Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 27 : Maya mengakui nya + Apakah di tolak atau di terima?? {S2}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


"Aku.. ingin menembak cinta pada.." ucap Maya terhenti lagi.


"Maya." tegur Nathan tegas.


"Maaf bos." ucap Maya.


"Aku ingin menembak cinta pada.. Hah!! pada.. bos saya yang bernama Nathan Kenzo." ucap Maya setelah ia menarik nafas nya lalu ia hembuskan ketika sudah selesai mengatakan nya.


Deg..


🌸🌸🌸


Sementara di rumah Alvaro dan juga Alena..


"Kak." panggil Alena.


"Hem, kenapa?" tanya Alvaro.


"Kakak sibuk?" tanya Alena.


"Enggak tuh, memangnya kenapa sayang?" tanya Alvaro.


"Ehmm...." ucap Alena terhenti.


"Ehmm kenapaa sayang?" tanya Alvaro.


"Ehm.. bolehkah kita membuat nya sekarang??" tanya Alena.


"Humm.. membuat apa sayang??" tanya Alvaro.


Sepertinya Alvaro harus bersikap sabar.


"Membuat anak." jawab Alena terkekeh.


"Apa kamu siap untuk menjadi seorang ibu, sayang?" tanya Alvaro.


"Alena sudah siap kok, kak. Kalau kakak sendiri bagaimana?" seru Alena.


"Kak juga sudah siap. Jadi.... apaaaaaa kamu yakin sayang untuk menjadi seorang ibu nantinya??" tanya Alvaro.


"Kakak tidak mau jika kamu melakukan nya dengan terpaksa." tambah Alvaro.


"Alena siap kok, kak. Tanpa paksaan siapapun." jawab Alena.


Mereka pun melakukan hubungan badan antara suami istri.


🌸🌸🌸


Sementara di keluarga Ana dan juga Bram..


"Putra, kamu kenapa senyum-senyum sama hp kamu nak?" tanya Bram.


"Hem... enggak kok, pa." jawab Putra cepat.


"Hem.. apa kamu sedang pacaran ya, nak?" tanya Ana.


"Hehe... iya, ma." jawab Putra terkekeh.


"Pantesan pacaran, pacar nya siapa??" tanya Bram.


"Pacar nya.. Alina, pa." jawab Putra.


"Alina?? Alina Kenzo?" tanya Bram memastikan.


"Ya, pa." jawab Putra.


"Astaga nak, usia kalian berbeda 5 tahun loh, nak." ucap Bram.


"Mas, terkadang cinta itu bisa muncul. Tidak peduli usia berapa pun itu. Asalkan cinta, mas." balas Ana.

__ADS_1


"Ya, sayang." jawab Bram pasrah.


"Kamu tidak melakukan di luar batas kan, Putra?" tanya Ana.


"Tidak kok, ma. Hanya saling bertegur sapa, curhat lah dan sebagainya. Tidak ada ciuman, pelukan, atau apapun itu." jawab Putra.


"Bagus, bukannya mama tidak mau kamu ciuman dan sebagai nya. Mama hanya takut jika kamu melakukan yang di luar batas. Apalagi kan sekarang lagi viral ada anak SMP sudah hamil dan punya anak." ucap Ana.


"Iya, ma. Tenang saja kok, ma. Putra tidak akan menghamili Alina sampai kami menikah. Kalau kami sudah menikah.. bolehkah jika Putra menghamili nya? hehe.." tanya Putra terkekeh.


"Ya tentu." jawab Ana.


"Jadi gak sabar nunggu Putra lulus S2." ucap Putra.


"Belajar yang rajin, nak. Kamu sudah pacaran berapa tahun?" tanya Bram.


"Hem... baru sekitar 2 bulan, pa." jawab Putra.


"2 bulan?" tanya Bram.


"Ya, pa." jawab Putra.


"Kamu boleh pacaran, asalkan tidak di luar batas ya." ucap Ana.


"Ya, ma." jawab Putra.


🌸🌸🌸


Sementara di Alana..


"Jadi kamu pria yang waktu itu menyukai Alena?" tanya Alana.


"Ya.. tapi mungkin kami berdua tidak berjodoh." ucap pria tersebut yg bernama Raja.


"Yang sabar ya, Raja." balas Alana.


"Ya, Ana. Terima kasih." ucap Raja.


"Oh yaa.. ehmm.." ucap Raja terhenti.


Entah kenapa ketika Raja dengan Alana, sikap nya menjadi salah terus.


"Oh ya apa??" tanya Alana penasaran.


