Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 55


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


1 minggu kemudian..


Akhirnya hari-hari yg di tunggu-tunggu datang juga..


(maaf yaa akad nikah nya author skip.. karena author belum nikah jadi tidak tahu akad nikah nya gimana..)


Hari ini adalah hari pernikahan Al dan Ayu.


Pernikahan nya di hotel Alexander Group pasti nya.



Dekorasi pernikahan yg sangat indah dan begitu elegan.



Kira-kira begitu lah ya pakaian pengantin nya..


Setelah Ayu rias, Al dan Ayu pun turun dari lantai atas ke bawah sambil bergandengan tangan.


Para Tamu yg di undang banyak sekali. Ada tamu bisnis, kerabat dekat, sahabat, dll.


Intinya semua tamu yg di undang total (555 juta).


Wahh pasti hotel nya gede itu!


Iya dong!


Al dan Ayu turun sambil bergandengan tangan membuat para tamu iri dengan romantis nya mereka.


"Wahh.. romantis banget mereka ya mbak?" ucap tamu.


"Iya loh pak.. saya jadi kepengen punya suami kayak gitu!" ucap tamu.


Dan masih banyak lagi ucapan para tamu yg iri dengan Al dan Ayu.


Para Tamu pun memakan makanan yg sudah di hidang kan.


"Bee, apa kamu lapar?" tanya Al pada Ayu.


"Lapar sih.." jawab Ayu.


"Ya sudah.. aku ambilin makanan nya ya.." ucap Al.


"Oke honey!!" jawab Ayu.


Al pun mengambil makanan untuk Ayu dan juga diri nya.


Dan setelah ia mengambil, ia pun kembali ke posisi nya.


"Loh kok piring nya cuma satu? Emang nya honey gak mau makan?" tanya Ayu.


"Makan juga kok bee, aku ambil lebih tadi di piring nya.. jadi makan nya bagi-bagi ya?" ucap Al.


"Okee honey!!" jawab Ayu.


"Nih aaa.." ucap Al sambil menyodorkan sendok di depan mulut Ayu.


"Gak usah.. biar aku makan sendiri saja.." jawab Ayu.


"Ini aaaa..." ucap Al.


Karena Al bersikeras agar ia menyuapi Ayu. Ayu pun akhirnya menerima suapan dari Al. Al yg melihat itu pun senang. Dan mereka berdua pun saling menyuapi satu sama lain.


Para tamu yg melihat pengantin nya romantis lagi jadi makin iri.


Kedua orang tua Al dan Ayu juga tersenyum melihat adegan romantis tersebut.


"Sayang.. aku tidak pernah menyangka loh.. kalau mereka bisa seromantis seperti itu!" ucap Azka.


"Iya.. semoga mereka terus bersama hingga maut memisahkan mereka.." ucap Ratu.


"Iya Ratu.. aku merasa seperti nya mereka berdua ini sudah jatuh cinta hanya saja mereka tidak pernah menyadari itu dari dulu!" ucap Fiona.


"Mungkin saja hahaha.." ucap mereka bertiga sambil tertawa.


Sungguh para besan yg harmonis.


Siapa coba yg tidak mau mempunyai besan yg seperti itu? Tentu saja banyak yg menginginkan nya dan bahkan mungkin bisa saja hampir semua orang.


Dan tidak terasa acara hampir selesai, dan para tamu pun bersalaman dengan keluarga pengantin.


Berbeda dengan saat pengantin nya.


Mereka berdua hanya menangkupkan kedua tangan nya di depan dada. Para Tamu yg melihat itu pun juga membalas seperti yg di lakukan pengantin.


"Cantik, apa kamu masih ingat saya?" tanya seorang wanita yg berhijab dan juga bercadar.


"Kamu... apa kamu Syahlaa?" jawab Ayu sambil mengingat-ingat mata wanita di depan nya ini.


"Iya benar Ayu.. aku tidak menyangka kalau kamu sudah menikah duluan.." ucap Syahlaa.


Mereka berdua pun saling berpelukan satu sama lain.


Al yg melihat itu bengong sendiri. Siapa wanita yg ada di depan istri nya ini?


"Syahlaa.. kamu.. kamu benar kan sahabat satu-satu nya aku dulu?" tanya Ayu setelah melepaskan pelukan dari Syahlaa.


