
Hai kakak-kakak semuanya.. π
Kalian lebih suka ada konflik atau bahagia gitu aja??
Coba komen yaa..
Okey, di bab ini akan di kasih jawaban sesuai dengan judul nya yaa..
Konflik bakal ada sih di sini, author pikir konflik nya bakal muncul di bab sebelumnya, tapi lagi nulis, eh alur nya lebih cocok masih lebih ke asik gitu.
Jadi bab sebelumnya masih belum ada konflik. Di bab ini bakal terjadi nya konflik.
Author udah pastikan sih..
Semangat membaca nya buat kalian semua nya..
Sehat selalu..
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Setelah selesai berbicara dengan Nicholas, kakak sulung nya, dan Bella, kakak ipar nya, Nathan pun bisa menghela nafas lega.
Dan aneh nya perasaan gelisah nya tadi menghilang. Mungkin hal buruk tidak jadi untuk terjadi.
πΈπΈπΈ
Sementara di tempat lain....
(Kali ini bukan yg wanita yg kemarin itu ya, tapi beda.)
"Apa penyamaran ku sudah berhasil?" tanya seorang wanita tersebut yg bernama Dora pada anak buah nya.
"Sepertinya berhasil, Nona. Jika di lihat-lihat, sangat mirip." jawab anak buah nya.
"Apa yang kamu bilang? Sepertinya? Aku mau yang lebih tepat, jika ini memang tidak pas, tolong kamu bantu aku." ujar Dora pada anak buah nya dengan perasaan tidak suka.
"Maafkan saya, Nona. Ini sudah sangat pas, saya tadi hanya terlalu gugup untuk membicarakan nya karena suara Nona sangat mengerikan di telinga saya." jawab anak buah Dora dengan jujur pada Dora. Sangat jujur tepatnya, tidak ada bumbu atau pun yg ia katakan bohong. Karena emang benar, suara Dora ini memang mengerikan. Padahal Dora ini bukan seorang mafia.
"Apa kamu bilang?" tanya Dora pada anak buah nya.
"Maaf, Nona. Suara Nona Dora cukup mengerikan di suara saya." jawab anak buah nya.
"Jadi, menurut mu, suara saya terlalu mengerikan untuk menyamar?" tanya Dora pada anak buah nya.
"Iya, Nona." jawab anak buah nya.
"Em.. lalu, saya harus bagaimana?" tanya Dora pada anak buah nya.
"Kalau bisa suara Nona di lembutin dikit. Biar penyamaran nya berhasil, Nona." jawab anak buah nya.
"Em.. benar juga." ujar Dora dengan suara lembut.
"Nah, itu baru bener, Nona." jawab anak buah nya.
Dora pun hanya tersenyum.
__ADS_1
Dora dan anak buah nya pun pergi untuk melancarkan aksi nya.
πΈπΈπΈ
Sementara di tempat Mona..
"Okey, aku mau kamu melakukan rencana yg aku katakan kemarin sekarang!!" ucap Mona
"Baik, Nona." jawab anak buah nya.
"Saya tidak mau mendengarkan kata.." ucap Mona terpotong.
"Gagal." potong anak buah nya, ia sudah bosen mendengarkan kalimat itu terus dari mulut bos nya.
"Bagus." jawab Mona.
Anak buah nya pun pergi dan menjalankan rencana alias misi yg harus ia lakukan. Tidak lupa juga ia membawa rekan-rekan nya.
Saat tengah melakukan aksi nya, Tiba-tiba ia menemukan target orang tersebut yg tak lain adalah Bella.
Dan kali ini dia beruntung, karena Bella keluar hanya dengan beberapa pengawal dan pengawasan dari pengawal nya yg lain dari jauh.
Ia pun mulai melumpuhkan semua pengawal Bella dengan satu per satu.
Hingga akhirnya semua pengawal Bella berhasil di lumpuhkan oleh nya tanpa tersisa satu pun.
Dan kini, ia tidak perlu bersusah payah untuk menculik nya.
Anak buah Mona yg di suruh adalah seorang pria yg bernama Tono. Tono memiliki ilmu bela diri yg cukup tinggi. Oleh sebab itu lah ia yg menjadi anak buah terpenting bagi Mona dan juga paling tinggi jabatan nya. Tentunya gaji nya juga sangat tinggi.
