Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
BAB 39 : DALANG SESUNGGUHNYA {~S3~}


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Siapakah dalang dari kejadian ini semua?


⚘⚘⚘


Siang harinya pun tiba.


Matahari yg awalnya cerah sekarang menjadi semakin panas. Banyak orang-orang yg keluar dari rumah dengan menggunakan payung pada siang hari dengan tujuan agar kulit mereka tidaklah gosong ataupun hitam karena matahari yg begitu panas.


Padahal sebenarnya payung itu umumnya digunakan saat hujan. Tapi entah mengapa sekarang banyak orang yg menggunakan paying di saat siang hari dan matahari yg begitu panas.


Saking panasnya, banyak orang yg tidak melihat langsung ke langit. Jika di pagi hari, mungkin matahari hanya akan cerah dan beberapa orang bisa melihat langit yg biru tersebut. Namun, berbeda jika dengan siang hari.


Di siang hari, ada beberapa orang yg menggunakan kacamata anti radiasi untuk melihat langit biru di atas. Namun, beberapa orang bisa melakukannya dan sebagian tidak bisa melakukannya. Semua itu dikarenakan panasnya matahari membuat beberapa langit ketutup, terlebih lagi awan yg dekat dengan matahari membuat langit seperti berwarna oren. Padahal sesungguhnya adalah biru.


Naufal yg tadinya masih tidur sekarang sudah bangun dan bersiap-siap. Meski baru hampir jam 11 siang, entah mengapa cuaca sudah sangat panas.


Naufal pun membawa payung untuk digunakan oleh Dina agar kulitnya tidak gosong ataupun hitam.


Setelah menyiapkan barang yg perlu dibawa, Naufal pun mulai berangkat ke tempat kerja Dina.


Dina bekerja sebagai seorang model. Dan tadi pagi, Dina baru saja mengirimkan alamat kerjanya kepada Naufal. Jadi, Naufal tidak akan pusing mencari alamat Dina walaupun Naufal sendiri bisa meminta sang adik bungus yaitu Alberta untuk membantunya. Naufal merasa tindakan seperti itu tidaklah sopan. Terlebih lagi orang tersebut masih baru dan asing bagi kita, bagaimana jika ia marah nanti?


Setelah beberapa menit perjalanan, Naufal pun sampai di depan tempat kerja Dina. Dina bekerja sebagai model di dunia Entertainment. Jadi, Naufal baru saja sampai di depan bangunan tinggi tersebut.


Naufal pun memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam gedung entertainment tersebut.


“Selamat datang, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?” tanya resepsionis kepada Naufal dengan sopan.


“Apa Nona Dina Maharani masih bertugas?” tanya balik Naufal kepada resepsionis tersebut.


“Nona Dina Maharani? Baiklah, saya cek sebentar ya.” sahut resepsionis tersebut dengan ramah lalu mencari yg bernama Dina Maharani di jadwal semua model yg bekerja di gedung entertainment ini.


“Iya, mbak.” sahut Naufal.


“Sepertinya Tuan pernah saya lihat. Apa Tuan seorang reporter?” tanya teman resepsionis tersebut kepada Naufal.


“Iya. Saya adalah seorang reporter TV.“ jawab Naufal.


“Anda tampan sekali..“ Puji teman resepsionis tersebut yg membuat resepsionis tersebut kesal dengan temannya yg genit pada pria tampan.


“Iya, Terima kasih. Saya anggap itu adalah pujian untuk saya dan tidak bermaksud apapun kepada saya.” sahut Naufal yg membuat resepsionis tersebut senang dengan sahutan Naufal.


“Ishh.” ucap teman resepsionis tersebut kesal.


Beberapa menit kemudian.


“Bagaimana, mbak?” tanya Naufal kepada resepsionis tersebut setelah sekian lamanya ia menunggu sambil bermain ponselnya.


“Atas nama Dina Maharani, dia baru saja selesai bertugas.” jawab resepsionis tersebut.


“Dia ada di ruangan berapa, mbak?” tanya Naufal lagi kepada resepsionis tersebut.


“Di ruangan 18 lantai 9. Sebaiknya, Tuan tunggu disini saja. Karena sebentar lagi Nona Dina akan turun.” jawab resepsionis tersebut.


“Baiklah, mbak. Terima kasih.” sahut Naufal lalu kembali menunggu Dina sambil bermain ponselnya kembali mengacuhkan teman resepsionis tersebut yg sedari tadi genit padanya.


