Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 53 : Mendengar Kisah saat Ibu Mertua Ngidam {S2}


__ADS_3

Selamat sore.. Salam sehat untuk kita semua. Semoga kalian yg membaca sehat selalu dan sekarang dalam keadaan sehat tentunya.


Okey.. mungkin beberapa ada yg sudah baca dari awal sampai sini. Author kan dulu buat Ayu hamil nya saat waktu ngidam semuanya tidak di beritahu. Hanya beberapa, jadi di bab ini nanti bakal di ceritakan yaa..


Dan kalau kalian penasaran siapa yg mendengar nya.. silahkan scroll sampai ke bawah sambil membaca.


Tapi, di bab kali ini di awal bukan langsung mendengarkan kisah nya yaa, tapi kita baca dulu di Alana dan juga Raja.


Semangat membaca nya buat kalian semua..😊...


...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


🌸🌸🌸


Sementara di Alana..


(Sekarang sudah jarang kan muncul Alana? Jadi sekarang di sini bakal muncul Alana dan juga Raja.)


Hari ini, tepat di pagi hari.


(Mungkin kalau di dunia novel di pagi hari, tapi kalau di dunia nyata yg nulis magrib atau yg membaca malam.)


Entah kenapa setelah Alana mendengar kabar kehamilan dari sang kakak dan juga adik, Alana tiba-tiba membayangkan bagaimana keluarga nya nanti.


Memiliki suami yg baik, memiliki anak, bukankah itu terlihat sangat bahagia?


Tapi di satu sisi, Alana takut patah hati seperti yg di alami Raja. Apalagi Alana telah mendengar kisah Raja, yg awalnya cuma memendam perasaan berakhir menjadi tidak seperti yg di harapkan yaitu cinta tak terbalaskan.


Di satu sisi nya lagi, Alana takut jika Raja sudah ada yg punya.


Ia bener-bener di posisi yg membingungkan untuk nya.


Haruskah ia melawan rasa takutnya?


Mungkin iya.


Alana masih sibuk di pikiran nya sambil menatap diri nya di depan cermin. Hari ini, ia di ajak Raja untuk pergi ke Taman Begonia.


Pikiran nya kini memikirkan apa yg akan di lakukan di sana?


Tapi di saat ia bertanya pada Raja untuk apa, Raja malah menjawab 'Nanti kamu akan mengetahui nya, Alana.'


Membuat nya semakin bingung dengan kalimat yg di ucapkan Raja.


Tapi Alana tak mau ambil pusing, ia pun memutuskan untuk pergi saja ke Taman Begonia.


Raja meminta nya untuk ke Taman Begonia tersebut di sore hari. Entahlah apa yg akan di lakukan nya, tapi bukanlah sore hari adalah waktu yg sangat ramai pengunjung nya?


Sepertinya akan ada kejutan nanti.


Alana pun memutuskan untuk siap-siap nanti sore.

__ADS_1


Apalagi nanti bukan di jemput, tapi ia pergi sendiri.


"Nah ini sudah.. apa lagi ya?" tanya Alana pada diri nya sendiri.


"Semoga tidak buruk nanti." gumam Alana.


🌸🌸🌸


Sementara di Alvaro dan juga Alena.


Kini, mereka berdua sedang berencana untuk mengunjungi kedua orangtua Alena.


Mengingat mereka berdua jarang mengunjungi, meskipun tak di persilahkan Ayu dan juga Al, tapi Alvaro dan juga Alena merasa bersalah.


Terlebih lagi mereka berdua lebih sering mengunjungi kedua orangtua Alvaro dan bahkan sering menginap. Karena jarak rumah yg sangat dekat.


Tetapi jika dengan rumah kedua orangtua Alena? Jarak nya dari rumah Alena dan juga Alvaro ke rumah kedua orangtua Alena sangat lah jauh.


Alasan itu lah yg paling utama. Lalu, Alvaro sering sibuk dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama Alena.


Jadi, kali ini mereka berencana untuk mengunjungi sekaligus menginap di rumah kedua orangtua Alena selama beberapa hari ke depan nya.


Dan untuk pekerjaan Alvaro, Alvaro mengambil cuti beberapa hari.


Setelah di rasa tak ada barang yg tak tertinggal, mereka berdua pun berangkat ke rumah kedua orangtua Alena.


Beberapa jam kemudian, mungkin lebih tepat nya sekitar 2-3 jam.


Setelah masuk, mereka pun menyapa kedua orangtua Alena sekaligus melepas rindu.


Bahkan kedua orangtua Alena sangat bahagia. Siapa yg tak bahagia jika anak nya dan juga menantu nya atau lebih tepatnya sahabat nya dulu datang?


"Papa mertua." panggil Alvaro sedikit canggung.


