Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 80 [TAMAT]


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Apakah rencana pria tersebut? Akan kah berhasil?


"Bagaimana?" tanya pria tersebut.


"Rencana berikutnya sedang di lakukan bos. Belum tahu bagaimana hasilnya." jawab anak buah nya.


"Hm, baiklah. Kamu bisa pergi." ucap pria tersebut dengan nada mengusir.


"Baik bos." ucap anak buah nya yg tahu kalau ia di usir oleh bos nya sendiri.


🌸🌸🌸


Sementara di tempat keluarga kecil Al dan juga Ayu..


"Uhh.. sudah pagi belum ya??" tanya Ayu lalu melihat ke arah jendela.


"Rupanya sudah pagi. Aku harus bangun nih. Terus mandi lalu bangunin suami dan si kakak kembar." ucap Ayu.


Ayu pun ke kamar mandi untuk mandi.


Tanpa di sadari Ayu, Al sudah bangun dan mendengarkan ucapan Ayu. Al hanya pura-pura tidur tadi.


Al pun keluar dari kamar dan segera ke kamar mandi lainnya.


Hanya butuh 5 menit, Al pun selesai mandi.


Sedangkan Ayu butuh 15 menit.


Al pun segera ke kamar si kakak kembar.


Ia pun membangunkannya. Setelah si kakak kembar bangun, Al pun keluar dari kamar tersebut.


Sedangkan si kakak kembar mandi di kamar mandi yg kosong.


Ayu pun keluar dari kamar mandi dengan handuk di kepala nya.


Ia pun melepaskan handuk yg ada di kepala nya, lalu ia mengelap rambut nya.


Setelah selesai, Ayu pun menyisir rambut nya. Lalu ia menggunakan make up natural. Setelah itu ia pun turun. Ia juga ke ruangan si adik kembar.


Ia juga mengendong salah satu anak nya. Ia mengendong Alea.


Ya itu adalah kebiasaan Ayu. Setiap pagi ia akan selalu mengendong anak nya. Tapi selalu secara bergantian. Ayu juga sudah mengatur jadwal soal itu.


"Selamat pagi kakak." sapa Ayu dengan si kakak kembar sambil mengendong Alea.


"Selamat pagi ma, adik kakak." sapa balik si kakak kembar.


Ayu memang sengaja saat ia mengendong si adik kembar. Misalnya saat ia bicara dengan Al, biasanya ia akan memanggil papa kalau di depan si adik kembar. Tapi kalau tidak ada si adik kembar, Ayu menggunakan bahasa seperti biasa.


"Uhh.. anak papa sudah bangun ya? Gemas bangett." ucap Al sambil mencubit pelan pipi Alea.


Si adik kembar memang rata-rata semua nya pipi nya chubby semua. Entah mungkin itu memang kalau saat kecil atau keturunan.


Jadi yg melihat nya pasti akan ingin mencubit pipi si adik kembar gemas.


(Author yg nulis ginian jadi pengen cubit pipi nya yg chubby itu. Sabar thor, ini novel!)


Ana dan Tasya juga mendorong kereta bayi. Mereka mendorong sebisa yg mereka bisa. Terkadang mereka harus bolak-balik untuk mendorong nya. Tapi untung nya Al membeli kereta dorong bayi yg bisa muat 4-5 bayi.


Jadi mereka sekarang tidak perlu bolak-balik. Hanya saja kalau sekali dorong berat. Itupun kalau belum kebiasaan, tapi kalau sudah kebiasaan pasti tidak akan merasa berat lagi.


Mereka pun memakan sarapan mereka.


Sedangkan Ayu memakan sarapan nya juga. Tapi ia melihat ada pelayan yg gerak-gerik nya mencurigakan.


"Aneh, selama ini aku tidak pernah melihat wajah pelayan itu. Dan aneh nya hari ini ia tiba-tiba muncul. Apa ia pelayan baru yang di pekerjakan Al? Tapi kalau ia pelayan baru, kenapa tidak di beritahu aku? Aku harus tanya Al dan bi Vania yg menjadi ketua pelayan di sini nih!" gumam Ayu dalam hati.


