
Keesokkan hari nya...
Di tempat rumah sakit Alexander tempat Joliana dan Alexander berada..
"Hm pak?" ucap Joliana.
"Hmm.." ucap Al
"Apa sudah boleh ini infus ny di lepas?"
"Hm, kalau itu harus di tanya dulu sama dokter nya" ucap Al.
Tak lama kemudian, datang lah dokter Robert..
"Apa ibu masih sakit di lengan kiri nya?" tanya Dokter Robert dengan polos nya.
"Tentu saja sakit dok! Saya saja yg lihat terasa sakit nya" ucap Al.
"Hm, maaf saya tadi salah, apa ibu ada pusing kepala gitu? atau dll?" tanya dokter Robert.
"Tidak ada dok" ucap Joliana.
"Oh iyaa, itu lengan kiri nya belum boleh kena air yaa biar cepat kering!" ucap dokter Robert.
"Tapi kemaren udah kelanjur kena air" ucap Joliana.
"Sakit?" ucap dokter Robert.
"Hm, tidak" ucap Joliana.
"Ya sudah, ibu sudah boleh pulang! Ingat untuk hati hati ya" ucap dokter Robert.
"Baik dok" ucap Joliana.
Dokter Robert pun keluar dan Joliana sudah di perbolehkan pulangš¤©.
"Hm, pak?" tanya Joliana sambil turun tangga.
"Hm, ya?" ucap Al.
"Mobil saya di mana ya pak?" ucap Joliana yg baru sampai di tempat khusus parkiran di rumah sakit.
"Mobil kamu kemaren sudah saya suruh Eko bawa pulang, jadi kamu pulang nya naik mobil saya saja" ucap Al.
"Hm, jadi hari ini saya sudah boleh kerja?" ucap Joliana.
"BELUM" ucap Al tegas.
"Kenapa?" tanya Joliana.
"Tentu saja tidak boleh, apa kamu tidak lihat lengan kiri mu? Nanti kalau kamu mau melakukan aktivitas mu di kantor gimana? Nanti makin repot" ucap Al sambil masuk ke dalam mobil.
"Hm, kalau besok?" tanya Joliana.
"Tergantung kondisi mu, sudah cepetan masuk" ucap Al.
Joliana pun masuk ke dalam mobil, kini ia di sebelah Al.
"Apartemen mu di mana?" tanya Al.
"Itu disitu" ucap Joliana sambil menunjukkan.
"Di mana?" ucap Al yg mulai bikin Joliana kesal.
"Itu" ucap Joliana.
"Yg ini?" ucap Al.
"Bukann"
"Terus yang mana?"
"Yg itu loh"
"Iya yg mana"
"Ituuu"
Karena Al melihat di jam nya sudah berangkat kantor, akhirnya Al pun memutuskan untuk menyelesaikan yg bikin Joliana kesal tadi.
Setelah beberapa menit, Joliana pun sampai.
"Terima kasih pak" ucap Joliana sambil turun.
"Hm" ucap Al.
__ADS_1
Al pun langsung membawa mobil ke kantor nya.
"Yahh, coba saja tadi masih jam 7, pasti aku bikin dia kesal nya hampir 2 jam" ucap Al kesal.
***
Di tempat apartemen Joliana..
"Yey!! Mommy sudah pulanggg!!" teriak anak anak Joliana yg membuat Bibi Sofia, bi Vani dan bi Vina langsung keluar.
"Eh, non sudah pulang?" tanya bi Vani.
"Sudah bi" ucap Joliana.
"Ya sudah kita masuk dulu, ayo nak" ucap bi Vani sambil mengajak Joliana, anak anak Joliana serta bi Vina dan Bi Sofia.
Mereka pun memasak sarapan untuk anak anak Joliana.
"Eh non, non kan itu lengan kiri nya masih di perban mending non istirahat saja dulu, ini biar bibi saja yg masak" ucap bi Vina.
"Gak pa-pa kok bi, ini cuma luka saja, gak sakit juga kok lagian" ucap Joliana.
"Hm ya sudah, non hati hati ya" ucap bi Vina.
"Iya bi" ucap Joliana.
"Kak, emangnya kakak laki laki yakin itu rencana kita mau kita kasih tahu?" tanya Nathan pada Nicholas.
"Hm, iya" ucap Nicholas.
"Hm yaudah nanti habis sarapan kita kasih tahu" ucap Nathan lalu pergi menyusul kakak-kakak nya di ruang makan.
"Mommy!!" ucap Nathan.
"Iya sayang" ucap Joliana sambil menyiapkan makanan.
