Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 6 : Cindy Clarissa Kenzo {~S3~}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


///


Sementara di Bella dan juga Nicholas.


Setelah selesai menjenguk Alena, keluarga Kenzo pun ke ruangan Bella. Terlihat ada Mama dan juga Kakaknya Bella yaitu kak Eca. Sedangkan Nicholas? Nicholas pergi untuk membelikan makanan untuk Bella. Ya, tadi saat Nicholas ditawarkan, Bella dan Nicholas tak mau.


Jadi mereka memilih beli sendiri.


"Apa kalian sudah membuat nama untuk anak kalian??" tanya Al pada Nicholas dan juga Bella.


"Ya, siapa namanya??" ucap Mama nya Bella menimpali ucapan besannya.


"Iya. Apa kalian sudah membuatnya??" ucap Kak Eca menimpali ucapan Mama nya dan juga Papa mertua adiknya.


"Sudah." jawab keduanya kompak.


"Wah.. namanya siapa??" tanya Kak Eca antusias.


"Cindy Clarissa Kenzo." jawab keduanya kompak.


"Nama yang bagus." ucap mereka kecuali Nicholas dan Bella.


"Cindy.. kamu gemes banget deh." ucap Alice.


"Iya dong, siapa ayahnya dan ibunya." ucap Nicholas sombong pada Alice.


"Gitu aja sombong, Kak. Gimana nanti kalau aku juga punya anak." ujar Alice.


"Kalau cowok, gimana?" ucap Nicholas.


"Kan bisa buat lagi sampai anaknya jadi perempuan." jawab Alice.


"Sudah-sudah.." ucap Kak Eca.


"Ya, Kak." jawab Alice dan juga Nicholas.


"Kenapa Cindy nya dari tadi tidak bersuara??" tanya Naufal pada Nicholas dengan wajah polosnya.


"Karena dedek Cindy masih tidur, Aunty." jawab Bella menirukan suara anak kecil.


"Kok dedek? Bukanlah Cindy sudah jadi kakak ya??" ucap Naufal lagi dengan wajah tak berdosa.


"Bukan. Kan yang jadi kakak itu Reymond dan Reynold." jawab Nicholas.


"Tapi bukankah Cindy duluan yang lahir ya??" ucap Naufal lagi.


"Bukan. Tapi Reymond dan Reynold, oke??" ucap Nicholas dengan sabar.


"Hem" ucap Naufal.


///


Sementara di Raja..


Raja dan juga Ello sudah menghubungi sang ibu beberapa kali, namun masih tidak dijawab.


Hingga akhirnya panggilan ke 15 pun dijawab.

__ADS_1


"Halo??" ucap wanita disana yg ternyata adalah Bi Lulu.


"Bi Lulu??" ucap Raja dan Ello kaget.


"Eh, ini Tuan Raja dan Tuan Ello ya?" tanya Bi Lulu seperti kenal dengan suara yg menghubungi nya.


"Ya, Bi. Mama di mana??" ucap Ello.


"Nyonya lagi berduaan dengan Tuan Eko." jawab Bi Lulu.


"Oh.. baiklah, Bi." ucap Ello.


"Lalu, kenapa ponsel Mama ada dengan Bi Lulu??" tanya Raja pada Bi Lulu.


"Ini ponsel saya, Tuan Raja." jawab Bi Lulu.


"Hah?" ucap Raja dan Ello kaget lalu melihat nama kontak yg mereka telpon. Dan terlihat 'Bi Lulu'.


"Bagaimana?" tanya Bi Lulu.


"Em.. Maaf. Maaf telah menganggu waktu pekerjaan Bi Lulu." ucap Ello dan juga Raja kompak.


"Tidak masalah." jawab Bi Lulu.


Tutt.


Sambingan telpon pun dimatikan oleh Raja. Raja pun kembali melihat riwayat panggilan. Dan benar saja, dari tadi mereka menghubungi Bi Lulu. Bukan Mama.


"Pantesan saja daritadi enggak ada jawaban." gerutu Raja pelan.


Raja pun mencari nama 'Mama Ku Tersayang Dan Tercinta'.


Raja pun mulai menekan tombol video call.


Masih baru berbunyi. Dan belum ada jawaban.


///


Sementara di Jepang.


Di kamar.


"Huftt.. Sayang. Sepertinya ada yang menelepon kamu tuh. Coba angkat saja." ucap pria tersebut pada istrinya. Ternyata pria tersebut adalah Eko.


