
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
"Pak!! Lepaskan.." ucap Joliana.
"Hmm.. baiklah.." ucap Al lalu melepaskan.
Joliana pun segera berlari ke ruangan nya sendiri.
"Ahh.. akhirnya bebas juga.. rasa nya lelah sekali tubuh ku ini!" gumam Joliana sambil bersandar di kursi nya.
"Apalagi di tambah berkas yang harus ku siapkan untuk hari ini! Ahh.. jadwal meeting bos hari ini..... Apaa??.. sebanyak 35 meeting? Bahkan ini setengah jam lagi meeting??!! Aku harus segera menyiapkan berkas-berkas yg penting untuk meeting nanti!! Kalau tidak nanti aku bisa kena marah nih!!" pekik Joliana dalam hati.
Joliana pun dengan segera buru-buru menyiapkan berkas-berkas penting untuk meeting nanti.
"Ini meeting nya nanti samaa... Perusahaan Stanly??" pekik Joliana dalam hati.
"Nah, akhirnya selesai juga! Oh ya, meeting nya ini di.. restoran Lily? Hm.." tambah Joliana.
"Sisa 15 menit lagi! lebih baik aku dengan segera! Jangan beri kesan buruk pada ayah nanti!" ucap Joliana lalu dengan segera ke ruangan Al.
Tok tok tok..
"Masuk!" ucap Al.
Ceklek..
"Ehmm.. permisi pak!" ucap Joliana.
"Ya, ada apa?" tanya Al dingin.
"Ini ada jadwal meeting kita pertemuan dengan perusahaan Stanly di restoran Lily! 15 menit lagi pak..!!" ucap Joliana.
"Hmm.. apa kamu sudah siapkan semua nya?" ucap Al.
"Sudah pak! Tinggal ke restoran Lily saja!" jawab Joliana.
"Baiklah kita berangkat, hanya kita berdua!" ucap Al.
"Ok pak!" ucap Joliana.
Al dan Joliana pun segera turun dengan menggunakan lift.
Saat di bawah, sudah di pastikan Joliana akan mendapat kan tatapan tajam dari Lisa dan Fani.
Dan Joliana pun membalas hal itu dengan menatap tajam kembali dan membuat berkas penting yg ada di meja mereka berdua ketukar.
Itu lah pelajaran yg di berikan Joliana. Meskipun tidak terlihat siapa pun, tetapi itu cukup memberi pelajaran pada mereka.
"Sok cantik, padahal sering tidur sama pria hidung belang haha!" ucap Lisa pelan tetapi bisa terdengar Al dan Joliana.
Ya! Meskipun Joliana di belakang Al tetapi pendengaran Joliana sangat lah tajam. Bahkan 5 m ke depan Joliana pun masih bisa mendengar nya dengan sangat jelas.
"Oh ya? Atau mungkin anda yang seperti itu nona?" ejek Joliana pada Lisa.
"Tidak.. justru itu perbuatan anda! Anda jangan membalikan fakta!" ucap Lisa.
__ADS_1
"Oh ya? Coba kalian semua di sini lihat di media sosial!" ucap Joliana lalu mempercepat langkah hingga ke belakang Al.
"Media sosial?" ucap Fani lalu membuka media sosial nya dan ia membulatkan mata nya tidak percaya dengan hal itu. Bagaimana Joliana dengan cepat menemukan kalau ia dan Lisa yg tidur dengan pria hidung belang? Dan aneh nya saat ia melapor hal itu bukan nya di ucapkan terima kasih dari aplikasi nya justru malah di blokir diri nya! Begitu juga dengan Lisa!
"Wahhh.. gak nyangka yaa.. orang yang sering mengatakan bu Joliana sering tidur dengan pria hidung belang, justru ini mereka sendiri yang melakukan nya! Apalagi tadi kata nya? Membalikkan fakta? Justru yang mengatakan hal itu lah yang membalikan nya!" ucap salah satu karyawan pria.
"Iya ya, bahkan jika postingan ini di laporkan malah kita yang di blokir loh!" ucap karyawan pria yg lain.
"Wahh.. kok bisa sampai di blokir ya bro? Di blokir nya sampai kapan by the way?" ucap karyawan pria yg lain nya.
"Sampai selama-lama nya! Bahkan ganti hp saja tetap tidak bisa!" ucap teman nya.
"Gila ya bro!" ucap nya.
"Iya bro!" ucap teman nya.
πΈπΈπΈ
Sedangkan Joliana tadi yg ketinggalan jauh dari Al langsung mempercepat langkah hingga ke belakang Al.
Al yg tadi mendengar kalau Joliana mengatakan membuka media sosial, ia pun penasaran dan langsung melihat media sosial di hp nya.
