Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 30 : Kencan {S2}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Keesokkan harinya..


Hari pun tiba. Di mana hari weekend, Nathan dan juga Nicholas mengajak calon istri nya untuk kencan.


Meskipun tidak janjian, tapi bisa bareng. Aneh bukan?


Jarum jam yg pendek menunjukkan ke arah 9, sedangkan jarum jam yg panjang menunjukkan ke arah 8. Itu artinya sudah pukul 9 pagi lewat 40 menit.


"Kak." panggil Nathan.


"Kenapa?" tanya Nicholas tanpa menoleh, ia masih sibuk dengan ponsel nya.


"Nanti kalau mama sama papa cari Nathan. Bilangin saja Nathan lagi kencan sama calon istri Nathan. Oke, kak?" jawab Nathan sekaligus tanya Nathan.


"Hem.. oke. Tapi.. nama calon istri?" jawab Nicholas sekaligus tanya Nicholas.


"Ishh.. masa kakak lupa sih?" tanya Nathan.


"Ya kali kakak ingat terus." jawab Nicholas.


"Ya. Maya." ucap Nathan.


"Oke." jawab Nicholas.


Nathan pun pamit dengan Nicholas lalu menuju ke rumah Maya.


🌸🌸🌸


Di rumah Maya..


"Wahh.. anak mama. Tumben dandan cantik-cantik. Mau ke mana?" tanya Mama nya Maya.


"Hehe.. mau kencan sama.." jawab Maya terhenti.


"Ohh.. Oke mama paham." balas Mama nya Maya yg sudah paham arti dari ucapan Maya yg tak di sebutkan Maya.


"Ma, aku begini cantik gak??" tanya Maya.


"Cantik." jawab Mama nya Maya.


"Hehe.. makasih, Ma." balas Maya.


"Sama-sama. Kamu mau kencan dari jam berapa? Terus sampai jam berapa? Biar Mama suruh mbak Nur untuk masak nya gak banyak." tanya Mama nya Maya.


"Ehmm.. dari jam 10. Tapi kalau untuk pulang nya, Maya tidak tahu. Nanti, kalau calon Maya sudah datang. Baru deh.. Maya tanya." jawab Maya.


"Ya sudah. Jangan sampai lupa." balas Mama nya Maya.


"Ya, ma." jawab Maya.


Tak lama kemudian, Nathan pun datang.


"Mbak." panggil Nathan.


"Ya? Kenapa, Tuan?" tanya Mbak Nur.


"Tolong bilangin sama Mama nya Maya ya, kalau kami kemungkinan pulang nya sampai malam gitu. Jadi kami nanti. makan malam nya di restoran dekat tempat kencan kami." jawab Nathan.


"Baik, Tuan." balas Mbak Nur.


"Oh ya Mbak, Maya nya di mana ya?" tanya Nathan.


"Ohh.. Maya masih di kamar nya. Nyonya juga sama." jawab Mbak Nur.


"Baiklah, tolong panggilkan ya, Mbak." pinta Nathan.

__ADS_1


"Baik, Tuan." jawab Mbak Nur.


"Makasih, mbak." balas Nathan.


"Sama-sama Tuan, kalau begitu saya panggilkan dulu." ucap Mbak Nur.


"Ya, mbak." jawab Nathan.


Mbak Nur pun memanggil Maya untuk turun karena tamu yg di tunggu Maya sudah datang. Mama nya Maya yg mendengar hal itu pun ikut turun bersama Maya. Karena Mama nya Maya ingin bertanya.


"Perlu kah saya siapkan cemilan dan juga minuman?" tanya Mbak Nur.


"Tidak.. tidak perlu, Mbak. Terima kasih." jawab Nathan cepat.


"Ohh.. baik, Tuan." balas Mbak Nur lalu pergi dari ruang tamu agar tak menganggu pembicaraan atasan nya.


Mbak Nur pun pergi ke dapur.


"Jadi Tante, saya boleh kan pinjam Maya untuk hari ini?" tanya Nathan.


"Tentu boleh." jawab Mama nya Maya.


"Terima kasih, Tante." balas Nathan.


"Sama-sama." jawab Mama nya Maya.


"Oh yaa.. kencan nya sampai sore? Atau malam?" tanya Mama nya Maya.


"Mungkin sampai malam, Tante. Tapi Tante enggak perlu masak untuk Maya lagi, karena nanti sekitar hampir malam gitu, Nathan mau ngajak Maya buat makan di restoran dekat tempat kencan kami." jawab Nathan panjang lebar.


