
...~ʜᴀᴘᴘʏ ʀᴇᴀᴅɪɴɢ~...
⚘⚘⚘
Keesokkan harinya.
Alana dan Raja pun pergi honeymoon selama 1 minggu. Itu pun masih rencana. Seperti saat Nathan & Maya dan Nicholas & Bella, saat itu mengatakan hanya 2 minggu honeymoon. Tapi... justru mereka sampai sebulan di sana.
Alana dan Raja pun menyiapkan barang penting semacam paspor dan surat-surat penting. Tidak lupa, ponsel pun juga dibawa. Dan orangnya pasti juga pergi, tidak mungkin barangnya di bawa.. pemiliknya ditinggal. 😅
Setelah selesai bersiap-siap, mereka pun pergi ke bandara.
⚘⚘⚘
2 hari pun berlalu.
Alana dan juga Raja sudah menikah 3 hari yg lalu dan honeymoon 2 hari yg lalu.
Sementara di Alina.
Malam harinya.
Alina lagi memesan makanan lewat online atau delivery online.
Dan dikatakan oleh ojek online nya jika makanan sudah di antar, Alina pun keluar dari kamar hotelnya. Ya, Alina menginap di hotel untuk seminggu ke depan karena Alina akan mengurus cabang perusahaan kakeknya yg baru saja ia beli. Jadi, agar tidak terlalu jauh, Alina pun memilih menginap di hotel.
Tap! Tap! Tap!
Terdengar suara langkah kaki seseorang. Orang itu ialah Alina.
Alina pun membayar sejumlah uang cash kepada ojek online tersebut karena telah mengantarkan makanannya. Lalu, Alina pun masuk ke dalam hotel.
Alina pun menuju ke kamar hotel yg ditempati oleh dirinya. Selain itu, hotel ini juga merupakan hasil proyek yg pernah di bangun oleh Alina beserta rekan bisnis nya. Meskipun membutuhkan waktu yg cukup lama yaitu 2 tahun, dan modal yg begitu banyak, tapi Alina tetap berusaha untuk memenuhi itu semua tanpa bantuan dari keluarganya. Meskipun pada akhirnya, Alina pun terpaksa harus menerima bantuan dari keluarga nya dikarenakan modal yg dimiliki Alina dan rekan bisnis nya tidak cukup.
Rekan bisnis nya pun juga dibantu oleh temannya untuk memenuhi modalnya. Sekarang jadilah hotel ini.
Alina pun makan makanan yg ia pesan di kamar hotelnya. Tapi sebelum itu, Alina sudah terlebih dahulu mencuci tangannya agar tidak ada satupun kuman di tangannya. Tidak lupa juga, Alina berdoa sebelum makan.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Alina pun berniat untuk membuang bungkusan plastik tadi ke tong sampah. Dan sayangnya, di kamar hotelnya tong sampah tersebut penuh karena sudah dipenuhi banyak sampah plastik di sana.
Alina pun menghela nafas. Lalu, Alina pun mengambil satu kantong plastik tersebut yg di tong sampah dan keluar dari kamar.
Alina pun berjalan mencari tong sampah di luar hotel. Setelah ia menemukannya, Alina pun membuang nya ke tong tersebut. Setelah selesai, Alina pun mencuci tangan di tempat cuci tangan yg memang di sediakan oleh pihak hotel didekat meja resepsionis.
Alina pun berniat untuk kembali ke kamar nya. Namun, saat di detik-detik ia ingin masuk ada yg menariknya. Orang tersebut ialah Christian. Christian dijebak oleh rekan bisnis nya yg bernama Rika. Dijebak dengan cara menaburkan obat perangsang ke dalam minuman yg diminum Christian. Jadi,saat Christian meminum obat tersebut, Christian merasa tubuhnya merasa panas dan ingin membuka bajunya. Christian pun lari dari pesta rekan bisnis nya dan berniat ke hotel terdekat. Dan hotel terdekat dari tempat pesta rekan bisnis nya adalah hotel milik Alina.
Christian yg memang pernah ke hotel ini pun langsung masuk dan check-in. Setelah check-in, Christian berniat ke kamar nya. Namun sayangnya, obat tersebut sudah bereaksi di tubuh Christian. Dan saat itu kamar Christian sangatlah dekat dengan Alina. Kamar Christian nomor 002 dan Alina 001.
