
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Bagi yg masih bocil atau masih di bawah umur, tolong di skip ya!!
Khusus 18++
1 minggu kemudian..
Akhirnya hari yg ditunggu-tunggu Alvaro. Di mana Alena selesai haid nya. Yg Artinya Alvaro sudah bisa melakukan malam pengantin nya itu pun kalau di setujui Alena. Dan tentunya Alena sudah siap. Alvaro tidak akan melakukan nya jika Alena benar-benar belum siap.
"Alena." panggil Alvaro dengan lembut.
Suara Alvaro membuat pipi Alena merona.
"Ada apa, kak?" tanya Alena tanpa menoleh pada Alvaro.
"Apaa.. haid kamu sudah selesai?" tanya Alvaro.
"Hm.. sudah kak." jawab Alena.
"Jadii... apaaa.. kamu sudah siap??" tanya Alvaro.
Pertanyaan Alvaro suskes membuat Alena diam dan bingung.
"Siap apa nya kak??" tanya Alena.
"Polos banget ya! Maksud kak itu.. apaaa kamu sudah siap untuk melanjutkan malam pengantin kita yang tertunda sebelum nya?? Kalau belum siap, kak enggak bakal maksa kok." jawab Alvaro.
"Ohh.. itu ya kak." ucap Alena dengan pipi merona.
"Yaa.. jadi apa kamu sudah siap, Lena??" tanya Alvaro.
"Iya kak. Alena siap kok. Tapi.. pelan-pelan ya kak. Kata teman Lena pas malam pengantin itu sakit. Jadi Alena minta ke kakak buat pelan-pelan ya." pinta Alena.
__ADS_1
"Tanpa di suruh pun pasti kak Alvaro bakal pelan-pelan kok, Alena istriku." jawab Alvaro lalu mulai membuka semua pakaian yg di pakai Alena hingga polos.
Alena yg menyadari itu pun langsung menutupi dada nya dengan kedua tangan nya. Namun, meskipun dengan begitu, Alvaro masih tetap bisa melihat nya.
"Jangan tutup ya sayang." ucap Alvaro lalu menarik tangan Alena dari dada nya dan mencium tangan Alena dengan lembut.
Hal itu membuat wajah Alena menjadi kepiting rebus. Pipi merona tadi saja belum selesai.
Alvaro pun juga membuka pakaian nya hingga sama-sama polos dengan Alena.
Alena yg melihat sixpack Alvaro pun langsung menutup mata nya dengan kedua tangan nya.
"Jangan malu." ucap Alvaro lalu menarik tangan Alena agar Alena tidak menutupi nya lagi.
Mereka berdua pun ke kasur.
Alvaro pun memulai pemanasan dengan mencium kening Alena dengan lembut. Kemudian dengan kedua kelopak mata Alena. Tak lupa juga dengan bibir Alena yg menjadi candu nya kali ini.
Ia juga meninggalkan jejak merah kebiruan di leher Alena.
"Geli, kak." ucap Alena sambil menahan rasa geli nya ketika Alvaro menghisap leher nya.
"Sabar Lena. Ini masih pemanasan." ucap Alvaro lalu kembali mengisap leher Alena.
Setelah di rasa sudah cukup, ia pun turun ke dada Alena.
Tak lupa ia juga meninggalkan jejak di dada Alena.
Setelah di rasa sudah cukup, ia pun memulai pembicaraan.
"Alena, istriku, apaa kamu sudah siap??" tanya Alvaro.
"Ya kak, Alena siap." jawab Alena meskipun di jauh lubuk hati nya ia masih gugup.
__ADS_1
"Pelan-pelan ya kak." ucap Alena.
"Tentu istri ku." jawab Alvaro.
Alvaro pun mulai memasukkan milik nya ke milik Alena.
"Sakit." lirih Alena.
"Tenang sayang.. kak sudah pelan-pelan. Jadi maafkan kakak ya kalau sakit." jawab Alvaro.
Alena pun hanya mengangguk.
Alvaro pun mencium bibir Alena agar perhatian Alena teralihkan.
Setelah di rasa perhatian Alena sudah teralihkan, ia pun kembali memasukkan milik nya ke dalam milik Alena yg menurut nya sangat sempit.
Setelah beberapa kali percobaan masuk, akhirnya Alvaro pun berhasil memasukkan milik nya.
"Masih sakit?" tanya Alvaro.
Alena pun hanya mengangguk.
Setelah mendengar jawaban dari Alena, Alvaro pun menyelesaikan nya.
Kemudian, mereka berdua pun tidur dengan tubuh polos.
"Terima kasih, istri ku Alena." ucap Alvaro lalu mulai membaringkan tubuh nya di samping Alena.
Alena pun hanya mengangguk lalu mulai tertidur.
Mereka berdua juga tidur dengan saling berpelukan.
...~π©πππππππππ~...
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya kakak-kakak semuanya..
Terima kasih ya.