
Eh, kalian jangan pada ngirain kalau ini bakal sad ending ya.
Tapi HAPPY ENDING tentunya, ini judul nya hanya untuk kedua identitas misterius jika bagi kalian. Tidak bagi author, heheπ..
Bab terakhir di season dua.
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Hari pun terus berlalu hingga tidak terasa sudah enam bulan berlalu..
Hari ini tepat di mana Mona dan juga Dora akan melakukan aksi nya yg selama ini sering ditunda-tunda.
"Ayo saatnya kita melakukan aksi kita." ajak Dora pada Mona.
"Ya, Dora. Sebentar." jawab Mona di kamar mandi yg sedang berganti baju.
"Secepatnya lah, Mon. Apa kamu mau jika rencana kita gagal nanti??" tanya Dora pada Mona.
"Tentu aku tidak mau. Sabar dikit dong." jawab Mona.
"Tapi ini sudah setengah jam kamu dikamar mandi. Apa saja sih yang kamu lakukan??" tanya Dora sedikit kebawa emosi.
"Tadi mandi. Sekarang lagi pakai bajunya. Sabar.." jawab Mona.
Dora pun hanya bisa mendengus kesal.
Tidak lama, akhirnya Mona pun keluar dari kamar mandi setelah sekian abad. Eh salah, sekian lamanya.
"Akhirnya kamu keluar juga, Mon. Setelah sekian lamanya." ujar Dora.
"Hehe.." ucap Mona terkekeh.
"Lagian cuma misi, kok. Ngapain pake makeup dll?" tanya Dora pada Mona.
"Biar terpesona dong." jawab Mona santai.
"Jadi niatnya mau nyelesain misinya apa mau terpesona??" tanya Dora pada Mona dengan sedikit kesal.
"Dua-duanya." jawab Mona.
"Astaga.." ucap Dora menepuk jidatnya.
Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yg merupakan bawahan Mona yg tak lain adalah Tono. Setelah Mona, barulah Tono dan selanjutnya bawahan Mona yg lain. Bisa di katakan Tono adalah bawahan Mona yg tingkatnya tinggi dan juga paling penting. Jadi setiap baik Mona maupun Tono, pasti akan selalu dihormati bawahan lainnya.
"Nona Mona, Nona Dora. Apa misinya sudah bisa dilakukan sekarang?" tanya laki-laki tersebut yg tak lain adalah Tono. Laki-laki yg merupakan tamu yg tidak diundang, namun ia datang untuk melerai satu pasangan sahabat ini. Kalau tidak, mungkin misinya akan ditunda lagi hanya karena itu.
"Ah.. Mona." ucap Dora.
"Tentu saja." jawab Mona.
"Baiklah, Nona." Mona dan juga Dora pun berjalan terlebih dahulu. Setelah itu barulah Tono mengikuti mereka berdua bersama asisten Dora yg bernama Olivia.
Mereka pun menuju ke lokasi yg sudah ditargetkan sebelumnya. Dan sudah sangat dipastikan.
πΈπΈπΈ
Sedangkan di rumah Nicholas dan juga Bella.
Sekarang kandungan Bella sudah beranjak sekitar 7 bulanan.
Semua permintaan Bella selalu dituruti oleh Nicholas.
Di rumah Nicholas & Bella, satu keluarga sedang berkumpul.
__ADS_1
Entahlah alasannya mengapa, sang ibu yg tak lain adalah Ayu meminta mereka semua untuk berkumpul dirumah Bella & Nicholas. Apalagi mendengar suara sang ibu seperti sedang menyembunyikan sesuatu membuat mereka sepakat untuk berkumpul hari itu juga.
Usia kandungan Maya juga sama dengan Bella yaitu 7 bulanan. Sedangkan Alena? Kandungan Alena sudah beranjak sekitar 8 bulanan.
Semua berkumpul dirumah Bella & Nicholas, untung rumahnya cukup besar jadi satu keluarga pasti cukup.
Apalagi besan nya juga ada. Kedua orangtua Bella dan Maya juga ada. Kedua orangtua Alvaro juga ada, sedangkan Tante dan juga Om Alvaro tidak datang karena ada urusan mendadak diluar negeri. Dan tidak hanya itu saja, Tante & Om Alvaro tidak datang juga karena sudah dipastikan rumah Nicholas & Bella tidak akan muat. Terlebih lagi si adik kembar juga bersama.
