah beberapa langkah mereka berjalan, mereka pun sampai di kantor.
Sedangkan Joliana kembali ke tempat tadi. Kini, tubuh nya sudah di ambil alih Callysta.
Callysta pun membuat 2 anak panah tadi menjadi 20 anak panah, karena ia sudah tahu musuh nya di sini ada 20 dan ia langsung melempar ke arah musuh. Semua musuh yg di sana tak sempat menghindari karena anak panah yg di lempar Callysta pada mereka sangat lah cepat. Dan semua pun mati.
Callysta pun kembali ke kantor nya dan langsung ke ruangan nya sendiri. Setelah itu ia duduk di sofa yg ada. Terus ia membiarkan tubuh Joliana di ambil alih sama Joliana kembali. Karena hari ini sudah 2 kali di ambil alih tubuh nya. Jadi sudah di pastikan tubuh Joliana sangat lah lemah.
Setelah Joliana mengambil alih tubuh nya, ia pun pingsan.
🌷🌷🌷
Sedangkan di tempat Al dan Eko.
__ADS_1
Tadi setelah di antar Joliana, mereka sudah duluan masuk ke ruangan Al.
"Hm, kira kira apa ya yg sedang terjadi??" tanya Eko.
"Kamu tanya saya, saya jelas tidak tahu!" jawab Al.
"Ya ya, jawaban mu selalu begitu!" ucap Eko.
"Kira kira bagaimana dengan keadaan Joliana?" tanya Eko.
"Lebih baik kita lihat cctv ruangan Joliana saja! Mungkin ia sudah balik dari tempat tadi!" ucap Al sambil membuka cctv ruangan Joliana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...*🌷~Bersambung~🌷...
__ADS_1
...~See you:-🌷*...