Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
BAB 26 : COGAN {~S3~}


__ADS_3

...⚘HAPPY READING⚘...


Satu minggu pun berlalu.


Alina dan Christian pun sudah menikah dua hari yg lalu.


Meskipun tidak ada cinta di antara mereka, mereka tetaplah menikah.


Alina melakukan kewajibannga sebagai istri, meski Alina belum memberikan kehormatan nya kepada Christian tapi Christian tetap memaklumi nya.


Christian juga melakukan kewajibannya sebagai suami yaitu memberi nafkah kepada sang istri.


Mereka tinggal satu rumah. Tapi setidaknya dengan melakukan kewajiban mereka berdua masing-masing, rumah ini tidak akan terlihat seperti ditinggali oleh pemilik nya dengan istrinya seperti orang asing.


⚘⚘⚘


Sementara di Alea.


Kalian masih ingat soal waktu itu yg kata si Alea mau bilang sesuatu. Ini bakalan flashback.


Flashback on. ⚘


Saat itu Alea, Emma, dan juga Elisha ke suatu tempat.


Ternyata mereka hanya keluar dari kantin dan menuju ke lapangan sekolah.


“Alea, ada apa?” tanya Emma pada Alea.


“Ikuti aja dulu.” sahut Alea yg membuat Emma harus banyak bersabar.


Setelah sampai di lapangan, mereka pun duduk di kursi yg memang ada di lapangan.


“Mau tanya apa?” tanya Alea pada Emma.


Sedangkan Elisha hanya diam. Tapi ia hanya menyimak sekaligus memandangi pemandangan Universitas.


“Ini, kenapa kita keluar dari kantin?” tanya Emma lalu melanjutkan makannya.


“Aku hanya malas.” jawab Alea.


“Malas kenapa?” tanya Emma pada Alice dengan perasaan bingung.


“Malas dikelilingi cogan.” jawab Alea.


“Cogan itu apa?” tanya Emma sambil memakan makanannya.


“Astaga.. cogan itu singkatan dari cowok ganteng.” jawab Alea.


“Tapi kan.. kamu di mansion juga dikelilingi cogan?” ucap Emma.


“Beda alur.” sahut Alea.


“Bukan alur, kalau alur berarti kita ada di cerita. Beda cerita kali, Alice.” ucap Emma.


“Tapi kan kita emang lagi di cerita.” sahut Alea lagi.


“Hem.. iya juga sih.” ucap Emma membenarkan ucapan Alea.


“Ya udah, mumpung masih ada waktu istirahat. Kamu buruan lah habisin.” ucap Alea.


“Iya. Oh ya.” jawab Emma.


“Ih diterusin, Emma.” ucap Alea kesal.


“Iya - iya. Aku mau tanya, itu siapa??” tanya Emma pada Alea.


“Itu?” ucap Alea bingung.

__ADS_1


“Kan kita bertiga. Kamu Alea, dan Aku Emma. Lalu, dia siapa?” tanya Emma.


“Oh. Dia kak Elisha. Papa Aku menyuruhnya untuk menjagaku di sini.” jawab Alea.


Emma pun hanya mengangguk berarti ia paham.


⚘⚘⚘


Sementara di kantin Universitas.


“Kalian kenapa?” tanya Bagas pada mereka kecuali Arkana.


“Gara-gara kalian ini, mereka bertiga jadi kabur deh.” jawab mereka kecuali Arkana.


“Kalian?” ucap Arkana bingung.


“Kamu dan juga Bagas.” sahut mereka kecuali Bagas dan Arkana.


“Loh, emangnya kami salah apa?” tanya Bagas pada mereka kecuali Arkana.


“Ya gara-gara kalian, mereka bertiga jadi kabur deh. Padahal baru aja si Alice ya namanya, mau dijadiin pacar aku.” jawab Jordan.


“Iya tuh. Kalau bisa, aku pun juga mau.” jawab Renaldo.


“Hem,. batul-betul-betul.” jawab Gibran menirukan suara animasi Upin & Ipin.


“Batul?” tanya Renaldo.


“Eh maksud aku. Betul-betul-bitul.” jawab Gibran.


“Bitul?” tanya Jordan.


“Bitul sama Batul itu apa?” tanya Renaldo pada Gibran.


“Astaga, aku salah bicara. Yang betul itu.. betul-botul-betul.” jawab Gibran.


“Astaga, botul? Kenapa enggak sekalian botol?” ucap Jordan kesal.


“Salah itu. Yang betul itu betul-betul-betul.” timpal Bagas.


