
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Keesokkan harinya..
Tok tok tok..
"Ehmm..." ucap Al yg baru bangun dari tidur nya karena terdengar suara ketokan pintu.
Ceklek..
"Selamat pagi om!" ucap anak anak Joliana sambil membawa tas yg berisi kotak bekal makanan.
"Selamat pagi juga.." balas Al.
"Mommy masih belum bangun ya om? Tumben.. biasanya.." ucap Nathan terpotong.
"Ssstttt.. mungkin mommy kalian kecapean,, sudah.. biarkan saja ia tertidur mungkin sebentar lagi akan bangun.." ucap Al memotong perkataan Nathan.
"Hm.. ok lah om! Ini nih, kami bawa makanan untuk om dan juga mommy!" ucap Nathan sambil mengeluarkan kotak bekal dari tas yg di pegang nya dan memberikan 1 kotak nya pada Al.
"Makasih!" ucap Al sambil menerima kotak bekal yg berisi makanan dari Nathan dan menaruh nya di meja dekat nya.
"Sama-sama om! Om,, mandi dulu,, soal mommy, kami dan bibi yg akan jaga!" ucap Nathan.
"Hmm.." ucap Al lalu ke kamar mandi untuk mandi.
Beruntung di ruangan VVIP ada 8 handuk, sabun, shampo, sikat gigi, pasta gigi, cermin, dan peralatan mandi lain nya di kamar mandi.
Ruangan VVIP di rumah sakit Alexander ini seperti kamar hotel bintang 5, bahkan melebihi nya.
Kalau begini orang yg masuk ke rumah sakit bisa betah sampe berbulan bulan! Ruangan biasa juga sudah bagus, meskipun fasilitas nya tidak seperti ruangan VVIP.
Setelah 15 menit, Al pun keluar dengan menggunakan baju yg kemaren ia pakai.
"Kak,, ini sudah pukul berapa?" tanya Alana pada Nicholas.
"Sudah pukul 7 lewat 16 An,, oh ya.. mommy masih tidur kan?" jawab Nicholas memastikan.
"Masih kak!" ucap Alana.
"Oh hmm ok!" ucap Nicholas.
"Oh ya,, kalian sudah makan?" tanya Al yg baru keluar dari kamar mandi.
"Sudah om,, tadi pagi sebelum ke sini!" jawab Alena.
"Ohh, kalau gitu, om makan duluan yaa.. mommy kalian jangan di nganggu ok?" ucap Al.
__ADS_1
"Ok om!!" ucap Alena sedikit keras.
"Ehmm.. lezat sekali.. ini siapa yang masak??" tanya Al sambil memakan.
"Itu,, itu yang masak bibi om!" jawab Alina.
"Ohh gitu yaa.." ucap Al lalu melahap makanan nya.
Setelah beberapa menit, akhirnya Al pun selesai memakan makanan nya.
Sekarang sudah pukul 8 kurang 19 menit..
"Ehmm..." ucap Joliana yg baru bangun dari tidur nya.
"Eh? Mommy sudah bangun?" tanya Alina.
"Ehmm.. sudah.. ini sudah pukul berapa yaa?" tanya Joliana.
"Ini sudah pukul 8 kurang 15 menit mmyy!!" jawab Alina.
"Apaaa??" pekik Joliana membuat semua orang yg ada di ruangan nya kaget.
Joliana kaget karena sudah pukul 8 kurang 15 menit, itu artinya sudah pukul 7 lewat 45 menit! Kenapa ia bisa tidur terlalu nyenyak? Itu lah pertanyaan yg ada di hati Joliana.
"Eh? Kamu sudah bangun ya? Kenapa tadi sampai pekik-pekik? Apa ada salah?" tanya Al.
"Ohh.. itu,, aku lihat kamu tidur nya nyenyak sekali.. jadii aku gak tega bangunin nya.." jawab Al.
"Hmm.." ucap Joliana.
"Oh yaa,, mengenai si Velly,, kan kata Callysta sekitar siang menjelang sore.. itu artinya apa yang akan ia lakukan? Apa ia akan membawa pisau lalu menancap ke jantung aku saat aku tidur? atau justru..." gumam Joliana sambil memikirkan apa yg akan di lakukan Velly.