”Kak Christian?” ucap Alina terkejut ketika mengetahui siapa yg menariknya.
Christian yg sudah dipenuhi gairah pun segera menarik Alina ke kamar nya. Alina yg mendapat respon seperti itu pun terkejut, Alina sepertinya mengetahui sesuatu. Sebelum Christian menariknya jauh, Alina mengambil sesuatu dari kamar nya.
“Ah... kamu sangat cantik, Sayang.“ ucap Christian lalu berniat mencium bibir Alina yg menggoda itu namun sayangnya Alina menghindar.
“Kenapa?“ tanya Christian masih belum sadar.
Alina pun segera menyuntikkan obat pereda dari gairah ke lengan Christian tanpa aba-aba. Christian yg mendapat perlakuan tersebut pun terkejut. Tapi sayangnya, saat setelah selesai disuntikkan, obat tersebut masih belum bereaksi di tubuh Alina.
Alina yg merasa sepertinya obat tersebut sudah bereaksi pun melepaskan Christian dan berniat pergi. Namun, Alina di tarik oleh Christian. Christian pun mengigit kecil leher Alina membuat Alina geli sekaligus sadar jika obat tersebut belum bereaksi. Alina pun teringat jika obat itu akan bereaksi setelah 5 menit disuntikkan.
Namun, Christian justru malah mencium tangan Alina. Oh tidak, sepertinya Alina malam ini dalam bahaya.
Lalu, tiba-tiba Christian tersadar kembali setelah 5 menit. Dan Christian pun melihat Alina yg tengah memejamkan kedua matanya.
“Alina??“ ucap Christian terkejut ketika melihat satu tanda di leher Alina. Berarti itu tadi ia yg membuatnya. Karena tidak ada lagi satupun orang kecuali mereka berdua.
Ternyata Alina sedang menangis. Ia pikir malam ini akan menjadi malam menyedihkan sekaligus mengerikan baginya. Tapi justru tidak, Tuhan masih melindungi nya!
“Apa kamu baik-baik saja?“ tanya Christian pada Alina.
“Aku baik-baik saja.“ jawab Alina.
“Aku akan bertanggungjawab.“ ucap Christian.
“Maksudmu?“ tanya Alina pada Christian dengan bingung.
__ADS_1
“Aku akan menikahimu.“ jawab Christian.
“Apa?“ ucap Alina terkejut.
“Aku akan bertanggungjawab soal ini. Maka, Aku akan menikahimu.“ jawab Christian.
“Apa? Lagipula hanya satu tanda. Itu tidak masalah.“ ucap Alina mencoba mencari alasan.
“Tidak. Nanti aku bisa dihajar oleh kedua orang tuamu.“ jawab Christian.
“Kamu tenang saja. Aku akan mengatakan pada kedua orangtua ku bahwa ini hanya tidak disengaja.“ ucap Alina. Alina menganti yg biasanya ia menyebut dirinya dengan sebutan nama nya sendiri, tapi kali ini Alina menyebut dirinya dengan sebutan 'Aku'.
“Tidak! Aku tidak mau tahu, kita harus menikah!!“ ucap Christian tanpa mau dibantah.
“Tapi.. kita ini tidak saling mencintai!" bantah Alina dengan lantang.
“Iya. Tapi ini aku sudah membuat suatu kesalahan. Aku tidak mau punya banyak dosa, jadi tolong terimalah atas pertanggungjawab ku.“ ucap Christian lirih.
"Seandainya jika kamu tahu jika aku sudah mencintaimu sejak lama. Apakah kamu akan menjauhiku? Aku sudah terlalu lama untuk memendamnya, bisakah kali ini jika aku egois?“ batin Christian sedih.
“Tuhan.. apa ini caramu untuk menyatukan kami?“ batin Christian lagi sambil menatap Alina yg tengah frustasi.
...ᴛᴏ ʙᴇ ᴄᴏɴᴛɪɴᴜᴇᴅ... ...
Gimana bab ini?
Jangan lupa dukungan nya buat Author 🥰
⚘LIKE⚘
⚘KOMEN⚘
⚘FAVORIT ⚘
⚘HADIAH⚘
⚘VOTE⚘
__ADS_1
Thank's. 🙏🏻🥰