Beruntung pelayan itu datang saat mereka sedang sarapan, jadi pelayan itu tidak ada mencampurkam sesuatu di dalam makanan maupun minuman keluarga kecil Al dan juga Ayu.


"Huftt.. untung saja nyonya itu tidak melihat aku!!" gumam pelayan itu dalam hati.


Ayu sekarang di rumah ini memang di panggil 'nyonya' meskipun Ayu agak sedikit risih. Tapi kalau di rumah orangtua nya, ia di panggil 'nona'.


"Bu, saya permisi ke kamar mandi dulu ya!" izin pelayan itu pada bi Vania ketua pelayan di sini.


"Iya." jawab bi Vania singkat.


Bi Vania juga bingung dengan pelayan itu. Dari awal dia memang curiga, tapi ia harus pura-pura tidak curiga agar pelayan itu tidak tahu.


Pelayan yg meminta izin pada bi Vania pun segera ke kamar mandi yg di khususkan untuk pelayan maupun satpam. Tapi meskipun begitu kamar mandi nya juga banyak.


Ia pun segera ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi rapat-rapat. Ia pun mengangkat telpon di hp nya.


"Bagaimana Kina?" tanya pria di ujung telpon.


"Saya belum melakukan aksi nya bos. Soalnya saya datang ke sini terlambat." jawab pelayan itu yg bernama Kina.


"Baiklah, saya harap kamu secepatnya." ucap pria tersebut yg bernama Yunda.


"Baik bos, saya akan secepatnya. Dan jangan lupa untuk bayaran nya ya bos!" ucap Kina cekikikan.


"Ya.. nanti saya bayar sisa nya kalau berhasil. Saya tidak mau mendengar nya jika kamu tidak BERHASIL!" ucap Yunda menekankan kata 'berhasil' pada Kina.

__ADS_1


"Iya bos." ucap Kina.


Tut.


"Huftt.. sabar Kina. Pasti bisa kok, ini demi uang Kina." ucap Kina pada diri nya sendiri.


🌸🌸🌸


Di ruang makan.


Ayu dan keluarga kecil nya sudah selesai makan.


Seperti biasa, piring nya di cuci pelayan.


Ayu pun mengajak bi Vania ke ruangan rahasia. Ruangan rahasia itu hanya di ketahui keluarga kecil Ayu, Al dan juga Bi Vania. Pelayan lainnya tidak di beritahu. Ayu hanya mempercayai bi Vania, tapi bukan berarti ia tak percaya dengan yg lainnya. Ia tahu benar, setiap kebahagiaan baru muncul pasti sebentar lagi akan ada musuh dll.


Ayu juga mengajak keluarga kecil nya ke ruangan rahasia itu.


Ruangan rahasia ini hanya bisa di buka dengan password. Semua orang yg mengetahui ruangan rahasia, pasti di beritahu password.


Ayu pun memasukkan password tersebut dan tersebut terbuka lah pintu nya itu secara otomatis.


Mereka pun masuk. Untuk si adik kembar, itu masih di titip Tasya dan juga Ana. Karena tidak mungkin mereka masuk, apalagi di sini hawa nya kayak horror gitu. Tapi ini ruangan biasanya untuk berbicara hal privasi. Bukan kayak tentang mafia gitu.


Meskipun Ayu adalah bos mafia, tapi ia tak pernah melakukan hal yg biasanya di lakukan mafia kecuali jika 'TERPAKSA'.


Mereka sekarang duduk di kursi.


"Bi Vania, apa bibi tahu soal pelayan baru itu??" tanya Ayu memulai pembicaraan.


"Tidak tahu non.. bibi juga gak tahu kenapa pelayan baru itu tiba-tiba saja ada di rumah ini. Padahal seingat bibi, wajah pelayan itu tidak pernah bibi lihat." jawab bi Vania.


"Pelayan baru itu bernama Kina." ucap Callysta.


"Dari mana kamu mengetahui nya Cal?" tanya Ayu.


"Aku mendengar nya saat ia berbicara sendiri." jawab Callysta.


"Apa kamu merekam nya Callysta?" tanya Ayu.


