
Eittss.. judul bahagia, bukan berarti end.
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Dua bulan pun berlalu.
Alina dan Christian sudah menikah dua bulan yg lalu. Tidak di sangka hanya dalam dua bulan mereka menikah, mereka sudah saling mencintai. Mungkin inilah yg dikatakan jodoh.
Tidak ada satupun yg tahu siapa jodoh mereka. Karena jodoh itu sudah di atur oleh Tuhan.
Jadi, makanya terkadang kenapa jodoh kita adalah musuh bebuyutan kita? Mungkin Tuhan ingin menyatukan kita dengan caranya.
Mereka berdua bahkan sudah saling mencintai. (Maaf, Author tidak menceritakan selengkapnya. Karena Author harus buat kisah cinta yg lainnya. Kalau sibuk di tokoh ini, nanti yg lainnya tidak akan selesai seperti di season dua.)
“I love you, Kak.” ucap Alina yg membuat jantung Christian ingin ber loncat dari tempatnya.
(Eitss jangan sampai loncat dong, nanti kalau loncat... kamu bisa meninggal. 😅)
“A.. apa?” ucap Christian gugup.
(Kok kayaknya Christian nya gugup, Author pun jadi ikutan gugup😂)
“I LOVE YOU, KAKKK!!” ucap Alina dengan suara keras.
"I love you too, Alina.” sahut Christian lalu men ci um bi bir Alina dengan lembut.
Mereka pun saling ber ci um an. Bahkan mereka berdua tidak mempedulikan keberadaan para pelayan.
“Astaga.. aku jadi kepanasan sendiri nih.” gerutu pelayan pria tersebut.
“Hareudang... hareudang.. panas - panas...” timpal pelayan pria lainnya.
“Panas? Hareudang? Ini teh obeng.” sahut pelayan wanita sambil memberikan beberapa gelas yg berisi teh obeng. Teh obeng berarti es teh atau teh es ya, bukan berarti teh yg di taruh obeng.
“Terima kasih.” ucap mereka.
Christian dan Alina pun bahkan hampir melakukan hal yg lebih dari sekedar ber ci um an.
“Eh, kak. Ini kita di ruang tamu. Banyak pelayan yang lihat.” bisik Alina.
Mendengar bisikan dari Alina, tubuh Christian pun seperti tersengat listrik.
Christian pun bahkan meninggalkan jejak kepemilikan di leher Alina.
“Kak.. di sini banyak pelayan. Kita lagi di ruang tamu bukan kamar. Kalau mau lakukan yang lebih, kita di kamar aja.” ucap Alina.
Mendengar ucapan Alina, Christian pun langsung tersadar jika mereka berdua masih di ruang tamu. Hampir saja Christian ingin membuka pakaian Alina, Christian tidak akan rela jika tubuh istri nya dilihat pria lain.
Jika sampai di lihat pria lain, maka pria yg melihatnya harus mengalami kebutaan. Mengapa?
Karena sudah pasti jika Christian akan men cong kel mata pria yg melihat tubuh istrinya.
Christian pun langsung mengendong tubuh Alina ala bridal style ke kamar mereka.
Mereka berdua pun melakukan penyatuan tubuh.
__ADS_1
(Maaf Author tidak jelaskan mereka saat di ranjang, karena review bab nya akan lama dan ujung-ujungnya di tolak. Thank's.)
⚘⚘⚘
Sementara di Arkana.
Arkana sedang ingin bertemu dengan Alea. Ya, Alea.
Entah kenapa perasaannya eh firasatnya mengatakan jika ia jatuh cinta pada Alea. Alea si cuek dingin itu.
“Ya, Aku sangat yakin.” ucap Arkana pada temannya yg bernama Bagas. Makanya kenapa Bagas juga dingin seperti Arkana.
“Yakin apanya?” tanya Bagas bingung.
“Yakin kalau aku tuh cinta nya sama Alea bukan Elisha ataupun Emma.” jawab Arkana.
“Oh.” ucap Bagas hanya sekedar oh ria saja.
“Kalau kamu, kapan?” tanya Arkana pada Bagas.
“Aku?” ucap Bagas sambil menunjuk dirinya.
“Iya dong.. Emang kalau bukan kamu siapa lagi??” ucap Arkana kesal.
“Ya kan mana tahu kami lagi bicara sama roh.” sahut Bagas.
“Astaga... udahlah. Kapan?” tanya Arkana kembali mengubah topik pembicaraan mereka menjadi yg awal tadi.
“Aku juga udah menemukannya.” jawab Bagas.
