
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
"Bu.. aku berangkat kerja dulu ya.." ucap Ayu sambil mengendong tas kerja nya.
"Iya nak.. hati-hati di jalan yaa.." ucap Ratu.
"Ok bu.." ucap Ayu sambil mengecup kedua pipi Ratu lalu pergi.
Ketika Ayu kerja, ia hanya menggunakan make up natural.
Jadi banyak orang yg mengira Joliana menggunakan make up tebal dan lipstik yg tebal.
Padahal Joliana memang terlahir dengan bibir peach, kemudian dengan kulit nya yg bening.
Karena kecantikan Joliana, sering kali ketika Joliana ke kantor banyak yg mengagumi kecantikan Joliana hingga tidak fokus kerja. Ujung-ujung nya di tegur sama sang manager nya.
Beberapa menit kemudian..
Akhirnya Joliana pun sampai di kantor Alexander tempat ia bekerja.
Kalian masih ingat bukan dengan Fani dan Lisa?
Ya! Setiap hari ketika Joliana datang, mereka selalu melakukan aksi nya! Tetapi gagal terus!
"Selamat pagi cantik.." ucap satpam.
"Selamat pagi pak.." ucap Joliana lalu masuk ke dalam kantor nya.
Aksi yg di lakukan Fani dan Lisa yakni sebagai berikut..
"Hei! Kalian tahu tidak tentang wanita yang ada di depan kantor itu?" ucap Fani.
"Tentu saja, ia adalah Bu Joliana yang paling cantik di kantor ini!" ucap salah satu karyawan pria.
"Apa kalian tidak tahu? Dia sudah 1 minggu cuti, apa kalian tidak tahu apa yang di lakukan ia selama 1 minggu?" tambah Lisa.
"Tidak tahu, apa mungkin ia sakit?" ucap karyawan pria yg lain.
"Apa kalian tidak berpikir kalau ia sudah tidur dengan pria hidung belang yang ada di luar sana?" ucap Fani.
"Jangan-jangan sudah banyak pria hidung belang yang sudah pernah tidur bersama nya?" tambah Lisa.
"Ehmm.." ucap karyawan pria.
"Kalian berdua selalu berulah!" ucap Joliana dingin.
"Hmm.. apa kalian percaya dengan hal seperti ini tanpa ada nya bukti? Bagaimana anda bisa menuduh diri ku tanpa bukti!" tambah Joliana dingin.
"Mau ada bukti apa tidak, kami tidak perduli soal itu!" ucap Fani menatap tajam pada Joliana.
"Oh ya? Kalau kalian tidak percaya boleh..." ucap Joliana terpotong.
__ADS_1
"Apa yang ingin kalian berdua lakukan lagi? Apa mau saya pecat?!!" ucap Al memotong ucapan Joliana.
"Ti.. tidak bos.." ucap Fani dan Lisa gugup.
"Aishh.. kenapa ucapan ku tadi di potong!" gumam Joliana kesal dengan pelan tetapi bisa terdengar oleh Al. Karena Al di belakang nya kini.
"Tolong.. jangan pecat ka.. kami bos!" ucap Fani dan Lisa sekali lagi.
"Hmm.. baiklah, hari ini mungkin kalian terakhir di bebas, tetapi besok! Besok tidak akan!" ucap Al.
Fani dan Lisa pun menatap tajam pada Joliana. Joliana yg melihat Fani dan Lisa menatap tajam pada nya pun dengan segera menatap tajam pada mereka balik.
Sebenarnya Joliana bisa saja mengeluarkan kekuatan nya di sini, tetapi bagaimana jika nanti tiba-tiba ada ada wartawan di sini merekam nya? Itu lah yg di ingat Joliana.
"Ayo ikut aku!" ucap Al pada Joliana.
"Baik pak!" ucap Joliana.
Joliana pun mengikuti Al.
"Huftt...!! Bagaimana ini lis!" bisik Fani pada Lisa.
"Hmm.. aku ada rencana!" bisik Lisa pada Fani.
"Oh ya? Rencana apa itu?" bisik Fani pada Lisa.
"Bla bla bla bla bla!" bisik Lisa pada Fani.
