Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
BAB 43 : MALU-MALU {~S3~}


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


“Aku ingin kau mewakili diriku untuk meminta maaf kepada mereka bertiga. Karena aku tidak punya banyak waktu lagi. Dan maafkan aku jika aku memiliki banyak kesalahan kepadamu atau kepada siapapun itu.” pinta Adrian kepada sahabat satu-satunya.


“Maksudmu??” Roy menggaruk tenguk nya yg tidak gatal.


“Aku 'kan sudah jelaskan baik-baik dengan mu tadi!” ucap Adrian.


“Ah.. ya, lalu?” ucap Roy.


Setelah sekian lamanya drama itu terjadi, Roy pun akhirnya paham dengan maksud Adrian.


“Dan.. aku tidak perlu membalas dendam kepada mereka?” tanya Roy kepada Adrian.


“Tidak..” jawab Adrian.


“Apa kamu yakin, Adri?” tanya Roy sekali lagi menatap wajah sahabatnya itu.


“Iyaa.” Adrian menatap wajah sahabatnya untuk terakhir kalinya.


⚘⚘⚘


Beberapa hari setelah hari tersebut.


Dino, Vernando, serta Raya, dan juga Roy, mereka kini menjadi sepasang sahabat.


Mereka sudah akrab seperti saudara kandung dengan Roy.


Siapapun tidak akan pernah membayangkannya, bukan? Awalnya yg menjadi musuh, sekarang menjadi berbaikan.


Sesungguhnya, apabila ingin menyelesaikan masalah maka selesaikan lah dengan kepala dingin. Jangan menyelesaikan masalah dengan emosi, karena emosi akan membuat Anda salah jalan dalam memilih solusi yg tepat.


Dan apabila ada masalah dalam rumah tangga kalian ataupun persahabatan kalian, selesaikan itu secara baik-baik. Jangan pernah menuduh sembarangan, karena kita akan dinilai orang lain dengan buruk. Tidak hanya buruk, mungkin kita juga akan diberi cap sangat buruk oleh beberapa orang.


Jika kita dapat menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, orang lain akan mengagumi kita tanpa kita sadari.


Mereka berempat kini sedang berbincang. Seakan-akan masalah yg pernah mereka lalui bagai angin yg telah lewat.


Jika saja orang lain bisa mengikhlaskan orang penting di hidupnya yg telah pergi, lalu mengapa kita tidak bisa?


⚘⚘⚘


Sementara di Dina.


Dina kini sedang bersama Naufal.


Nama lengkap Dina adalah Dina Maharani. Sedangkan adik kembarannya bernama Dira Anna.

__ADS_1


(Author hanya sekedar mengingatkan kalian, mungkin saja ada yg lupa).


Mereka sedang dalam perjalanan pulang.


Naufal mengantarkan Dina pulang ke rumahnya.


“Dina.. ini kita masih sejam lagi baru sampai. Kamu mau beli makanan dulu gak di restoran dekat lokasi kita??” tanya Naufal kepada Dina.


“Em.... boleh juga. Biar sekalian enggak bolak-balik.” jawab Dina.


“Oke deh..” sahut Naufal.


Naufal pun mencari-cari restoran yg memang ada di dekat dengan lokasi mereka berdasarkan g**gle m*ps di ponselnya.


Huruf yg di sensor di kata g**gle : oo


Huruf yg di sensor di kata m*ps : a


(Maaf kalau di sensor jadi menganggu).


Setelah lima menit mencari-cari dan mengikuti jalan berdasarkan aplikasi g**gle m*ps di ponselnya, akhirnya Naufal pun menemukan restoran yg memang ada di dekat lokasi mereka tadi.


“Dina... kamu maunya makan di restoran nya langsung apa dibungkus bawa pulang??” tanya Naufal kepada Dina.


“Makan langsung di tempat aja deh, Fal. Biar kalau pulang langsung bersihin badan dan tidur. Soalnya capek banget nih!” jawab Dina sambil meregangkan tangannya yg terasa kaku akibat pekerjaannya yg lumayan banyak itu.


“Turun pas kamunya udah nemu tempat parkiran kosong.” jawab Dina.


“Sipp!!” Naufal pun langsung bergegas mencari tempat parkiran yg kosong.


Sebagian besar tempat parkiran kosong telah diisi mobil lain, mungkin karena sudah malam jadi banyak orang yg makan malam di restoran ataupun habis pulang kerja langsung makann malam di restoran ini.


