
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Ayu dan Al pun pulang ke apartemen. Sedangkan si kembar masih tetap tinggal di mansion utama Stanly semantara waktu. Meskipun awal nya mereka menolak, tetapi setelah mereka di bujuk beberapa kali mereka pun akhirnya menyetujui nya saja. Asalkan tidak terlalu lama.
πΈπΈπΈ
Di mansion utama Stanly..
"Nenek! Kapan kita baru boleh ikut mama dan papa?" tanya Nathan.
"Hmm.. kemungkinan minggu depan ya.. kalian sabar ya.. nanti pasti papa dan mama kalian lagi buat adik buat kalian, kalian mau tidak adik?" ucap Ratu.
"Mau nek! Aku mau adik perempuan!" ucap Nathan.
"Aku mau juga adik! Tapi adik laki-laki!!" ucap Alena.
"Hmm.. aku sih mau nya adik kembar." ucap Nicholas.
"Eh kak? Bukan kah kita sudah kembar? Kenapa harus kembar lagi kak?" protes Alina.
"Tidak masalah bukan jika aku menginginkan adik kembar?" ucap Nicholas dengan tenang.
"Apapun itu aku mau adik! Entah adik perempuan atau adik laki-laki yang di buat mama dan papa, Alana akan menerima nya!" ucap Alana.
"Apa..." ucap Nicholas terpotong.
"Sudah-sudah.. kalian berdoa saja ya kepada Tuhan. Entah adik laki-laki maupun adik perempuan itu tetap saja bukan adik kalian?" ucap Ratu memotong ucapan Nicholas dan menasehati cucu-cucu nya.
"Iya nek!" jawab kelima nya.
πΈπΈπΈ
Di apartemen Al..
"Akhirnya sampai juga!" ucap Ayu.
"Iya! Oh ya, apa kamu tahu tidak password apartemen aku??" ucap Al.
"Hmm.." jawab Ayu.
"Hmm.. bagaimana kalau kamu mencoba nya??" tanya Al.
"Apa aku akan mendapat hadiah bila berhasil?" ucap Ayu.
"Tentu saja!" jawab Al dengan senyuman licik nya.
"Hmm.. oke oke!" ucap Ayu.
"Aku tahu apa hadiah yang kamu maksud honey!" gumam Ayu dalam hati.
Ayu pun menekan tombol.
Ia memasukkan 'Pemilik apartemen ini adalah orang stres'. Dan benar saja ketika Ayu memasukkan nya, pintu pun terbuka.
Author jadi bingung deh sama Al nya. Kenapa ya dia bikin password yg aneh-aneh bahkan bikin author ngakak sendiri pas ngetik ginian. Kayak nya Al harus di bawa ke rumah sakit dulu gak sih buat di cek apa dia beneran stres atau tidak? π
Al pun kaget tidak percaya, baru saja 5 detik berjalan tapi Ayu sudah menemukan pasword nya.
"Pemilik apartemen ini orang stres. Hmm apa beneran kami stres, honey?" tanya Ayu saat pintu apartemen sudah terbuka.
"Tidak! Itu hanya saja aku membuat nya karena aku stres dengan pekerjaan kantor ku saat 10 tahun yang lalu.." ucap Al.
"Hah? Apa kamu sudah bekerja di kantor saat berumur 18 tahun, honey?" tanya Ayu.
"Hmm.. iya.. saat itu aku juga sambil kuliah S1." jawab Al.
"Oh, aku sudah tahu itu!" ucap Ayu.
"Kalau sudah tahu, kenapa masih menanya lagi, bee?" protes Al.
"Hmm.. aku hanya ingin memastikan nya saja!" jawab Ayu.
"Hm.." ucap Al.
"Apa kamu sudah siap untuk malam pengantin kita di malam ini yang tertunda kemarin? Tapi kalau kamu belum siap, katakan saja!" ucap nya lagi. (Al).
"Tentu!" jawab Ayu.
"Hm.. oke, siap kan diri mu nanti malam.. dan aku berharap tidak di tunda lagi. Karena aku sudah tidak bisa menahan nya lagi bee kalau kelamaan." ucap Al.