"Mommy hari ini kok masak? Kan di lengan mommy ada luka!" ucap Nathan.
"Iya mommy, kenapa mommy masak?" lanjut Alina.
"Di lengan mommy gak sakit kok sayang, jadi mommy masak saja" ucap Joliana.
"Hm ya udah, Alina mau makan ini nasi goreng nya" ucap Alinašš..
"Ayo bi, makan sini juga" ajak Joliana.
"Gak pa-pa kok bi, ini lagian meja makan nya kursi nya banyak" ucap Joliana.
"Iya bi, ayo bi" ucap Alena.
"Ya udah non, sebentar" ucap bi Sofia.
Bi Sofia pun mengajak Bi Vani dan Bi Vina untuk ikut makan. Awalnya mereka menolak, tapi karena atas bujukan Joliana akhirnya mereka semua mau.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka pun selesai makan.
"Non, ini piring nya biar saya saja yg cuci" ucap Bi Vina.
"Gak usah bi, ini aku bisa kok" ucap Joliana.
"Mommy! Coba my ke sini dulu" teriak Nicholas.
"Itu non, di panggil sama Nicholas, ini piring nya biar sama bibi saja non" ucap Bi Vina.
"Hm, yaudah bi" ucap Joliana lalu pergi ke tempat Nicholas.
"Ada apa sayang?" tanya Joliana pada Nicholas.
"Coba mommy duduk dulu" ucap Nicholas.
"Kenapa nak?" tanya Joliana sambil mendudukkan diri nya di sofa.
"Ini nih ada yg mau kita bicarakan mommy!" ucap Nathan.
"Hm, pasti pada mau ngomong soal yg Velly itu, sabar Joliana Callysta" ucap Joliana dalam hati.
"Apa sayang?" ucap Joliana pura pura tak tahu padahal ia tahu hihi.
"Kak, apa kakak yakin mau bilang?" tanya Nathan sambil membisikkan sesuatu pada Nicholas.
"Tentu saja" ucap Nicholas sambil balik berbisik pada Nathan.
"Apa yg kalian bisikkan sayang? Mommy dengar loh" ucap Joliana.
"Tidak ada my" ucap Nicholas dan Nathan.
__ADS_1
"Hm, ya udah, apa yg kalian mau bicarakan?" ucap Joliana.
"Tapi mommy janji dulu ya jangan marah" ucap Alina.
"Hm, ya" ucap Joliana.
Nicholas pun membicarakan rencana nya pada Joliana.
"Sudah ku duga!" ucap Joliana dalam hati.
"Bagaimana mommy?" ucap Nicholas gugup.
"Hm"
Keringat dingin pun bercucuran di kelima anak tersebut.
"Kenapa kalian gugup semua nih?" tanya Joliana.
"Tidak ada myy! Jadi gimana mmy??" tanya Alena.
"Boleh boleh, tapi ada syarat nya" ucap Joliana.
"Syarat nya apa mommy?" tanya Alana.
"Syarat nya adalah kalian kalau mau melakukan misi ini yg pertama, kalian harus ikuti apa yg mommy katakan, kedua, jangan berisik, ketiga, dengarkan apa yg mommy bilang" ucap Joliana.
"Ok mommy!!" ucap mereka bersamaan dengan nada gembira.
"Velly, Velly, masih saja kau ingin membunuh ku dengan 100 anak buah mu" ucap Joliana dalam hati.
"Oh iya sayang, mommy mau keluar dulu ya, mommy mau pergi ke supermarket untuk beli bahan makanan kita ya sayang" ucap Joliana pada anak anak nya.
"Hm, ok mommy" ucap anak anak nya.
"Ya sudah mommy pergi dulu ya bye sayang" ucap Joliana.
"Bye mommy, hati hati ya my!" ucap anak anak nya.
Joliana pun keluar dari apartemen dengan mobil nya.
***
Di kediaman Velly..
"Sekarang Joliana akan pergi ke supermarket, ku harap kali ini misi nya berhasil!" ucap Velly dengan senyum jahat nya.
"Baik bos" ucap anak buah nya lalu pergi mengikuti mobil Joliana.
***
Kembali di tempat Joliana...
"Tuh kan sudah ku duga! Pasti akan ada pengejaran haha, tak ku sangka ternyata Velly tidak pernah tobat yaa!!" ucap Joliana dalam hati dengan senyum iblis nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
@Bersambung...
Menurut kalian kira kira apakah Joliana bisa melawan 100 orang? Author sih harap nya berhasil! Semoga berhasil ya Jolianaš¤©š·.
__ADS_1
...See you:-...