
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
2 jam kemudian...
Akhirnya jam yg di tunggu-tunggu pun sampai.
Tadi Ayu pikir kalau ia tidak bisa ikut menjemput dokter Ana, tapi siapa sangka kalau ia masih sempat. Ayu juga sudah izin dengan Al, suami nya. Al pun menyetujui nya.
Sedangkan Al tidak ikut karena ia masih harus bekerja dari rumah. Dan Ayu pun memaklumi nya.
"Lihat lah Ana, nanti kamu bakal kaget!" gumam Ayu dalam hati.
Ayu membawa 4 pengawal atas permintaan Al. Awalnya Ayu menolak nya, tapi Al bersikeras. Dan akhirnya Ayu pun terpaksa menyetujui nya. Jadi 4 pengawal pribadi nya beda mobil. Mobil mereka di belakang Ayu.
Sedangkan 25 pengawal pribadi yg di tugaskan Ayu untuk menjaga dokter Ana di depan Ayu. Mereka memang sengaja Ayu suruh di depan meskipun mereka menolak awalnya.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka pun sampai di mana tempat pesawat itu di letakkan. Ini bukan di bandara umum. Tapi bandara pribadi.
Di sini banyak sekali pesawat pribadi lain nya milik Ayu dan Al serta keluarga besar mereka berdua.
Helikopter juga ada di sini.
Setelah pesawat yg di tempati Dokter Ana sampai. Dokter Ana pun turun.
Sedangkan Ayu sengaja tidak turun duluan.
Semua wanita yg di tugaskan Ayu pun turun sebelum dokter Ana turun. Dan di lihat nya memang ada 25 wanita termasuk asisten Ayu, Via.
"Selamat datang Nona. Saya asisten Nona Ayu, Novia. Apa anda masih mengingat saya?" sapa Via.
"Tentu." jawab Dokter Ana sambil menghitung jumlah wanita yg ditugaskan Ayu.
"25!" ucap Dokter Ana.
4 pengawal pribadi Ayu pun turun. Dokter Ana kaget, kenapa jadi 29?
Dengan ragu, Dokter Ana pun menghubungi Ayu. Tapi tidak di jawab.
Ayu memang sengaja tidak menjawab nya terlebih dahulu.
Ayu pun menyusun strategi agar ia bisa muncul di belakang dokter Ana secara tiba-tiba.
Dan setelah ia menyusun strategi, ia pun turun dari mobil secara perlahan-lahan dan ia mengikut dari strategi yg sudah ia susun. Sedangkan orang suruhan Ayu dan Al yg mengetahui nya pura-pura tidak tahu agar Dokter Ana tidak curiga pada mereka.
Setelah sampai di belakang dokter Ana, Ayu pun menutup mata Dokter Ana dengan kedua tangan nya.
"Tebak, saya siapa?" tanya Ayu.
"Emm.. Ayu??" tebak Dokter Ana.
Ayu pun tersenyum mendengar jawaban dokter Ana.
Ia pun melepaskan kedua tangan nya tadi.
Dokter Ana pun melihat ke belakang.
Dan.. siapa kah??
"AYU?" pekik dokter Ana lalu langsung memeluk Ayu erat tanpa aba-aba.
Beruntung tadi Ayu tahu kalau dokter Ana akan memeluk nya. Jadi Ayu tidak terlalu kaget.
Ayu pun memeluk balik dokter Ana.
"Ayo pulang!" ucap Ayu setelah dokter Ana melepaskan pelukannya.
"Ayoo!!" ucap dokter Ana.
Mereka berdua pun ke rumah yg sudah di siapkan Ayu kemaren.
Dokter Ana duduk di mobil Ayu karena ingin berbicara.
Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di rumah.
Terlihat ada 1 mobil yg di siapkan Ayu untuk dokter Ana.
"Yu, apa ini tidak terlalu berlebihan? Kamu sudah menjemput aku, memberikan rumah sebesar ini serta mobil untuk diri ku?" ucap Dokter Ana dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak!!" jawab Ayu.
"Terima kasih Yu." ucap Dokter Ana sambil memeluk Ayu.
"Aku jadi ingat masa kecil kita sampai kita terpisah." ucap dokter Ana lagi.
Flash back on.
Dulu Ana dan Ayu memang teman masa kecil. Mereka adalah tetangga awalnya. Tapi seiring waktu, mereka menjadi teman. Walaupun orang tua nya musuhan.
Umur Ana dan Ayu hanya beda 1 tahun saja. Dulu Ana selalu memanggil Ayu dengan sebutan 'kakak'.
