
*οΌβΏβ~π―ππππ πΉπππ πππ~ββΏοΌ*
.
.
.
Setelah sekitar 20 menit, mereka pun sampai di lantai 200.
Bi Sofia, Bi Vani, Bi Vina, Nicholas, Alana, Alina, Alena, dan Nathan pun segera mencari ruangan Joliana.
Setelah beberapa menit, mereka pun akhirnya menemukan ruangan Joliana.
"Maaf pak! Bapak kan yg bawain non Joliana ke rumah sakit ini?" tanya Bi Vina pada Al.
"Ah iya mbak, oh mbak yg termasuk keluarga Joliana bukan?" ucap Al.
"Iya pak! Meskipun saya bukan keluarga asli nya, tetapi ia menganggap saya termasuk keluarga nya juga! Sofia dan Vani juga pak!" jawab Bi Vina.
"Ohh, anak anak nya mana ya mbak?" tanya Al.
"Itu!" ucap Bi Vina sambil menunjukkan anak anak Joliana.
"Ohh, makasih ya mbak!" ucap Al.
"Iya sama sama!" jawab bi Vina.
"Hei! Kalian kan anak anak bu Joliana kan?" tanya Al pada Nathan.
"Ahh.. iya pak? Loh? Bapak ini yg kemaren pernah bawa mommy ke rumah sakit itu juga kan?" ucap Nathan.
"Iya! Kalian berapa saudara?" tanya Al.
"5 pak!" jawab Nathan.
"Ohh" ucap Al.
"Dokter nya sudah keluar belum? Sudah berapa lama operasi nya pak?" tanya Nathan.
"Belum, operasi nya baru 1 jam! Oh ya!! Kamu coba panggil kan saudara saudari kembar mu itu dulu ke sini, om mau jelasin yg tentang mommy kalian itu kenapa bisa masuk ke rumah sakit!" ucap Al.
"Oh, ok om!" jawab Nathan.
Nathan pun memanggil kan saudara saudari kembar nya.
"Ini pak, sudah!" ucap Nathan.
"Ahh.. iyaa" ucap Al.
Al pun menjelaskan kejadian tadi saat di kantor.
"Loh? Dokter Anna? Bukan nya Dokter Anna mempunyai kembaran ya? Setahu aku itu dokter Anna orang nya baik kok, gak mungkin dia racunin mommy!!" ucap Alana.
"Emang dokter Anna kembaran nya siapa?" tanya Al.
"Inna, Dokter Inna! Itu pasti dokter Inna!! Bukan Dokter Anna!!" ucap Alena.
"Emang nya kalian tahu dari mana?" tanya Al.
"Tahu dariii cari sendiri" ucap Alana.
"Cari sendiri? Emang kalian bisa cari sendiri? Oh ya!! Om mau nanya nih sama kalian, ini aplikasi yg di hp mommy kalian apa ya? Kok tulisan nya hacker?" tanya Al.
Nicholas, Alana, Alena, Alina dan Nathan saling bertatapan bingung. Karena mereka tidak pernah tahu kalau mommy nya punya aplikasi itu.
"Tidak.. tahu om!" ucap Alina cepat.
"Loh? Kenapa tidak tahu? Emang nya mommy kalian tidak pernah kasih tahu kalian gitu? Atau mungkin kalian tahu tapi kalian berbohong sama om?" tanya Al penuh curiga.
"Kami bener tidak tahu om! Kami saja tidak bisa membuka aplikasi itu om! Kami dulu pernah pas mommy ke toilet, terus kebetulan hp nya di taruh di meja. Jadi kami coba lihat, terus kami lihat deh ada aplikasi itu kami mau coba buka sih, tapi pas mau buka kayak ada disuruh masukkin kode gitu loh om! Setelah itu, aku matiin deh hp nya" ucap Nathan.
__ADS_1
"Ohh, emang nya kode nya berapa digit di suruh nya?" tanya Al.
"20 digit om!" ucap Nathan.
"Hmm" ucap Al.
"Om!! Hp nya kasih ke aku sinii!! Nanti takut nya kalau sama om hp nya yg ada nanti kami kena marah sama mommy!" ucap Nicholas memecah kesunyian.
"Baiklah, ini" ucap Al sambil memberikan hp Joliana pada Nicholas. Nicholas pun menerima nya dan memasukkan ke saku celana nya.
"Om! Biasanya kalau operasi itu berapa jam om?" tanya Alena.
"Setahu om sih beberapa jam!" jawab Al.
"Beberapa jam? Hm.. " ucap Alena.
"Oh ya sifat dokter Inna sama dokter Anna beda ya?" tanya Al.
"Beda banget om, dokter Inna itu sahabat nya Velly, setiap sahabat Velly, pasti orang nya sifat nya sama kayak Velly! Tapi kalau dokter Anna itu baik, dia gak sahabatan sama Velly" jawab Alina.
"Sepertinya akan banyak teka teki nanti nya" gumam Al pelan tapi tidak terdengar jelas oleh anak anak Joliana.
π·π·π·
Sementara di tempat kantor...
"Aneh bener sih Al hari ini!! Bahkan dokter Anna aku di suruh panggil polisi!! Emang nya bu Joliana habis di apain sih sama dokter Anna?" gumam Eko kesal.
