
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
"Ini pesanan anda Nona, Tuan." ucap nya.
"Terima kasih." ucap Ayu.
"Sama-sama Nona, kalau begitu saya permisi dulu." ucap nya lalu meninggalkan mereka bertiga.
Mereka bertiga pun memakan makanan yg sudah mereka pesan.
Setelah selesai makan, mereka pun mulai berbincang sambil meminum minuman mereka.
"Hm, Yu.. apa kamu tahu kabar saudari kembar ku?" tanya Dokter Ana.
"Saudari kembarmu? Dokter Inna?" ucap Ayu.
"Iya Yu." jawab Dokter Ana.
"Buat apa kamu peduli-in dia? Lagi pula dia memperlakukan diri mu seperti musuh nya.. tidak seperti kembaran nya." ucap Ayu.
"Hm, aku hanya ingin tahu." ucap dokter Ana.
"Dia.. dia ada di rumah sakit sekarang." ucap Ayu.
"Rumah sakit? Kenapa bisa ia di rumah sakit?" tanya dokter Ana.
"Aku akan menceritakan nya." ucap Ayu.
"Dan tolong jangan memotong ucapan aku ya, dengarkan sampai habis.. oke?" ucap Ayu lagi.
"Oke!!" ucap dokter Ana.
Ayu pun mulai menceritakan dari awal sampai akhir. Tidak ada yg di tutupi.
"Wah.. parah dia ya Yu." ucap dokter Ana.
"Iya, makanya aku telat 15 menit." ucap Ayu.
"Hm.. dia di rumah sakit di mana?" tanya dokter Ana.
"Kalau soal rumah sakit aku kurang tahu.. orang suruhan aku yang mengatur nya.. oh ya Ana, apa kamu bisa jawab pertanyaan aku dengan sejujurnya?" ucap Ayu.
"Tentu. Apa yang ingin kamu tanyakan Yu?" tanya dokter Ana.
"Seberapa penting Givani dan Kalisa bagi saudari kembar mu? Apa mereka mempunyai hubungan hingga saudari kembarmu itu menyerang ku?" ucap Ayu.
"Baiklah, aku akan jawab satu-satu ya Yu." ucap dokter Ana.
"Ya." ucap Ayu.
"Givani dan Kalisa adalah anak hasil perselingkuhan ayah ku. Makanya saat dulu kita berdua terpisah karena ayah dan ibu ku cerai. Ibu membawa ku pergi, sedangkan saudari kembarku di bawa ayah. Untuk seberapa penting nya kemungkinan menurut ku 100%. Ia bahkan berani menyerang mu demi mereka berdua." jawab dokter Ana.
"Hm, gitu ya.. ibu mu di mana sekarang?" tanya Ayu.
"Ibu ku.. sudah tiada 4 tahun yang lalu." ucap dokter Ana.
"Jangan bilang ibu mu di bunuh saudari kembarmu?" tanya Ayu.
"Tentu." ucap dokter Ana.
"Yang sabar ya Ana." ucap Ayu.
"Iya Yu." ucap Dokter Ana.
"Kamu mau di kota ini sampai kapan?" tanya Ayu.
"Hm.. mungkin aku tidak akan kembali ke sana." jawab dokter Ana.
"Loh kenapa?" tanya Ayu.
"Karena.. di kota ini banyak kenangan aku dan ibu.. jadi tidak rela kalau aku meninggalkan lagi kota ini." jawab dokter Ana.
"Baiklah, aku mengerti. Apa kamu mau tambah lagi?" tanya Ayu.
__ADS_1
"Boleh, untuk nanti malam saja. Nanti biar aku tinggal panasin saja." jawab dokter Ana.
"Baiklah." ucap Ayu.
Ayu pun memanggil pelayan.
"Ya, ada yang bisa saya bantu lagi nona?" tanya nya.
Ayu pun menbisikkan sesuatu pada pelayan tersebut. Pelayan tersebut pun menganggukkan kepala.
"Baiklah nona. Nona silahkan tunggu sebentar ya!" ucap nya.
"Oke." ucap Ayu.
Pelayan tersebut pun pamit permisi karena masih ada pelanggan yg harus ia layani. Ayu pun menganggukkan kepala setuju.
Tak lama kemudian, pesanan yg di pesan Ayu pun datang.
"Ini nona sudah saya bungkus." ucap nya.
"Baiklah, Terima kasih." ucap Ayu.
"Sama-sama nona." ucap nya lalu pamit pergi.
"Ayu, apa ini tidak terlalu banyak? Lihat! Aku bisa gemuk." ucap Dokter Ana.