"Tentu.." jawab Syahlaa.


"Oh ya.. apa boleh aku meminta nomor telepon mu??" ucap Syahlaa.


"Tentu ini 08xxxxxxxxxx nanti kalau sudah di simpan chat aku ya!!" ucap Ayu.


"Okee cantik!" jawab Syahlaa.


"Kamu.. kamu sekarang sudah jadi suami nya Ayu.. aku mohon pada diri mu.. tolong jaga dia baik-baik.. dan perlakukan ia dengan baik.." ucap Syahlaa.


"Iya aku akan ingat itu.." ucap Al.


Ayu yg mendengar ucapan Syahlaa terharu.


Syahlaa pun pamit pergi karena ada urusan.


Setelah bersalaman dengan tamu, Al pun mengendong Ayu layak nya seorang bayi ke lantai atas.

__ADS_1


Keluarga mereka berdua yg melihat itu hanya menggelengkan kepala nya sambil tertawa.


"Haduehh.. itu menantu ku seperti bayi saja!" gerutu Fiona.


"Hahaha.." ucap mereka berempat.


"Al.. turun kan aku.. apa kamu tidak malu tadi?" ucap Ayu sambil menahan rasa malu nya membuat pipi nya merona.


"Tentu saja tidak., kan sekarang kamu sudah jadi istri aku.. emang malu buat apa?" ucap Al.


"Hmm.." ucap Ayu dengan pipi merona.


Al pun membawa Ayu ke kamar hotel yg sudah di khususkan.


Setelah sampai, pintu pun di buka manager.


Ayu menatap tidak percaya dengan isi kamar hotel tersebut.



Kamar yg sudah di hiasi bunga biru-biru di samping nya. Sungguh indah!


Ayu juga suka dengan bunga biru.


Tetapi kalau untuk bunga mawar, Ayu alergi. Jadi keluarga nya membuat dengan bunga biru saja.


"Silahkan masuk Tuan, Nyonya.." ucap manager hotel tersebut.


Setelah Ayu dan Al masuk, manager pun menutup pintu nya dan mengunci pintu tersebut dari luar atas permintaan orang tua Al dan juga Ayu. Setelah ia menguncinya, kunci nya pun ia masukkan ke dalam saku celana nya dan pergi dari sini.


Entah apa yg di rencana kan orang tua Ayu dan Al.


Setelah sampai di kasur, Al pun menurunkan Ayu.


Ia juga mendudukkan Ayu di kasur.


"Kamu dulu mandi atau aku duluan?" tanya Ayu.


"Kita mandi bareng ya?" jawab Al.


"Mandi bareng?" ucap Ayu gugup.


"Iya.. tapi tenang saja.. aku tidak akan melakukan itu di dalam kamar mandi.. tetapi di kasur sini!" ucap Al sambil menepuk kasur nya.


Al yg tidak sabar mandi bareng langsung mengendong Ayu ke dalam kamar mandi.


"Hmm.. resleting nya bisa kamu buka sendiri? Atau.. aku bukain?" tanya Al.


"Hmm.. kamu bantu aku bukain ya?" ucap Ayu.


"Hmm.. oke .. " ucap Al.


Al pun membantu membuka resleting gaun pengantin Ayu.


Tampak punggung putih mulus Ayu.


"Jangan aneh aneh ya honey!" ucap Ayu merasa seperti ada yg memegang punggung nya itu.


Ayu pun dengan cepat mandi dengan menggunakan shower. Dan tidak lupa badan nya juga di gosok sabun sama Al.


Ayu juga membantu menggosok sabun ke badan Al.


Setelah selesai mandi bareng, mereka berdua pun keluar dengan menggunakan jubah mandi karena baju mereka ketinggalan di koper.


"Honey.. koper aku di mana ya? Bukan nya tadi Mama Ratu dan Mama Fiona sudah meletakkan nya di sini?" tanya Ayu.


"Ehmm... iya juga ya! Aku coba keluar dulu buat nanya.." ucap Al.


"Oke honey!" jawab Ayu.


Al pun mencoba membuka pintu. Tetapi hasil nya tidak bisa. Apa ia dan Ayu di kunci di dalam kamar hotel ini?


