
Buat kakak-kakak semuanya..
Terima kasih banyak yaa yg sudah like, bahkan sekarang total like nya sekitar 1,77K.
Dan tidak nyangka author sudah menulis selama dua bulan, harusnya ini kemarin author sampaikannya, tapi author lupa kemarin.
Terima kasih yg sudah dukung author selama ini.π
Karena tanpa dukungan kalian, apa lah jadi nya author iniβΊ.
Terutama dukungan kalian semua..
Oh yaa, bab ini khusus Maya dan juga Nathan yaa..
Maaf kalau Maya sama Nathan terus, hehe..
Semangat membaca nya yaa.. π
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
πΈπΈπΈ
Sementara di Nathan dan juga Maya..
Mereka berdua sudah sampai di rumah dari tadi. Mungkin sudah sekitar beberapa jam. Mereka habis istirahat dan juga mengabarkan soal kehamilan pada orangtua.
Kedua mertua Maya yg mendengar nya yaitu Ayu dan juga Al sangat bahagia. Bagaimana mungkin, meskipun mereka berdua tak pernah minta apa-apa pada anak nya, tapi jika mendengar calon cucu mereka ada. Apa mereka tidak bahagia?
Mana mungkin mereka tak bahagia. Apalagi Mama nya Maya.
Mereka berdua kini sedang merenung. Seperti ada yg lupa. Tapi apa, ya?
Setelah beberapa menit mereka berdua merenung, mereka berdua pun akhirnya menemukan apa yg lupa.
Apa itu??
"Soal kondisi Kak Nathan, Saya!!" ucap Nathan dan juga Maya secara kompak.
"Haduh.. sudah sampai rumah, lagi. Harus bagaimana, ya??" tanya Maya.
"Em.. apa aku chat saja pada dokter Yana? Apalagi kan jadwal dokter Yana padat, tidak mungkin kita ulang periksa nya." jawab Nathan sekaligus tanya Nathan pada Maya.
"Mungkin itu ide bagus, kak." jawab Maya.
Nathan pun mengirimkan pesan atau Chat kepada dokter Yana.
'Halo, selamat sore, Saya Nathan Kenzo. Saya ingin menanyakan perihal mengenai kondisi saya. Untuk kondisi istri saya sudah di ketahui, lalu bagaimana soal kondisi saya tadi, dok?'
Itu lah pesan yg di kirimkan Nathan ke Dokter Yana.
Tak lama kemudian, pesan pun masuk dari dokter Yana.
__ADS_1
'Halo juga.. Selamat sore. Saya Bunga, Asisten Dokter Yana. Untuk mengenai perihal kondisi Tuan Nathan, bisakah Tuan Nathan memberitahu nomor antrian tadi pagi? Terima kasih.'
Itu lah pesan yg masuk.
"Maya." panggil Nathan ke Maya.
"Emm.. kenapa, kak?" sahut Maya sekaligus tanya Maya pada Nathan.
"Nomor antrian kita tadi pagi berapa, ya?" jawab Nathan sekaligus tanya Nathan pada Maya.
"28." jawab Maya.
"Thank you." ucap Nathan.
"You're welcome, kak." jawab Maya.
Nathan pun mulai mengirimkan nomor antrian ke nomor dokter Yana.
'28.'
Itu lah pesan yg di kirim Nathan ke dokter Yana.
Tak lama, pesan pun masuk dari dokter Yana.
'28? Baiklah, tunggu sebentar.'
Itu lah pesan yg di kirim dari nomor dokter Yana.
"Apa sudah di balas, kak?" tanya Maya pada Nathan.
"Sudah. Tapi untuk kondisi aku belum." jawab Nathan.
"Em.. mungkin dokter Yana masih sibuk." seru Maya.
"Yang bales bukan dokter Yana." jawab Nathan.
"Kalau bukan dokter Yana, lalu siapa?" tanya Maya pada Nathan.
"Asisten nya, nama nya Bunga." jawab Nathan.
"Bunga?" tanya Maya pada Nathan.
"Iya." jawab Nathan.
"Kayak pernah denger." seru Maya.
"Iya, karena Dokter Yana itu kan terkenal di bidang kedokteran, ya pasti nya asisten nya juga ikutan terkenal dong." jawab Nathan.
"Iya juga sih." ucap Maya membenarkan ucapan sang suami.
Tiba-tiba terdengar suara notifikasi dari ponsel Nathan. Nathan pun segera mengambil ponsel nya yg ia simpan di laci lemari kamar nya.
__ADS_1
Ya, sekarang Maya dan juga Nathan ada di kamar.
'Antrian no. 28 atas nama Nathan Kenzo dan Maya Amanda. Apa benar?'
Itu lah pesan dari nomor dokter Yana.
Nathan pun mulai mengetik dan itu pun di lihat Maya karena Maya sangat penasaran mungkin karena bawaan bayi.
'Iya, itu betul.'
Itu lah pesan yg di ketik Nathan.
Nathan dan Maya pun memutuskan untuk duduk saja. Agar Maya dapat melihat nya dengan mudah. Karena jika berdiri, itu akan mempersulit Maya karena Maya harus berjinjit.
Jadi agar Maya tak kelelahan, Nathan pun memutuskan untuk duduk di kasur.
Kasur kan nyaman, hehe.
Pesan pun masuk lagi dari nomor dokter Yana.
'Ok. Untuk yg bernama Nathan Kenzo, yg di alami nya kini adalah Sindrom Simpatik. Sindrom Simpatik adalah Sindrom yg di mana gejala morning sickness sang ibu ke sang ayah. Sindrom ini di sebabkan karena sang ayah yg terlalu cemas dengan sang ibu. Apa sudah paham?'
Itu lah pesan yg di ketik Bunga melalui nomor dokter Yana.
Tugas Bunga hanyalah membantu dokter Yana. Mungkin akan terlihat sangat mudah bagi orang luaran sana. Tapi itu tidak semudah yg di bayangkan oleh orang luaran sana.
Karena di mana Bunga harus selalu ada setiap dokter Yana meminta nya.
Nathan pun mulai mengetik kembali di keyboard ponsel nya.
'Paham. Terima kasih.'
Itu lah pesan yg di ketik dan di kirimkan Nathan ke dokter Yana.
'Sama-sama. Maaf atas ketidaknyamanan nya.'
Itu lah pesan dari nomor dokter Yana.
Nathan tak membalas nya lagi. Melainkan ia mematikan ponsel nya, lalu ia pun berbaring di kasur dengan di ikuti sang istri.
Ia pun mencium bibir Maya dan perut Maya.
Nathan pun tidur berpelukan dengan Maya.
Mereka pun tidur di hari yg masih sore.
...~π©πππππππππ~...
Jangan lupa like nya.
Terima kasih.
__ADS_1
ππ»π