“Nah itu maksud aku, betul-betul-botol.” jelas Gibran.


"Astaga.. baru aja tadi di bilang botol eh sekarang malah jadi nya yaa gitu deh.” ucap Renaldo kesal.


“Salah itu. Yang betul itu betul-betul-betul, Gib.” terang Bagas lagi.


“Betul, betul, betul. Coba ucapin satu-satu, Gib.” timpal Jordan.


“Betul... betul..... betul.” jawab Gibran.


“Nah betul itu. Coba langsung sekaligus.” ucap Jordan.


“Betuk-betul-biodata.” jawab Gibran cepat.


“Astaga, biodata pun juga disebut.” ucap Renaldo.


“Ulang.” pinta Bagas.


“Bio-Bioskop-Biografi.” jawab Gibran secepat delapan kali lipat dari normal.


“Hah? Bentar dulu.. bio? Bioskop? Biodata?” ucap Bagas.


Mereka pun terus mengajarkan Gibran hingga ucapan Gibran benar.


“Coba, Gib.” ucap Bagas pada Gibran.


“Betul-betul-betul.” jawab Gibran.

__ADS_1


“Nah akhirnya betul juga.” ucap mereka bahagia.


Kring... kringg...


Terdengar lah suara bel berbunyi yg bertanda jika istirahat selesai.


Mereka pun masuk kelas.


Flashback off. ⚘


⚘⚘⚘


Sementara di Alina.


Alina melakukan kewajibannya sebagai istri yaitu seperti membuat sarapan. Ya, itu dilakukan Alina saat ini. Alina sedang memasak nasi goreng. Karena bahan makanan di kulkas tidak cukup untuk membuat yg lainnya, jadi Alina pun memutuskan untuk membuat nasi goreng.


Apalagi nasi goreng hanya membutuhkan bahan yg simpel.


Alina hanya perlu nasi putih sisa kemarin, lalu tidak lupa dengan sayur daun bawang. Alina tidak menggiris bawang, karena Alina akan memasak nasi goreng dengan bumbu nasi goreng. Jadi tidak terlalu ribet.


Alina juga menyiapkan telur.


Tidak lupa dengan alat masaknya. Karena tidak mungkin jika semua bahan masak sudah ada sedangkan alat masaknya hilang bagai di telan bumi. 😂


Alina pun memecahkan telurnya. Tidak lupa kulit telurnya, Alina buang karena jika dimasak mungkin kalau dimakan tidak akan enak.


Alina pun menggoreng telurnya terlebih dahulu.


...Skip masaknya~...


(Karena kalau tidak di skip, novel ini bakalan jadi novel masakan kwkwk).


Akhirnya setelah membutuhkan waktu yg tidak terlalu lama, nasi goreng yg di masak koki Alina pun selesai.


Aroma nasi goreng pun mulai tercium.


(Ahh.. kenapa aroma nasi goreng nya keluar dari novel??)


Alina pun menyajikan nasi goreng tersebut di meja makan.


Alina pun memanggil sang suami. Sepertinya Christian sedang mandi atau justru sedang memakai pakaiannya.


Meskipun menikah hanya karena hal itu, Alina harus bersikap menghargai sang suami.


Alina tadi juga saat Christian ingin mandi, Alina sudah menyiapkan pakaian Christian untuk Christian sendiri.


Jadi, Alina sudah bangun terlebih dahulu.


Dan bukan berarti, rumah ini tidak ada pelayan. Di rumah ini sangatlah banyak pelayan, hanya saja pelayannya tidak tahu hilang ke mana. Sepertinya sedang makan semua.


Makan apa? Mungkin makan nasi goreng.


"Kak Christian..." panggil Alina kepada Christian.


Alina masih belum merubah panggilan Christian. Ia masih menyebut Christian dengan kak Christian. Mungkin karena Alina belum terbiasa.


Apalagi mereka berdua baru saja menikah dia hari yg lalu.


...TO BE CONTINUED.. ...


Akhirnya, Author bisa up juga. Author pikir kemarin kalau hari ini enggak bisa update karena Author lagi nabung bab.


Apalagi Author juga ada kesibukan di dunia nyata. Ternyata menulis itu tidak mudah ya😅.


Oh ya, kalau banyak typo tolong komen ya di paragraf nya biar Author nanti perbaiki. Soalnya Author ketiknya buru-buru.


Ok deh, jangan lupa like nya yg banyak buat Author. wkwk

__ADS_1


Jangan lupa dukungan nya yaa..


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2