"Bee, ini pintu nya di kunci dari luar!" ucap Al.


"Hah! kok bisa?" tanya Ayu.


"Gak tahu ini.. apa yang harus kita lakukan?" tanya Al.


"Hmm.. apa di hancurkan saja honey? Eh! Tapi kalau di hancurin mahal loh pintu nya ini..!!" jawab Ayu.


"Terus gimana dong cara nya tanpa merusak pintu?" tanya Al.


"Hmm.. gimana ya?" tanya Ayu pada diri sendiri nya.


Ayu dan Al pun memikirkan hingga akhirnya salah satu dari mereka sudah mendapat ide.


"Nah sudah dapat aku ide nya honey!" ucap Ayu.


"Ide nya apaan itu bee?" tanya Al.


Ayu pun membisikkan sesuatu di telinga Al.


Haduehh.. malah di bisikkan pula.. jangan jangan Ayu tahu lagi kalau Author lihatin😱..


"Nah bagus itu bee.." ucap Al.


Mereka berdua pun melakukan aksi nya.


Mereka berdua pun seperti roh transparan dan keluar dari kamar hotel nya.


"Hmm.. kok aku merasa kayak nya kita di jahili ya?" tanya Al saat sudah kembali ke normal.


"Gak tahu juga aku.. emang nya menurut kamu siapa?" ucap Ayu lemah.


"Kedua orang tua kita kayak nya.." jawab Al.


"Sssttt.. jangan sembarangan ngomong.." ucap Ayu lalu tiba-tiba pandangan nya mulai kabur dan ia pun pingsan.


Beruntung sebelum Ayu jatuh, dengan cepat Al menangkap nya.


"Haduh.. Jangan-jangan ini pengaruh gara-gara tadi itu.. gimana ya cara nya biar Ayu sadar? Hmm.. aku turun saja kali ya?" ucap Al lalu mengendong Ayu ke bawah dengan hati-hati.


"Loh nak kok turun? Gak jadi ya malam pengantin nya?" goda Fiona menutupi rasa keterkejutan nya.


"Iya nak, itu menantu papa kenapa?" tanya Kenzo.


"Ini pa.. Ayu pingsan!! Al gak tahu harus ngapain!!" jawab Al dengan nada kekhawatiran.

__ADS_1


"Hah! Kenapa bisa pingsan?" tanya Fiona khawatir.


"Sudah sudah.. itu pertanyaan nya di simpan dulu Fio.. ini kamu ada minyak kayu putih tidak??" tanya Ratu.


"Ada ada.. sebentar.." jawab Fiona sambil membuka tas nya dan di cari nya denhna cepat.


"Cepat ya Fioo.." ucap Azka.


"Ini nih.." ucap Fiona sambil menberikan satu botol minyak kayu putih.


Mereka pun memposisikan Ayu dengan nyaman.


"Nak.. ini kamu yang olesin minyak kayu putih nya ya.. biar sekalian belajar..!!" ucap Ratu sambil menyodorkan satu botol minyak kayu putih pada Al.


Karena tidak enak hati bila menolak, Al pun menerima nya dengan ragu.


"Ini ya biar mama ajarkan.." ucap Ratu.


"Oke ma..!!" ucap Al.


"Oleskan minyak kayu putih di bagian pelipis, leher dan telapak kaki. Pijat bagian tersebut memakai ibu jari dan jari telunjukmu nak.." ucap Ratu dengan pelan agar Al dapat mencerna ucapan nya.


Al pun menuruti perintah mama mertua nya.


"Sudah maa..!!" ucap Al.


"Bagus nak.. kita tinggal tunggu sebentar lagi.." ucap Ratu.


"Oh ya nak.. itu tadi soal Ayu nya bisa pingsan gimana nak?" tanya Fiona.


Al pun menceritakan dari awal sampai akhir tanpa di tutupi.


Fiona, Kenzo, Azka, dan Ratu yg mendengar cerita Al pun menjadi merasa bersalah. Niatnya memang mau mengerjai, tapi mereka tidak menyangka kalau Ayu nekat melakukan hal itu.


"Oh ya.. jangan bilang kalau Ayu bikin itu nya khusus dua orang?" ucap Azka.


