
Setelah berpikir berulang kali, Author memutuskan untuk bonus babnya fokus dengan kisah Tiara dan Roy. Mengingat keluarga Al dan Ayu sudah bahagia, lebih baik kita fokus dengan kisah cinta Tiara dan Roy yang terpisah ini..
Happy Reading...
...☘️☘️☘️...
Suatu tempat yang terlihat sederhana. Terlihat seorang wanita yang sedang menyapu halaman rumahnya dengan perut buncit nya itu.
Kandungannya sudah beranjak empat bulan. Roy di penjara selama tiga bulan. Sedangkan Tiara pergi saat kandungannya baru berusia satu bulan.
“Akhirnya aku bisa tinggal dengan tenang. Setelah pindah berkali-kali.“ gumam wanita tersebut sembari mengelus perutnya yang sudah buncit, terlihat kandungannya sudah beranjak tujuh bulan, padahal baru empat bulan.
Ya, wanita itu adalah Tiara. Tiara hamil dua anak kembar.
Tiara sudah berulang kali pindah rumah yang dikarenakan oleh Tiara hamil di luar nikah. Para warga mengusirnya karena menganggap anak yang dikandung Tiara adalah anak ha ram. Tidak heran mengapa di zaman sekarang sering terjadinya demikian.
“Ahh … Ternyata sudah siang hari. Aku harus pergi makan siang dan cek kandungan di pukul satu siang. Kata dokter, aku tidak boleh telat makan,“ ucap Tiara pada dirinya sendiri lalu meletakkan sapu yang dipegang olehnya tadi ke tempat semula.
Tiara tinggal di desa terpencil. Maka tidak heran, mengapa tidak banyak warga yang tinggal di desa ini. Desa ini hanya ditanami dengan sayur-sayuran, selain sayuran, hanyalah umbi seperti kentang dan sebagainya.
Para warga banyak yang tidak betah akibat hal tersebut. Sebenarnya, di sini ada saja hewan seperti ayam, kambing, sapi, bebek, dan hewan lainnya. Hanya saja, para warga yang tinggal di sini seperti orang kota yang ingin hewan tersebut sudah dijual.
__ADS_1
Semua kebutuhan sangat hemat di sini. Dengan berbekal uang jutaan berkat menjual semua perhiasan, Tiara berharap dirinya bisa melahirkan normal.
Meskipun penduduk di desa ini berkurang, bukan berarti mereka yang masih tinggal di sini, tidak bisa bekerja apapun. Mereka bisa menanam padi dan menjualnya ke kota. Itu sangat menguntungkan, bukan?
Sudah menanam padi, kita pun bisa turut menikmatinya. Tidak hanya padi yang ditanam oleh para warga di sini, ada juga kentang, singkong, ubi, sayur-sayuran dan buah-buahan.
Desa ini memiliki sawah yang luas. Tanah di sawah desa ini sangatlah subur. Maka tidak jarang, para warga memanen hasil mereka.
Tiara pergi makan siang. Tiara memakan nasi dengan dilengkapi lauk sayur dan ikan.
Setelah makan siang, Tiara bersiap-siap dengan menggunakan baju hamil.
Tiara yang sedang berjalan kaki dihampiri oleh salah satu warga.
“Bu. Ibu mau pergi kontrol?“ tanya warga yang menghampiri Tiara itu.
“Iya, Bu.“ jawab Tiara.
“Saya ikut ya. Sekalian ikut kontrol dedek bayi nya.“ ucap warga yang menghampiri Tiara tadi. Warga tersebut seorang ibu-ibu yang sedang hamil. Usia kandungannya dengan Tiara hampir sama. Usia kandungan ibu tersebut adalah delapan belas minggu. Usia kandungan Tiara sekitar empat bulan yang berarti enam belas minggu. Usia kandungan Tiara dengan ibu tersebut hanya berbeda dua minggu saja.
“Iya, Bu! Tapi pakai jalan kaki saja ya, Bu. Soalnya saya sedang berhemat untuk biaya persalinan nanti,“ jawab Tiara.
__ADS_1
“Iya, Bu Tiara. Tidak masalah, lagipula tempatnya juga tidak jauh. Kalau tidak salah, tempat kontrol kita sama ‘kan?“ tanya Ibu tersebut.
“Sama, Bu. Nah, sudah kelihatan dari sini tempatnya. Paling beberapa langkah lagi, kita akan sampai.“ sahut Tiara menunjuk bangunan bercat putih. Mereka berdua menuju ke Puskesmas sekarang.
Sekarang, Puskesmas sudah dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan kehamilan. Seperti USG dan sebagainya.
“Oh ya … Omong-omong, Bu Tiara sudah tahu nama saya?“ tanya Ibu tersebut.
“Sudah, Bu. Nama Ibu, Indah ‘kan?“ sahut Tiara.
“Iya, betul. Nama saya, Indah. Panggil Bu Indah saja ya, Bu.“ pinta Ibu Indah.
“Baiklah, Bu.“ jawab Tiara.
Tidak terasa perbincangan singkat mereka itu, akhirnya mereka sampai di bangunan bercat putih itu.
Mereka berdua langsung mendaftarkan diri ke resepsionis. Dan menunggu nama mereka di panggil oleh seorang Suster.
Mereka berdua melihat beberapa ibu-ibu hamil ditemani oleh pasangan mereka. Tiara yang melihat itu menjadi teringat akan Roy. Namun, pikirannya tentang Roy segera ia tepiskan mengingat Roy sangat mencintai seorang wanita yang bernama Alice. “Roy pasti sudah menikah dengannya,“ batinnya sedih. Tanpa disadari, air matanya menetes mengingat hal tersebut.
To be continued...
__ADS_1