Tidak lama kemudian, Dina pun keluar dan menghampiri Naufal yg masih bermain ponselnya.

__ADS_1


“Naufal...” panggil Dina kepada Naufal.


“Eh, Dina? Kamu udah keluar?” sahut Naufal.


“Iya. Ayo kita makan siang!“ ajak Dina kepada Naufal.


“Ayo! Mau makan siang dimana?” tanya Naufal kepada Dina.


“Di restoran saja.” jawab Dina.


“Iya... di restoran mana??” tanya Naufal kepada Dina.


“Coba kita keliling aja dulu..” jawab Dina.


“Oke deh.” sahut Naufal.


Mereka berdua pun keluar dan pergi meninggalkan gedung entertainment tersebut.


Sementara resepsionis tersebut dan temannya pun saling berbincang.


“Rinnn... ngapain kamu tadi kamu kayak gitu sama dia.” kesal resepsionis tersebut kepada temannya. Temannya bernama Ririn.


“Biarin.. kamu kan udah tahu kalau aku itu suka genit sama pria tampan. Tidak mungkin kan temanku ini lupa..” sahut Ririn.


“Terserah kamu deh.. nanti kalau kena masalah, jangan campurin aku ke dalam masalahmu!” peringat resepsionis tersebut kepada Ririn temannya.


“Iya.” sahut Ririn.


⚘⚘⚘


Sementara di Adrian.


“Dalang dari kejadian ini semua adalah Raya dan juga Dino.“ jawab Vernando.


“Raya? Dino? Bagaimana bisa?!” tanya Adrian kepada Vernando.


“Ada yang mengancam mereka berdua, Tuan.“ jawab Vernando.


“Siapa mereka?” tanya Adrian tidak sabar.


“Tokoh baru.“ jawab Vernando.


“Hey! Apa kamu sedang bercanda?!” kesal Adrian. Lagi serius malah dipermainkan.


“Dia adalah.. sepupu Raya.“ jawab Vernando dengan serius.


“Sepupu Raya?“


“Iya! Sepupu tiri!“


“Siapa dia?!”


“Dia adalah seorang bos mafia.”


“A.. apa? Mafia!” ucap Adrian terkejut.


“Iya! Bos mafia!” sahut Vernando.


“Tidak! Bagaimana bisa!”

__ADS_1


“Entahlah. Dia bernama Mr. X.“ jawab Vernando.


“Mr. X. Berarti nama sepupu Raya adalah Xander.”


“Ya!”


“Aku tak menyangka! Selama ini kita baik dengannya, justru kita di balas seperti ini!”


“Itulah manusia, bos.”


“Lalu? Penjelasan apalagi yang kau dapatkan?” tanya Adrian kepada Vernando dengan wajah serius.


“Mr.X dan Raya serta Dino sekarang ada di luar negeri.” jawab Vernando.


“Kabur gitu maksudnya?”


“Bukan!”


“Terus?”


“Dia.. membawa semua senjata dan menyimpannya di markasnya yang ada di luar negeri!” jelas Vernando.


“Lalu, informasi apalagi yang kau dapatkan?” tanya Adrian lagi kepada Vernando.


“Tidak ada!” jawab Vernando.


“Di negeri mana mereka pergi?” tanya Adrian kepada Vernando.


“Masih belum diketahui, Tuan.” jawab Vernando.


“Hufftt!! Segera lakukan untuk mencari mereka semua!” perintah Adrian kepada Vernando. Vernando pun mengangguk patuh.


Vernando pun melakukan tugasnya yg diperintahkan oleh Adrian, sedangkan Adrian pergi keluar untuk makan siang.


Vernando pun memanggil anak buah Adrian atasannya lalu memberikan sejumlah amplop uang kepada orang tersebut, orang tersebut pun patuh dan paham lalu menjelaskan secara rinci kepada Vernando.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


hHaduh... belum dikasih tahu lagi satu lagi.


Siapakah dia?


Berikut adalah pilihannya.


1) Vernando


2) Tokoh baru


3) Anak buah Adrian yg berkhianat.


4) Tokoh lama kembali muncul


5) Anak buah Vernando yg berkhianat.


Siapakah satu orang tersebut diantara kelima orang di atas?


Coba ditebak ya! Dan jangan lupa dukungan nya ya buat Author.


Author udah kasih pilihannya nih, tinggal tebak aja.

__ADS_1


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2