"Iya, aku sudah merekam nya Yu. Kamu sekarang lihat lah di hp kamu." jawab Callysta.


"Terima kasih Callysta." ucap Ayu.


"Sama-sama Yu. Maaf ya sekarang aku jadi jarang muncul." ucap Callysta.


"Tidak apa-apa kok Cal!" jawab Ayu.


"Pelayan itu.. pelayan itu bernama KINA!!' ucap Ayu menekankan kata 'Kina'.


"Iya, kalau tidak percaya coba dengarkan rekaman ini." jawab Ayu sambil memutarkan rekaman yg di dapat Callysta.


Mereka pun mulai mendengarkan nya.


"Suara nya apa betul bi?" tanya Ayu.


"Iya non. Suara nya sama banget, oh ya.. yang ada di telpon itu apa kalian kenal non, Tuan?" jawab Bi Vania.


"Saya sepertinya mengenal nya bi.. kalau dari suara nya sepertinya.. RONAN!" seru Ayu menekankan kata 'Ronan'.


"Ronan? Itu kan mantan pegawai yang sudah lama resign." ucap Al.


"Iya.. kayaknya dia dendam." balas Ayu.


Al yg mengetahui jika Ayu pernah menolak lamaran dari Ronan pun diam sesaat.


"Dengarkan baik-baik rencana aku." ucap Ayu lalu membicarakan apa yg menjadi rencana nya.


"Hm.. rencana yang bagus sayang." puji Al.


"Wahh.. non hebat juga ya dalam mengatur sebuah rencana." puji bi Vania.


"Terima kasih, bi, honey." ucap Ayu.


🌸🌸🌸


Sementara di tempat Ronan..


"Hahaha.. tak akan ku biarkan kamu bahagia di atas penderitaan ku!!" ucap Ronan tertawa.


"Dan tidak akan ku biarkan kamu memiliki anak dari nya! Akan ku bunuh saja sekalian anak nya biar kamu menderita haha!!" ucap nya lagi.


"Biar kamu merasakan apa penderitaan aku setelah kamu menolak cinta aku!!!!!!!!!!!" teriak nya membuat rumah ini sempat bergetar sebentar. Bahkan anak buah nya sampai ketakutan.


"Huffftt.. punya bos gini amat ya." ucap anak buah Ronan di luar rumah.


"I-i-i-i-iya.. bah-bahkan sampai membuat rumah ini bergetar. da-dan mem-membu-buat aku ke-keta-takutan se-se-per-ti-ti ini." ucap teman nya dengan badan bergetar.


"Astaga, kamu kok badan nya sampai bergetar gitu??" tanya nya.


"He-he.. a-a-a-a-aku-akuu.. takut de-de-dengan su-su-suara nya." jawab teman nya.


"Ya sudah.. kamu minum dulu air ini biar tenang sedikit." ucap nya sambil memberikan segelas air putih pada teman nya.


"Te-te-te-Terima ka-ka-kasih." jawab teman nya sambil menerima segelas air putih.

__ADS_1


"Sama-sama. Oh ya, apa kamu orang baru di sini??" tanya nya.


Teman nya pun mengangguk.


(Astagaa.. author sampai lupa.. ini kan cerita nya lagi fokus sama Ronan, kenapa jadi anak buah nya ya yg author tulisπŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ. Jadi kita lanjut ke cerita bagian Ronan nya lagi ya, maaf.)


"Ayu.. kenapaaa kamu menolak cinta ku saat itu!!!!!!!!" teriak Ronan lagi.


"Apaa kurang nya akuu Ayuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!! Sampai kamu lebih memilih pria ituuuuu!!!!!!!!!!!!!!!!!" geram Ronan.


🌸🌸🌸


Sementara di rumah.. (Ayu dan Al).


"Hachimm.. hachinm. Apaa pria ituu memaki ku yaa!!!!! Lihat saja nantii!!! Hachimm.. hachimm.. RONAN!! AKAN KU BALAS KAMU NANTIIIIIIII!!!" geram Ayu sambil mengosok hidung nya yg gatal.


"Sayang.. kamu tidak apa-apa kan?" tanya Al.