"Aku udah yakin, yang. Yang nelpon aku daritadi itu penipu tadi." jawab sang istri yg ternyata adalah Sirenia.


Ya, memang benar. Setelah mematikan telpon dengan sang anak, Sirenia dihubungi oleh nomor penipu. Dan bisa-bisanya orang tersebut mengatakan jika suami Sirenia sedang berselingkuh dan bahkan mengirim foto bukti ke Sirenia.


Tapi


Tapi Sirenia sendiri tidak percaya. Tentu, bagaimana tidak? Suaminya saja dari tadi bersamanya. Jadi tidak mungkin kan suaminya berselingkuh dengan wanita lain? Apalagi suaminya yg menang setia hanya dengan satu wanita. Meskipun orang tersebut memang sudah mengirimkan sebuah bukti berupa foto pada Sirenia.


Tapi Sirenia tetap tidak percaya. Bahkan Sirenia memblokir nomor penipu tersebut. Sayangnya, penipu tersebut memiliki banyak nomor untuk menghubungi Sirenia. Sepertinya orang yg menelepon Sirenia bukanlah orang sembarangan. Pasti orang tersebut didukung oleh orang yg kuat. Yg kuatnay bukan main tentunya.


Eko masih mencari informasi orang tersebut. Tapi sayangnya, Eko masih belum menemukannya. Apalagi Eko yg sudah pensiun dari perusahaan 3 tahun yg lalu membuatnya lupa tentang perusahaan. Karena yg hanya ia ingat yaitu bermesraan bersama sang istri.


Eko memutar otaknya ke 3 tahun yg lalu. Bagaimana cara mencarinya??


"Coba angkat saja dulu, Sayang. Siapa tahu orang penting." ucap Eko.

__ADS_1


"Hem" ucap Sirenia lalu mencoba untuk mengangkat yg meneleponnya terus-menerus.


"Halo?" ucap Sirenia.


"Halo, Ma. Akhirnya Mama angkat juga." ucap pria di ujung telpon yg ternyata adalah Raja.


"Iya, Ma." ucap Ello menimpali ucapan sang adik.


"Hah?" ucap Sirenia bingung.


"Mama kenapa??" tanya Raja dan Ello kompak.


"Tidak apa. Ada apa kalian telpon??" ucap Sirenia mengalihkan pembicaraan.


"Kami berdua hanya ingin minta maaf." jawab Raja dan Ello.


"Tidak masalah. Mama maafkan." ucap Sirenia.


///


Sementara di suatu tempat.


"Lihat saja. Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia. Kalian pikir, kalian bisa bahagia di atas penderitaan ku? Oh tentu tidak." ucap seorang wanita di jauh sana yg masih memiliki dendam pada seseorang.


"Tapi, apa kamu yakin Hani?" tanya wanita disampingnya yg ternyata adalah temannya Hani.


"Tentu. Apa kamu pikir jika kamu berada di posisi ku, kamu tidak akan membalas dendam pada mereka??" jawab Hani kesal.


"Jika aku menjadi dirimu. Aku pasti akan melakukan hal yang sama." ucap temannya.


"Bagaimana? Apaa kamu ingin membantuku??" tanya Hani pada temannya.


"Tentu. Tapi dengan syarat." ucap temannya mengisyaratkan sesuatu dengan jarinya.


"Dengan senang hati." jawab Hani lalu memberi sebuah koper pada temannya.


"Baiklah. Aku akan membantumu." ucap temannya ketika membuka koper tersebut. Yg ternyata isi koper tersebut adalah segepok uang yg lumayan sangat banyak. Jika dihitung mungkin sekitar jutaan rupiah. Atau bahkan milyaran.


"Aku akan tunggu secepatnya bantuan dari mu." ucap Hani.


"Tentu. Aku ini orang yang tidak pernah mengingkari janji. Pasti akan aku bantu." ucap temannya tersenyum menyakinkan Hani.


Mereka pun merencakan sesuatu.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Hayo.. konflik dah muncul aja nih😒


Hani balas dendam ke siapa ya?


Di season tiga kali ini, konflik ber campuran yaa..


Bisa di awal, tengah atau justru akhir. Kalau akhir sudah pasti, kak.


Oh ya, jangan lupa dukungan nya yaa buat author.


Biar Author semakin semangat untuk menulis nya..


Author udah usahakan up tiap hari ya walaupun hanya satu bab.

__ADS_1


Thanks kak yg sudah dukung,


πŸ™πŸ»πŸ’ž


__ADS_2