Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 48 : Hamil tiga kembar {S2} [MAYA]


__ADS_3

Masih dengan Maya yaa..


Semoga tidak bosen dengan cerita yg author tulis.


...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Maya pun hanya mengangguk.


Dokter Yana pun memberikan testpack yg menang di sediakan di rumah sakit.


Maya pun mencoba nya.


Dokter Yana dengan pelan mengajari Maya menggunakan testpack.


10 menit pun berlalu..


Maya pun keluar dengan wajah bingung.


Dokter Yana pun paham soal itu.


Maya pun memberikan testpack yg bergaris dua pada Dokter Yana.


Dokter Yana yg melihat garis di testpack pun tersenyum membuat Maya dan juga Nathan semakin bingung dan semakin penasaran dengan garis tersebut.


"Selamat! Selamat untuk Tuan dan Nyonya. Karena saat ini Nyonya sedang hamil." ucap Dokter Yana dengan antusias serta tiba-tiba.


"Apaa? Hamil??" tanya Nathan tak percaya.


"Ya." jawab Dokter Yana.


Nathan pun memeluk erat ke Maya.


Tak lupa kecupan manis pun mendarat di kening Maya, pipi Maya, serta perut Maya yg masih terlihat rata.


"Terima kasih banyak, sayang." ucap Nathan pada Maya.


Dokter Yana yg melihat itu pun sudah terbiasa walaupun di hati nya agak iri.


"Maaf, kalau ingin lebih mesra sebaiknya di lanjutkan di rumah." peringat dokter Yana pada Nathan dan juga Maya.

__ADS_1


"Maaf, dok." jawab Maya tak enak hati pada Dokter Yana.


"Honey!!" protes Maya pada Nathan.


"Iya, sayang." jawab Nathan.


Dokter Yana yg melihat itu pun berniat menghentikan mereka.


"Sebaiknya kita lanjutkan saja soal kehamilan Nyonya." ucap Dokter Yana.


Ucapan dokter Yana berhasil membuat baik Nathan maupun Maya diam.


Maya pun di suruh Dokter Yana untuk berbaring.


Dokter Yana pun melakukan hal yg sama dengan yg ia lakukan saat itu.


Dokter Yana pun tersenyum melihat monitor USG nya.


Maka berbeda dengan Maya dan juga Nathan. Kedua orang ini malah kelihatan kebingungan.


Lebih tepatnya seperti tidak tahu apa-apa, malahan kayak polos saja. Sebenarnya tidak polos.


Jadi Dokter Yana agak memaklumi hal itu.


"Apa kalian melihat monitor USG ini?" tanya Dokter Yana sambil memperbesar gambar di monitor USG nya itu.


"Tentu saja." jawab Nathan.


"Ini adalah anak kalian." ucap Dokter Yana.


Nathan dan juga Maya pun menatap penuh haru.


Dokter Yana pun memahami hal itu. Ia pun mengambil foto dari monitor tersebut. Ia pun mengeprint foto tersebut.


Setelah selesai print, ia pun memberikan nya pada asisten nya yaitu Bunga.


"Sudah.. saya sudah memberikan beberapa lembar foto USG nya, dan itu nanti kalian bisa ambil di kasir." ucap Dokter Yana.


"Hehe.. iya, dok. Maaf, ya." jawab Maya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, saya paham. Saya juga dulu pernah, kok." ucap Dokter Yana tersenyum.


"Oh iya.. kandungan nya baru sekitar 6 minggu. Biasanya untuk kandungan yang masih dibawah 10 minggu lebih rentan keguguran." ucap Dokter Yana.


"Apa kandungan istri saya baik-baik saja, dok?" tanya Nathan pada Dokter Yana.


"Tentu. Dan sekarang Nyonya hamil anak kembar tiga." jawab Dokter Yana.


"Kembar tiga??" tanya Nathan tak percaya.


"Iya." jawab Dokter Yana.


"Apa ada lagi yang ingin di tanyakan?" tanya Dokter Yana pada Nathan dan juga Maya.


"Ada, dok." jawab Nathan.


"Apa boleh melakukan itu?" tanya Nathan pada Dokter Yana.


"Itu? Maksud nya?" jawab Dokter Yana sekaligus tanya Dokter Yana pada Nathan.


PLAK!


Maya pun memukul lengan kekar suami nya itu. Maya sedikit malu karena Nathan ingin bertanya soal malam yg sering di lakukan. Namun, akhir-akhir ini jarang karena Nathan sering bergadang.


"Oh.. maksud nya hubungan badan?" tanya Dokter Yana yg mulai paham dengan pertanyaan Nathan setelah ia mencerna beberapa detik.


"Ya, dok. Itu maksud saya, saya sedikit bingung untuk menjelaskan nya." jawab Nathan.


"Itu sih untuk sekarang jangan di lakukan dulu. Mending nunggu sampai sekitar 3 bulan ke atas. Karena biasanya 3 bulan ke atas lebih kuat kandungan nya, ya walaupun sekarang kuat." jelas Dokter Yana.


Setelah di rasa tidak ada lagi pertanyaan, Nathan dan Maya pun keluar dari ruangan dan menuju ke tempat kasir untuk membayar biaya administrasi sekaligus mengambil foto USG tadi.


Mereka sedikit terkejut soal biaya administrasi nya.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Maaf ya, kemarin harusnya bab ini sudah ke update. Tapi bab ini kemarin enggak lolos. jadi terpaksa deh author nulis ulang.


Jangan lupa like nya yaa.. Empat yaa..

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2