Sayang sekali saat ini kekuatan Joliana belum pulih.. seandainya jika sudah pulih,, mungkin ia akan tahu apa yg akan di lakukan Velly.
"Jol?" ucap Al membuyarkan lamunan Joliana.
"Hm.. ya?" tanya Joliana.
"Hmm.. sebaiknya kamu gosok gigi dulu.. setelah itu baru makan.. apalagi ini sudah mau pukul 8 pagi lohh.." ucap Al.
"Eh iya lupa!! hmm.. kantong infus nya siapa yang megang?" ucap Joliana.
"Kantong infus nya biar aku saja yang pegang.. kamu buruan gosok gigi.. itu odol nya sudah aku taruh di sikat gigi nya tinggal kamu gosok aja.. tapi kalau ada hal kesulitan.. tolong bilang.." ucap Al.
"Hmm.. ok ok.." ucap Joliana lalu ke kamar mandi dan melihat. Benar saja, Al sudah menyiapkan sikat gigi nya.
Joliana pun menggosok gigi nya dengan tangan kiri nya, meskipun agak kaku, tetapi Joliana tetap berusaha agar tidak merepotkan orang lain.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, akhirnya Joliana sudah menggosok gigi nya dan sudah kumur kumur juga.
Ia pun keluar dari kamar mandi.
"Sudah?" tanya Al.
"Sudah pak.. maaf merepotkan bapak terus.." ucap Joliana tak enak hati.
"Ahh.. tidak apa-apa kok.. tidak merepotkan sama sekali.. oh yaa,, ini bekal nya yang di bawa bibi kamu sama anak anak kamu.." ucap Al sambil menunjuk kotak bekal yg di siapkan khusus Joliana.
"Ahh.. baiklah, sebentar!" ucap Joliana sambil membetulkan posisi nya lalu mengambil kotak bekal makanan yg sudah di bawa bibi nya serta anak anak nya.
"Makasih ya bii, nak!" ucap Joliana.
"Sama-sama non, lagian bibi juga sudah mengganggap non anak bibi.." ucap bibi.
Joliana pun membuka kotak makanan nya dan ia melihat ada makanan kesukaan nya lagi.
Ia pun tersenyum dan melahap nya.
"Ehmm.. masakan bibi selalu top deh.. kalah aku nya hihihi.." ucap Joliana setelah menelan makanan nya.
"Masakan non juga lebih enak dari bibi.. bahkan jika non buka restoran pasti laku hehee.." ucap bibi.
"Restoran?" gumam Joliana.
"Tapi non.. kalau mau buka restoran itu modal nya besar loh.." ucap bi Sofia.
"Hmm.. iya sih bi.. tapi aku mau kerja dulu sambil menabung buat modal nya.. aku dari dulu udah nabung ya meskipun sedikit demi sedikit.. aku masih harus nyari orang kepercayaan aku dulu bii.. untuk jaga restoran nya gitu.. tapi sampai sekarang belum ketemu.. jadi ya Joli gak mau buka dulu.. apalagi bangun restoran nya.. Joli mungkin belum punya banyak modal untuk bangun restoran besar.." ucap Joliana.
"Kamu mau bangun restoran?" tanya Al.
"Hm.. iya sih.. cuma biaya nya saja belum cukup.." jawab Joliana.
"Kenapa tidak bilang? Kan aku bisa minjemin modal kd kamu?" ucap Al.
"Ah.. merepotkan bapak nanti.. ya aku nya juga sambil mencari orang yang bisa aku percayai untuk jaga restoran nya.." ucap Joliana.
"Bagaimana kalau bibi saja yang jagain?" tanya bi Sofia.
"Ahh.. apa tidak merepotkan bibi nanti nya?" jawab Joliana.
"Itu tidak merepotkan bibi sama sekali.. malahan bibi senang.. apalagi bibi kan pinter matematika.. jadi ya bisa hitung tanpa kalkulator hihihihiiii.." ucap Bi Sofia sambil tertawa kecil.
"Hihiii.." ucap Joliana sambil ikut tertawa kecil.
...~Bersambung~...
__ADS_1