"Jika kamu merasa kebanyakan, sekalian saja bagi-bagi dengan orang suruhan ku di sana!" ucap Ayu.
"Hm.. iya juga sih." ucap dokter Ana.
"Semoga kamu mendapat pendamping hidup yang baik ya Ana." ucap Ayu.
"Terima kasih Yu. Nanti bila aku sudah menemukan pendamping hidup ku yang cocok, akan ku kenalkan ia pada mu sebelum menikah." ucap dokter Ana.
"Ya." ucap Ayu.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya Yu." ucap dokter Ana.
"Baiklah." ucap Ayu.
"Ayo pulang sayang." ucap Al.
"Oke." ucap Ayu.
Mereka berdua pun pulang juga.
Mobil pun di bawa Al.
"Sayang?" ucap Al.
"Ya honey?" tanya Ayu.
"Apa kamu tidak bertanya pada orang suruhan mu itu, bagaimana kondisi dokter Inna?" jawab Al.
"Aku belum menanyakan nya. Lagi pula tadi sedang berbincang dengan Ana. Tidak mungkin aku ada waktu untuk menanyakan pada orang suruhan aku." ucap Ayu.
"Itu kan tadi sayang.. coba kamu tanya sekarang." ucap Al.
"Baiklah." ucap Ayu.
Tutt.. tutt...
"Halo nona?" ~orang suruhan Ayu. ((Dio) Orang yg di suruh Ayu)).
"Bagaimana dengan kondisi Inna?" ~Ayu.
"Ia sekarang sudah sadar, ia sudah di kantor polisi saat ini." ~Dio.
"Kerja bagus. Terima kasih." ~Ayu.
"Terima kasih atas pujian nya nona." ~Dio.
"Terima kasih kembali. Kalau begitu saya tutup dulu telpon nya." ~Ayu.
__ADS_1
Tutt.. tutt..
"Ia sekarang sudah di kantor polisi honey." ucap Ayu.
"Nah.. suruhan mu kerja nya cepat juga ya." ucap Al.
"Tentu." ucap Ayu.
Mereka pun sampai di apartemen Al.
Keesokkan hari nya..
"Sayang, kamu sudah beres-beres barang-barang kamu kan?" tanya Al.
"Tentu." ucap Ayu.
Mereka berdua pun pindah ke rumah yg di beli Al.
"Honey ini?" lirih Ayu.
"Papa, ini istana ya?" tanya si kembar.
"Iya sayang." jawab Al.
Si kembar pun sorak kegembiraan dan langsung masuk ke rumah nya. Beruntung pengawal pribadi nya mengikuti nya.
"Terima kasih honey!" ucap Ayu lalu langsung memeluk Al.
Al pun memeluk balik Ayu dan mengecup puncuk kepala Ayu.
"Sama-sama sayang.. rumah ini belum seberapa dengan hadiah terbesar yang kamu berikan sayang." ucap Al.
"Hadiah yang ku berikan? Apa itu honey? Hiks.. hiks." ucap Ayu di sela tangisan nya.
"Anak-anak kita sayang.. kenapa kamu nangis?" tanya Al.
"Aku bahagia sekali honey.. Terima kasih honey!" ucap Ayu.
"Sama-sama sayang.. ayo susul anak kita.. dan aku tidak sabar untuk menunggu buat adik untuk si kembar." ucap Al.
"Honey ini! Masih sempat-sempat nya mesum!" ucap Ayu lalu langsung menarik tangan Al masuk ke dalam rumah nya.
"Oh ya sayang.. di rumah ini juga ada kolam renang nya loh." ucap Al.
"Kolam renang? Aku mau renang pa!!" ucap si kembar.
"Ayo ikut papa!" ucap Al sambil menggandeng kelima anak nya dan juga istri nya Ayu.
"Wahh.. bagus sekali pa kolam renang nya!" ucap si kembar.
"Iya dong." ucap Al.
"Sayang.. kamu jangan menangis lagi dong." ucap Al memeluk Ayu.
"Pa, ma, jangan mesra di depan kami dong!" ucap si kembar lalu meninggalkan Al dan juga Ayu.
"Honey!" protes Ayu karena si kembar lari.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Al.
"Aku bahagia sekali hari inii!! TERIMA KASIH HONEY!" teriak Ayu.
Teriakan Ayu berhasil membuat satu rumah itu kedengaran. Bahkan si kembar yg awalnya ingin melihat kamar mereka langsung ke tempat papa dan mama nya.
...~π©πππππππππ~...
...Selamat tahun baru....
Setelah membaca, jangan lupa like ya.
__ADS_1
Maaf kalau ada kata-kata author yg salah.
Terima kasih.