Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 41 : Memanggil Dokter {S2}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun sama-sama tertidur lelap.


🌸🌸🌸


16 jam pun berlalu..


Pesawat pribadi milik Nathan sudah mau mendarat.


"Pesawat sudah hampir mendarat. Silahkan mengecek kembali barang anda. Agar tak ada yang tertinggal." ucap Pramugari.


"Iya." jawab Nathan singkat.


"Kalau begitu, saya permisi dulu, Tuan. Terima kasih." ucap Pramugari tersebut dengan sopan lalu berlalu pergi.


"May, bangun.. pesawat sudah mau mendarat." ucap Nathan pada Maya.


"Em.. ya, kak." jawab Maya masih dengan suara khas orang bangun tidur.


"May, kamu cuci wajah kamu dulu saja." seru Nathan.


"Iya, kak." jawab Maya lalu ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya agar tak mengantuk lagi.


Setelah selesai, Maya pun keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.


Tidak butuh lama, pesawat pun mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.


Mereka pun turun dari pesawat. Terlihat di sini banyak orang yg berpakaian hitam di bawah menunggu.


"Selamat datang kembali, Tuan Nathan, Nona Maya." ucap orang yg berpakaian hitam tersebut.


Sepertinya itu adalah orang suruhan Nathan. Ya, tepat sekali.


"Iya, Terima kasih." ucap Maya.


"Terima kasih." ucap Nathan singkat.


Nathan dan Maya pun berjalan keluar dari bandara dengan di dampingi orang berpakaian serba hitam itu.


Orang berpakaian serba hitam tersebut semua pakaian yg di kenalan hampir hitam.


Di mana terlihat orang yg berpakaian serba hitam ini menggunakan kemeja putih di dalam nya. Orang yg serba hitam ini juga menggunakan celana panjang hitam dan juga jas hitam. Bahkan sebagian orang serba hitam ini memiliki kulit hitam. Orang serba hitam ini memakai kacamata hitam. Rambut nya juga hitam, dasi nya juga hitam. Begitu juga dengan sepatu nya.


Aduh.. benar-benar hitam deh.


"Kita ke mana, Tuan?" tanya sopir pada Nathan.


"Kita ke Mansion Utama." jawab Nathan.


"Mansion Utama?" tanya sopir kembali pada Nathan. Sopir tersebut terlihat bingung.


"Maksud ku Rumah Utama." jawab Nathan lagi.


"Ohh.. rumah utama. Baiklah." ucap sopir tersebut yg sudah paham.


Nathan pun hanya mengangguk.


"Ouhh.. iya, Pak." ucap Nathan.


"Ada apa, Tuan?" tanya sopir tersebut pada Nathan.


"Kita mampir ke restoran sebentar." pinta Nathan.

__ADS_1


"Baiklah, saya akan antarkan ke Restoran Lily saja. Karena Restoran Lily yang paling dekat dengan lokasi kita sekarang." ucap Sopir.


"Iya, pak." jawab Nathan.


Sopir pun membawa mobil hingga sampai ke Restoran Lily.


Nathan pun meminta salah satu suruhan nya untuk membeli makanan di Restoran Lily. Dan di minta untuk di bungkus bawa pulang.


Suruhan nya pun mengangguk paham. Setelah di beritahu apa saja yg harus di beli, suruhan Nathan itu pun masuk ke dalam restoran.


Sedangkan Maya, Nathan, dan juga sopir menunggu di mobil.


Tak lama kemudian, suruhan Nathan pun keluar dari restoran dengan membawa 5 kantong yg berisi bungkusan makanan.


Suruhan nya pun meletakan di bagasi mobil. Dan beruntung ada kotak makanan yg bersih, yg di sengaja bawa. Suruhan itu pun meletakkan nya di situ lalu masuk ke dalam mobil.


"Apa kamu juga sudah bayar?" tanya Nathan pada suruhan nya.


"Kata kasir nya, kita tak perlu bayar." jawab suruhan nya.


"Kenapa tak perlu?" tanya Nathan pada suruhan nya.


"Karena ini restoran milik Nyonya Ayu. Sekarang Restoran ini di pegang oleh Nona Alana." jawab suruhan nya.


"Astaga.. aku melupakan hal itu. Ouhh, iyaa.. Bukan kah kak Alana bekerja sebagai model, ya?" tanya Nathan pada suruhan nya.


Mobil pun di bawa sopir menuju ke Rumah Utama.


"Iya. Tapi Nona Alana tidak terlalu sibuk dari pekerjaan nya. Oleh sebab itu lah, Nona Alana juga memegang Restoran Lily itu." jawab suruhan nya.


"Astagaaa.. aku melupakan hal ini lagi." ucap Nathan.


