Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 46


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


"Kamu?" ucap Al dan Ayu bersamaan.


"Rupanya kalian sudah kenal.. berarti kita tidak perlu kenalan lagi dong.." ucap Kenzo.


"Paa.. apa benar ini orang nya yang akan di jodoh kan dengan Al?" tanya Al memastikan.


"Iya nak.." ucap Kenzo.


"Apa kalian sudah siap untuk menikah?" tanya Azka.


"Menikah??" ucap Ayu terkejut.


"Iya nak.." ucap Ratu.


"Hmm.. kalau soal itu sih.. Ayu sudah siap.." ucap Ayu.


"Bagus lah nak kalau kamu sudah siap.. bagaimana dengan kamu nak??" tanya Azka pada Al.


"Saya sudah siap juga Tuan.." jawab Al.


"Bagus lah kalau begitu.. tolong panggil saya papa atau ayah bagaimana pun kamu sekarang sudah jadi calon menantu bagi saya.." ucap Azka.


"Baik pa.." ucap Al.


"Nah gitu dong.. bagus!" ucap Azka.


"Al, apa kamu sudah tahu nama orang yang akan di jodoh kan pada kamu?" tanya Fiona.


"Sudah maa.. nama nya Apriliana Ayu Putri Stanly bukan?" ucap Al memastikan.


"Iya betul nak.. ternyata kamu hafal sekali.. mama kira kamu tidak hafal lohh.." goda Fiona.


"Mamaa.." pekik Al.


"Iya iya.. sudah.. kalian tidak perlu berdebat.." ucap Kenzo.


"Kita tinggal menentukan tanggal pernikahan nya saja bukan?" ucap Ratu.


"Iya Ratu.." ucap Fiona.


"Hmm.. sekarang sudah tanggal 5 ... bagaimana jika 2 minggu ke depan kita mengadakan pernikahan?" tanya Ratu.


"2 minggu ke depan.. hmm.. berarti tanggal 19.." ucap Kenzo.


"Ya.. bagaimana? Dan kalian berdua setuju?" ucap Ratu pada Al dan Ayu.


"Apapun keputusan ibu, Ayu akan setuju bu.." jawab Ayu dengan penuh penekanan.


"Al juga setuju maa.." jawab Al.


"Baiklah.. kedua anak kita sudah setuju.. lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Ratu pada Azka, Fiona serta Kenzo.


"Apapun itu keputusan nya.. kami setuju.." ucap Kenzo, Azka serta Fiona.


"Baiklah.. karena sekarang sudah malam.. apa kalian bertiga ingin nginap di sini?" tanya Ratu.


"Apa tidak merepotkan Ratu?" tanya Kenzo.


"Tidak ken.." jawab Ratu.


"Hmm.. baiklah.. malam ini kita nginap di sini.. besok kami balik lagi.." ucap Kenzo.


"Ok deh.. kalian tidur nya di kamar kosong di atas ya.. terserah mau pilih yang mana.." ucap Ratu.


"Terima kasih maa.." ucap Al.


"Terima kasih Ratu.." ucap Kenzo dan Fiona.


"Sama-sama.." ucap Ratu.


Mereka pun tidur terlelap di kamar masing-masing.


...Keesokan hari nya......


Seperti biasa, Ayu selalu bangun pagi untuk memasak.


Ya.. meskipun sering di larang pembantu, tetapi Ayu tetap bersikeras untuk memasak hingga akhirnya pembantu tersebut pun mengizinkan Ayu untuk memasak. Meskipun dengan syarat ia juga harus ikut bantu.


"Hummm... wangi sekali non.." ucap pembantu yg ikut membantu Ayu.

__ADS_1


"Iya loh non.. nona masak apa nih??" tanya pembantu lain nya.


"Nasi goreng seafood.." jawab Ayu.


"Wahh.. enak itu.." ucap pembantu.


"Iya nanti Ayu sisa-kan buat kalian semua yaa.." ucap Ayu.


"Terima kasih non.." ucap pembantu sambil membungkuk hormat pada Ayu.


"Sama-sama.." ucap Ayu.


"Humm.. wangi sekali.." ucap Al yg baru bangun.


"Bi.. ini siapa yang lagi masak?" tanya Al.


"Oh ini.. ini yang masak nona muda, Tuan.." jawab pembantu tersebut.


"Nona muda? Ayu?" ucap Al.


"Iya Tuan.." ucap pembantu tersebut.


"Kamu masak apa?" tanya Al tiba tiba muncul di samping Ayu.


"Hampir jantung ku copot!" ucap Ayu sambil menatap kesal pada Al.


"Hihihi... maaf.." ucap Al.


