
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
"Selamat malam juga." jawab Alena.
"Alvaro??" ucap Al.
"Hehe, iya Tuan Al." jawab Dokter Alvaro.
"Wah.. apa kamu yang ingin melamar Alena??" bisik Ayu.
"Tentu Nyonya Ayu." jawab Alvaro.
"Jangan panggil saya Nyonya, panggil saja saya mama seperti Alena." seru Ayu.
Al dan si kembar kecuali Alena terkejut mendengar ucapan Ayu.
"Baik nyo... eh ma." jawab Alvaro.
"Bagus." jawab Ayu.
"Silahkan duduk." ucap mama dan papa nya Alvaro.
Mama nya Alvaro bernama Vena. Sedangkan papa nya bernama Vano.
"Iya." jawab Ayu.
"Baiklah, sebelum kita memulai apa yang ingin Alvaro anak kami sampaikan, silahkan nikmati dulu makanan nya." ucap Vena.
"Iya Nyonya Vena." ucap Ayu.
"Tolong panggil saya Vena saja. Bagaimana pun kita adalah calon besan." ucap Vena.
"Ya benar itu.. panggil saya Vano saja." tambah Vano.
"Vano." geram Vena.
"Hehe jangan marah dong Vena.. nanti cantiknya hilang." canda Vano.
"Baiklah, kamu tidak akan mendapatkan jatah untuk hari ini." ucap Vena.
"Ehemm." deheman Ayu agar kedua pasangan ini tidak mengira jika mereka saat ini hanya berdua.
"Maaf." ucap Vena.
"Ya.. tak apa-apa." jawab Ayu.
__ADS_1
Mereka pun memulai makan nya. Setelah beberapa menit, Vena dan juga Vano pun memulai percakapan.
"Jadi.. maksud kami mengundang kalian semua ke sini adalah.. Hah! Kami ingin melamar anak anda, Alena Kenzo." ucap Vano dengan satu tarikan nafas.
"Apa benar kalian ingin melamar anak kami, Alena??" tanya Al.
Sedangkan si adik kembar semua pada dengarin lagu.
"Ya betul." jawab Vano.
"Kami akan merestui nya jika Alena memang mencintai Alvaro." seru Al.
"Bagaimana Lena??" tanya Vena.
"Saya mencintai kak Alvaro, Tante." jawab Alena.
"Lalu bagaimana dengan kamu, Alvaro??" tanya Vena.
"Saya juga mencintai Alena." jawab Alvaro.
"Baiklah, kami akan merestui nya. Kapan kalian ingin menikah? Besok? Lusa? Seminggu lagi? 2 minggu lagi? 1 bulan lagi? 2 bulan lagi? 4 bulan lagi? 8 bulan lagi? 16 bulan?" tanya Al.
"Astaga honey! Gak gitu juga kali." ucap Ayu.
"Bisa dong, tergantung calon pengantin nya kapan." jawab Al.
"Alena, Alvaro, kapan?" tanya Vano.
"Hm, bagaimana jika.." ucap Alena dan Alvaro lalu memikirkan jawaban nya.
Semua pun menunggu jawaban nya.
"2 minggu lagi??" ucap Alena dan Alvaro bersamaan.
"Kompak. Baiklah, kami akan menyiapkan nya. Kalian mau nya di mana?" tanya Vano.
"Bagaimana jika di taman?" seru Alena.
"Nah boleh juga Lena." ucap Alvaro.
"Oke, jangan lupa nanti kalian ke butik nya seminggu lagi ya!" ucap Al.
"Iya pa!" jawab Alena.
"Good, kalau begitu pertemuan kita sampai di sini saja. Sampai jumpa lain kali." ucap Vano.
__ADS_1
"Tentu." ucap Al.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka pun sampai di rumah.
πΈπΈπΈ
Di rumah Alvaro dan juga keluarga nya..
"Bagaimana?" tanya Vena.
"Bagaimana gimana mi?" tanya Alvaro.
"Ahh.. maksud mami, gimana dengan perasaan kamu setelah mengungkap kan perasaan yang kamu simpan terus itu?" tanya Vena.
"Ya lega lah mi, emang mami dulu enggak pernah di gitu-in??" tanya Alvaro.
"Pernah dong, tapi kan bukan mami yang ngungkapin. Tapi, papi kamu yang ngungkapin. Beda kan?" seru Vena.
"Iya-iya, mami selalu benar dan aku selalu salah." ucap Alvaro.
"Nah gitu dong jadi anak, jangan durhaka sama orangtua." ucap Vena.
"Sudah-sudah.. kalian kerjaan nya berdebat mulu. Emang enggak ada kerjaan lain?" tanya Vano.
"Enggak pi." jawab Alvaro.
"Lah memang nya kalian tidak mau tidur?" tanya Vano.
"Tidak pi." jawab Alvaro.
"Oh.. ya sudah. Selamat bergadang semua nya!!" seru Vano lalu berlari secepat mungkin ke kamar nya dan mengunci nya.
"Papi!" teriak Alvaro.
"Sudah, lagian tadi papi kamu palingan cuma bercanda." ucap Vena.
"Emangnya mami mau tidur di mana? Kan kamar papi dan mami sudah di kunci papi?" tanya Alvaro.
...~π©πππππππππ~...
Jangan lupa like nya ya kak.
Terima kasih.
__ADS_1