"Hm.. oke honey!" ucap Ayu.
"Oh ya, tamu bulanan ku bukan kah seharus nya sudah dapat bukan?" gumam Ayu sambil mengingat kembali.
"Apaa?? Berarti.." gumam Ayu dalam hati lagi.
"Honey, kamar mandi nya di mana?" tanya Ayu.
"Di sana!" jawab Al sambil menunjukkan.
"Oke, Terima kasih honey!" ucap Ayu lalu segera ke kamar mandi untuk memeriksa.
"Sama-sama bee!" jawab Al.
πΈπΈπΈ
Di kamar mandi apartemen Al..
"Tuh kann!! Untung saja aku tadi menggunakan celana hitam.. dan ini belum bocor.. oh ya, gimana ya perasaan Al? Padahal hari ini dia berharap banget loh.. hmm." gumam Ayu.
__ADS_1
"Nah untung saja aku selalu membawa pembalut ini kemana-mana!" ucap Ayu.
Ayu pun segera melakukan nya, dan setelah itu ia pun keluar dari kamar mandi.
"Honey, aku mau bilang sesuatu.. tapi tolong jangan marah ya?" pinta Ayu.
"Hmm.. oke!" jawab Al.
"Aku.. aku hari ini lagi datang bulan." ucap Ayu pelan.
"Yahh.. berarti aku harus nunggu berapa lama dong, bee?" tanya Al dengan nada kekecewaan.
"1 minggu!" jawab Ayu.
"Hah! Hmm.. ya sudah." ucap Al dengan nada kekecewaan.
Ya mau gimana lagi, malam pengantin nya di tunda lagi hihihi..
"Hm.." ucap Ayu ketika mendengar ucapan Al dengan nada kekecewaan.
"Apa dia kecewa dengan diri ku? Ah.. kalau tahu bakal datang bulan nya hari ini, dari 2 minggu lalu aku minta minggu depan nya, jadi kalau misalnya aku bilang berarti dari minggu lalu aku sudah menikah! " gumam Ayu dalam hati.
"Honey, sini duduk!" ucap Al membuyarkan lamunan Al dan menepuk sofa yg ada di sebelah Ayu.
"Oke!!" ucap Ayu.
Ayu pun duduk di sebelah Al. Meskipun sedikit canggung karena belum pernah pacaran, tetapi mereka berusaha untuk se normal mungkin. Agar tidak terlihat canggung tentu nya.
Al pun mengambil krim yg di berikan dokter Alvaro. Ia pun mengoleskan nya di bekas cakaran tangan kiri Ayu.
"Aw!" ringis Ayu ketika Al mengoles krim di tangan kiri nya.
"Apa kah sakit?" tanya Al sambil memegang bekas cakaran di tangan kiri Ayu.
"Tentu saja sakit, honey! Bagaimana tidak sakit kalau kamu memegang nya seperti itu!" protes Ayu sambil menarik tangan nya dari Al.
"Hm.. gitu ya. Oh ya, mulai hari ini kamu sudah tidak perlu bekerja lagi menjadi sekretaris ku!" ucap Al.
"Hah?" tanya Ayu memastikannya.
"Iya! Kamu mulai hari ini tidak perlu bekerja lagi menjadi sekretaris ku! Kamu cukup di rumah saja!" ucap Al.
"Tapi kalau di rumah serasa bosan, honey!" protes Ayu tidak terima.
"Oke oke, pekerjaan kamu cukup mengandung anak ku!" ucap Al.
"Tapi untuk mengandung sedikit sulit! Aku juga akan merasa bosan nanti nya!" protes Ayu lagi.
"Aku tidak menerima protes dari mu! Entah kamu setuju apa tidak, aku tidak mempedulikan nya!" ucap Al.
"Hm.. berdebat dengan mu aku selalu kalah, tapi mungkin ini hari ini tapi kalau besok.. kamu akan tahu besok!" ucap Ayu pelan.
"Maksud mu?" tanya Al.
"Apaan?" tanya Al.
"Ini.. papa meminta ku untuk menggantikan posisi nya di perusahaan Stanly Company!" ucap Ayu ragu.
