Anak Kembar - Genius Sang CEO

Anak Kembar - Genius Sang CEO
Bab 3 : Reymond Lucas Xavier & Reynold Lucas Xavier {~S3~}


__ADS_3

...~π‘―π’‚π’‘π’‘π’š π‘Ήπ’†π’‚π’…π’Šπ’π’ˆ~...


"Ini baru pembukaan 9." jawab dokter Tari.


"Lebih baik, kita tunggu sebentar lagi ya." ucap Dokter Tari.


Nicholas dan Bella pun hanya mengangguk.


Beberapa menit kemudian..


Dokter Tari pun mengeceknya kembali.


"Ok, ini sudah pembukaan 10. Ikuti instruksi saya ya, Nya." ucap dokter Tari.


"Ya, dok." jawab Bella lirih.


"1... 2..... 3... ,Dorong..." ucap dokter Tari.


"Erghhh.."


"Yaa, dorong lagi, Nyonya. Semangatt...." seru dokter Tari memberikan semangat pada Bella.


"Iya, Sayang. Kamu pasti bisa kok." ucap Nicholas pada Bella, menimpali ucapan dokter Tari tadi.


Cup!


Nicholas pun memberi kecupan di kening Bella dengan singkat. Dokter Tari yg melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dan terkekeh, meskipun ia sudah sering melihat hal seperti itu tapi tetap saja ia merasa aneh.


Apalagi kan Nicholas terkenal karena sikap dinginnya yg membuat para wanita tertarik dengannya. Tapi kali ini? Sungguh, jika pesaing bisnis Nicholas melihat hal seperti ini akan berusaha untuk merusak reputasi nya.


Sebenarnya bagi Nicholas, mesra dimana saja tak masalah. Mau orang iri atau apa, Nicholas membiarkan saja. Asalkan pasangannya juga setuju sama Nicholas, tapi kalau enggak mau yaa., mungkin Nicholas akan mengalah atau justru Bella yg mengalah..


"Erghhh.."


"Oeekk... Oekkk.." Terdengar suara bayi.


Dokter Tari pun mengecek jenis kelamin bayi tersebut.


"Bayi nya berjenis perempuan. Selamat yaa." ucap dokter Tari.


Dokter Tari pun memberikan bayi tersebut pada suster untuk dibersihkan terlebih dahulu.


Setelah dibersihkan, bayi tersebut pun diletakkan di box bayi. Dan di tidurkan agar tak mengganggu kedua orang ini yg tak lain adalah kedua orang tuanya.


Lalu, saat bayi itu menangis ( ahh bingung author jelasin nya hehe), baru deh diberi susu ASI dari Bella.


///


Keesokkan harinya..

__ADS_1


Sementara di Maya dan juga Nathan...


Kandungan Maya sudah beranjak sekitar 9 bulan. Meskipun sudah 9 bulan, tapi Maya masih belum melahirkan. Apalagi hasil prediksi dari dokter kalau Maya akan melahirkan 2 minggu lagi.


Jika 2 minggu lagi, berarti bisa dikatakan Maya akan melahirkan saat usia kandungannya sekitar 40 minggu lebih. Tapi itu masih prediksi, belum tentu πŸ™ˆ.


Dengan tubuh yg sudah berat dan berisi, tapi bagi Nathan itu malah terlihat seksi di hadapannya. Sedangkan Maya? Maya agak kesal saat kehamilannya ini. Tapi saat dipuji kalau ia makin seksi, Maya justru malah senang. Sepertinya jenis kelamin anak Maya kali ini adalah perempuan.


Walaupun bisa diperiksa jenis kelaminnya, tapi Maya justru tidak mau. Mengapa? Karena Maya lebih suka kejutan. Nathan juga saat itu pernah membawa Maya untuk memeriksa jenis kelamin nya, tapi justru anaknya bekerjasama dengan sang ibu untuk tidak memberitahu.


"Sayang, apa kamu sudah mendengar kabar kalau Kak Alena sudah melahirkan?" tanya Nathan pada Maya.


Bagaimana bisa Nathan tahu? Karena Alena sendiri yg memberitahukan padanya. Jadi Nathan hanya ingin tahu apakah Maya juga diberitahu.


"Sudah. Kata kak Alena, dua-duanya laki-laki." jawab Maya.


Ya, tadi setelah Alena bangun dari tidurnya itu.. Alena langsung memberitahu soal kelahiran anaknya ke keluarganya.


"Iya." Nathan sambil memangut-mangut lalu mulai berpikir.


"Jadi.. apa kamu juga mau anak laki-laki?" tanya Nathan pada Maya.


"Iya. Kalau bisa dua perempuan dan satu laki-laki." jawab Maya.


"Kenapa laki-laki nya cuma satu??" protes Nathan pada Maya.


