
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
1 bulan kemudian..
Tidak terasa sekarang sudah 1 bulan Nicholas dan juga Bella sering ketemuan.
Mereka berdua tidak menyadari jika cinta hadir di perasaan mereka. Hanya saja mereka selalu sibuk dengan pekerjaan nya.
Nathan dan juga Maya sama.
"Nak, apa kamu tidak menyadari hadirnya cinta di hubungan kamu dan juga Bella?" tanya Al.
"Aku tidak menyadari nya pa, lagi pula hubungan kami hanya sebatas atasan dan juga bawahan." jawab Nicholas.
"Ya.. papa dan mama juga dulu seperti itu nak. Dulu kami hanya sebatas atasan dan juga bawahan. Tapi seiring waktu hingga akhirnya kami jatuh cinta tanpa di sadari. Kalau kamu Nathan?" tanya Al.
"Aku sudah menjadikan ia sebagai pacar ku pa." jawab Nathan.
"Pasti kamu takut kalau Maya di ambil orang haha." seru Al.
"Hehe.. iya pa. Apalagi ia bicara dengan orang lain bikin aku cemburu loh pa. Tanpa aku sadari kalau ia bicara dengan kakak laki-laki nya!" ucap Nathan sambil memeluk jidat nya.
"Hahaha.. hubungan kami dengan Maya sudah jalan berapa lama??" tanya Al.
"Sudah 3 minggu pa." jawab Nathan.
"Bagus.. buat ia mencintai kamu secepatnya. Papa sudah tak sabar menunggu kalian menikah haha." ucap Al.
"Iya pa, Nathan akan berusaha. Tolong kasih Nathan waktu ya pa?" tanya Nathan.
__ADS_1
"Tentu nak, entah berapa lama pun itu.. papa akan menunggu. Papa penasaran siapa di antara kalian berlima yang menikah duluan." jawab Al.
"Pastinya Nathan dong pa." seru Nathan dengan sombongnya.
"Nat.. kamu jangan terlalu sombong dong. Siapa tahu nanti jadi kak Nicholas yang nikah duluan. Atau mungkin kak Alana, Alena , maupun diri ku." ucap Alina.
"Emang kak Ina sudah punya pacar??" tanya Nathan.
"Rahasia." jawab Alina.
"Ahh." ucap Nathan.
"Bagaimana pekerjaan kamu nak??" tanya Al pada Alana.
"Lumayan pa.. lancar. Meskipun terkadang ada yang menjebak. Tapi papa tenang saja, musuh Alana tidak akan bisa menjebak Alana." jawab Alana.
"Bagus.. berarti kamu sudah ingat kan beda nya air biasa dengan air yang sudah di campuri obat??" tanya Al.
"Kalau kamu nak, gimana??" tanya Ayu pada Alena yg sedari tadi diam.
"Sstttt." ucap Alena sambil meletakkan jari telunjuk nya di bibir nya.
Ayu yg melihat itu pun mengangguk. Alena pun mulai membisikkan sesuatu pada Ayu.
Mereka berlima yg melihat itu hanya diam. Sedangkan si adik kembar mengerjakan pekerjaan rumah nya (PR).
Kegeniusan si adik kembar kalah dengan si kakak kembar. Jadi beberapa soal kadang di tanyakan sama si kakak kembar.
Ayu pun tersenyum setelah mendengar bisikan dari Alena.
__ADS_1
"Ma, emang nya Lena bisikin apa? Kok mama senyum-senyum gitu??" tanya Alana.
"Rahasia dong kak." jawab Alena.
"Kak Alana kan tanya nya sama Mama. Emang nya Lena sekarang sudah jadi mama ya?" sindir Alana.
"Hehe." ucap Alena tertawa.
"Apa ma??" tanya Alana sekali lagi.
"Nanti kamu bakal tahu nak." jawab Ayu.
"Ihh.. jawaban nya sama saja. Enggak seru sih, tapi bikin penasaran." seru Alana.
"Nanti malam kalian bakal tahu semua nya." seru Ayu.
"Maksud mama apa??" tanya Nicholas.
Namun pertanyaan Nicholas tidak di ubris Ayu.
Ayu pun menuju ke dapur untuk menyiapkan cemilan untuk nanti malam.
Dan di lihat nya masih kosong, ia pun memutuskan untuk membuat cemilan.
Setelah membuat cemilan, ia pun menyimpan nya di tempat yg aman agar tak di makan satu pun.
Karena cemilan itu untuk nanti malam.
"Seharusnya ini sebentar lagi." gumam Ayu saat melihat jam di dinding.
__ADS_1
Dan...
...~π©πππππππππ~...