
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
Mereka pun menuju ke Mall Y.
"Ayo nona." ajak Via.
"Iya Via." jawab Ayu.
Mereka pun jalan berduaan. Layaknya seperti sahabat meskipun tidak bergandengan tangan.
"Di mana dia?" tanya Ayu pada seseorang.
"Dia ada di lapangan dekat mall Y sini nona. Tapi lapangan nya cukup sepi." jawab orang tersebut.
"Baiklah. Terima kasih." jawab Ayu.
"Iya, Sama-sama nona." jawab nya.
"Ayo Via, kita ke lapangan dekat mall Y sini." ajak Ayu.
"Baik nona." ucap Via.
πΈπΈπΈ
Di perusahaan Alexander Group..
"Aduh.. proyek nya gagal lagi!" ucap Al kesal.
"Eh, kenapa perasaan aku tidak enak ya?" gumam Al.
"Ah.. itu palingan cuma perasaan saja!! Yaudah ah mau urus proyek yang bikin kesal saja!" gerutu Al.
Tok tok tok.
"Masuk!" ucap Al.
"Al, ini proyek kita ada yang gagal." ucap Eko.
"Iya, aku sudah tahu." jawab Al.
"Katanya orang nya bawa kabur uang nya. Dan bawahan kita sedang mencarinya." ucap Eko.
"Baguslah. Suruh bawahan kita cari nya di percepat." ucap Al.
"Baik Tuan Al." ucap Eko lalu meninggalkan ruangan Al.
"Hebat ya, uang nya di bawa kabur!" ucap Al.
"Ku pastikan nanti kamu tidak bisa lolos lagi." ucap Al dengan seringai di wajah nya.
πΈπΈπΈ
Di lapangan dekat Mall Y.
"Ini kan harusnya Via?" tanya Ayu.
"Iya nona. Tapi kok ada bau obat bius ya nona?" tanya Via.
"Gak tahu." jawab Ayu.
"Ini nona, Anda pakai dulu masker anti bius nya. Untung saja membawa nya." ucap Via memberikan masker anti bius pada Ayu.
"Terima kasih Via." ucap Ayu menerima masker anti bius dari Via.
"Nona, sebaiknya kita harus hati-hati. Sepertinya ada yang menyemprotkan obat bius semprot disini. Mungkin mereka ingin menjebak kita." jelas Via.
"Iya Via. Dan katanya kalau kita di pengaruhi obat bius tersebut kita bisa pingsan selama beberapa jam." jawab Ayu.
"Iya nona. Nona pegang tangan saya ya, jadi saya tidak perlu khawatir." ucap Via.
__ADS_1
"Iya Via." jawab Ayu.
Mereka pun saling berpegangan tangan.
"Hahaha.. semprot lebih banyak lagi!" ucap seorang wanita.
"Baik bos." ucap anak buah nya.
"Nona, sebaiknya kita pergi saja dari sini. Sepertinya wanita itu menyemprot lebih banyak lagi." ajak Via.
"Hm.. tunggu sebentar lagi." ucap Ayu.
"Baiklah nona. Tapi anda pakai lagi ini masker nya. Jadi 2 lapis masker." ucap Via.
"Iya Via." jawab Ayu.
Ayu pun memakai masker anti bius lagi. Ia memakai 2 lapis.
"Hei Nona Silvi!! Keluarlah!! Apa kamu takutt???" sindir Ayu.
Silvi yg merasa tersindir pun keluar dari tempat persembunyian nya.
"Ahh.. aku pikir kamu tidak akan keluar dari tempat persembunyian kamu. Padahal aku sudah mempersiapkan untuk pergi ke tempat persembunyian kamu loh!" ucap Ayu dengan senyum sinis.
"Hm." ucap Silvi.
"Saya pikir anda tidak menggunakan masker anti bius. Ternyata iya." ucap Ayu.
"Terserah saya dong, masker punya saya bukan punya kamu." jawab Silvi.
"Oh ya, bagaimana jika kita sama-sama tidak menggunakan masker anti bius?" ucap Ayu.
"Oke." ucap Silvi.
"Nona, apa nanti tidak terjadi sesuatu pada kandungan anda nona?" bisik Via.
"Tidak nona. Hanya saja saya takut terjadi sesuatu pada kandungan anda nona." bisik Via.
"Kamu tenang saja. Kandungan saya akan tetap aman." bisik Ayu.
"Hei, katanya tadi mau lepasin masker nya. Ayo! Atau kamu takut ya!!" sindir Silvi.