"Bolehkah jika kita.. memiliki hubungan gitu?" tanya Raja.


"Tentu." jawab Alana.


Ternyata Alana juga menyukai Raja dari awal ia bertemu. Alana dan juga Raja sekarang ada di Taman Kota. Yg mengajak Alana kemari adalah Raja sendiri.


"Maksud ku.. hubungan seperti teman. Aku ingin mengenal mu lebih." tambah Raja.


"Boleh, dan kita akan menjadi teman sekarang." jawab Alana.


"Benarkah?" tanya Raja.


"Tentu." jawab Alana.


Alana memang tidak menyukai seorang pria. Namun, entah kenapa bila ia dekat dengan Raja, ia selalu ingin dekat dengan Raja.


"Terima kasih sudah menjadi teman ku, Alana." ucap Raja.


"Sama-sama." jawab Alana.


Raja pun bingung mau membahas apa lagi, ia tiba-tiba menjadi canggung. Perasaan canggung dan malu bercampur.


Jika Raja dekat dengan Alena berbeda. Raja tak pernah bertingkah aneh. Tapi bila ia dengan Alana, ia terus seperti itu.


Apakah ini yg di namakan jodoh? Apakah jodoh nya adalah Alana??


"Hemm.. maafkan aku. Aku tidak tahu bila aku dengan mu, Alana, aku menjadi canggung." ucap Raja.

__ADS_1


"Tak apa. Aku paham." jawab Alana.


"Oh yaa, kita mau bahas apa?" tanya Raja.


"Aku juga tidak tahu." jawab Alana.


"Hahaha.. ya sudah. Bagaimana jika kita kencan?" tanya Raja.


"Bukankah memang dari awal kita kencan yaa?" tanya Alana.


"Ehh.. iya juga ya." jawab Raja.


"Ayolah kita keliling Taman di sini." ajak Alana.


"Ayo!!" balas Raja.


Mereka pun keliling Taman kota.


Setelah selesai berkeliling Taman, mereka pun makan siang bersama di restoran.


🌸🌸🌸


Sementara di cabang perusahaan terbesar..


Tempat ini lah di mana Nathan bekerja. Papa nya sengaja meminta Nathan untuk menggantikan posisi nya di sini. Karena cabang ini lebih besar di bandingkan cabang-cabang perusahaan lainnya. Namun, jika di bandingkan antara perusahaan utama dan juga cabang perusahaan ini. Maka tetap yg besar adalah perusahaan utama sendiri.


"Apa katamu, Maya? Coba ulangi sekali lagi!" pinta Nathan.


Nathan takut jika ia salah dengar.


"Aku.. ingin menembak cinta pada anda. Anda bos saya yg bernama Nathan Kenzo. Huffttt.." jawab Maya.


"Kenapa kamu ingin menembak ku?" tanya Nathan.


"Karena aku jatuh cinta pada mu." jawab Maya santai.


"Kenapa kamu bisa mencintai ku?" tanya Nathan.


"Aku... aku.. aku tidak tahu soal itu kenapa aku bisa jatuh cinta pada bos sendiri." jawab Maya.


"Mungkin kah ini yang di namakan takdir?" tanya Nathan.


"Mungkin saja." jawab Maya.


"Lalu jika kamu menembak ku, apa menurut mu aku akan menerima nya?" tanya Nathan.


"Aku.. aku juga tidak tahu soal itu! Entah di terima atau pun di tolak, aku akan terima jawaban apa pun itu." jawab Maya.


"Coba kamu menembak ku sekarang." pinta Nathan.


"Tapi bos.." ucap Maya terhenti.


"Tidak ada tapi-tapian. Aku ingin mendengarkan kata-kata kamu sekarang juga." pinta Nathan.


"Hem...... tapi." ucap Maya terhenti.


"Huftttt.. baiklah. Bos Nathan Kenzo yang terhormat, kita berdua setiap hari hampir bertemu. Dan aku jatuh cinta pada mu. Setiap hari, cinta ku pada mu semakin membesar. Mau kah kamu menerima cinta ku dan menikah dengan ku?" tanya Maya.


Deg..


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


(Maaf yaa untuk lamaran nya mungkin tidak jelas. Karena author sendiri belum punya pengalaman hehe. Apalagi yg biasanya ngelamar kan laki-laki).


Jadi maafkan author kalau kata-kata pas Maya nya ngelamar salah.


By the way.. siapa yaa jantung nya yg berdetak itu??


Maya atau Nathan??


Jangan lupa like nya yaa kakak-kakak reader's semuanya..

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2