Meskipun mempunyai ilmu bela diri yg cukup hebat, tapi jika di bandingkan dengan keluarga Ayu & Al, bisa di katakan kalau Tono masih kalah.
Tono dan rekan-rekan nya pun membius Bella dengan mudah karena pengawal Bella semua nya sudah di lumpuhkan oleh Tono dan juga rekan-rekan nya.
Rekan-rekan nya Tono pun membawa tubuh Bella yg pingsan karena di bius pun ke suatu tempat.
Sedangkan Tono? Tono kembali ke markas untuk melaporkan semua nya pada bos nya. Siapa lagi jika bukan Mona?
Setelah beberapa menit perjalanan, Tono pun sampai di markas. Ia pun turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkiran mobil.
Ia pun mulai masuk ke dalam markas.
"Bagaimana, Tono?" tanya Mona tak sabar menunggu jawaban dari Tono.
"Rencana Berhasil, Nona." jawab Tono.
"Bagus. Apa kamu sudah membawa dia ke tempat yang aku suruh?" tanya Mona pada Tono.
"Sudah, Nona." jawab Tono.
"Bagus, aku suka dengan cara kerja mu. Walau agak nyeselin." ujar Mona pada Tono lalu mulai mengecilkan suara nya di bagian 'Walau agak nyeselin.'
"Apa maksud Nona tadi?" tanya Tono pada Mona pura-pura tidak dengar jelas, padahal Tono sudah mendengar jelas. Tentu saja jelas, bagaimana tidak jelas? Tono saja jarak nya dengan Mona hanya sekitar 10 centimeter (cm), jadi tidak mungkin tidak terdengar, bukan? Walaupun suara nya kecil.
"Ti-Tidak ada. Kamu boleh pergi sekarang." usir Mona secara langsung meskipun ucapan nya agak sedikit terbata-bata.
__ADS_1
"Hem.. baiklah, Nona." jawab Tono .
Tono pun pergi dari hadapan Mona.
"Untung kamu atasan saya, Nona. Jika bukan, sudah saya bunuh anda dari tadi." gerutu Tono.
Sedangkan di Mona..
"Syukurlah dia sudah pergi." ucap Mona.
(Wah, apa jodoh nya Mona itu Tono ya??)
πΈπΈπΈ
Sementara di Al dan juga Ayu..
(Udah lama ya, enggak sama dengan Al dan juga Ayu, dari kemarin bahas nya si kakak kembar terus ya.. karena yaa memang di season dua ini di ceritakan lebih banyak si kakak kembar ya, tapi untuk si adik kembar, mungkin hanya beberapa saja yg bakal di munculkan. Karena si adik kembar itu banyak, author dulu buatnya enggak pikir sampai jauh, hehe..)
"Sayang.. jadi apa kamu beneran sudah tidak mengawasi anak-anak kita lagi??" tanya Al pada Ayu.
"Iya, honey.. aku merasa mungkin sudah saatnya mereka melakukan sendiri." jawab Ayu.
"Iya, aku juga merasa seperti itu." ujar Al.
"Oh ya, apa tadi perasaan kamu enak atau tidak?" tanya Al pada Ayu.
"Ishh.. memang kamu pikir perasaan itu bisa di makan ya makanya enak." protes Ayu pada Al.
"Aku bingung jelasin nya, sayang. Jawab saja." pinta Al.
"Sama, honey. Tapi untuk sekarang, tidak honey." jawab Ayu.
"Aku juga begitu." ujar Al.
"Apa kamu ingin membuat adik untuk si adik kembar, sayang??" tanya Al pada Ayu sambil mengigit daun telinga Ayu.
"Tidak, honey. Ahh, bukankah kamu dulu yang mengatakan pada ku untuk tidak membuat anak lagi?" jawab Ayu sambil mendesah .
"Hem.." ujar Al.
Mereka pun melakukan kegiatan panas mereka di ranjang.
...~π©πππππππππ~...
Waduh.. menurut kalian, apa rencana Mona untuk menyulik Bella berhasil? Atau justru Mona malah menyulik Dora??
Coba tebak yaa..
Dan..
Jangan lupa like nya yaa biar author makin semangat nih buat menulis nya..
Terima kasih.
Sehat selalu untuk kalian semua..
__ADS_1
Sekian, dari author.
ππ»π