Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
BAB 30 : HARI VALENTINE {~S3~}


__ADS_3

Di novel baru aja hari valentine, kalau di dunia nyata udah lewat ya.. mungkin sekitar 1 bulanan lebih.


...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


3 hari pun berlalu.


Hari ini tepat dimana hari yg biasanya sering dirayakan oleh para pasangannya yaitu Hari Valentine.


Di Arkana dan Bagas.


”Arkan..” panggil Bagas kepada Arkana.


“Iya..” sahut Arkana menoleh sekilas ke arah Bagas lalu mulai melanjutkan membacanya.


“Kamu bawa kan yang tiga hari yang lalu??” tanya Bagas pada Arkana.


“Bawa..” jawab Arkana.


“Bawa uang?” tanya Bagas pada Arkana.


“Bawa.” jawab Arkana.


“Bagus.. aku mau tagih utang mu.” ucap Bagas tersenyum.


“Utang?” tanya Arkana bingung.


“Iya, kan tiga hari yang lalu, kata kamu bakalan traktir.” jawab Bagas.


“Astaga.. aku lupa.” sahut Arkana tersenyum cengengesan.


“Iya. Jadi mana uang 13 juta nya.” tanya Bagas pada Arkana.


“Tiga belas juta??” ucap Arkana bingung.


“Iya, karena lewat jadi ditambah.” jawab Bagas dengan senyum liciknya.


“Astaga.. bisa gitu juga yak.” ucap Arkana.


“Bisa dong...” jawab Bagas. Bukan namanya Bagas jika tidak mengambil keuntungan dalam kesempitan.


“Jadi.. mau bayar apa tidak???” tanya Bagas pada Arkana. Arkana pun hanya mengangguk lalu mengeluarkan dompetnya. Arkana pun mengambil beberapa lembar uang merah.


Arkana juga termasuk anak yg berasal dari keluarga kalangan atas. Jadi, ketika kuliah pasti akan membawa beberapa lembar uang merah. Bagas juga begitu.


Karena satu juta ada sepuluh lembar uang merah. Maka jika tiga belas juta, Arkana harus mengambil seratus tiga puluh lembar uang merah. Untung saja setiap Arkana kuliah, Arkana akan diberi uang jajan sekitar lima puluh juta. Jadi kemungkinan ada lima ratus lembar uang merah. Itu pun jika uang merah. Bagaimana dengan uang biru?

__ADS_1


“Bayar dong... tenang saja. Aku orangnya selalu tepati janji.” jawab Arkana lalu memberikan uang nya kepada Bagas. Bagas pun menerimanya.


“Iya-iya. Bilangnya begitu, tapi tidak dengan tindakan kamu.” sahut Bagas.


“Terserah.” ucap Arkana.


“Ya udah, mending kita masuk kelas kuliah yok. Kayaknya udah mau bel ini.” ajak Bagas kepada Arkana sambil melihat jam tangannya.


“Eeh.. iya juga ya. Ya sudah..” sahut Arkana lalu menyimpan buku yg ia baca tadi ke dalam tas, lalu masuk ke kelas.


Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas karena saat Arkana dan juga Bagas bangkit dari duduk mereka, bel sudah berbunyi. Firasat Bagas memang benar.


⚘⚘⚘


Sore harinya pun tiba.


Hari ini, mereka kuliah dengan mata pelajaran yg sangat banyak. Mungkin karena hari ini adalah hari senin.


Sayang sekali jika hari Valentine harus hari senin.


Dan Alea beserta Emma juga di jurusan yg sama. Tapi mereka berdua berbeda dengan Bagas dan Arkana. Tapi justru mereka berdua yaitu Alea dan Emma, jadwal kuliah mereka hari ini sama seperti Arkana dan juga Bagas.


Emma sendiri sudah mempunyai pacar. Pacar Emma bernama Joni.


Hari ini mereka berdua akan bertunangan. Jadi, setelah pelajaran kuliah Emma selesai, Emma langsung pulang.


Namun, siapa sangka jika mereka berdua akan didatangi dua pria yg terkenal dingin di Universitas ini. Siapa lagi jika bukan Arkana dan juga Bagas.


Mereka berdua berjalan dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana mereka. Terlihat seperti seorang Ceo perusahaan saja.


