Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 78


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


3 hari kemudian..


Ayu pun sudah di perbolehkan pulang.


Ayu pun pulang ke rumah nya dengan mobil. Mobil di bawa Al.


Ayu juga menyiapkan bantal untuk di taruh nya dekat perut agar bagian sayatan nya tidak sakit.


Al juga membawa mobil nya dengan kecepatan normal. Ia tak berani membawa cepat-cepat apalagi ada Ayu.


Al juga mempekerjakan 2 perawat di rumah. Satu dokter Ana, dan satu lagi Tasya.


Ayu memang sengaja meminta Al untuk mempekerjakan dokter Ana sebagai perawat di rumah.


Karena dokter Ana meminta Ayu untuk mencari pekerjaan. Karena Dokter Ana berprofesi menjadi dokter. Sekalian saja dokter Ana menjadi perawat di rumah nya.


Dokter Ana pun menerima nya.


Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di rumah.


Dua perawat yg di pekerjakan Al sudah di rumah terlebih dahulu.


Mereka berdua membantu Ayu untuk mengendong bayi.


"Sini saya bantu Nyonya." tawar Tasya.


"Iya, Terima kasih Tasya." ucap Ayu memberikan bayi pada Tasya untuk membawa nya ke rumah dan di tidurkan setelah meminum ASI.


Ayu juga sudah memompa ASI nya. Jadi perawat tinggal menuang ASI tersebut ke dalam dot. Lalu di minum.


Setelah menidurkan anak nya, Ayu pun tidur di kamar nya.


Sedangkan Al masih bekerja dari rumah. Karena ia ingin mengawasi anak anak nya serta istri nya.


Al bekerja di ruang kerja nya.


🌸🌸🌸


Di kamar Ayu dan Al..


Ayu susah untuk tidur. Karena jika salah dalam posisi tidur, maka bagian sayatan nya akan terasa sakit.

__ADS_1


Ayu pun tidur dengan telentang. Karena posisi tidur itu lah yg di anjurkan dokter dan agar bagian sayatan operasi tidak nyeri kembali.


Akhirnya Ayu pun tertidur terlelap.


🌸🌸🌸


"Anak Nyonya banyak sekali ya." seru Tasya.


"Iya Tasya. Padahal di USG hanya ada 6. Tapi lahirnya 9. Sungguh keajaiban luar biasa." ucap Dokter Ana.


"Iya.. tapi kasihan juga Nyonya. Karena harus operasi caesar karena jatuh dari tangga." ucap Tasya yg mengetahui informasi tersebut dari pelayan lainnya.


"Iya.. biasanya kalau habis operasi caesar itu banyak larangan nya." ucap dokter Ana.


Mereka berbincang saat anak Ayu sudah di tidurkan.


Mereka berdua juga berbincang dengan suara sedikit pelan agar anak Ayu tidak bangun.


"Ini yang nama nya Alice mirip banget dengan Nyonya." ucap Tasya.


"Eh, iya juga ya. Kok aku baru nyadar ya??" ucap dokter Ana memandang wajah Alice.


"Nah yang nama nya Naufal mirip banget dengan Tuan." ucap Tasya.


"Iya ya. Ya sudah kita gak usah banyak bicara mulu. Nanti kalau Tuan lihat kita bisa kena marah loh." seru dokter Ana.


🌸🌸🌸


Di ruang kerja Al...


"Wah.. selamat ya Al atas kelahiran anak nya." seru Eko di telepon.


"Iya makasih ya." jawab Al.


"Iya sama-sama, Tumben nih ucapin kata 'makasih' biasanya enggak." sindir Eko.


"Hehe." ucap Al tertawa.


"Oh ya, bagaimana dengan urusan kantor?" tanya Al.


"Baik kok Al.. kamu tenang saja. Dan untuk meeting hari ini lancar." jawab Eko.


"Orang nanya urusan kantor. Eh di jawab juga yang meeting. Tapi ya sudahlah." sindir Al.

__ADS_1


"Tumben juga nih gak ngomong pedas-pedas. Apa mulut kamu kutang cabe ya Al?" canda Eko.


"Iss.. mana mungkin." elak Al.


"Tapi emang itu fakta nya Al." ucap Eko.


"Kamu diam atau.." ucap Al terpotong karena Eko sudah memotong ucapan Al lebih dulu.


"Iya-iya.. kamu selalu benar!!" ucap Eko mengalah.


"Oh ya, untuk meeting dengan perusahaan XXX gimana? Apa dia setuju?" tanya Al.


"Setuju." jawab Eko.


"Oh, ya sudah. Aku matikan dulu telpon nya." ucap Al lalu mematikan telpon nya.


"Eh, malah lupa aku! Nanti untuk memperingati kelahiran anak ku gimana ya? Apa ku tanya saja sama Ayu?" gumam Al.


"Ah.. kayaknya mending nanya saja deh." ucap Al.


Al pun keluar dari ruangan nya.


Ia pun menuju si kembar kecil untuk melihat.


"Tasya, Ana, bagaimana dengan si kembar kecil?" tanya Al.


"Sudah tidur Tuan. Tadi habis di kasih minum ASI." jawab Tasya dan Ana bersamaan.


"Oh baiklah." ucap Al lalu meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke kamar Ayu dan juga dirinya.


Ceklek!


"Oh.. rupanya sedang tidur. Padahal mau nanya sih. Tapi.. ya sudahlah aku tunggu dia bangun aja." ucap Al pelan lalu menutup pintu kamar dengan sangat pelan.


Ia pun menuju ke ranjang tidur.


Ia pun memandang wajah Ayu.


Ayu tidur selalu berubah-ubah posisi nya. Kini ia berubah menjadi posisi miring dengan berhadapan dengan Al.


"Uh.. nyenyak sekali kamu tidur sayang." ucap Al mengelus pipi Ayu.


"Pipi kamu juga gemas nih." ucap Al mencubit pelan pipi Ayu.

__ADS_1


Beruntung tidur Ayu nyenyak, jadi ia tak akan mudah terbangun dengan gangguan. Kecuali jika gangguan tersebut terlalu menganggu atau terlalu bising hingga membuat Ayu harus bangun.


Al pun perlahan-lahan ikut tidur juga.


__ADS_2