"Mungkin Tuan Muda selalu sibuk dengan pekerjaan. Sehingga melupakan hal itu." jawab suruhan nya.


Setelah 1 jam, mereka pun sampai di Rumah Utama..


Mereka pun turun dari mobil.


"Selamat datang kembali, Tuan Nathan dan Nona Maya." ucap security dan pelayan lainnya.


"Ya.. Terima kasih." jawab Maya.


"Hem.. Terima kasih." jawab Nathan.


Mereka berdua pun masuk dengan di ikuti orang serba hitam.


"Akhirnyaa kalian berdua sampai juga. Udah lama kalian honeymoon nya.." ucap Ayu pada anak nya dan juga menantu nya lalu menghambur pelukan untuk kedua nya. Di balas juga oleh kedua nya.


"Hehe.. iya, Ma." jawab Nathan.


"Di mana kak Nicholas, Ma?" tanya Nathan.


"Ouh.. kak Nicholas kamu masih di New York." jawab Al yg tiba-tiba muncul.


Nathan pun menghambur pelukan ke Al. Sedangkan Maya hanya sekedar mengecup kedua pipi Al.


"Kenapa kak Nicholas masih Di New York?" tanya Nathan.


"Kata nya kakak ipar kamu Bella, lagi kurang enak badan. Jadi di tunda dulu." jawab Ayu.


"Ouh.." ucap Nathan.


"Sudah.. mending kalian berdua bersihin badan dulu. Ouh, iyaa.. kalian bawa apaan?" tanya Ayu pada Nathan dan juga Maya ketika Ayu melihat suruhan Nathan membawa bungkusan makanan.

__ADS_1


"Iya, Ma. Kami bawa makanan. Tadi habis beli dari restoran." jawab Nathan.


"Ouh.." balas Ayu mengangguk paham.


Nathan dan juga Maya pun membersihkan badan mereka. Setelah selesai, mereka berdua pun ikut bergabung makan makanan yg sudah di beli.


🌸🌸🌸


Sementara di Nicholas dan juga Bella..


Setelah mereka berdua bangun. Nicholas pun memanggil dokter.


Tidak lama, dokter tersebut pun datang.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan Nathan?" tanya dokter tersebut yg bernama Rima dalam bahasa Inggris USA pada Nathan.


(Tapi karena author males bolak-balik ke aplikasi terjemahan nya, author langsung tulis saja dalam bahasa Indonesia. Karena author juga kurang tahu kalau bahasa Inggris USA, hehe.. Terus juga enggak bikin kalian bingung baca nya meskipun sudah ada artinya).


"Tolong periksa istri saya, dok." jawab Nathan.


"Baik, Tuan Nathan." ucap dokter Rima lalu mulai memeriksa Bella.


Beberapa menit pun berlalu..


"Bagaimana, dok?" tanya Nathan pada dokter Rima.


"Kondisi Nona Bella baik-baik saja. Mungkin karena sering bergadang, sering telat makan, dan sebagainya. Saya akan resep kan obat untuk meredakan mual nya. Untuk lebih lanjut, Tuan Nathan dan juga Nona Bella bisa konsultasi kan di Rumah Sakit." jawab Dokter Rima.


"Syukurlah tidak apa-apa. Baiklah, dok. Lain kali jika kondisi istri saya sudah baik-baik saja, Saya dan juga istri saya akan mencoba untuk men konsultasikan di Rumah Sakit." ucap Nathan.


"Ya.. Kalau begitu, saya permisi dulu, Tuan dan Nona. Maaf, untuk obat nya akan di antarkan asisten saya." jawab Dokter Rima.


"Ya, dok. Terima kasih." ucap Nathan pada Dokter Rima.


"Sama-sama." jawab Dokter Rima.


Dokter Rima pun pergi. Dan untuk obat nya di antarkan oleh asisten Dokter Rima.


Tidak lama, Asisten Dokter Rima pun datang dengan membawa obat yg diresepkan Dokter Rima.


Asisten Dokter Rima pun memberitahu kan bahwa obat ini harus di makan berapa kali per sehari nya. Dan sebelum makan maupun sesudah makan. Juga harus di makan berapa banyak. Serta biaya nya.


Setelah selesai di beritahu dan juga di bayar, Asisten Dokter Rima pun pamit untuk kembali ke Rumah Sakit.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Hari ini weekend yaa, author sudah up kata nya lumayan.


Sekitar 1100 lebih yaa..


Author mau ngucapin Terima kasih banyak untuk kakak-kakak yg sudah membaca novel author ini.


Karena sekarang total like nya sekitar 1,40K likes.


Terima kasih buat semua nyaa dan juga like nyaa..


Love you All.. πŸ’ž


Jaga kesehatan kalian yaa..


Terima kasih.


πŸ™πŸ»πŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2