Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 26 : Seorang Wanita menembak cinta pada Bos nya sendiri {S2}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Blush!!


Pipi Bella pun merona seketika..


"Kalau gitu, Nicholas mau pulang dulu ya Bell." ucap Nicholas.


"Ya honey.. Hati-hati di jalan!" ucap Bella.


Nicholas pun hanya mengangguk.


Setelah Nicholas pamit dengan mama, kakak dan Bella, ia pun pulang ke rumah nya.


Setelah beberapa menit perjalanan, Nicholas pun sampai.


Setelah mengucapkan salam, Nicholas pun masuk.


"Senang sekali. Kayak habis nembak orang saja. Jangan-jangan kamu nembak wanita lain ya selain Bella?" tanya Al.


"Uhh.. papa mah selalu aneh-aneh deh pemikiran nya." protes Nicholas.


"Ya.. nama nya juga papa kamu Nicho.. Kamu habis nyium Bella yaa??" tanya Ayu.


"Hehe.. iya ma." jawab Nicholas terkekeh.


"Pantesan wajah nya bahagia gitu." ucap Al.


"Sudah.. mending kamu mandi dulu sana! Habis itu baru makan malam. Kamu main nya kecepatan hehe. Besok-besok lebih lama ya biar sekalian jatuh cinta." ucap Ayu terkekeh.


"Tapi kalau misalnya sudah jatuh cinta gimana dong, ma??" tanya Nicholas.


"Kalau sudah jatuh cinta ya... berarti makin cinta." jawab Al.


"Sudah...... kamu mandi sana dulu buruan!!" ucap Ayu.


"Ya, ma." jawab Nicholas.


🌸🌸🌸


Sementara di cabang perusahaan Alexander..


Tempat di mana Nathan mengurus cabang perusahaan papa nya yg lebih besar daripada cabang lainnya.


"Bos." panggil Maya.


"Hem? Ada apa Maya?" tanya Nathan.


"Ehm... gimana ya bilangnya." gumam Maya.


"Maya?" tanya Nathan lagi.


"Eh, gak jadi deh." ucap Maya lalu pergi dari ruangan bos nya itu.


"Haduhh.. niatnya sih mau nembak. Tapi ada gak yaa perempuan nembak laki-laki😰..?" gumam Maya ketika ia sampai di ruangan nya.


"Bukan nembak pakai pistol atau senapam dan sebagainya gitu.. Tapi.. nembak cinta heheh.. ada gak sih??" gumam Maya.


"Maya, kamu tidak usah pedulikan ada apa tidak. Kalaupun tidak ada, palingan kamu tinggal viral di TV saja. 'Seorang wanita menembak cinta pada bos nya sendiri'. Mungkin itu judul yang cocok. Ehh.. kenapa aku jadi mikir soal judul nya yaa?? Padahal kalau aku viral di TV, judul juga bukan aku yang buat." ucap Maya pada diri nya sendiri.


"Ahh.. sudahlah. Nembak cinta nya nanti saja. Aku mau ngurus dulu jadwal hari ini." ucap Maya lagi lalu ia pun mengurusnya.


Maya pun mengurus jadwal meeting hari ini. Setelah selesai, ia pun membawa jadwal itu ke ruangan Nathan.


Ia pun membaca jadwal nya ketika Nathan meminta nya untuk membacakan semuanya.


Setelah itu, Maya pun berniat langsung pamit keluar.


Namun...


"Maya." panggil Nathan.


"Ya, bos?" tanya Maya.


"Hem... apaa yang ingin kamu katakan tadi??" tanya Nathan.


Karena sedari tadi Nathan memikirkan apa yg akan di katakan Maya. Namun, Maya malah tidak jadi untuk mengatakannya. Hal itu membuat Nathan bingung. Mungkin jika Nathan tak dapat jawaban nya hari ini juga, maka mungkin saja Nathan tidak bisa tidur nyenyak.

__ADS_1


"Aku..." ucap Maya terhenti.


"Kamu apa?" tanya Nathan.


"Tadi.. aku berniat.." ucap Maya terhenti lagi.


"Berniat apaa??" tanya Nathan.


Seperti nya Nathan harus memecahkan teka-teki oleh Maya.


"Tadi aku hanya berniat untuk menembak cinta." jawab Maya jujur.


"Nembak cinta?? Gimana cerita nya, Maya?" tanya Nathan.


"Ahh.. bos enggak pernah jatuh cinta yaa??" tanya Maya.


"Emang enggak." jawab Nathan seadanya.


"Astaga.. pantesan aja." ucap Maya lalu menepuk jidat nya sendiri sambil menggelengkan kepala nya.


🌸🌸🌸


Di rumah Alena dan juga Alvaro..


"Kak." panggil Alena.


"Hem?" tanya Alvaro lalu mendekati Alena dan meninggalkan laptop yg sudah ia matikan.


"Kakak sudah mengabari mama dan papa kan? Kalau kita sudah sampai di rumah dengan aman?" tanya Alena.


"Oh iya... kakak lupa. Sebentar." ucap Alvaro lalu mencari-cari ponsel nya. Namun, ponsel nya tak kunjung ketemu.