Masalahnya Alvaro dulu adalah sahabat Al. Apalagi usia Al dan juga Alvaro hanya berbeda sekitar 1-2 tahun saja.


Sungguh terlihat aneh bukan?


"Kalau kamu merasa tidak nyaman dengan panggilan 'papa mertua' atau 'mama mertua', mungkin lebih baik seperti biasa saja kamu panggil nya, Alvaro." ucap Al pada Alvaro.


"Hem.. tapi apa itu tidak apa-apa?" tanya Alvaro pada Al.


"Tidak apa-apa, jika kamu merasa nyaman." jawab Al.


"Em.." ucap Alvaro menjadi sangat canggung.


"Kak, bagaimana kisah saat istri kakak ngidam saat hamil si adik kembar?" tanya Alvaro pada Al.


Ya, dulu Alvaro memang memanggil Al dengan sebutan 'kakak'.


"Mau tahu?" bukannya menjawab pertanyaan Alvaro, Al malah kembali bertanya pada Alvaro,

__ADS_1


"Mau banget." jawab Alena dan juga Alvaro.


"Oke." ucap Al.


Al pun mulai menceritakan, di mana sang istri meminta ia untuk membuat nasi goreng. Walaupun nasi nya asin, tapi sang istri tetap makan dan mengatakan itu enak. Al juga menceritakan kalau sang istri meminta ia untuk memanjat pohon. Sungguh, dulu Al sangat-sangat tidak bisa memanjat pohon. Bahkan Al hanya di suruh memanjat, tidak di suruh mengambil apapun. Al dulu lumayan beruntung, apalagi ia mendengar kisah dari asisten nya dulu 'Eko', di suruh manjat pohon mantan kekasih nya. Al dulu sangat bersyukur karena hanya di suruh manjat pohon di rumah nya sendiri. Ia tak bisa membayangkan jika di suruh manjat pohon milik mantan, sedangkan ia sendiri tak punya mantan sama sekali. Mungkin hanya mangan asisten, tidak dengan mantan kekasih. Al dulu juga menceritakan bahwa saat ia ingin melakukan hubungan badan, ia malah di suruh sang istri untuk membeli rujak buah. Padahal ia baru saja ingin melakukan nya, tapi apa lah yg harus ia perbuat. Jadi is mau tak mau harus membelikan rujak buah untuk sang istri. Anak nya bener-bener mengerjai nya.


Di saat Al menceritakan hal itu, Alena dan Alvaro bukannya kasihan malah tertawa.


Sungguh, tega sekali.


Al pun menceritakan lagi di mana saat ia sudah membeli rujak buah, istri nya malah tak mau. Malah di suruh ia yg makan. Beruntung yg mengerjai nya adalah anak yg berasal dari darah daging nya sendiri, kalau tidak.. mungkin Al sudah membunuh nya juga saat itu.


Alena dan Alvaro pun kembali tertawa.


Untung di depan nya ini adalah anak nya dan juga menantu nya sekaligus sahabat nya. Kalau tidak.. mungkin sudah Al usir dari tadi.


Alena dan Alvaro pun kembali meminta Al untuk menceritakan yg lain nya lagi.


Lalu Al menceritakan bagaimana si adik kembar membuat istri nya lemas seminggu. Di mana makan tak mau bahkan harus di paksa. Di paksa malah jadi mual. Hal itu benar-benar membuat Al stres. Tapi pas di cek ke dokter, dokter malah mengatakan jika hal itu wajar bagi ibu hamil.


Tapi Al sangat bersyukur karena bisa memenuhi ngidam sang istri. Dulu ia sangat menyesal karena tak bisa menemani sang istri untuk ngidam, mengandung bahkan melahirkan.


Beruntung dulu saat istri nya tak di temani, sang anak tak rewel sekali. Morning sickness pun jarang.


Tapi di saat di temani, sang anak malah rewel, morning sickness menjadi lebih sering. Bahkan sang suami malah mengalami sindrom simpatik.


Al sangat bersyukur sekali untuk semuanya.


Ia bersyukur memiliki sang istri dan juga anak-anak nya.


Sikap nya dingin akan berubah bila bersama keluarga nya.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Hai kakak-kakak semuanya..


Maaf, hari ini up nya cuma satu bab. (1)


Jangan lupa dukungan nya buat author biar author semakin semangat untuk menulis bab nya.


Terima kasih banyak yg sudah dukung author.


Terlebih lagi yg sudah mengikuti novel author dari awal.


Dan Terima kasih atas kritik dan dukungan kalian ke author.


Semoga sehat selalu untuk kita semua dan umur panjang..


Salam sehat dari author 😊..


Terima kasih.

__ADS_1


πŸ™πŸ»πŸ’ž


__ADS_2