"Eitss.. saya tidak bilang kalau saya takut ya!! Yang bilang kan kamu berarti yang takut itu kamu sendiri dong!" sindir balik Ayu.
"Satu, dua, tiga." ucap Silvi.
Silvi dan Ayu pun melepaskan masker anti bius nya. Tanpa di sadari Silvi, Ayu menggunakan kekuatan dalam nya agar tidak terpengaruhi. Ia juga melindungi Via.
Tiba-tiba saja Silvi yg baru melepaskan masker anti bius nya pingsan.
"Ck, tadi main sindir-sindiran. Terus tadi malah nerima. Kalau tidak bisa jangan di paksakan nona Silvi." ucap Ayu.
Silvi ternyata bekerja sama dengan seseorang yg belum di ketahui Ayu untuk menjual obat terlarang.
"Via, kamu juga lepaskan masker nya." ucap Ayu.
"Baik nona." ucap Via lalu melepaskan masker nya juga.
Tak lama kemudian, polisi pun datang.
"Yang mana nona?" tanya polisi tersebut.
"Ini pak." ucap Ayu menunjuk Silvi yg pingsan.
"Dan ini juga anak buah nya pak." ucap Ayu menunjuk anak buah Silvi.
"Baik nona. Terima kasih." ucap polisi tersebut.
"Iya pak. Saya pulang dulu ya." ucap Ayu.
__ADS_1
"Iya nona." ucap polisi tersebut.
"Ayo Via, kita pulang." ajak Ayu.
"Baik nona. Oh ya, apa kekuatan dalam nona tidak di hentikan?" tanya Via.
"Eh iya, bentar aku lupa. Tapi kita ke parkiran dulu biar aman." jawab Ayu.
"Iya nona." ucap Via.
Mereka berdua pun ke parkiran mobil.
Setelah sampai di parkiran mobil, Ayu pun menghentikan kekuatan dalam nya.
"Ahh.. Via, ini sudah berapa menit saya menggunakan kekuatan dalam nya??" tanya Ayu setelah ia menghentikan.
"Sudah 20 menit nona." jawab Via.
"20 menit. Hm, apaa?? Berarti sudah melewati batas yang di katakan dokter." ucap Ayu.
"Iya nona. Kata dokter tersebut maks 15 menit. Tapi ini sudah lewat. Apa nona merasakan pusing?" tanya Via.
"Iya Via. Kepala ku pusing sekali." lirih Ayu.
"Ayo nona masuk ke mobil." ucap Via.
Ayu pun masuk ke dalam mobil, Via pun mengantar Ayu ke rumah sakit tempat bekerja dokter yg tahu soal kekuatan dalam.
Saat di perjalanan, Via menelepon dokter tersebut. Dokter tersebut bernama Yana. Biasanya di panggil dokter Yana.
"Bertahan lah nona." ucap Via.
"Iya Via." ucap Ayu menahan rasa pusing di kepala nya.
Via pun mempercepat kecepatan mobil hingga sampai di mobil.
"DOKTER YANAAA!!" teriak Via.
Teriakan Via berhasil membuat dokter Yana yg sedang turun tangga langsung buru-buru.
"Iya nona. Maafkan saya telat." ucap dokter Yana mengatur nafas nya.
"Iya, lain kali jangan sampai terlalu telat dok. 1 derik waktu yang berharga bagi pasien." ucap Via.
"Iya-iya. Ayo bawa masuk dulu nona Ayu nya." ucap dokter Yana.
"Iya tapi ranjang pasien nya mana dok?" tanya Via.
"Eh.. suster!!" ucap dokter Yana.
"Ya ada apa dok?" tanya suster.
"Tolong siapkan ranjang pasien di sini. Buruan yaa!!" ucap dokter Yana.
"baik dok." jawab suster tersebut lalu mendorong keluar ranjang pasien.
Via pun meletakkan Ayu di ranjang pasien tersebut. Suster dan dokter pun mendorong ke ruangan IGD.
Saat tadi Via sampai Ayu pingsan.
"Semoga kandungan Nona Ayu baik-baik saja." lirih Via.
"Iya, kamu tenang saja. Saya dan suster lainnya akan berusaha melakukan yang terbaik bagi nona Ayu. Saya permisi dulu nona." ucap dokter Yana.
"Iya dok." ucap Via.
Via lupa untuk menghubungi Al. Mungkin karena terlalu khawatir.
...~π©πππππππππ~...
__ADS_1