"Iya pa.. Ayu bikin untuk diri nya dan juga untuk Al.. Al tadi sudah menawar nya untuk bantuin tapi Ayu menolak nya pa.. Al sudah berusaha membujuk tetapi Ayu tidak mempedulikan nya.." jawab Al menundukkan kepala nya ke bawah. Kini, ia menjadi merasa bersalah.


Setelah Ayu di gosok minyak sama Al, perlahan kesadaran nya mulai kembali.


Ia pun sampai mengerjapkan mata nya berkali-kali karena saat ia melihat terasa seperti kabur.


Setelah ia merasa pandangan nya sudah tidak kabur ia pun membuka mata nya.


"Aku di mana honey?" tanya Ayu lirih.


"Ini kamu di kamar hotel.." jawab Al.


"Kamar hotel?? Bukan nya tadi kita di.." ucap Ayu terpotong.


"Tadi kamu pingsan.. jadi aku bawa ke kamar hotel yang lain.." jawab Al.


Ayu pun hanya menganggukkan kepala nya saja.


"Nak.. kamu sudah sadar?" tanya Fiona.


"Sudah maa.. ini Ayu barusan sadar.." jawab Al mewakili Ayu.


"Mama nanya nya sama Ayu malah kamu yang jawab..!!" ucap Fiona sambil menepuk dah nya sendiri.


"Sudah maa..." jawab Ayu lirih.


"Apa kamu masih merasakan pusing lagi nak?" tanya Ratu tiba tiba ada di ruangan juga.


"Sedikit ma.." jawab Ayu jujur.


"Ya sudah.. kamu istirahat dulu ya nak.. berarti malam pengantin nya di tunda.." ucap Azka.


"Paa.. kok malam pengantin nya di tunda?? Al sudah tidak sabar loh pa.." protes Al pada Azka.


"Tapi nak.. apa kamu tidak melihat kondisi istri kamu sekarang? Apa kamu ingin membuat nya makin lelah?" pancing Azka agar Al menunda nya.


"Tidak pa.. tapi hanya saja Al sudah menahan nya paa.." ucap Al.


"Sudah honey, pa, malam pengantin nya tidak perlu di tunda.. Ayu siap kok kalau suami Ayu mau nya minta nya sekarang.. lagi pula ia sudah menunggu nya lama.." ucap Ayu lirih.


"Tapi nak kondisi kamu?? Apa kamu yakin nak??" tanya Ratu.


"Ayu yakin maa... lagi pula kasihan kan kalau suami Ayu harus menahan nya terus.." ucap Ayu lirih.


"Hmm.." ucap Ratu.


"Ahh.. ya sudah.. aku tunda saja ya bee.. aku takut nya nanti setelah malam pengantin kondisi kamu makin parah.. aku tunda sampai kondisi kamu baik ya bee.." ucap Al ketika mendapat tatapan tajam Kenzo.


"Apa kamu yakin honey?" tanya Ayu.


"Yakin bee.." jawab Al.


"Hmm... oke baiklah.." ucap Ayu.


"Kamu istirahat dulu ya bee.." ucap Al sambil mengelus lembut kepala Ayu.


Kedua orang tua yg melihat sikap lembut Al hanya memalingkan pandangan nya.


"Nak.. kami tinggalkan dulu ya.. selamat makan.." ucap Azka, Ratu, Fiona, dan Kenzo lalu meninggalkan ruangan.


"Selamat malam pa, ma.." ucap Al dan Ayu sebelum mereka berempat meninggalkan ruangan.


Ayu pun tidur, sedangkan Al ke kamar mandi untuk menidurkan yg terbangun.


Setelah itu nya tidur, ia pun keluar dan tidur bersama Ayu.


Ia tidur sambil memeluk Ayu erat seakan tidak mau meninggalkan Ayu.


Ayu terbangun karena tidak bisa bernafas.


"Honey.. pelukan kamu terlalu erat.. aku bahkan tidak bisa bernafas honey!" ucap Ayu lirih.


Al yg mendengar ucapan Ayu pun memeluk Ayu seperti biasa.


Setelah merasa nyaman, Ayu pun tertidur lelap.


Malam pengantin yg gagal :))


Kasihan Al😒


SELAMAT HARI NATAL!!

__ADS_1


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


__ADS_2