"Papa?" tanya Al.
"Iya! Papa Azka!" ucap Ayu.
"Hm.. kalau untuk itu.. aku belum bisa mengatakan nya.. tetapi aku akan usaha besok sudah aku katakan, kamu tenang saja bee!" ucap Al.
"Hm, baiklah!" ucap Ayu.
"Oh ya, apa kamu mau video call dengan anak-anak kita??" tanya Al.
"Mau!" jawab Ayu cepat.
"Tapi sebelum itu, aku bicara dengan mama dulu ya!" pinta Al.
"Oke oke!" jawab Ayu.
"Dan kamu tidak boleh mendengar nya!" ucap Al.
"Hah! Bagaimana bisa aku tidak mendengar nya? Dari 1 km dari sini saja aku masih bisa mendengar nya dengan sangat jelas!" ucap Ayu.
"Hm.. iya juga sih!" ucap Al.
"Ahh.. kalau begitu, aku langsung ke mansion nya saja ya!" pinta Ayu.
"Hm.. oke!" ucap Al.
Mereka berdua pun siap-siap untuk ke mansion keluarga Stanly.
Kali ini, Ayu yg menyetir nya atas permintaan Ayu sendiri. Awal nya Al menolak, tetapi ya mau gimana lagi atas bujukan Ayu akhirnya Al pun menyetujui nya.
Ayu membawa menggunakan mobil nya sendiri. Karena ia sangat tahu kalau mobil yg sering di gunakan Al itu adalah mobil yg tidak anti peluru. Meskipun mewah, tetapi tidak anti peluru. Apalagi musuh sangat sering menggunakan pistol untuk menembak bukan? Itu yg paling berbahaya!
Mobil Ayu itu anti peluru. Dan itu juga di buat Ayu sendiri.
Kalian pasti ingin tahu bukan saat Ayu hamil hingga melahirkan? Nanti ada saat nya ya! Kalian sabar saja dulu, author rasa ini sudah sangat dekat!
Al tidak tahu kalau mobil yg di gunakan Ayu itu mobil anti peluru.
Tadi nya Al memang menyetujui nya, tetapi Al ingin Ayu mengendarai mobil nya Al. Lalu Ayu menolak nya. Entah apa alasan yg digunakan Ayu hingga Al menyetujui nya lagi.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka pun sampai di mansion utama Stanly.
__ADS_1
Mereka berdua tidak memberitahu jika mereka berdua ingin berkunjung.
Dan hanya Ayu yg mengetahui kalau di mansion nya saat ini ada keluarga Al juga.
Al tidak tahu soal itu. Karena saat Ayu ingin mengatakan nya, Mobil sudah sampai di tujuan. Ayu sangat kesal. Tetapi mau gimana lagi jadi mau tak mau, Ayu harus membiarkan Al mengetahui nya nanti.
"Eh? Tuan dan Nona?" tanya satpam gerbang.
"Iya pak!" jawab mereka berdua kompak.
"Wah.. selamat atas pernikahan kalian ya, maaf bapak tidak bisa ikut dengan acara karena harus menjaga mansion ini!" ucap satpam gerbang tersebut sambil menunduk kepala nya sedih.
"Tidak apa-apa pak, Terima kasih pak!" ucap Ayu.
"Justru bapak yang harus nya ber-Terima Kasih pada keluarga Stanly. Karena bagaimana pun kalian sudah memperkerjakan diri saya. Saya tidak tahu kalau seandainya kita tidak pernah bertemu. Mungkin saat ini saya dan keluarga saya hidup di jalanan. Gaji yang di berikan kalian pun sangat lah besar. Bahkan saat baru pertama kali gajian, saya sudah bisa beli rumah. Terima kasih Nona dan sekeluarga sekalian!" ucap satpam tersebut dengan mata berkaca-kaca.
Ayu yg mendengar nya terharu, ia sangat ingin memeluk bapak di depan nya ini. Tetapi karena ada Al, Ayu tidak jadi memeluk bapak satpam di depan nya ini. Dan bapak satpam tersebut memaklumi nya.