"Ma, mama gak apa-apa kan ma?? Nanti akan ku balas pria itu nanti ma, karena sudah memaki mama!!" tambah Nicholas.


"Mama tidak apa-apa kok honey, nak. Jangan lupa aksi nya di lakukan ya." jawab Ayu.


"Iya sayang.. mana mungkin aku melupakan hal itu." ucap Al.


"Iya maa." balas Nicholas.


Mereka pun keluar dari ruangan rahasia itu, Ayu pun memasukkan password nya kembali agar pintu terkunci kembali. Setelah pintu terkunci kembali, mereka pun kembali ke posisi yg di atur Ayu.


"Hm.. kenapa perasaan ku tidak enak ya?" gumam Ayu lalu mengambil sesuatu yg seperti senjata api lalu menyelipkan di saku rok nya yg tidak terlihat.


Belum lagi pelayan itu ber-aksi. Tapi Ronan sudah mulai aksi nya. Aduh.. terus itu bayar nya gimana dong..??


Ronan sudah tidak sabar lagi.


"Hai.. apa kamu masih mengingat aku, mantan bos?" tanya Ronan.


"Tentu saja aku mengingat nya.. Ronan." jawab Al.


"Baiklah.. sepertinya aku tak perlu berbasa-basi lagi dengan mu." ucap Ronan sambil menodongkan pistol di kening Al. Al pun kaget.


"Apa.. apa yang kamu lakukan Ronan?" tanya Al.


Al tidak menyangka kalau Ronan tiba-tiba langsung memulai. Padahal di rencana nya Ayu hanya yg Kina itu saja.


"Apa kamu tidak tahu mantan bos?" jawab Ronan dengan senyum sinis nya.


Semua orang di rumah ini di todongkan pistol oleh anak buah Ronan.


Sedangkan Ayu melihat semua nya dari atas.


"Ohh.. ternyata ini ya yang akan terjadi." ucap Ayu lalu menelepon seseorang. Ia pun mengambil pistol yg ia selipkan.


"Huftt.. untung saja peluru nya cukup untuk semua ini. Tapi lebih dari cukup tepatnya." ucap Ayu.


Ayu pun mulai menembak kedua kaki dan kedua tangan anak buah Ronan yg paling tepi dulu. Untung saja pistol ini jika menembak tidak akan mengeluarkan suara.


Ia sengaja menembak kedua kaki dan juga kedua tangan anak buah Ronan. Ia tak mau membunuh orang lagi.


Ayu pun mulai perlahan-lahan, meskipun ia geram. Tapi ia harus menahan nya. Hingga akhirnya semua anak buah Ronan pingsan semua dengan luka peluru di kedua tangan dan juga kedua kaki nya. Ronan tak menyadari hal itu.


Haduh Ronan Ronan.. bagaimana bisa kamu menjadi bosπŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ.


"Saatnyaaaaa!!!!" teriak Ayu lalu menembak kedua tangan dan kedua kaki Ronan.


Tembakan Ayu tepat pada sasaran.


"Aaaaaa." teriak Ronan lalu pingsan.


Setelah hal itu, polisi pun datang. Mereka pun menangkap Ronan dan juga anak buah nya dengan tuduhan ingin membunuh keluarga Ayu dan juga Al.


Untung saja polisi cepat bertindak.


"Sayang??" pekik Al saat mendapati Ronan teriak.


"Non?" ucap bi Vania.


"Mamaaa??" ucap si kakak kembar.


Mereka pun akhirnya hidup bahagia tanpa ada halangan apapun lagi.


...Tamat...


Tenang ya semua nya... author bakal buat season 2 nya kok. Maaf kalau di season 1 ini cerita nya banyak yg tidak nyambung dan sebagainya.


Author usahain season 2 besok yaa.


Di season 2 ini bakal lebih fokus sama cerita si kembar. Baik kakak kembar maupun adik kembar. Nanti author buat yaa.


Dan masih di lapak ini ya, tidak pindah yaa.


Terima kasih atas dukungan kalian semua.


Sampai jumpa di season 2 yaaπŸ˜…πŸ™πŸ».


Jangan lupa like nya yaa.

__ADS_1


Terima kasih. πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


__ADS_2