Apalagi hari ini pakaian mereka adalah dengan atasan kemeja putih dan bawahan celana panjang hitam (untuk laki-laki) dan rok panjang berwarna hitam (untuk perempuan).


Benar-benar terlihat seperti seorang Ceo. Hanya saja, mereka tidak menggunakan dasi.


Bagas dan Arkana pun mulai. melangkah menghampiri Elisha dan juga Alea. Entah mengapa jantung mereka berempat saling berdetak dengan sangat cepat. Apakah akan ada pertanda?


Baik Arkana, Bagas, Elisha, dan juga Alea, jantung merek sama-sama seperti itu. Seakan-akan memberi sebuah petunjuk atau pertanda. Entah apa yg akan terjadi nantinya.


“Hai...” sapa Alea dan Elisha kepada Bagas dan Arkana. Mungkin terlihat aneh, mengapa bukankah Bagas dan Arkana yg menyapa Elisha dan Alea, tapi justru Alea dan Elisha menyapa Arkana dan juga Bagas.


Sebenarnya tujuan Alea dan Elisha melakukan seperti itu untuk menghilangkan rasa gugup yg tiba-tiba muncul. Tapi sayangnya, rasa gugup dan detak jantung yg semakin cepat membuat mereka berdua yaitu Alea dan Elisha menjadi semakin gugup.


“Em. Hai juga.” sahut Arkana dan Bagas canggung. Karena terlihat aneh. Bagaimana tidak aneh? Yg menghampiri tidak menyapa terlebih dahulu, justru yg di hampiri yg menyapa orang yg ingin menghampiri nya.


Bagas dan Arkana pun memilih berdiri dengan kedua tangan masih di dalam saku celana mereka berdua masing-masing. Entah apa yg sedang mereka keluarkan.

__ADS_1


Sedangkan Alea dan Elisha melanjutkan percakapan mereka tadi.


“Kak Elisha.” panggil Alea kepada Elisha.


“Iya.” sahut Elisha sambil melihat ponselnya.


“Kak Elisha lagi ngapain?” tanya Alea kepada Elisha.


“Ini lagi baca berita.” jawab Elisha.


“Wah.. berita apaan tuh, Kak?” tanya Alea kepada Elisha dengan antusias.


“Ini.. kamu lihat saja.” jawab Elisha sambil memperlihatkan ponselnya kepada Alea. Mereka berdua pun sama-sama membaca berita. Sepertinya membaca berita adalah hobi mereka berdua.


“Alea..” panggil Arkana kepada Alea. Setelah beberapa menit memberanikan diri. Jujur saja, Arkana tidak pernah melamar siapapun. Arkana hanya pernah sempat melihat seseorang yg sedang melamar. Jadi, wajar saja jika Arkana tahu proses melamar.


“Iya.” sahut Alea lalu menoleh ke arah Arkana. Mata mereka berdua pun saling menatap.


“Jika kita di takdirkan untuk bersama. Apa kamu mau menjadi kekasih ku??” tanya Arkana kepada Alea dengan serius.


Elisha yg sedang sibuk membaca berita pun menghentikan nya saat ia mendengar ucapan Arkana. Ia terkejut.


“A.. apa??” ucap Alea gugup. Meski sudah sering melihat beberapa orang yg melamar, tapi ia benar-benar baru tahu di posisi yg dilamar. Ternyata begitu rasanya yaitu gugup.


“Maukah kamu menjadi kekasih ku??” tanya Arkana kepada Alea sambil menatap wajah Alea yg gugup.


Tiba-tiba yg awalnya hanya mereka berempat di sana mendadak menjadi ramai. Tidak hanya para mahasiswa dan mahasiswi, para dosen bahkan juga berkumpul disana.


“Terima... Terima....” terdengar suara sorak dari para mahasiswa dan mahasiswi. Bahkan para dosen pun ikut.


Arkana pun menatap wajah Alea sambil tersenyum. Alea pun bingung untuk menjawab apa. Jika ditanya apa ia menyukai Arkana, ia masih bingung dengan perasaan nya.


“Wah.. enak ya di lamar pas hari valentine.” bisik para mahasiswi.


“Iya.” jawab teman satu.


“Bagaimana? Apa kamu mau??” tanya Arkana pada Alea. Alea pun hanya mengangguk.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


hehhe.


Jangan lupa dukungan nya yaa...


Like nya jangan lupa.

__ADS_1


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2