
...~π―ππππ πΉπππ πππ~...
"Kapan kamu mau ngelamar Bella?" tanya Ayu.
"Mungkin.. 2 hari lagi atau 1 minggu lagi. Masih cari waktu dulu, ma." jawab Nicholas.
"Baguslah.. mama harap secepatnya. Biar Bella tidak di ambil orang. Dan kamu Nathan jangan sampai Maya nya di ambil duluan ya." peringat Ayu.
"Iya ma." jawab Nicholas dan Nathan.
Sedangkan Alana maupun Alina diam saja. Tapi mereka senyum-senyum sendiri di hp nya. Menganehkan!! Author mau ngintip dulu.
"Alana, Alina, kalian berdua ngapain senyum-senyum sendiri? Coba kasih tahu kak Nicholas dong." tanya Nicholas.
"Hehe.. kakak pengen tahu?" tanya Alana dan Alina.
__ADS_1
"Iya." jawab Nicholas.
"RAHASIA!!" jawab Alana dan Alina.
"Ck, nanti kak Nicholas lacak loh hp nya." ancam Nicholas.
"Silahkan, kalau kakak BISA." jawab Alana dan Alina sambil menekankan kata 'bisa' dengan santai.
"Santai benar. Emang kalian berdua mau kakak beneran lacak?" tanya Nicholas.
"Tentu, dan itu pun kalau kakak bisa." jawab Alana dan Alina.
Namun, ia tidak mendapat satu pun jawaban.
"Ck, kata kakak bisa. Mana buktinya? Kata kakak mau kasih bukti bahwa kakak tidak seperti yang kami berdua pikirkan." sindir Alana.
__ADS_1
"Ck... sabarlah. Kakak lagi berusaha ini. Nanti kalau tidak bisa, palingan kakak tinggal minta bantuan dengan Mama." ucap Nicholas.
"Belum tentu Mama mau bantuin kak Nicholas. Lagian Mama sudah tahu." ucap Alina.
"Benarkah ma??" tanya Nicholas pada Ayu.
"Tentu." jawab Ayu.
"Bagaimana.. bagaimana Mama bisa tahu duluan?" tanya Nicholas.
"Apa kak Nicholas melupakan kehebatan Mama?? Ckckkc." sindir Alana.
"Kakak memang lupa." jawab Nicholas.
Alana dan Alina pun menepuk jidat nya. Kakak nya ini memang sangat pelupa kalau soal hal pribadi. Tapi kalau soal hal pekerjaan, kakak nya ini tidak pernah melupakan satu pun.
__ADS_1
Terkadang Alana maupun Alina kesal. Karena kakak nya ini tidak pernah melupakan pekerjaan, tapi kalau hal pribadi pasti selalu di lupakan. Seolah-olah hal pekerjaan lebih penting di bandingkan hal pribadi.
Kakak nya ini juga selalu sibuk dengan pekerjaan nya. Mungkin ini salah satu penyebab nya. Tetapi untuk kesehatan nya, Nicholas tak pernah lupa. Karena jika ia lupa satu kali pun, sudah pasti ia akan di ceramahi oleh Mama nya Ayu.