Suasana rumah yg sangat ramai, membuat semua orang merindukan suasana dulu.
"Ma, ada apa Mama menyuruh kami untuk berkumpul?" tanya Alea yg merupakan si adik kembar. Anak Ayu & Al yg ke lima (5).
"Iya, Ma. Kenapa tidak di rumah Mama dan juga Papa? Dan kenapa harus di rumah Kak Nicholas dan juga Kak Bella?" ucap Alberta menimpali ucapan sang kakak ke-lima (5). Alberta juga merupakan genk si adik kembar. Alberta, anak Ayu & Al yg paling terakhir alias bungsu.
"Betul itu, Ma." ucap Naufal ikut menimpali ucapan sang adik. Naufal juga termasuk di dalam genk si adik kembar. Naufal adalah anak Ayu & Al yg ke-sembilan (9).
"Tidak apa-apa, Sayang. Mama hanya ingin berkumpul seperti dulu." jawab Ayu.
"Terus kenapa kita harus di rumah kak Nicholas dan juga kak Bella? Kenapa tidak di rumah kita saja, Ma??" tanya Alice pada sang ibu. Alice juga termasuk dalam genk si adik kembar. Alice merupakan anak ke-dua belas (12) dari Ayu & Al.
Ayu tidak menjawab. Ayu hanya tersenyum misterius, membuat suaminya yaitu Al dan juga anak-anaknya bingung akan maksud senyuman tersebut.
"Nanti kamu akan tahu, Sayang." jawab Ayu setelah lamanya diam dan tentunya tadi hanya tersenyum misterius.
Al pun mengajak sang istri untuk ke kamar yg kosong dan disediakan untuk mereka berdua.
"Sayang, aku ingin tahu." ucap Al pada Ayu.
"Hem.. Mungkin hari ini akan ada kejutan." jawab Ayu.
"Kejutan?" tanya Al pada Ayu.
"Tentu.." Ayu pun mulai menjelaskan permasalahan nya. Tapi tidak diberitahu disini ya karena harus disensor. Kalau tidak disensor, nanti ini sudah langsung selesai. Gak ada dong action nya gitu. π€£
πΈπΈπΈ
Kini, mereka berdua sedang dalam perjalanan. Tak lupa mereka meminta sang bawahan yg menyamar menjadi pelayan untuk memberitahu apa saja yg sedang dilakukan oleh sang target.
Dan mereka berdua sangat terkejut. Karena keluarga besar mereka sedang berkumpul di sana. Ini membuat misi harus ditunda. Namun, ini sudah berjalan 80% jadi tidak mungkin kan harus ditunda lagi?
Awalnya Mona ingin menunda nya lagi, tapi karena desakan sang sahabatnya yaitu Dora membuatnya melanjutkan misi mereka yg hampir 100%.
"Dora, menurutmu.. setelah misi ini selesai, siapa yang berhak mendapatkan nya??" tanya Mona pada Dora.
"Antara kamu dan juga aku." jawab Dora.
"Iya, masa kita berdua jadi istrinya?" ujar Mona sedikit kesal.
"Ya, mungkin seperti itu tepatnya." jawab Dora.
"Terserah kamu saja deh." ucap Mona lalu mengalihkan pandangan nya ke arah jendela. Ia sungguh bingung. Di sisi lain, ia memang menyukai dia. Tapi sang sahabat yaitu Dora juga menyukai dia. Bila misi ini selesai, siapa yg berhak mendapatkan dia?
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka berdua pun sampai di tujuan.
Mereka pun membaca pesan dari laporan bawahan Mona yg menyamar menjadi pelayan di rumah Bella & Nicholas.
Dan mereka berdua sangat bahagia tentunya. Bahagia kenapa? Bahagia karena misi berhasil.
πΈπΈπΈ
Sementara di Rumah Nicholas & Bella..
Sekarang mereka sekeluarga sedang ingin makan siang.
__ADS_1
Kadang Ayu dan juga Al memergoki salah satu pelayan yg gerak-gerik nya sedikit mencurigakan. Ayu dan Al menjadi detektif mendadak.
