
Happy Reading...
Keesokan harinya pun tiba. Roy tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan mimpi buruknya mengenai anak kecil. Sungguh membuat frustasi, siapa wanita yang mengandung anaknya?
Roy keluar dari kamarnya dengan kantung matanya yang berwarna hitam. Roy pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.
Saat di kamar mandi, Roy tentu tidak merasa heran dengan kantung matanya yang berwarna hitam. “Itu pasti karena tadi malam dirinya tidak bisa tidur,“ batin Roy.
Meskipun kantung matanya hitam, itu tidak membuat pesona Roy menghilang begitu saja.
Para Polisi yang bertugas untuk mengawasi Roy selama beberapa bulan ini, merasa heran dengan Roy yang memiliki kantung mata berwarna hitam. Pasalnya, kemarin-kemarin, tidak ada masalah dengan Roy. Meskipun heran, mereka tetap bertugas seperti biasa tanpa menanyakan soal itu kepada Roy. Karena sudah pasti, hal tersebut bersifat privasi.
Mereka yang hanya bertugas untuk menjaga Roy selama beberapa bulan hingga masa hukuman Roy selesai.
Roy pun memutuskan segera mandi dan menggosok giginya.
Setelah selesai, Roy pergi ke ruang makan dan menyiapkan sarapan untuk semua orang, termasuk Polisi yang mengawasi dirinya hingga masa hukuman yang dijalani olehnya selesai.
__ADS_1
Roy menyiapkan nasi goreng untuk pagi hari ini.
Roy yang ahli dalam bidang memasak, dengan mudah, memasak nasi goreng untuk pagi hari ini walaupun perlengkapan kurang.
Aroma perlahan tercium hingga sampai ke Polisi yang mengawasi Roy. Tidak disangka oleh mereka, apabila Roy ahli dalam bidang memasak.
“Aku tidak menyangka. Tuan Roy begitu ahli dalam bidang memasak,“ puji Polisi tersebut.
“Ya. Aromanya terlalu wangi. Dari aromanya, aku sudah yakin, apabila masakan yang dibuat sangatlah lezat!“ jawab temannya yang ikut memuji keahlian yang dimiliki oleh Roy.
“Ayo, Pak! Kita sarapan bersama!“ ajak Roy dengan wajah begitu gembira.
“Sarapan bersama?“ Polisi yang mengawasi Roy merasa heran.
“Tentu, Pak! Mari! Saya memasak nasi goreng untuk sarapan pagi ini!“ jawab Roy.
“Baiklah, terimakasih banyak ya.“ ucap Polisi tersebut merasa terharu akan tindakan Roy yang mengajak mereka untuk sarapan bersama. Meskipun terlihat begitu sederhana, namun bagi mereka, itu sudah sangat luar biasa.
__ADS_1
“Sama-sama, Pak. Jangan sungkan untuk menambah atau memberikan saran kepada saya apabila masakan saya kurang lezat di lidah!“ jawab Roy yang terlihat merendahkan diri.
Mereka pun menuju ruang makan. Terlihat hidangan masakan yaitu nasi goreng yang menjadi santapan mereka untuk pagi hari ini. Masakan nasi goreng tersebut terlihat menggiurkan. Membuat mereka yang baru melihatnya sekejap, merasa ingin langsung menyantapnya hingga habis.
“Ayo, Pak. Jangan sungkan untuk mencicipi nya.“ ucap Roy sembari menarik beberapa kursi untuk diduduki oleh mereka.
“Terimakasih banyak, Tuan.“ Lagi-lagi, Polisi tersebut mengucapkan terimakasih kepada Roy. Merasa terharu.
“Sama-sama, Pak.“ jawab Roy.
Mereka berdua pun berdoa terlebih dahulu sebelum memakan nasi goreng buatan Roy yang terlihat menggiurkan itu.
To be continued...
Halo kakak semua. Maaf baru kembali setelah sekian lamanya tidak membuat bonus bab lagi. Dan akhirnya baru kembali. Maaf banget yaa.. Oh ya, Author akan memberikan bab berupa pengumuman setelah bab ini. Tolong dibaca yaa.
Dan jangan lupa mampir di novel Author lainnya... Terimakasih banyak yang sudah mampir..
__ADS_1