Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 42 : GARIS DUA!! {S2} [ALENA]


__ADS_3

Di bab ini bakal di ceritakan soal Alena. Karena author udah jarang nulis Alena nya. Jadi enggak adil, kan? Jadi bab ini khusus Alena full.


...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


🌸🌸🌸


Sementara di Alena dan juga Alvaro..


Saat itu kan besok nya mau liburan. Nah tapi di sini sudah selesai liburan 2 minggu ya.


Terus setelah libur, Alena dan Alvaro mulai bekerja seperti semula.


Setelah 1 minggu bekerja, Alena memutuskan untuk resign.


Alasan nya karena Alena ingin menjadi ibu rumah tangga.


Dan Alasan dari Alena pun di Terima.


Hoekk.. Hoekkk...


Alena pun memuntahkan isi perut nya.


"Kenapa ya hari ini aku muntah-muntah? Mana datang bulan juga tidak teratur. Bulan lalu tidak dapat. Bulan ini juga tidak. Kenapa, ya? Minum pil KB saja tidak. Apa aku salah makan, kali ya? Tapi perasaan enggak ada." gumam Alena.


Baru saja Alena sarapan, kini ia malah hilang nafsu untuk makan.


"Alena, kamu kenapa?" tanya Alvaro khawatir pada Alena.


"Alena tidak apa-apa kok.. honey." jawab Alena.


"Kamu yakin??" tanya Alvaro sekali lagi pada Alena.


"Iya kok, kak. Nanti palingan Alena tinggal beli obat untuk meredakan mual dan muntah nya." jawab Alena.


"Hem.. baiklah. Tapi kamu pergi nya jangan sendiri." ucap Alvaro.


"Lah.. Terus sama siapa?" tanya Alena.


"Sama Bi Sinta." jawab Alvaro.


"Em..... oke deh." ucap Alena.


"Ya sudah.. kalau begitu, aku mau berangkat dulu yaa.. Alena." ucap Alvaro lalu mencium kening Alena dan juga kedua pipi Alena.


"I.. iya, kak." jawab Alena lalu balik mencium kedua pipi Alvaro.


Alvaro pun mengambil tas nya dan keluar dari rumah.


"Uhh.. apa nanti aku sekalian saja ya beli testpack? Hem.. mungkin lebih baik. Coba saja tidak masalah, bukan?" gumam Alena.


Alena pun menghampiri Bi Sinta yg sedang menyiram bunga di halaman rumah.


"Bi Sinta." panggil Alena pada Bi Sinta.


"Ehh.. Nyonya. Ada apa, Nya?" tanya Bi Sinta pada Alena lalu menghentikan kegiatan nya.


"Em.. Nanti setelah pekerjaan Bi Sinta selesai, Bi Sinta temenin Alena buat ke apotik sebentar ya." jawab Alena.


"Siap, Nya. Tapi siapa yang sakit?" tanya Bi Sinta pada Alena.


"Saya. Cuma mual sama muntah saja." jawab Alena.


"Ya sudah.. Jadi apa Nyonya juga ikut?" tanya Bi Sinta pada Alena.


"Iya, Bi." jawab Alena.

__ADS_1


"Oke, Nya. Bibi mau selesain menyiram bunga ini dulu. Nanti baru temenin Nyonya ke apotik. Apa Nyonya yakin untuk ikut? Kalau tidak Bibi saja yang beli kan?" tanya Bi Sinta pada Alena untuk memastikan nya.


"Iya, Bi." jawab Alena.


"Ya sudah.. Kalau Nyonya mau ikut." ucap Bi Sinta lalu menyelesaikan pekerjaan nya.


Setelah selesai Bi Sinta mengerjakan pekerjaan nya, Bi Sinta pu menemani sang Nyonya yg tak lain adalah Alena untuk pergi ke Alena.


Mereka pergi dengan naik mobil. Mobil di bawa sopir.


Setelah beberapa menit, mereka pun sampai.


Alena pun turun dengan di ikuti Bi Sinta.


Mereka berdua pun baik Alena maupun Bi Sinta masuk ke dalam Apotik.


"Selamat datang Nona Muda Alena." ucap security di luar sebelum Alena dan juga Bi Sinta melangkahkan kaki nya masuk ke dalam apotik.


Hanya satu langkah lagi loh??


"Iya, Terima kasih." ucap Alena.


Bi Sinta pun hanya mengangguk.


Mereka berdua pun masuk dengan pintu di buka pegawai apotik ini.