Tapi hingga suatu hari Ayu meminta Ana untuk memanggil nama saja.
__ADS_1
Ini masa kecil mereka berdua.
"Kak, itu kira-kira papa dan mama lagi ngapain ya?" tanya Ana.
"Aku juga gak tahu.. apa kamu mau lihat Ana?" jawab Ayu.
"Hm.. kayaknya gak usah deh.. nanti aku takut nya kena pukul soalnya mereka lagi berantem!" ucap Ana.
"Iya sih!" jawab Ayu.
"Kak, lanjut main yuk!" ucap Ana.
"Yuk!" jawab Ayu.
Mereka berdua pun memainkan berbagai macam permainan. Dari kejar-kejaran, main congklak dll.
Hingga suatu hari mereka terpisah karena Ana pindah rumah.
"Kak, nanti kalau aku jadi dokter, kalau misalnya kakak sakit kakak minta periksa sama Ana aja ya kak!" pinta Ana.
"Oke Ana!" jawab Ayu.
Mereka pun berpelukan.
Flash back off.
"Iya, aku juga ingat!" ucap Ayu.
"Oh ya, apa kamu pernah amnesia ya?" tanya dokter Ana.
"Iya sih, emang kamu tahu dari mana Ana?" ucap Ayu.
"Hm.. apa kamu lupa Yu siapa yg memeriksa kamu saat pertama kali kamu di katakan hamil?" ucap Ana.
"Sebentar!" ucap Ayu.
Flash back on.
Setelah Ayu keluar dari hotel tersebut, Ayu pun menaiki mobil nya dan menyetir nya.
Ayu lupa memasang sabuk pengaman nya.
Ia membawa mobil dengan secepat mungkin.
"Tubuh ku sekarang sudah sangat kotorrr!!!!" lirih Ayu.
Hingga Ayu menabrak sebuah truk di depan nya.
Kening nya pun terbentur stir.
Saat itu lah Ayu kehilangan kesadaran nya.
Para pengemudi di jalanan sana pun membawa Ayu ke rumah sakit terdekat.
Beruntung jalanan ramai, bagaimana bila sepi?
Beberapa menit kemudian, akhirnya pengemudi itu pun sampai di rumah sakit terdekat dan mengendong Ayu yg tak sadarkan diri sambil memanggil dokter suster.
"Dokter!! Suster!!" teriak pengemudi tersebut.
"Ada apa?" tanya dokter tersebut sambil mendorong ranjang pasien.
"Ini ada korban kecelakaan! Mungkin ia tertabrak truk!" ucap pengemudi itu asal.
"Baiklah letakkan di sini!" ucap dokter tersebut.
Pengemudi itu pun meletakkan tubuh Ayu di tempat yg di minta dokter.
Dokter dan suster-suster pun berlarian sambil mendorong ranjang pasien tersebut.
Sedangkan pengemudi truk itu tidak apa-apa, hanya saja truk nya ada yg rusak.
Pengemudi yg membawa Ayu terus menunggu hingga operasi selesai.
"Bagaimana dok?" tanya pengemudi tersebut.
"Ia sekarang kemungkinan koma." ucap dokter tersebut.
"Koma??" tanya pengemudi tersebut.
"Iya, dan kami belum tahu kapan ia sadar. Untuk adminstrasi jangan lupa di bayar ya pak. Kalau begitu saya permisi dulu, dan untuk pasien sudah di pindahkan ke ICU untuk perawatan lebih lanjut!" ucap dokter tersebut.
"Baik dok, Terima kasih dok!" ucap nya.
"Sama-sama, itu sudah jadi tugas kami." ucap dokter tersebut.
Pengemudi itu pun membayar administrasi nya, tapi sebelum itu muncul lah..
"Pasien ini mirip sekali dengan kak Joliana." gumam dokter Ana.
"Maaf Pak, anda sedang apa? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter Ana.
"Ini saya ingin membayar biaya administrasi pasien ini!" ucap pengemudi tersebut sambil menunjuk data pasien.
__ADS_1
"Tidak perlu pak, saya seperti nya mengenal data pasien ini biar saya saja yang membayar nya!" ucap dokter Ana.
"Baiklah dok!" ucap pengemudi tersebut.
"Apa anda membawa pasien ini ke sini?" tanya dokter Ana.
"Iya!" ucap pengemudi tersebut.
"Baiklah, ini sedikit uang untuk anda. Terima kasih ya pak!" ucap dokter Ana lalu meninggalkan pengemudi tersebut yg bingung.