"Iya juga sih." ucap Nathan membenarkan ucapan sang istri.


"Oh ya, kelahiran anak kak Bella dan kak Nicholas, apa kamu juga sudah diberitahu?" tanya Nathan pada Maya.


Saat kehamilan Maya beranjak sekitar 8 bulan, Nathan bekerja dari rumah. Bahkan terkadang, Nathan tidak bekerja. Tapi asistennya yg bekerja. Beruntung asistennya Rian, sifat nya suka bekerja. Jadi bagi Rian, tak masalah bila diberi banyak pekerjaan ataupun tugas.


Bahkan dulu, Rian pernah meminta gurunya untuk memberi banyak tugas. Teman sekelasnya banyak yg protes. Tapi sang guru tidak mengikuti kemauan Rian. Karena jika diberi banyak tugas, bisa-bisa dia pula yg kena masalah.


Jadi sang guru, hanya meminta Rian untuk membaca saja sebagai tugas lebihnya. Karena baginya, membaca tidak sulit. Tapi tidak hanya Rian saja, tapi sekelas juga disuruh. Tidak ada yg protes mengenai tugas lebih tersebut.


"Sudah, Yaangg." jawab Maya merubah panggilannya ke suaminya.


"Tadi kamu panggil aku apa??" pinta Nathan.


///


Sementara di Alena dan juga Alvaro...


Satu keluarga berkumpul dalam satu ruangan. Alena ditempatkan di ruang VVIP yg lebih besar dari ruangan VVIP lainnya.


"Apa kalian sudah membuat nama??" tanya Vena pada sang putra dan sang menantu yaitu Alvaro dan juga Alena.


"Belum." jawab Alena dan Alvaro jujur.

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu, lebih baik kalian pikirkan secepatnya." ujar Vena memahami keduanya. Mungkin karena kelahiran sang anak pertama lebih cepat dari yg diprediksi, membuat mereka berdua belum sempat untuk membuat namanya.


Karena Vena dulu juga begitu. Bahkan sampai anaknya berusia 2 hari baru dibuat nama nya.


"Baik, Ma." jawab keduanya kompak.


Vena pun mengajak sang suami dan keluarga besannya untuk keluar sebentar. Agar keduanya bisa berdiskusi.


Beruntung keluarga besannya dan juga sang suami paham soal kode dari Vena. Jadi mereka semua pun keluar hingga menyisakan Alena, Alvaro dan kedua anaknya yg masih bayi didalam box bayi. Kedua anaknya yg masih bayi tersebut malah justru lebih suka tidur. Lebih tenang tampaknya.


Suasana mulai sepi. Keduanya lebih memikirkan masing-masing hingga suara mengusik mereka berdua.


"Ooekkk... Oekkkk.." Terdengar suara dari kedua anaknya yg masih bayi tersebut. Sepertinya kedua anaknya yg masih bayi tersebut tak menyukai kesepian. Apalagi Alena dan Alvaro yg diam walau hanya beberapa detik saja tapi kedua anaknya yg masih bayi jika memang tak suka ya tak suka. Mungkin begitu.


Alena pun menyusui kedua anaknya hingga keduanya kenyang akan susu ASI tersebut dan tertidur kembali.


Mereka berdua pun memutuskan untuk berdiskusi langsung. Tanpa diam-diam lagi, karena takut kedua anaknya menangis lagi. Meskipun wajar.


Diskusi antara Alvaro dan Alena pun dimulai.


"Kan keduanya kembar. Bagaimana jika nama depannya hurufnya sama?" tanya Alvaro pada Alena.


"Bagus juga itu, honey." jawab Alena setuju.


"Bagaimana kalau nama depannya Leon dan Leonard??" tanya Alena pada Alvaro.


"Tidak, lebih baik Reymond dan Reynold." jawab Alvaro tidak setuju.


"He'em... Reymond Lucas Xavier dan Reynold Lucas Xavier. Menurutmu bagaimana, honey?" tanya Alena pada sang suami nya yaitu Alvaro.


"Bagus juga itu, Sayang. Berarti anak pertama kita nama nya Reymond Lucas Xavier dan anak kedua bernama Reynold Lucas Xavier." jawab sang suami.


"Apa artinya, Sayang?" tanya sang suami pada Alena.


"Reymond bermakna melindungi dengan bijak, sedangkan Reynold bermakna penasihat Raja." jawab Alena.


...~π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ~...


Maaf, up nya sore. Tadi niatnya sih siang, tapi karena hujan lebat sama petir, jadi yaa ditunda tadi nulisnya.


Author masih mempertimbangkan waktu, apa hari ini bisa up double apa tidak.


Jangan lupa like nya yaa biar author makin semangat nulisnya.


Dan dukungan kalian yg lainnya.. πŸ˜ŠπŸ™πŸ»


Terima kasih.


πŸ™πŸ»πŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2