Pegawai apotik pun memberi hormat pada Alena dan juga Bi Sinta.


Bi Sinta awalnya tak enak. Padahal ia hanya bawahan? Tapi is di hormati layaknya atasan?


"Nona Alena mau beli apa? Mungkin bisa saya bantu ambilkan?" tanya Pegawai Apotik pada Alena dengan sopan.


"Boleh." jawab Alena lalu terhenti.


"Apa ada obat meredakan mual dan juga muntah-muntah?" tanya Alena pada Pegawai Apotik yg menawar bantuan pada nya.


"Ini di minum pas............. di makan... per hari nya yaa.." ucap Pegawai Apotik pada Alena.


(Maaf yaa, itu author enggak kasih tahu. Soalnya kadang ada obat meredakan mual atau muntah biasanya sebelum makan. Tapi terkadang ada juga yang setelah makan. Author bingung jadinya. Jadi di sini author sensor saja ya.)


"Hem.. baiklah." ucap Alena .


"Apa ada lagi, Nona?" tanya Pegawai Apotik pada Alena.


"Testpack.. ada?" jawab Alena sekaligus tanya Alena pada Pegawai Apotik yg sedari tadi tawar menawar.


"Ada." jawab Pegawai Apotik.


"Baiklah.. Tolong ambilkan 5 yaa." pinta Alena.


"Siap, nona." jawab Pegawai Apotik itu lalu mengambil 5 testpack.


Ia pun memasukkan lima testpack itu ke dalam kantong plastik. Tak lupa juga dengan obat mual dan muntah.


Setelah itu, Alena membayar nya dengan kartu limited edition yg di miliki Alena.


Setelah selesai membayar, Alena dan juga Bi Sinta pulang ke rumah.


🌸🌸🌸


Setelah beberapa menit, Alena dan juga Bi Sinta pun sampai di rumah.


Bi Sinta pun membantu Alena membawakan teh jahe yg hangat agar sedikit meredakan mual dan juga muntah-muntah.


Alena pun meminum teh jahe yg hangat yg di berikan Bi Sinta.

__ADS_1


Mual nya pun sedikit mereda.


Tiba-tiba saja Alena ke-pengen pipis. Jadi Alena pun ke kamar mandi dengan membawa testpack.


Ia pun menampung air urine nya di sebuah baskom.


Ia pun membuka kotak testpack, dan mengeluarkan testpack dari kotak tersebut.


Ia pun mencelupkan testpack tersebut ke dalam baskom yg berisi air urine.


Ia pun menunggu sekitar 10 menit untuk melihat hasil nya.


Alena pun terus menunggu sambil membaca novel di aplikasi biru yg tak lain adalah NOVEL TOON.


Ia pun membaca novel favorit nya. Dan author yg menulis novel tersebut yg tak lain adalah novel favorit Alena kebetulan sudah update.


Jadi Alena pun langsung membaca nya.


"Seru juga novel ini." gumam Alena sambil men scroll ponsel nya.


Ia pun membaca bab yg telah di update hingga habis.


"Ahh.. kenapa sih update nya cuma satu?? Kan dikit." ucap Alena kesal, tapi ia tetap memberikan like di novel tersebut sebagai dukungan untuk author nya.


Ia pun menulis di komentar.


'Thor, plis yaa.. update nya kalau bisa 2 bab per hari nya, hehe.. semangat ya, thor.'


Itu lah isi komentar yg di kirim Alena.


Hingga Alena pun menyadari jika sudah 10 menit lebih berlalu.


Alena pun melihat garis yg ada di testpack tersebut.


Namun, Alena melihat hanya satu garis.


Alena pun merasa kecewa.


Namun, Alena tidak menyerah sampai situ saja.


Alena mencoba testpack satu nya lagi.


Ia pun melakukan hal yg sama seperti tadi.


Hanya menunggu 10 menit lagi.


10 menit pun berlalu..


Alena pun melihat garis di testpack tersebut.


"GARIS DUAA!!" pekik Alena gembira.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Yuhuyy.. Alena hamil nih!!


Padahal sudah lama tidak nonggol hehe..


Tapi sekali nonggol langsung kasih kabar gembira.


Bukannya Alena tidak nonggol, tapi author nya yg enggak nulis bagian Alena nya.. hehe.


Jangan lupa like nya loh nihh...


Terima kasih yaaa..

__ADS_1


πŸ™πŸ»πŸ’ž


__ADS_2