Dokter Ana pun membayar administrasi nya.
Ia pun segera ke ruangan tempat di mana Joliana alias Ayu berada.
"Ini.. kak Joliana??" gumam Dokter Ana.
Dokter Ana pun meninggalkan ruangan Joliana dan langsung menemui dokter yg operasi Joliana.
Sepertinya ada hal penting yg tidak di sampai kan pada pengemudi tersebut. Mungkin ini privasi bagi dokter tersebut.
"Dok?" ucap nya.
"Iya ada apa dokter Ana?" tanya dokter tersebut.
"Apa benar anda yg operasi pasien atas nama Joliana?" tanya dokter Ana.
"Tentu, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter tersebut.
"Apa pasien amnesia?" tanya dokter Ana.
"Iya, maaf saya tidak mengatakan hal itu pada orang yang sudah membawa nya kemari. Saya merasa itu privasi." ucap dokter tersebut.
"Baiklah dok saya mengerti. Saya sepertinya kenal dengan pasien ini!" ucap dokter Ana.
"Oh baiklah." ucap dokter tersebut.
2 bulan kemudian...
Tidak di sangka Ayu sudah koma selama 2 bulan dan Dokter Ana selalu menjenguk nya.
"Kak, aku tidak menyangka kalau kita akan di pertemukan seperti ini!" lirih dokter Ana.
Tiba-tiba saja jari tangan Ayu bergerak. Dan mata nya mulai terbuka.
Dokter Ana yg melihat itu pun memanggil dokter segera. Dokter yg di panggil pun memeriksa Ayu. Setelah itu ia pun pamit pergi.
"Saya ada di mana dok?" tanya Ayu.
"Anda sekarang ada di rumah sakit." jawab dokter Ana.
Dokter Ana sengaja berbicara formal karena ia tahu Ayu sekarang tengah amnesia. Jadi kalau dokter Ana memanggil Ayu dengan sebutan kakak, pasti Ayu akan mencoba mengingat nya dan nyawa Ayu bisa saja terancam.
"Rumah sakit? Bagaimana bisa saya di rumah sakit?" tanya Ayu.
"Anda menabrak truk saat menyetir." jawab dokter Ana.
Ayu pun mencoba mengingat kembali meskipun kepala nya sakit.
"Tolong jangan di ingat dulu bila tidak bisa.. itu akan membahayakan nyawa anda!" bujuk dokter Ana.
Ayu pun menghentikan untuk mengingat kembali.
Flash back off.
"Ah iya.. tapi aku tidak mengingat lagi untuk selanjut nya.. bahkan masa lalu ku masih banyak yang hilang." ucap Ayu.
"Tidak apa-apa kalau kamu masih belum bisa mengingat nya." ucap dokter Ana.
"Hm.. baiklah.. apa kamu suka dengan rumah ini?" tanya Ayu.
"Suka, suka banget!!" jawab dokter Ana.
"Baguslah kalau suka, aku pikir kamu tidak suka. Bahkan aku sampe menyiapkan 15 rumah untuk kamu Ana." ucap Ayu.
"15 rumahhh??" pekik dokter Ana tidak percaya.
"Iya, aku pikir kamu tidak suka yang ini." ucap Ayu.
"Hmm.. oke oke, apa kamu mau mampir dulu Yu?" tanya dokter Ana.
"Tidak, Tidak perlu.. aku masih ada urusan lagi setelah ini. Aku pulang dulu ya Ana. Jaga diri kamu baik-baik. Dan aku saranin kamu jangan keluar rumah. Keamanan kami di sini sudah aku ketat. Di sini sudah ada suruhan aku sebanyak 50 orang. 20 pria dan 30 wanita. Jadi tolong kerja sama nya ya Ana." pinta Ayu.
"Baik, baiklah Yu. Aku usahakan untuk tidak keluar rumah. Makasih ya Yu." ucap Dokter Ana.
"Sudah-sudah.. kamu tidak perlu mengucapkan kata 'Makasih' atau pun 'Terima kasih' lagi pula aku sudah berhutang budi pada mu Ana." ucap Ayu.
"Hm.. baiklah hati-hati di jalan ya Yu." ucap Dokter Ana.
"Tentu." ucap Ayu tersenyum.
Setelah pamit, Ayu pun pulang kembali ke apartemen nya.
Beberapa suruhan Ayu masih di tempat Dokter Ana dan sisa nya lagi mengikuti Ayu.
__ADS_1
...~π©πππππππππ~...