"Wahh.. ide bagus! Nanti akan kita lakukan aksi nya!" bisik Fani pada Lisa.
πΈπΈπΈ
Joliana pun mengikuti Al ke dalam lift pribadi.
Dan di lift ini, Al sengaja bikin lift nya agak lama naik agar bisa berbicara sebentar dengan Joliana.
"Bagaimana? Apa kamu kemaren sudah ke mansion utama keluarga Stanly?" tanya Al memecah kesunyian.
"Sudah pak.." jawab Joliana.
"Apa mereka mengenal diri mu?" tanya Al lagi.
"Ya!" jawab Joliana singkat.
"Oh.." ucap Al.
"Bagaimana kondisi mu?" tanya Al pada Joliana.
"Sudah baik, pak!" jawab Joliana.
"Hm.. ya sudah.." ucap Al.
__ADS_1
"Pak, ini kenapa lift nya lama sekali? Biasanya 15 menit sampai kok?" tanya Joliana.
"Oh, ini, saya memang sengaja lamain, emang nya kenapa?" ucap Al.
"Hm.." ucap Joliana mengerutkan bibir nya ke depan.
"Itu bibir nya mau saya makan?" tanya Al.
"Iya, kalau bisa.." ucap Joliana sambil mengecilkan suara di kalimat 'kalau bisa'.
"Oh, ya sudah, sini bibir nya biar saya makan!" ucap Al sambil mendekat kan wajah nya di wajah Joliana.
"Iya, kalau bisa!" ucap Joliana.
Al pun semakin mendekati wajah nya hingga ke bibir Joliana.
Lalu Joliana pun kabur dengan ke samping Al.
Al yg menyadari kalau Joliana pindah pun segera mengejar Joliana.
Hingga mereka berdua pun berlarian di dalam lift.
Tak terasa, sudah 30 menit mereka di dalam lift berlarian. Untung saja Al tadi membuat 2 jam di dalam lift. Jadi tidak ada yg melihat mereka berlarian di dalam lift.
Dan terlihat di sini yg paling berkeringat adalah Al. Sedangkan Joliana alias Ayu tidak berkeringat sama sekali. Bahkan capek saja tidak!
Sudah berjalan 1 jam 30 menit.. kini tersisa 30 menit lagi tetapi mereka berlarian non-stop. Itu artinya mereka dari tadi terus berlarian!
Meskipun Al sudah capek, tetapi ia benar-benar ingin memberi pelajaran pada Joliana alias Ayu. Entah apa yg ingin ia lakukan pada Joliana!
30 menit kemudian...
Mereka terus berlarian hingga keluar lift. Untung saja di lantai 25725 ini hanya ada Eko! Bagaimana jika ada pegawai lain nya yg ada di atas? Atau pegawai yg tukang gosip itu? Wahh.. pasti berita ini akan cepat tersebar!
"Hei! Kalian berdua ngapain kejar-kejaran?" tanya Eko.
"Ssstttt, Eko, kamu tolong handle pekerjaan aku dan Joliana dulu! Dan jangan nganggu kami berdua ok?" jawab Al sambil terus mengejar Joliana.
"Hmm.... ok ok deh, baiklah!" ucap Eko lalu ke ruangan nya.
Al dan Joliana masih tetap kejar-kejaran hingga tak di sangka Al bisa menangkap Joliana.
Hap!
"Nah, berhasil kan?" tanya Al dengan sombongnya.
"Hmm.. lepaskan!" ucap Joliana sambil mencoba melepaskan.
Ya! Al sebenarnya juga ada kekuatan yg sama dengan Joliana. Hanya saja Al tidak pernah tahu itu! Itu sebab nya lah mengapa ketika Al menangkap Joliana, Joliana tidak pernah bisa melepaskan nya. Karena Al menggunakan energi yg cukup kuat.
Hingga di saat Joliana ingin mengeluarkan kekuatan dalam nya pun tidak bisa!
__ADS_1
"Apa bapak juga memiliki kekuatan dalam juga ya? Mengapa kekuatan dalam ku tidak bisa keluar! Sial!" gumam Joliana sambil tetap mencoba mengeluarkan kekuatan dalam nya.
...~π©πππππππππ~...