“Kapan ya.. itu Aku enggak tahu.” jawab Bagas santai.
“Udahlah. Terserah! Siapa dia?” tanya Arkana pada Bagas. Walau di hati nya agak kesal dengan sikap Bagas.
Bisa dikatakan jika Arkana lebih dekat dengan Bagas dibandingkan anggotanya yg lain. Bagas yg sedikit ramah meski dingin, tapi senang jika di ajak berbicara. Karena kadang ada tawa nya, lalu ada candaan, dan juga serius.
Maka berbeda dengan anggota yg lain. Kalau dengan Jordan, takutnya malah jadi gay gara-gara kegenitan Jordan.
Diantara Jordan, Renaldo, dan juga Gibran.. hanya Jordan dan Renaldo yg suka genit. Sedangkan Gibran agak susah ketika berbicara.
Kadang ucapan nya benar, kadang salah.
Bahkan ucapan Ipin saja susah, bagaimana pula dengan yg lainnya?
Ucapan Ipin seperti misalnya betul-betul-betul. Gibran saja bahkan mengucapkan betul menjadi botol, bitul, batul, botul, biodata, bio, biografi, dan lain-lain.
“Dia? Dia sangatlah spesial dihatiku. Di adalah Elisha.” terang Bagas.
“Elisha?” ucap Arkana bingung.
“Itu lhoo, pengawal Alea.” sahut Bagas.
“Wait..” ucap Arkana lalu mulai mengingat-ingat.
“Oh. Iya, Aku ingat.” sahut Arkana.
__ADS_1
“Nah, Aku jatuh cinta padanya.” jelas Bagas.
“Iya. Dan sepertinya kita berdua akan berpetualang.” sahut Arkana.
“Berpetualang?” tanya Bagas pada Arkana dengan perasaan bingung.
“Iya. Berpetualang. Berpetualang untuk mendapat cinta wanita kita.” jawab Arkana.
“Oh.” sahut Bagas hanya sekedar oh ria saja.
Mereka berdua pun berbincang.
“Eh, kalau enggak salah bentar lagi Hari Valentine 'kan?” ucap mahasiswi lainnya yg sedang berbincang dengan temannya atau sahabat nya.
“Iya tuh. Kira-kira nanti pacar kita kasih kita apaan ya??” sahut teman mahasiswi tersebut.
“Mungkin cokelat lagi.” jawab teman mahasiswi tersebut yg satunya lagi.
“Iya deh. Perasaan tiap tahun cokelat terus, apa dipikir dia aku tuh enggak bakalan diabetes apa gara-gara cokelat terus.” gerutu mahasiswi satu.
“Emang kamu sampai diabetes?” ucap teman dua.
“Iya. Aku di kasihnya cokelat barang yang namanya kalau enggak salah silver queen deh, iya silver queen. Panjangnya itu loh sampai 1,5 meter. Aku pun di suruh makan sendiri!! Dia pikir, aku bisa habisin apa? Oh ya, mau tahu gak apa yang terjadi besoknya??” celoteh mahasiswi satu.
“Mau..” ucap teman dua dan teman tiga.
“Aku sampai masuk ke rumah sakit lho. Terus Mami aku sama papi aku omelin aku, kenapa aku makan cokelat 1,5 meter.” jawab mahasiswi satu.
“Oh ya, Hari Valentine nya kapan?” tanya teman tiga pada mahasiswi satu.
“Kalau enggak salah tiga hari lagi deh. Eh, iya tiga hari lagi.” sahut mahasiswi satu.
Mereka bertiga berbincang bahkan sekali-kali berceloteh sambil berjalan.
Obrolan mereka tidak disengaja terdengar oleh kedua p mahasiswa ini. Siapa lagi jika bukan Bagas dan Arkana??
“Hari Valentine?” ucap Bagas.
“Iya. Katanya bentar lagi nih!” sahut Arkana.
“Tapi kapan?” tanya Bagas pada Arkana.
“Aku tidak tahu. Tapi jika di dengar tadi kalau tidak salah tiga hari lagi.” jawab Arkana.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...
Ada yg mau rencanain sesuatu nih kayaknya.
oh ya, untuk konflik.. Author tunda.
Karena terlalu banyak tokoh yg akan di bahas di season kali ini jadi Author putuskan konflik di tunda hingga ke ending.
Ok deh, cuma segitu aja ya.
Jangan lupa dukungan nya buat Author biar Author semangat nulisnya dan lebih panjang lagi.
__ADS_1
Thank's All. 🙏🏻💞