"Sayang." panggil Alvaro.


"Ya kak? Apa ponsel kakak sudah ketemu?" tanya Alena.


"Belum, apa kamu melihatnya, sayang?" tanya Alvaro.


"Enggak, kak." jawab Alena.


"Memangnya kakak tadi letakkan ponsel nya di mana??" tanya Alena.


"Astaga kak.. ya sudah, bagaimana kalau kakak pakai ponsel Alena dulu?" tanya Alena.


"Mungkin lebih baik." ucap Alvaro.


"Nanti setelah telepon saja baru Alena telepon ke ponsel kakak." ucap Alena.


"Baiklah." jawab Alvaro.


Alena pun meminjamkan ponsel nya pada Alvaro.


Alvaro pun menelepon papa nya Alena.


Tut.. tuttt..


"Halo? Alena." panggil Al.


"Halo pa? Maaf ini Alvaro, ponsel Alvaro hilang. Jadi Alvaro minjem ponsel Alena untuk mengabari jika sudah sampai." jawab Alvaro.


"Oh.." ucap Al.


"Parah yaa kalian berdua, Asik sama dunia sendiri. Sampai lupa untuk mengabari kami." sindir Ayu.


"Maaf, ma." ucap Alvaro.


"Ya." jawab Ayu.


"Kalian sampai sudah berapa lama?" tanya Al.


"Mungkin sudah sekitar 3 - 4 jam, pa." jawab Alvaro.


"Sudah lumayan lama kalian sampainya." ucap Al.


"Iya, pa." jawab Alvaro.


"Alena di mana?" tanya Al.

__ADS_1


"Alena nya.." ucap Alvaro lalu ia pun memanggil Alena.


"Halo, pa, ma." ucap Alena.


"Halo juga Lena." ucap Al dan juga Ayu.


"Maaf ya, pa, ma, Alena dan kak Alvaro lupa ngabarin." ucap Alena.


"Iya.. tidak apa-apa. Yang penting kalian selamat sampai tujuan." jawab Ayu.


"Ma, di mana kak Nicholas dan juga lainnya?" tanya Alena.


"Kak Nicholas sedang bekerja. Sedangkan yang lainnya sibuk." jawab Ayu.


"Ohh.. oke ma. Kalau gitu, Alena matikan dulu ya telpon nya." ucap Alena.


"Iya nak. Jaga sopan santun mu dan jangan membantah apa kata suami kamu." ucap Ayu.


"Ya, ma." jawab Alena.


Lalu..


Tut.


"Syukurlah.. mereka berdua sampai di tujuan dengan selamat." ucap Ayu.


🌸🌸🌸


Di cabang perusahaan Alexander Group yg terbesar..


"Oh ya, Maya." ucap Nathan.


"Ada apa lagi, bos?" tanya Maya.


"Tadi yang kata kamu mau nembak cinta." jawab Nathan.


"Lalu?" tanya Maya dengan penasaran.


"Nah, kamu memangnya mau nembak cinta ke siapa??" tanya Nathan.


"Ohh.. itu." ucap Maya terkekeh.


"Iya.. siapa yang mau kamu tembak?" tanya Nathan.


Nathan berharap Maya menembak cinta pada diri nya. Entah harapan nya terlalu tinggi atau bagaimana, Nathan tidak peduli.


"Aku.." ucap Maya menahan rasa malu.


Tak mungkin Maya mengatakan jika ia ingin menembak cinta pada orang di depan nya ini. Itu sangat memalukan baginya!


"Kamu apa?" tanya Nathan penasaran.


Sedari tadi Nathan masih memikirkan hal itu. Bahkan pekerjaan ia tunda.


Nathan berharap harapan nya terkabulkan. Nathan bisa saja ia menembak Maya dulu. Tapi gengsi nya terlalu tinggi.


"Aku... ingin menembak cinta pada...." ucap Maya terhenti lagi.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Nathan kayaknya penasaran banget tuh, Maya. Buruan Maya kamu akui.


Kita lihat siapakah yang akan menikah duluan? Nicholas atau Nathan? Coba kalian tebak yaa!!


"Aku tak yakin jika kamu akan menikah nantinya lebih dulu dari pada ku." ucap Nicholas.


"Itu masih rencana pastinya, kak. Ku pastikan aku akan menikah duluan sebelum kakak!" jawab Nathan.


Ini adalah percakapan antara Nicholas dan juga Nathan. Percakapan ini sengaja author tidak taruh.


Nathan berusaha untuk menikah sebelum Nicholas. Tampak Nathan sudah yakin pada diri nya sendiri.


Apakah mereka berdua akan menikah secara bersamaan? Atau justru Nathan lebih dulu? Atau sebaliknya??


Semua akan di ketahui di bab selanjutnya ( kemungkinan ).


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Jangan lupa like nya yaa.. Author sudah panjangin loh bab ini. Padahal tadi rencana nya mau di bikin 2 bab. Tapi enggak jadi, author mau bikin sekaligus saja hehe.


Terima kasih banyak buat semuanya. πŸ™πŸ»πŸ’ž


__ADS_2