"Aneh nya juga, kok tadi bu Joliana kayak lemas banget gitu tiba tiba!! Sepertinya ada yg tidak beres nih! Aku harus ke ruangan cctv sekarang jugaaaa!!!" gumam Eko lalu secepat nya ke ruangan cctv yg ada di lantai ini.
Eko pun memeriksa cctv di ruangan Joliana.
"Nah ini dia!! Mari kita tonton!!" ucap Eko sambil menonton rekaman cctv itu.
"Itu kan Joliana kayak di suntik sesuatu, terus kenapa jadi tiba tiba lemas ya? Dan dokter Anna kayak tersenyum licik gitu? Apa mungkin dokter Anna menyuntikan suntikan racun pada Joliana? Karena tidak mungkin jika di suntik obat biasa. Kalau di suntik obat biasa, seharus nya tidak lemas! Aku harus secepat nya laporin ini ke pihak kepolisian untuk tindak lanjut!! Lalu baru aku pergi ke rumah sakit Alexander untuk melihat bu Joliana!!" gumam Eko sambil menelepon pihak polisi.
Tutt.. tuttt..
"Halo Tuan Eko? Ada yg bisa di bantu?" ~Kepala Polisi
"Saya mau melaporkan kasus ini pak!!" ~Eko
"Baiklah tuan Eko, kami akan menindaklanjuti kasus tersebut! Apa boleh tuan Eko mengirimkan rekaman CCTV tersebut pada kami? Dan tersangka pada rekaman CCTV tersebut, tolong di kirimkan alamat di mana ia berada" ~Kepala Polisi
"Boleh pak!! Nanti akan saya kirim kan di lewat chat pribadi ya pak!!" ~Eko
"Baik Tuan Eko, kami akan menunggu nya! Terimakasih atas laporan Anda!! Apa ada lagi?" ~Kepala Polisi
"Tidak ada lagi pak, cuma itu saja!!" ~Eko
"Baiklah Tuan, kalau begitu saya matikan dulu ya telepon nya!" ~Kepala Polisi
"Ok Pak!!" ~Eko
Tutt.. tuttt..
"Ok, karena sudah laporin kasus ini, terus tadi... apa yaa?? Ahh iyaa.. menjenguk bu Joliana..!! Ok let's gooo!!" gumam Eko lalu turun dengan menggunakan lift.
Setelah beberapa menit, akhirnya Eko pun sampai di lantai dasar. Kini, pegawai yg di bawah jadi bingung semua. Kenapa tadi tiba tiba Al mengendong seorang wanita? Terus setelah 1 jam, Eko malah turun?
Pertanyaan itu lah yg membuat gosip di kantor ini. Sebenarnya kantor ini di perbolehkan mengosip, tapi kalau saat kerja harus fokus. Kalau mau mengosip saat jam istirahat saja.
Jadi mereka kalau mau mengosip selalu diam diam. Tapi itu tetap saja ketahuan! Mengapa? Karena Al atau pun Eko selalu akan mengecek cctv sebelum pulang.
Jadi orang orang yg melanggar aturan di kantor ini, maka akan di pecat.
Eko pun segera ke tempat parkiran mobil nya.
Ia pun bergegas ke rumah sakit Alexander...
"Semoga saja bu Joliana baik baik saja! Bagaimana pun, kerja ia di kantor milik Al sudah 7 tahun! Meskipun bukan yg paling tertua, tapi kerja nya hasil nya selalu paling bagus! Bahkan pekerjaan ku yg dulu yg ada selena menjadi sekretaris Al, membuat ku stres!! Tapi setelah dia yg menjadi sekretaris Al, pekerjaan ku bahkan bisa lumayan santai!!" gumam Eko.
__ADS_1
Karena saat perjalanan ke rumah sakit macet, jadi Eko harus menunggu hingga 2 jam baru bisa terbebas dari macet nya.
Eko pun segera ke rumah sakit. Setelah sampai, ia memarkir kan mobil nya di tempat khusus parkiran rumah sakit baru ia masuk.
"Selamat datang Tuan Eko!" sapa satpam rumah sakit.
"Terima kasih pak!" jawab Eko lalu masuk.
Karena Eko tidak tahu di mana ruangan Joliana, jadi ia menanyakan sama suster.
"Sus? Saya mau nanya! Di sini pasien nya yg atas nama Joliana di mana ya sus?" tanya Eko.
"Sebentar Tuan, saya cari dulu di data pasien nya! Di lantai 200, nomor ruangan nya 668 ya tuan!" jawab suster itu.
"Ok, makasih Sus" ucap Eko lalu meninggalkan suster tersebut dan langsung ke lift. Ia pun menekan angka 200.
Setelah beberapa menit, Eko pun sampai di lantai 200. Tinggal mencari ruangan nya saja.
Setelah beberapa saat, Eko pun menemukan nya.
"Al!?" panggil Eko.
"Ya? Eh? Eko!!?" jawab Al dengan ekspresi terkejut nya.
"Bagaimana dengan keadaan bu Joliana..?" tanya Eko.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...*π·~Bersambung~π·...
...~See you:-π·*...
__ADS_1