"Ohh baiklah." balas Mama nya Maya.


Nathan dan Maya pun pamit untuk berangkat ke tempat kencan.


"Akhirnya nak, kamu mau nikah juga. Mama hanya takut jika Mama tak sempat melihat cucu Mama nantinya. Apalagi kamu anak Mama satu-satu nya." gumam Mama nya Maya ketika Maya dan juga Nathan berangkat.


🌸🌸🌸


"Bos." panggil Maya.


"Jangan panggil saya dengan sebutan 'bos' lagi." jawab Nathan.


"Lalu?" tanya Maya.


"Lalu apa?" tanya Nathan.


"Ahh.. maksud Maya, Maya harus manggil bos dengan sebutan apaa?" tanya Maya.


"Ohh.. gitu." jawab Nathan.


"Panggil saya dengan menurut mu nyaman." pinta Nathan.


"Nyaman?" tanya Maya.


"Ya." jawab Nathan.


"Hem.... bagaimana kalau 'kakak' saja?" tanya Maya.


"Terserah kamu saja dulu, yang penting nyaman." jawab Nathan.


"Oke, kak." balas Maya.


"Terus kita mau ke mana, kak?" tanya Maya.


"Nanti kamu bakal tahu." jawab Nathan sambil mencubit pelan pipi Maya yg menurut nya imut.


"Aw.. sakit loh, kak." protes Maya.

__ADS_1


"Masa sih?" tanya Nathan.


"Enggak kok, kak. Maya cuma bercanda lagian. Habis nya kakak nyubit pipi aku kayak anak kecil." jawab Maya kesal.


"Ya sudah kalau begitu, kakak minta maaf." ucap Nathan.


"Ya, kak." jawab Maya meskipun ada kesal sedikit di hatinya.


"Jangan suka marah-marah loh, nanti cepat tua." peringat Nathan.


"Aku enggak marah-marah kok, kak. Aku cuma kesal saja gitu." jawab Maya.


"Kesal? Marah sama kesal kan sama saja." ucap Nathan.


"Beda loh, kak." protes Maya.


"Lah? Beda nya apa dong?" tanya Nathan.


"Ahhh.. kalau soal itu, Maya bingung jelasin nya." jawab Maya.


"Oh ya,, kak, ini kita enggak berangkat gitu ke tempat kencan nya??" tanya Maya ketika ia baru sadar kalau dari tadi ia dan juga Nathan belum berangkat ke tempat kencan nya belum di ketahui diri nya.


"Eh iya, kak lupa." jawab Nathan lalu menghidupkan mesin mobil.


Mereka berdua pun berangkat ke tempat kencan yg belum di ketahui Maya. Namun, Nathan sudah tahu. Karena tempat kencan yg pilih adalah Nathan sendiri.


Sedangkan Maya hanya di ajak. Jadi wajar kalau Maya tak tahu ke mana tempat kencan nya.


Setelah beberapa jam perjalanan, mereka berdua pun sampai si tempat kencan yg di tuju.


"Loh, kak? Ini... " ucap Maya terhenti ketika melihat sebuah pemandangan yg indah menurut nya.


"Kenapa? Enggak indah?" tanya Nathan pada Maya.


"Enggak gitu maksud Maya, tapi.." ucap Maya terhenti.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Maaf ya up nya dikit. πŸ™πŸ»


Author bukannya pelit soal kata, tapi author harus ngejar bab secepatnya.


Dan maaf kalau cerita di si kakak kembar ( Nicholas, Alana, Alena, Alina, dan juga Nathan ), konflik nya berbeda.


Author sih maunya singkat saja gitu konflik nya. Gak tahu kalau kakak reader's mau nya gimana.


Author berbeda dengan author lainnya yg bisa up beberapa bab pertama harinya.


Jadi maafkan author kalau akhir-akhir ini up nya 1 bab terus. Tapi author sudah panjangin kok kalau soal kata, ini saja 1000 kata.


R : Ya elah cuma 1000 kata doang.


A : Author ngetik 1000 kata saja sudah pegel, gimana coba kalau puluhan ribu kata?


R : Reader's


A : Author


Jangan lupa like nya yaa kakak-kakak reader's semuanyaa..


Terima kasih atas dukungan nya kakak-kakak reader's semuanya..


Tanpa kalian apalah jadi nya author ini.


Sekali lagi, Terima kasih banyak.


πŸ™πŸ»πŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2