Hingga setelah enam menit mencari-cari tempat parkiran kosong, akhirnya Naufal pun menemukan tempat parkiran kosong.


Sebenarnya, tadi Naufal sudah menemukan tempat parkiran yg kosong, hanya saja belum Naufal memarkirkan mobilnya di sana tempatnya sudah ditikung mobil orang.


Jadi, Naufal kembali mencarinya. Dan akhirnya Naufal pun menemukannya.


Naufal dan Dina pun turun setelah Naufal memarkirkan mobilnya di tempat parkiran yg kosong tersebut.


Mereka pun berjalan dengan bergandengan tangan masuk ke restoran.


Meski hanya bergandengan tangan, semua orang iri dengan kemesraan mereka.


Padahal mereka sama sekali tidak berniat bermesraan di depan umum. Apa hanya sekedar bergandengan tangan bisa di anggap bermesraan??


Mereka pun memesan makanan berdasarkan menu makanan yg ada di restoran ini.

__ADS_1


Setelah selesai memesannya, mereka pun langsung memilih meja makan yg kosong.


Karena restoran ini cukup ramai, mereka pun kesulitan mencari tempat meja kosong. Jadi, Naufal pun memutuskan untuk memesan ruang VVIP yg kebetulan kosong.


Setelah lamanya menunggu, makanan dan juga minuman yg mereka pesan pun akhirnya datang.


Mereka pun memulai makan dengan berdoa. Setelah selesai berdoa, mereka pun mulai makan.


Namun, bukan namanya Naufal jika tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan.


“Dina... kita makan saling suap-suapan dong!” pinta Naufal kepada Dina.


“Apa?? Suap-suapan? Tidak!!” tolak Dina dengan wajah yg langsung merona merah karena malu.


“Ayoo lah...” pinta Naufal dengan wajah memelas kepada Dina membuat Dina tidak tega dengan Naufal.


Dina pun berpikir sejenak. Di satu sisi ia tidak tega dengan wajah memelas Naufal, namun di sisi lain ia malu.


Dina pun melihat sekitarnya. Di ruang VVIP ini hanya ada dua pasangan. Yg pertama adalah Dina dan juga Naufal, sedangkan yg kedua itu adalah pasangan suami istri yg sama sekali tidak dikenal Naufal dan juga Dina.


Akhirnya Dina pun memutuskan untuk suap-suapan. Ia harus bisa, jangan malu, terlebih lagi hatinya sudah jatuh cinta kepada Naufal dari pandangan pertama. Jika ia malu-malu terus, lalu bagaimana jika nanti ia menikah dengan Naufal?


ahh... Dina terlalu jauh memikirkan hal tersebut. Padahal baru saja berpacaran, bagaimana bisa langsung menikah? Sedangkan dirinya tidak tahu apakah orang yg ia cintai dari pandangan pertama juga mencintai dirinya.


Bagaimana jika nanti tidak cocok lagi? Dina benar-benar harus mempersiapkan hatinya dengan baik dan juga mentalnya.


“Bagaimana, Dina??” tanya Naufal lagi kepada Dina yg sedang melamun entah apa yg dipikirkan oleh gadis tersebut. Naufal pun tidak tahu karena dirinya bukanlah dukun atau apapun itu. Yahh.. walau sebenarnya dirinya juga bisa membaca pikiran orang lain, namun Naufal tidak mau melakukan hal tersebut kepada gadis ataupun wanita yg ia cintai sejak pandangan pertama. Dirinya pun juga tidak tahu apa Dina juga mencintai dirinya sama seperti dirinya mencintai Dina.


Dina pun hanya mengangguk malu.


Sikap malu-malu Dina membuat Naufal gemas dengan Dina. Ingin sekali ia cubit pipi pacarnya, namun hal tersebut sama sekali tidak dilakukan oleh Naufal.


Ia tidak ingin jika pacarnya tidak senang dengan perlakuannya. Jadi, Naufal pun hanya menahannya.


Mereka pun saling mencintai satu sama lain dengan diam.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


haii!!


Di bab ini kita fokus dngan Dina dan juga Naufal.


untuk bab selanjutnya, author akan pikirkan dulu siapa yg akan author tulis.


menurut kalian siapa??


Jangan lupa dukungan nya yaa....

__ADS_1


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2