"Ya.. tidak apa-apa.." ucap Ayu sambil menormalkan detak jantung nya itu.


"Kamu masak apa?" tanya Al sekali lagi.


"Nasi goreng seafood!" jawab Ayu.


"Wahh kesukaan aku itu.. " ucap Al.


Lalu dengan cepat Al pun ke kamar mandi untuk mandi. Sedangkan Ayu yg melihat Al dengan tergesa-gesa pun hanya mengelengkan kepala nya.


"Wahh.. harum sekali.." ucap Fiona.


"Iya maa.. calon menantu idaman ini.." ucap Kenzo.


"Iya maa.. papa tidak bohong.. kalau mama tidak percaya coba aja mama li..." ucap Kenzo terpotong karena Fiona sudah ke dapur.


"Hadeuhh.. belum lagi selesai ngomong!" gerutu Kenzo dalam hati.


"Nak.. ini beneran kamu yang masak nak??" tanya Fiona.


"Iya bu.." jawab Ayu.


"Wahh ternyata benar paa.." pekik Fiona membuat kelima anak Ayu yg tadi sedang tidur sekarang terbangun.


"Hoamm.. ada apa?" tanya Nicholas mewakili adik-adik nya.


"Tidak apa-apa sayang.. apa tadi itu mengganggu tidur mu?" tanya Ayu lembut.


"Tidak mmyy.. kami mau mandi dulu ya mmyy!!" ucap Nicholas.


"Baiklah.." ucap Ayu lalu melanjutkan pekerjaan tadi yg tertunda.


Ayu pun melanjutkan masak nya. Untung saja sebelum Ayu masak, Ayu sudah lebihin nasi nya.


Jadi cukup buat semua orang yg ada di mansion ini.


"Sudah siap.." ucap Ayu.


Semua orang pun dengan segera duduk di kursi yg ada di ruang makan.


Setelah semua orang duduk, mereka pun berdoa makan masing-masing dalam hati.


"Enak.." ucap Al lirih tetapi bisa terdengar semua orang.


Setelah mereka selesai makan, piring pun di cuci pembantu karena ada sesuatu yg ingin di bicarakan sama Ayu.


"Nak.. apa kamu mempunyai sebuah trauma setelah kejadian malam itu?" tanya Fiona pada Ayu.


"Ada bu.. Ayu jadi takut bersentuhan dengan pria kecuali keluarga. Tetapi aneh nya kalau di dekat sama dia.. aku tidak merasa takut.." jawab Ayu dengan jujur.


"Hmm.." ucap Fiona sambil mencerna ucapan Ayu.


"Oh ya bu.. apa dia mempunyai kekuatan?" tanya Ayu.

__ADS_1


"Ibu sih kurang tahu nak.. coba kamu tanya sendiri saja pada nya.." jawab Fiona.


Keluarga Kenzo memang terkenal akan kekuatan serta kekayaan luar biasa. Tetapi keluarga Kenzo masih di bawah nya Keluarga Stanly.


Sedangkan keluarga Stanly tidak satu pun warga yg mengetahui akan kekuatan. Karena itu semua di rahasia kan Azka.


"Pak.. apa bapak mempunyai kekuatan mungkin?" tanya Ayu pada Al.


"Panggilan mu pada ku tolong di ganti.. apa begitu panggilan nya pada calon suami?" ucap Al dingin.


"Hmm... lalu saya harus panggil anda siapa?" tanya Ayu.


"Honey.." ucap Al.


"Honey? Tidak!" ucap Ayu.


"Honey!" ucap Al.


"Tidak!" ucap Ayu.


Beruntung tadi kelima anak-anak Ayu sudah berangkat langsung setelah sarapan.


Jadi yg menonton ini hanya lah Ratu, Azka, Kenzo serta Fiona.


Anna, Jefran, serta Novi sudah berangkat kerja juga setelah sarapan.


"Honey!" ucap Al tegas.


"Tidak!" tolak Ayu tegas.


"Honey!" ucap Al lagi.


"Tidak!" tolak Ayu lagi.


"Honey!"


"Tidak!"


"Honey!"


"Tidak!"


"Honey!"


"Tidak!


" Honey!"


"Tidak!"


"Honey!"


"Tidak!"


"Honey!"


"Tidak!"


Azka, Ratu, Fiona serta Kenzo yg menonton hal itu hanya menggelengkan kepala nya.


Kedua anak ini sama-sama keras kepala ya!


"Honey!"


"Tidak!"


"Honey!"


"Tidak!"


"Honey!"


"Tidak!"


"Honey!"


"Tidak!"


"Tidak!" ucap Al.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...

__ADS_1


__ADS_2