Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 64 : Rencana Gagal {S2}


__ADS_3

Rencana nya gagal dong ternyata, hehe..


Jadi Bella lolos dari konflik ini,🀣..


Ya sudah lah, lagian pas mau tamat juga masih lama sih. Ya kalau di hitung-hitung mungkin minggu depan sudah tamat dan bakal ke cerita yg baru. Dan pastinya bukan kelanjutan dari cerita ini.


Tapi ini masih belum tamat yaa, jangan di pikirin dulu soal tamat nya hehe..


Minggu depan masih lama, kok..


Lagian kalau udah tamat, bakalan ada bonus bab nya nanti..


Semangat membaca nya buat kalian semua..


Sehat selalu.. πŸ₯°πŸ™πŸ»


...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


🌸🌸🌸


Sementara di suatu tempat..


"Ahh tidak, tidak, kenapa aku bisa di culik?? Perasaan kemarin aku sudah membawa banyak pengawal. Tidak mungkin kan pengawal aku pergi semua?" gumam Dora ketika melihat diri nya terikat di kursi.


Tiba-tiba datang lah seseorang..


BRAK!!


Pintu pun di dorong dengan keras.


"Hahaha.. Aku tidak menyangka,. setelah beberapa rencana aku yang gagal, akhirnya berhasil." ucap seorang wanita yg tak lain adalah Mona.


Mona pun mulai mendekati ke arah posisi Dora.


Mona pun membuka lakban yg tertempel di bibir Dora.


"Mona??" ucap Dora.


"Apa?? Kamu..?" ucap Mona sedikit panik, takut ia salah sangka.


"Mona.. ini aku Dora." ujar Dora.


"Jika kamu adalah Dora, kenapa cara pakaian dan wajah mu mirip dengan nya!!" tanya Mona pada Dora lalu mulai mundur beberapa langkah.

__ADS_1


"Aku hanya ingin menyamar, karena aku ingin membuat pria yang aku cintai itu mendekati ku. Tapi justru, kamu malah menculik ku." jawab Dora.


Mona pun mulai memerintahkan Tono untuk melepaskan ikatan Dora.


Tono yg bingung pun tetap melaksanakan perintah dari bos nya.


"Maafkan aku, Dora!" ucap Mona.


"Tidak apa-apa, Mona." jawab Dora lalu mulai memeluk Mona.


Mereka berdua pun saling memeluk. Dan hal mengejutkan nya adalah Mona dan juga Dora adalah sahabat. Dan menyukai orang yg sama.


"Tono!! Itu artinya rencana kita gagal!!" ucap Mona setelah melepaskan pelukan nya.


"Maafkan saya, Nona. Saya sungguh tidak tahu jika yang saya culik adalah sahabat Nona. Karena rupa nya sangat mirip." jawab Tono sambil bersujud di depan Mona.


Mona yg merasa sangat sayang sekali jika memecat Tono, mengingat semua jasa Tono pada nya, membuat ia sedikit kehilangan. Tono yg selalu menemani nya kemana saja dan melaksanakan perintah nya tanpa membantah sedikit pun. Meskipun sering gagal, tapi Tono ini adalah salah satu anak buah nya yg tidak pernah patah semangat. Bahkan sudah banyak anak buah nya yg selama ini bekerja dengan nya, mundur karena tidak bisa melaksanakan perintah. Mungkin terdengar sedikit aneh ya, karena tidak bisa melaksanakan perintah langsung mundur. Mereka mundur juga ada alasan nya.


Alasan nya karena merasa atasan nya kurang pintar. Karena biasanya jika atasan nya dingin, maka dingin nya akan turun ke anak buah nya meskipun anak buah nya bukan merupakan anak nya. Karena tidak mungkin kan jika anak sendiri di jadikan anak buah kita?


"Baiklah." ucap Mona.


"Terima kasih, Nona." ucap Tono sambil membungkuk hormat pada Mona.


"Sama-sama." jawab Mona.


🌸🌸🌸


"Honey?" panggil Alena ke Alvaro.


"Ya??" sahut Alvaro.


"Kamu enggak kerja hari ini??" tanya Alena pada Alvaro.


"Tidak, sayang. Hari ini kebetulan di beri cuti." jawab Alvaro.


"Oh." ucap Alena sambil mengangguk kepala nya bertanda paham.


"Jadi, kamu mau jalan-jalan gitu?" tanya Alvaro pada Alena.


"Males lah. Alena lagi males keliling." jawab Alena.


"Loh, kenapa? Biasanya kalau di ajak mau." tanya Alvaro pada Alena.

__ADS_1


"Entahlah." jawab Alena.


"Kok kamu enggak tahu, sih?" tanya Alvaro pada Alena.


"Mungkin bawaan bayi." jawab Alena.


"Serius nih, sayang??" tanya Alvaro pada Alena.


"Kan Alena jawab cuma mungkin." jawab Alena.


"Ya sudah.. terus kamu mau nya apa??" tanya Alvaro pada Alena.


Mumpung di beri cuti, Alvaro ingin mengisi hari cuti nya dengan bahagia dengan sang istri.


"Em.." ucap Alena malu-malu.


"Kenapa, sayang?? Katakan saja." tanya Alvaro pada Alena.


"Hem... lakuin yang kayak kemarin ya, kak!" jawab Alena.


Ya, kemarin Alena dan juga Alvaro memang melakukan hubungan suami istri. Tepatnya di atas ranjang tentunya. Dan meskipun bisa di mana saja , tapi bukankah ada pelayan? Bagaimana nanti jika pelayan melihatnya?? Aduh.. malu nya setinggi langit itu.


"Yang kemarin??" tanya Alvaro sambil mengingat soal kemarin.


"Ya." jawab Alena.


"Ok." ujar Alvaro.


Beruntung kata dokter, kalau kandungan Alena sudah cukup kuat. Jadi bisa melakukan hubungan badan antara suami istri. Dengan syarat harus pelan-pelan dan jangan sampai terjadi kontraksi di perut Alena.


Mereka berdua pun melakukan hubungan badan hingga beberapa kali pun tidak terhitung. Karena tidak mungkin author hitung ya, author saja tidak melihatnya apalagi menghitung berapa kali hehe..


...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


Eh, salah.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Nah baru bener.


Jangan lupa like nya.


Terima kasih.

__ADS_1


Sehat selalu dan jaga kesehatan kalian yaa...


πŸ™πŸ»πŸ’ž


__ADS_2