
Lanjutan dari bab sebelumnya yaa.. Terima kasih.
Semangat membaca nya yaa buat kalian semua..π
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
"Bella." panggil Nicholas.
"Ya, honey?" sahut Bella masih di luar rumah.
"Apa kamu merasa ada yang aneh?" tanya Nicholas pada Bella.
"Tidak kok." jawab Bella jujur.
"Oh.. ya sudah, mungkin hanya perasaan ku saja." ucap Nicholas.
"Memangnya apa yang kamu rasakan, honey?" tanya Bella pada Nicholas.
"Aku hanya merasa ada yang aneh. Tapi ya sudah lah, biarkan saja.. mungkin hanya perasaan aku saja." jawab Nicholas.
"Mungkin saja." ucap Bella.
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.
πΈπΈπΈ
Sementara di Taman Begonia.
(Maaf ya, author kemarin-kemarin lupa soal Alana dan juga Raja, hehe.. jadi bab ini bakal ada Alana dan juga Raja ya tapi lebih panjang tentunya.)
Setelah beberapa menit perjalanan, Alana pun sampai di Taman Begonia.
Saat Alana sampai, Tiba-tiba ia di beri Buket Bunga Mawar. Hal itu membuat Alana sedikit bingung.
Awalnya sih Alana menolak, hingga akhirnya Alana pun masuk tanpa menerima Buket bunga dari orang tersebut.
Saat Alana mulai berjalan, tiba-tiba ia merasa seperti para wisatawan di sini menghilang satu per satu.
__ADS_1
Entahlah kenapa, tapi aneh saja begitu.
Saat Alana mulai mendekati sebuah kursi untuk duduk sebentar karena merasa lelah berdiri, ia tiba-tiba di kejutkan seseorang.
"BAA!!" seru Raja.
"Astaga, Raja??" ucap Alana terkejut sambil memegangi jantung nya yg hampir terasa copot.
"Hehe.. kaget ya? Sorry." tanya Raja pada Alana dengan sedikit bersalah.
"Kaget atau tidak, ya jawaban nya tentu kaget. Jantung Alana hampir saja copot tadi, loh!" jawab Alana.
"Sorry." ucap Raja pada Alana.
"It's okay." jawab Alana.
Suasana pun mulai hening.
"Raja, Alana mau nanya nih." ucap Alana tiba-tiba.
"Nanya apa?" tanya Raja pada Alana.
"Oh.. itu. Tadi aku sewa Taman Begonia nya sebentar." jawab Raja.
"Lah.. buat apa?" tanya Alana semakin bingung pada Raja.
"Ada deh. Nanti kamu bakal tahu." jawab Raja.
"Hem.. lalu siapa yang kasih Buket bunga mawar ke Alana tadi??" tanya Alana serius pada Raja.
"Hah? Yang security itu ya?" bukannya menjawab pertanyaan Alana, Raja malah kembali bertanya.
"Iya." jawab Alana.
"Itu adik ku, nama nya Dicky." jawab Raja.
"Dicky?" tanya Alana sekali lagi pada Raja.
__ADS_1
"Iya." jawab Raja.
"Oh.. kenapa dia tadi tiba-tiba kasih buket bunga mawar ke Alana tadi??" tanya Alana pada Raja.
"Biasa, Dicky itu playboy." jawab Raja.
"Playboy?" tanya Alana tidak mengerti soal kata itu pada Raja.
"Kamu tidak tahu apa itu playboy?" bukannya menjawab pertanyaan Alana, tapi Raja malah bertanya kembali pada Alana.
Karena Alana tidak tahu apa itu playboy, Alana pun mencoba untuk membaca pikiran Raja dengan kekuatan nya.
"Playboy itu semacam istilah dalam bahasa Inggris yang biasanya seorang pria bermain kehidupan nya dengan bersenang-senang. Dengan cara yaitu bergonta-ganti pasangan nya." jawab Alana.
"Nah benar. Jadi Dicky menjadi security di Taman Begonia ini untuk mendapat wanita cantik seperti mu. Dan hanya yang menerima buket bunga mawar nya saja. Kalau tidak menerima, Dicky tidak akan mengejar wanita tersebut." ucap Raja tersenyum.
"Oh ya, Ja. Tujuan kamu mengajak Alana ke sini buat apa?" tanya Alana pada Raja.
"Ada deh. Ayo ikut aku." jawab Raja sekaligus ajak Raja pada Alana.
"Hem.. baiklah." sahut Alana.
Meskipun Alana mencoba membaca pikiran Raja lagi, akan tetapi sedikit sulit jika ingin membaca nya lagi. Karena sebelumnya Alana sudah membaca dan itu jika ingin membaca nya lagi Alana membutuhkan banyak energi.
Alana pun mulai mengikuti Raja ke arah mana Raja pergi.
Dan..
Sungguh...
...~π©πππππππππ~...
Hehe.. udah ya up double nya.
Jangan lupa like nya yaa biar author semakin semangat untuk menulis nya,.. πππ»
Terima kasih.
__ADS_1
ππ»π