Ia melihat postingan yg lagi viral. Dan benar saja postingan yg di kirim Joliana dengan menggunakan id Miss A. Ya Miss A adalah julukan yg di berikan wartawan-wartawan saat mencari tahu siapa hacker yg sedang tren saat itu! Bahkan hingga kini masih tetap viral!.
Miss itu untuk wanita, dan A memang sengaja di buat begitu.
"Miss A?" gumam Al.
Saat Joliana mempercepat langkah nya hingga kebelakang Al. Ia tidak sadar kalau Al sudah stop hingga..
Untung saja sebelum mereka jatuh ke tanah, Joliana sudah menggunakan kekuatan untuk memperlambat waktu selama 1 menit. Dan ia menggunakan dengan menarik tangan Al yg hampir jatuh.
Setelah itu, mereka pun masuk ke dalam mobil. Mobil di setir Joliana atas permintaan Al sendiri.
Karena sudah 10 menit lagi meeting di mulai, dengan terpaksa Joliana pun menyetir mobil dengan kecepatan penuh. Membuat Al yg duduk di sebelah nya sontak kaget. Untung nya saja mereka berdua menggunakan sabuk pengaman.
5 menit kemudian, akhirnya mereka pun sampai di restoran Lily.
Joliana pun memarkir kan mobil nya sedangkan Al sudah turun meskipun jantung nya masih dag dig dug karena Joliana membawa mobil nya dengan kecepatan penuh.
Setelah Joliana memarkir kan mobil nya di parkiran mobil, ia pun keluar dari mobil nya dan segera menyusul Al.
"Tuh kan gara-gara kamu, jantung saya masih deg deg an tahu!" ucap Al kesal.
"Hihihi.. maaf!" ucap Joliana.
Mereka pun masuk ke dalam restoran Lily.
"Selamat datang tuan, nona, kalian dari perusahaan Alexander Group bukan?" tanya pelayan.
"Ya!" ucap Al singkat.
"Ok tuan, silahkan ke ruangan VVIP yang sudah di siapkan Tuan Stanly.." ucap pelayan itu.
"Terima kasih.." ucap Joliana.
__ADS_1
"Sama-sama non.." ucap pelayan itu.
Al dan Joliana pun ke ruangan VVIP yg sudah di siapkan Azka.
"Selamat datang Tuan Al dan.." ucap sekretaris Azka.
"Ini sekretaris saya.." ucap Al.
"Saya sekretaris Tuan Al, perkenalkan nama saya Joliana Callysta. Anda cukup memanggil saya dengan sebutan nona saja.." ucap Joliana.
"Iya nona.. silahkan duduk.." ucap sekretaris Azka.
"Ayu?" ucap Azka.
"Eh? Iya yah?" tanya Joliana.
"Kamu..?" tanya Azka.
"Dia sekretaris saya Tuan.." ucap Al.
"Ohh.." ucap Azka.
"Ayu, nanti konferensi pers nya di aula yang sudah di tentukan ya.." bisik Azka pada telinga Joliana alias Ayu.
"Baik yah.." ucap Ayu pelan tetapi bisa terdengar jelas di Azka. Sedangkan sekretaris Azka dan Al bingung apa yg mereka bicarakan, tetapi mereka tidak mempedulikan hal itu.
"Ehem.." ucap Al sengaja mendehem.
"Eh iya Tuan, maaf membuat Anda menunggu.." ucap Azka.
"Iya tidak apa-apa Tuan.." ucap Al.
Mereka pun membahas tentang kerja sama dan Azka pun menerima nya. Setelah itu meeting pun selesai.
"Saya yakin dengan kerja sama seperti ini akan lebih baik.." ucap Azka.
Mereka pun berjabat tangan. Seperti biasa, Joliana alias Ayu selalu menangkupkan kedua tangan nya di dada.
Joliana alias Ayu trauma bersentuhan dengan pria. Jadi agar tidak menurunkan rasa hormat, ia menangkupkan kedua tangan nya di dada.
Joliana dan Al pun kembali ke kantor.
"Pak.. hmm.." ucap Joliana.
"Ya?" ucap Al singkat.
"Hmm.. habis saya antar bapak ke kantor, saya izin ke aula sebentar ya.. nanti sekitar jam 10 balik lagi kok pak.. tenang saja!!" ucap Joliana.
"Ok.. tapi nanti kamu lembur ya.." ucap Al.
"Hmm.. ok deh.." ucap Joliana lalu mempercepat mobil hingga sampai di kantor.
Hanya butuh 10 menit, mereka pun sampai di kantor. Setelah Al turun, Joliana pun segera ke aula.
...~π©πππππππππ~...
__ADS_1