
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
10 hari pun berlalu...
Anak Maya dan juga Nathan dikatakan 4 hari lagi baru melahirkan. Itu menjadi berita besar di keluarga Marga Kenzo. Bagaimana tidak?
Hari ini tepat sebelum 4 hari melahirkan, Keluarga pun merayakan ulang tahun Maya. Ya, memang benar hari ini ulang tahun Maya.
Maya dan juga Nathan masih bersantai. Karena waktu Maya melahirkan belum sekarang. Jadi gunakan waktu sebaik-baik mungkin. Jika tidak, Anda akan menyesal.
Nathan benar-benar menyiapkan pesta ultah Maya dengan mewah. Padahal Maya sendiri lebih menginginkan jika pesta nya hanya sederhana. Tapi Nathan bersikeras untuk mewah. Jadi mau tak mau, Maya harus mengalah. Ya, mengalah pada suami.
Pesta Ultah Maya pun dihadiri banyak tamu. Kenapa banyak? Karena Maya sudah menjadi menantu keluarga Marga Kenzo, jadi undangan pesta jika dikirim satu kali maka akan viral sebanyak-banyaknya. Bahkan para wartawan hadir untuk pesta ini.
Nathan tidak melarangnya. Asalkan tak menganggu. Itu saja permintaan Nathan.
Dan para wartawan diharapkan untuk tidak menyentuh barang-barang dan juga bersandar di dinding. Atau bahkan untuk merekam sembarangan.
Jika Nathan memperbolehkan nya maka merekam lah dengan puas, tapi jika Nathan meminta untuk stop, maka para wartawan harus memberhentikan rekamannya.
Para Wartawan menerimanya dengan senang hati.
Maya pun berjalan ke tempat kursi yg disediakan. Nathan membantu Maya untuk berjalan. Terlebih lagi kehamilan Maya yg sudah besar dan tua. Itu harus sangat berhati-hati. Karena bisa saja hanya karena salah injak satu langkah, maka bersiap-siap lah untuk langsung melahirkan.
Dan anak Maya saat dicek di USG, ada 1 cowok dan 2 cewek. Tapi tidak tahu lah, apa nanti akan terjadi keajaiban dari Tuhan. Karena tidak mungkin mustahil.
"Sayang. Kamu duduk disini sebentar ya. Aku akan kembali." ucap Nathan pada Maya.
__ADS_1
"Kamu mau kemana emangnya, honey??" tanya Maya pada Nathan.
"Mau ke toilet bentar! Nanti kalau ada apa-apa, bilang aja sama Alice." jawab Nathan.
"Kok aku sih, kak?" tanya Alice kesal.
"Jagain istri kakak, Alice. Istri kakak kan berarti kakak ipar Alice juga. Tolong ya, Alice. Kakak mau ke toilet, bentar aja." jawab Nathan.
"Hem.. baiklah, kak!" ucap Alice.
Nathan pun pergi meninggalkan mereka berdua lalu menuju ke toilet.
"Kak, ini yang didalam perut kak Maya ada bayi ya?" tanya Alice polos pada Maya.
"Iya, Alice." jawab Maya.
"Kapan lahirnya?? Udah besar gini loh perut kak Maya." tanya Alice pada Maya.
"Emang bisa pas gitu ya kak?" tanya Alice pada Maya.
"Tidak juga sih. Itu hanya prediksi." jawab Maya.
"Ohh. Makasih ya kak. Maaf kalau Alice terlalu banyak tanya." ucap Alice.
Alice memang cerewet pada umumnya. Itu jika dengan keluarganya. Tapi bila dengan orang asing, Alice akan bersikap dingin. Banyak pria yg tertarik pada Alice. Tapi tidak ada satupun pria yg ada didalam hati Alice. Kecuali Papa nya, kakaknya dan juga adik nya.
"Iya, tidak apa-apa kok Alice. Kakak juga senang bisa berbicara dengan Alice. Apalagi kakak bosen." ucap Maya.
__ADS_1
"Oh ya, kak. Kak Bella di mana?" tanya Alice pada Maya.
"Mungkin belum datang. Lagi perjalanan mungkin, Lice." jawab Maya.
"Hem" ucap Alice paham.
Tiba-tiba Maya merasakan konstraksi dari perutnya. Sakit perutnya sangat luar biasa.
"Alice, apa kak Nathan udah datang?" tanya Maya pada Alice.
"Kayak nya bentar lagi deh, kak. Emangnya kakak perlu sesuatu? Kalau iya biar Alice aja yang ambil kalau bisa." ucap Alice.
"Nah itu kak Nathan, kak!" ucap Alice tiba-tiba.
Nathan pun datang menghampiri mereka berdua.
"Honey, kayaknya aku bakal melahirkan." ucap Maya pada Nathan.
"Apa kak Maya akan melahirkan?" pekik Alice terkejut.
...~π©πππππππππ~...
Maaf, terlalu pendek. Author terlalu sibuk di novel sebelah hehe.
Maafkan Author ya.
Jangan lupa like nya yaa.
__ADS_1
οΌ*β’Μ©Μ©Νβ©β’Μ©Μ©Ν*Λ ππππππ€ Λ*β’Μ©Μ©Νβ©β’Μ©Μ©Ν*ΛοΌ
ππ»π