Salah satu pelayan yg gerak-gerik nya sedikit mencurigakan menabur bubuk entahlah bubuk apa.. ke dalam makanan Bella.
Jika dilihat dari jauh, maka tidak akan terlihat pastinya. Karena terkadang tebakan nya salah dan kadang benar.
Tiba-tiba disaat mereka sedang mengintip pelayan tersebut mereka berdua di terkejut kan oleh seseorang.
"Mama? Papa?" ucap seseorang tersebut. Ternyata seseorang tersebut ialah anak sulung mereka berdua yaitu Nicholas Kenzo.
"Sstt." ucap Ayu sambil meletakkan jari telunjuk di bibirnya pertanda diam. Nicholas yg melihat itu pun diam dan ikut bergabung dengan mereka berdua.
"Ma, apa yang dilakukan pelayan itu? Kenapa ia meletakkan bubuk ke dalam makanannya Bella??" tanya Nicholas pada Ayu dengan suara kecil.
Bingung, kenapa bisa tahu itu makanan Bella? Karena Bella meminta untuk dibuatkan mie π.
Ayu tak menjawab, melainkan ia keluar dari tempat persembunyian mereka lalu menghampiri pelayan tersebut. Nicholas dan sang suami yaitu Al yg melihatnya sedikit bingung. Tapi tetap mengikutinya.
Dan mengenai identitas Ayu sebenarnya dan bos mafia, Al meminta Ayu untuk keluar dari dunia tersebut. Jadi hidup mereka tak ada sangkut pautan lagi dengan mafia.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Ayu pada pelayan tersebut.
Mendengar suara sang ibu dari tuan rumah, membuatnya sedikit gugup.
"Katakan dengan jujur pada saya. Maka, anda tidak akan saya salahkan." ucap Ayu lagi.
"Sa.. saya hanya me.. meletakkan bumbu mie nya saja." jawab pelayan tersebut dengan sedikit terbata.
"Tapi saya merasa, plastik kantong nya tidak bewarna seperti itu. Dan tidak ada aroma bumbunya juga." ucap Ayu.
"Iya. Itu karena baru saja saya letakkan." jawab pelayan tersebut dengan santai. Padahal hatinya serang gelisah.
"Baik, jika kamu tidak jujur. Apa kamu tahu, jika yang kamu letakkan itu adalah racun!!" ucap Ayu.
"Tentu saja saya tahu." jawab pelayan tersebut.
"Oh." Ayu pun mulai mencoba menghubungi polisi. Tak lupa dalangnya juga ia laporkan.
"Eh, jangan. Baiklah, saya akan jujur!!" ucap pelayan tersebut gelisah karena tiba-tiba saja Ayu menelepon polisi.
"Sayangnya sudah terlambat, polisi sudah sampai didepan rumah. Dan orang yang meminta mu juga akan segera ditangkap." ucap Ayu.
"Ahh.. tidak!!" ucap pelayan tersebut ketika kedua tangannya diborgol oleh polisi.
"Terima kasih banyak, Nyonya Ayu, Tuan Al, dan Tuan Nicholas. Karena berkat kalian, penjahat yang kami targetkan kemarin untuk ditangkap tidak berhasil sekarang menjadi berhasil." ucap salah satu polisi sambil membungkuk hormat. Sepertinya polisi ini merupakan Inspektur Polisi.
πΈπΈπΈ
Sementara di tengah jalan, siapa lagi jika bukan Mona dan juga Dora. Mereka kini juga ditangkap.
"Ah.. tidak!! Wanita sialan itu!!!!" ucap Dora kesal.
"Heh, Nona. Tolong kalau punya mulut, jangan bicara sembarangan. Saya masih mending tidak mengunakan cara keras karena saya masih mempunyai hati nurani." ucap polisi tersebut kesal.
Mona dan juga Dora pun dibawa ke kantor polisi. Bawahan mereka juga semua dibawa.
Kini, hanya tinggal PENYESALAN!!
πΈπΈπΈ
Keluarga Ayu & Al pun akhirnya bahagia..
Anak-anak nya pun juga bahagia tentunya, masa tidak!!
__ADS_1
...~TAMAT~...