"Terima kasih kembali pak!" ucap Ayu.
Ayu dan Al pun masuk ke dalam mansion setelah di buka-kan gerbang nya sama satpam gerbang.
Ting tong..
"Sebentar!" ucap wanita di dalam mansion tak lain adalah Ratu.
"Loh kok kalian berdua di sini? Kalian tidak malam pengantin ya? Atau mungkin bulan madu?" goda Ratu.
"Tidak jadi ma!" jawab Al.
"Loh kenapa? Apa Ayu masih trauma?" tanya Ratu.
"Tidak ma, Ayu tidak trauma lagi! Hanya saja Ayu sedang PMS ma!" ucap Ayu.
"Ohh.. yahh berarti malam pengantin nya di tunda lagi dong!" ucap Ratu.
"Iya ma!" ucap Al.
"Ratu!! Siapa yang datang?" pekik Kenzo.
Al yg mendengar suara Kenzo pun kaget. Ia kaget karena ia tidak tahu kalau papa nya akan datang.
Al pun menatap tajam pada Ayu karena tidak memberitahu diri nya.
"Tadi aku sudah mau mengatakan nya honey, tapi kita sudah sampai!" ucap Ayu ketika mendapat tatapan tajam dari Al.
Al yg mendengar ucapan Ayu pun masih dengan tatapan tajam nya.
"Loh?" ucap Kenzo, Fiona dan Azka kompak.
"Malam pengantin nya di tunda karena Ayu nya lagi PMS!" ucap Ratu.
"Kasihan anak papa!" goda Kenzo.
"Iya pa, sayang sekali!" goda Fiona.
Al yg mendengar godaan dari mama dan papa nya pun menurunkan emosi nya.
"Hm.. pa, ma, di mana si kembar?" tanya Al.
"Di sana itu!" ucap Kenzo sambil menunjuk salah satu ruangan.
Ayu yg melihat salah satu ruangan yg di tunjuk Kenzo pun bingung.
Sedangkan Al bingung juga.
"Apa ada masalah ya?" gumam Ayu dalam hati.
"Pa, ma, Ayu mau ke toilet dulu ya!" ucap Ayu.
"Iya nak!" ucap Fiona dan Kenzo bersamaan.
Ayu pun masuk ke dalam toilet dan membuka HP nya. Ia penasaran apa yg di lakukan si kembar.
"Hah? Dokter Inna? Astaga! Kenapa aku bisa melupakan diri nya!" ucap Ayu ketika ia melihat siapa yg sedang menyelidiki nya.
"Huh! Masalah belum kelar! Mana ada lagi itu siapa ya?" ucap Ayu sambil mengingat kembali.
"Givani dan Kalisa itu adik nya Velly!" ucap Ayu.
"Nah.. sepertinya masih bakal banyak musuh lagi di masa yang akan datang! Bagaimana pun aku dulu pernah menjadi bos mafia!" ucap Ayu.
Ayu pun keluar dari kamar mandi.
"Ma, pa, Ayu mau ke ruangan nya si kembar dulu ya!" pinta Ayu.
"Iya nak!" ucap Kenzo, Fiona, Azka, dan Ratu.
"Ma, pa, emang nya si kembar lagi ngapain di ruangan itu? Kalau tidak salah ruangan nya berisi banyak komputer bukan?" tanya Al.
"Iya nak! Papa dan Mama tidak tahu apa yang di lakukan si kembar itu!" ucap Fiona.
"Hm.. ma, pa, apa mama dan papa masih mengingat soal mantan bos mafia dulu pa, ma?" tanya Al.
"Iya nak! Kalau tidak salah ia sering di juluki Miss Black! Karena baju yang sering di gunakan nya itu hitam, bahkan barang apa pun yang ia gunakan pasti hitam!" ucap Kenzo sambil mengingat.
...~π©πππππππππ~...
Apakah identitas Ayu sudah mulai di ketahui secara perlahan-lahan?
__ADS_1
Jangan lupa like ya, biar author makin semangat untuk bikin bab selanjutnya ya!
Dan untuk yg sudah like, Terima kasih ya.